Memoderasi Kelas Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) Sungguh Spesial
Hai pembaca Blog SABDA yang terkasih, senang sekali dapat menyapa Anda kembali dalam kesempatan ini. Kiranya pembaca sekalian dalam keadaan baik karena Tuhan selalu baik dalam hidup kita. Sekalipun keadaan hari-hari ini kurang baik, kita harus terus menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan akan selalu melindungi kita. Nah, kali ini saya mau membagikan pengalaman saya sebagai salah satu moderator dalam kelas Pembentukan Disiplin Rohani (PDR). Kelas PDR ini merupakan kelas ketiga yang dilakukan dalam semester dua ini setelah kelas Persiapan Pernikahan Kristen (PPK) dan Kelas Bedah Kitab Yakobus.

Tetap Waras pada Masa Pandemi
Oleh: Neti Estin
Saya dan suami merasa kurang setuju dengan pemimpin-pemimpin rohani yang mengatakan masa ini sebagai masa sulit. Di pandang dari sisi mana? Ada atau tidak ada pandemi, hidup memang penuh perjuangan. Ada atau tidak ada pandemi, kita harus tetap bekerja. Jadi tetap bersikap ''waras'' adalah membetulkan pikiran-pikiran yang keliru dan bertindak sesuai dengan iman kita. Meski berita-berita yang kita dengar kurang mengenakkan, kita harus tetap berpikir positif. Tak perlu khawatirkan apa pun jika kita punya iman dalam Kristus Yesus.

Seminar Online GKE Muara Teweh
Yayasan Lembaga SABDA memenuhi undangan dari Gereja Kalimantan Evangelis untuk membawakan seminar online yang bertema "Pengaruh Teknologi Informasi dan Perkembangan Dunia Digital terhadap Kaum Muda Gereja". Bersyukur atas penyertaan Tuhan sehingga acara ini dapat berjalan lancar dan materi yang disampaikan pun benar-benar membuka pikiran kami, kaum muda di gereja.

Pengalaman Magang di YLSA: Orientasi yang Menambah Wawasan
Oleh: Gabriel Gilang Pratama

Tuhan menolong kita! itulah kalimat yang terucap setelah mengadakan stand-up meeting harian bersama dengan beberapa mentor dan teman magang saya. Sebelum menceritakan kembali tentang kehidupan magang saya, perkenalkan nama saya Gabriel Gilang Pratama, para staf dan teman saya biasa memanggil Gabi atau Gabriel. Sudah dua bulan saya menjalani magang dengan tiga orang teman saya, mereka adalah Senda, Maya, dan Nike. Kami berasal dari Universitas Kristen Satya Wacana, Fakultas Bahasa dan Seni, Program Sastra Inggris.

Pengalaman Magang Dua Bulan di YLSA
Oleh: Descenda

Perkenalkan saya Descenda Angelia Putri, biasa dipanggil Senda. Selama dua bulan, saya magang di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) bersama tiga teman saya dari Fakultas Bahasa dan SeniUniversitas Kristen Satya Wacana.

Dua Bulan Magang yang Tak Terlupakan
Oleh: Maya

Waktu berlalu begitu cepat. Itulah perasaan saya ketika magang selama dua bulan di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) berakhir. Saya, Gabi, Senda, dan Nike merasa sangat beruntung mendapat kesempatan dari Tuhan untuk belajar banyak hal di YLSA. Bukan hanya dari segi keterampilan ataupun kreativitas, tetapi saya juga bertumbuh secara rohani. Saya memiliki banyak teman baru dengan karakter yang berbeda-beda. Di sini, saya belajar untuk membangun relasi yang baru dengan para staf. Awalnya, saya masih malu-malu. Namun, setelah mulai membaur, saya justru merasa sebagai staf tetap di sini dan sudah seperti keluarga sendiri. Selain itu, saya juga bersyukur dan sangat berterima kasih kepada ketiga mentor saya, Bu Evie, Mbak Santi, dan Mbak Okti yang telah membimbing saya dan teman-teman selama kami magang di YLSA. Secara khusus juga untuk Ibu Yulia yang dengan tangan terbuka mau membina saya dan teman-teman selama dua bulan ini. Begitu banyak pelajaran, nasihat, dan masukan yang kami dapat selama berada di YLSA dan itu sangat bermakna serta berguna bagi saya secara pribadi.

Jonathan, A Man Who Knows His Calling in Life

Setelah cukup lama tidak mengikuti progsif, pada Senin, 29 Juli 2019 lalu, saya berangkat untuk menghadiri progsif bertema "Jonathan, A Man Who Knows His Calling in Life" (Yonatan, Seseorang yang Mengetahui Panggilannya dalam Hidup) di Hotel Adhiwangsa, Solo, bersama dengan teman-teman staf YLSA lainnya. Pembawa materi dalam seminar pembinaan iman Kristen kali ini adalah Ev. Inawaty Teddy. Beliau adalah dosen tetap di STT Reformed Indonesia untuk bidang Perjanjian Lama yang tentunya sangat menguasai topik yang beliau bawakan malam itu.

Pengalaman Mengikuti Raker Mini 2019 di SABDA
Oleh: *Abdel

Shalom, perkenalkan nama saya Abdel, staf masa percobaan di YLSA. Rapat kerja (raker) yang diadakan pada 1 -- 2 Juli 2019 ini adalah raker pertama saya di YLSA. Puji Tuhan! Dengan kasih karunia Tuhan, raker berjalan dengan lancar. Acara utama raker ini adalah untuk mengevaluasi kerja semester I/2019 dan membahas pelayanan yang akan dilakukan pada semester mendatang. Di luar kebiasaan kerja sehari-hari, setiap pagi, ada sarapan bersama dengan semua staf.

Sharing Retret ke Malaysia

Pada suatu hari, Bu Yulia tanya kepada kami, "Mau nggak kamu pergi ke Malaysia?" saya langsung jawab, "Mau!" Ada beberapa alasan kenapa saya tidak menolak tawaran tersebut. Pertama, karena saya ingin melihat negara lain, selain Indonesia dan Singapore. Kedua, saya membutuhkan retret untuk mengisi ulang energi saya. Ketiga, saya ingin bisa pergi dengan teman-teman SABDA yang lain.

Pengalaman Mengikuti Seminar “Church: The Bride of Christ”
Oleh: *Fransisco
Perkenalkan, nama saya Fransisco. Saya adalah mahasiswa Universitas Kristen Petra, Surabaya, yang sedang menjalani program magang di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) sebagai programmer. Pada Senin, 14 Januari 2019, saya bersama teman magang saya, dan beberapa staf SABDA diberi kesempatan untuk mengikuti Program Intensif (Progsif) dari MRII Solo. Judulnya adalah "Church: The Bride of Christ" dengan pembicara Pdt. Agus Marjanto yang adalah Gembala Sidang GRII Sydney. Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti progsif.
