Blog SABDA
26Jul/220

Pelayanan sebagai Staf Baru di SABDA

Oleh: Rei

Halo Sahabat SABDA, saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena pada 18 Juli 2022, saya memulai perjalanan hidup yang baru di Kota Solo. Pada tanggal itulah, saya memulai petualangan hidup saya melayani Tuhan di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Sedikit cerita saja teman-teman, saya adalah seorang sarjana lulusan Teologi yang memiliki panggilan pelayanan yang cukup jelas sebagai seorang gembala. Panggilan itu sudah saya yakini sejak saya masih berkuliah. Ketika tiba saatnya saya lulus dari kuliah dan mendapatkan gelar sarjana, saya mulai mempertanyakan tempat pelayanan yang Tuhan mau untuk saya lakukan.

Sebelum bergabung di YLSA, saya telah memiliki pengalaman pelayanan di dua tempat yang berbeda. Pertama, saya pelayanan di GBI (Gereja Bethel Indonesia) Batu Penjuru, Surabaya. Saya pelayanan di situ selama 1 bulan saja karena ada sedikit perbedaan. Setelah itu, saya melanjutkan pelayanan di GTDI (Gereja Tuhan di Indonesia) Glory Kediri. Di Kediri, saya pelayanan cukup lama, sejak November 2020 hingga terakhir sebelum bergabung dengan YLSA, atau lebih tepatnya pada 17 Juni 2022.

GTDI Glory Kediri sendiri adalah gereja tempat saya berjemaat dan yang dipimpin atau digembalai oleh orang tua saya sendiri. Karena usia yang masih cukup muda, saya pikir saya masih sangat perlu punya banyak pengalaman sebelum benar-benar mengikuti keyakinan panggilan pelayanan saya sebagai seorang gembala. Oleh sebab itu, pada pertengahan Juni, saya berdoa berpuasa untuk dapat bergabung dengan YLSA.

Sebelumnya, saya mendengar bahwa YLSA sedang membutuhkan banyak staf baru untuk mendukung pelayanan mereka. Oleh sebab itu, sebelum saya melangkah dan mengambil keputusan bergabung, sangatlah baik jika saya bawa hal itu dalam doa dan puasa. Dalam masa doa dan puasa yang saya lakukan, saya hanya fokus untuk mendapatkan jawaban Tuhan apakah saya boleh bergabung untuk menjadi staf atau tidak. Isi doa saya adalah meminta kepada Tuhan agar salah satu staf yang saya kenal tersebut datang untuk menawarkan langsung kesempatan yang sudah saya dengar sebelumnya.

Selama pertengahan Juni itu, saya berdoa dan berpuasa dengan permohonan jika salah satu staf mencari saya sebelum pergantian bulan, Tuhan izinkan saya untuk bergabung di YLSA. Namun, jika sudah berganti bulan atau bahkan Tuhan tidak menjawab sama sekali, saya yakini bahwa saya harus bertahan di tempat pelayanan yang sudah saya kerjakan atau di GTDI Glory Kediri tersebut.

Tepat satu minggu setelah saya berdoa dan berpuasa, salah staf yang sudah saya kenal menghubungi saya melalui DM Instagram untuk menanyakan apakah saya mau bergabung di YLSA. Sontak, hal itu membuat saya bersyukur. Bukan karena harapan saya terkabul, melainkan karena Tuhan telah jawab sesuai apa yang saya doakan. Seandainya Tuhan menjawab dengan kehendak lain, yaitu saya bertahan di GTDI, tentu saya akan tetap bersyukur.

Setelah doa saya terjawab dengan konfirmasi dari Tuhan yang cukup jelas, pada 4 Juli 2022, saya mengajukan lamaran untuk bergabung di YLSA. Puji Tuhan, pada 5 Juli 2020, lamaran saya direspons dan langsung diajukan beberapa pertanyaan wawancara serta syarat-syarat pelengkap untuk mendukung surat lamaran saya.

Hingga pada akhirnya, saya dinyatakan diterima untuk bergabung di YLSA dengan beberapa syarat. Syarat pertama adalah saya akan memasuki masa percobaan terlebih dahulu selama 2 bulan sebelum akhirnya dapat menjadi staf tetap. Jika pada 2 bulan itu kinerja saya tidak sesuai dengan apa yang YLSA butuhkan, saya tidak akan bisa menjadi staf tetap.

Hal itu saya terima karena saya yakin ini dari Tuhan. Karena itu, Tuhan juga yang akan memberi kekuatan kepada saya selama masa percobaan. Saya telah memulai masa percobaan sejak 18 Juli 2022, dan akan berakhir hingga 2 bulan ke depan. Tentunya, saya juga berharap Sahabat SABDA dapat memberikan dukungan doanya, baik untuk saya maupun YLSA, dalam setiap pelayanan yang dilakukan.

Inilah sepenggal cerita saya sebelum bergabung menjadi staf baru di SABDA. Kiranya Sahabat SABDA dapat menjadi pribadi yang senantiasa mengandalkan Tuhan. Bukan hanya ketika menjalankan keputusan yang sudah dipilih, melainkan sebelum mengambil keputusan dan bahkan pada setiap momen kehidupan, kiranya kita selalu bertanya dan mengandalkan Tuhan.

Tentang Penulis Tamu

telah menulis 149 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.