Blog SABDA
17Oct/170

Roadshow #Ayo_PA! di GSPII Solo

Oleh: Ariel

Setelah berulang kali tim SABDA melayani presentasi #Ayo_PA! di luar kota, bahkan di luar Pulau Jawa, kali ini tim SABDA diminta melakukan presentasi di dalam kota. Presentasi kali ini kami lakukan di Gereja Sidang Persekutuan Injil Indonesia (GSPII) Sumber, Surakarta. Yang melayani presentasi kali ini adalah saya dan Tika, dibantu dengan dua staf magang dari Universitas Kristen Satya Wacana, yaitu Rian dan Dita. “Nanti yang akan dilayani adalah para pemuda, guru sekolah minggu, dan juga beberapa majelis,” kata Pdt. Beni, gembala sidang gereja tersebut, sewaktu menyampaikan permintaan presentasi untuk gerejanya. Hal itu cukup membuat “deg-degan”, tetapi pelayanan harus tetap dilakukan dengan baik.

Pada Sabtu, 14 Oktober 2017, pukul 18.30 WIB, kami tiba di lokasi pelayanan sesuai dengan waktu yang disepakati. Sesampainya di sana, kami disambut oleh Pdt. Beni dan beberapa pemuda yang baru selesai latihan untuk ibadah pada Minggu pagi. Sayang, mereka tidak mengikuti pelatihan. Dibantu oleh Pdt. Beni, kami menyiapkan alat-alat yang diperlukan, kami segera menyiapkan booth, LCD, dan juga laptop untuk presentasi. Dengan teliti, kami menyiapkan semuanya. LCD kami coba, screen-cast juga kami coba, mouse, pointer, semuanya kami coba, dan semuanya berjalan lancar. Saya juga melihat Rian dan Dita sibuk menyiapkan meja booth.

Pukul 19.30 WIB, jemaat mulai berdatangan, tetapi hanya enam orang. Setelah kami tanya, ternyata banyak yang tidak bisa hadir pada malam itu karena banyak acara sekolah, kampus, dsb. Pada saat itu, hadir juga dua orang majelis dari gereja tersebut. Walaupun sedikit yang datang, kami tetap harus melayani mereka sepenuh hati karena pelayanan kami adalah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Setelah menyanyikan dua lagu, tiba waktunya bagi kami untuk melakukan presentasi. Giliran pertama adalah saya, yang menyampaikan tentang “Tujuh Alasan Melakukan PA dan “Mengapa Menggunakan Alkitab Digital”. Tugas yang berat karena saya harus bisa membangun suasana supaya tidak terlalu tegang, tetapi juga tetap harus fokus. Saya menyampaikan materi ini dengan serius karena hal ini sangat penting. Ini adalah dasar melakukan PA (Pendalaman Alkitab). Ibarat bangunan, sebuah fondasi harus benar-benar kuat agar sebuah bangunan berdiri kokoh di atasnya. Puji Tuhan, semua peserta fokus dan perhatian, bukan kepada saya, melainkan kepada materi yang saya sampaikan. Ini terbukti pada sesi akhir ketika saya mengajukan pertanyaan seputar materi dan mereka bisa menjawabnya dengan baik.

Sesi kedua adalah metode PA S.A.B.D.A. yang disampaikan oleh Tika. Diawali dengan gangguan teknis, yaitu screen-cast yang tiba-tiba tidak bisa berfungsi, cukup membuat Tika khawatir. Pada saat terjadi “kekosongan” seperti itu, sebagai anggota, saya harus bertindak sigap dan fleksibel. Saya ambil alih waktu dan tempat untuk mengumumkan tentang booth, dilanjutkan dengan Rian yang mengumumkan tentang form yang harus diisi oleh peserta. Kemudian, walaupun screen-cast tidak bisa berfungsi, Tika tetap melanjutkan presentasinya. Dengan memanfaatkan situasi yang ada, dengan jumlah peserta yang sedikit, ia mengajak peserta untuk maju ke depan sampai bisa melihat handphone yang dipegangnya dengan jelas. Akhirnya, Tika memulai presentasinya tanpa memakai screen-cast, peserta pun memperhatikan dan mempraktikkan setiap instruksi yang diberikan oleh Tika. Di belakang, Rian menjelaskan tutorial SABDA kepada dua majelis yang hadir tadi. Tepat pukul 21.00 WIB, presentasi kami akhiri. Tika sempat meminta testimoni kepada beberapa peserta, dilanjutkan dengan sesi pengambilan foto bersama.

Dari roadshow kali ini, saya belajar beberapa hal antara lain: fleksibel (apa pun yang bisa dikerjakan pada saat itu juga harus segera dikerjakan), lihat peluang, dan manfaatkan kesempatan. Tidak perlu melihat ini tugas siapa dan itu tugas siapa, jika bisa dikerjakan, ya harus segera dikerjakan. Selain itu, kami juga belajar kerja sama dalam tim. Tidak ada yang lebih unggul antara satu dengan hal lain, semua adalah pelayan Tuhan. Oleh sebab itu, dalam satu tim harus saling membantu.

“Apa pun yang ditemukan oleh tanganmu untuk dikerjakan, lakukanlah itu dengan kekuatanmu. Sebab, tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan, atau kebijaksanaan di dunia orang mati, tempat ke mana kamu pergi.” Pengkhotbah 9:10(AYT).

Tentang ariel

Ariel Wicaksono telah menulis 5 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.