Blog SABDA http://blog.sabda.org melayani dengan berbagi Wed, 11 Oct 2017 09:24:10 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.4 Pengalaman Membimbing Staf Magang dari UK PETRA http://blog.sabda.org/2017/10/02/pengalaman-membimbing-staf-magang-dari-uk-petra/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pengalaman-membimbing-staf-magang-dari-uk-petra http://blog.sabda.org/2017/10/02/pengalaman-membimbing-staf-magang-dari-uk-petra/#comments Mon, 02 Oct 2017 09:07:45 +0000 Hadi http://blog.sabda.org/?p=8288

Oleh: Hadi

Sehubungan dengan staf magang ITS pada tahun ini, respons saya pertama adalah bersyukur kepada Tuhan. Ini adalah keempat kalinya saya diberi kesempatan untuk membimbing teman-teman mahasiswa magang di Yayasan Lembaga SABDA. Pada tahun ini, jumlah mahasiswa magang lebih banyak dari tahun sebelumnya, yaitu enam orang, semuanya dari Universitas Kristen Petra Surabaya. Mereka menjalani masa magang selama 2 bulan, mengikuti setiap pola aktivitas yang dilakukan YLSA, mengerjakan proyek yang sudah ditentukan, dan setiap hari belajar untuk bertumbuh dalam iman, pengetahuan, dan keterampilan.

Persiapan magang kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena pada bulan pertama harus dilakukan tanpa kehadiran Bu Yulia, yang pada saat itu cuti selama satu bulan. Karena itu, kami menyempatkan waktu untuk pergi ke UK Petra Surabaya untuk bertemu dengan dosen pembimbing dan mahasiswa-mahasiswa magang serta mendiskusikan proyek dan aktivitas yang akan dikerjakan selama dua bulan nanti. Mereka adalah Andy, David, Cenius, Teddy, Wilson, dan Hendry.

Tema proyek magang yang dipersiapkan adalah "Alkitab Pintar". Ide dari Alkitab Pintar adalah menggabungkan antara Google Assistant dan Wolfram Alpha. Google Assistant berperan sebagai asisten pengguna yang selalu siap dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar Alkitab, sedangkan Wolfram Alpha bertindak sebagai knowledge engine, yang mempunyai banyak informasi seputar Alkitab untuk disajikan kepada pengguna sesuai topik-topik yang berkaitan. Adapun pembagian subtema proyek dibagi menjadi tiga, yaitu Intelligent Search, Topical System, dan Media Management System.

Selama tiga minggu pertama magang, mereka belajar banyak hal tentang perkembangan teknologi terkini yang saat ini dipakai untuk membangun sistem. Mereka harus secara aktif belajar tentang topik-topik yang sudah diberikan. Tugas yang akan mereka kerjakan adalah menulis artikel, mempresentasikan apa yang sudah mereka pelajari dengan teman-teman lainnya, dan demo proyek sebagai implementasi dari apa yang sudah dipelajari. Saya sebagai pembimbing juga harus melakukan persiapan untuk bisa mengarahkan mereka agar tugas-tugas yang dilakukan dapat sesuai dengan yang diharapkan. Selain saya, ada beberapa staf SABDA yang juga ikut ambil bagian, yaitu Evie sebagai scrum master, Liza, Ody, Danang, dan Tika sebagai pembimbing khusus sebelum mereka melakukan presentasi.

Setelah Ibu Yulia selesai dari cutinya, kami lebih fokus dan intensif mengembangkan proyek Alkitab Pintar. Mereka mulai membuat lean canvas, roadmap, dan strategi supaya proyek setiap tim dapat diselesaikan dengan baik. Dalam prosesnya, kami mengalami kesulitan karena banyak dari teman-teman magang yang masih kebingungan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Bersyukur, pada saat itu Pak Jeffrey datang satu minggu ke SABDA, dan setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk mengarahkan teman-teman magang dan pembimbing untuk belajar elasticsearch. Elasticsearch adalah indexing engine yang mampu digunakan sebagai sistem pencarian canggih seperti sistem Google Search maupun Facebook sebagai Graph Engine yang memberikan sistem rekomendasi berdasarkan relasi. Kami belajar secara online dalam kelas udemy, dengan mengambil dua kelas, durasi waktu 5 jam dan 8 jam.

Keputusan untuk belajar elasticsearch membuahkan hasil, ada perkembangan yang baik karena semua ikut ambil bagian saling menolong. Proyek menjadi semakin jelas dengan fokus pada Elasticsearch for More Intelligent Biblical Search, Constructing Topical System with elasticsearc and Custom Analyzer, dan Biblical Media Management System with Elasticsearch and Metadata. Mereka semua belajar dan bekerja dari pagi hingga malam untuk bisa menyelesaikan tugas. Setiap tim harus mengimplementasikan elasticsearch sebagai dasar untuk memasukkan dan menstrukturkan data, dan menggunakan Angularjs untuk membangun user interface. Staf SABDA menolong mereka menyediakan data dan mengarahkan jika mereka mengalami kesulitan, baik dalam struktur data maupun scripting. Pada hari terakhir, mereka mempresentasikan apa yang sudah dibuat, sekaligus menjadi acara perpisahan.

Bersyukur kepada Tuhan karena pertolongan-Nya sehingga teman-teman magang mampu membuat prototype dan menyelesaikan tugas magangnya. Bagi kami, apa yang sudah dihasilkan cukup untuk membuktikan bahwa proyek ini bisa dijalankan. Untuk menyelesaikan proyek Alkitab Pintar, masih dibutuhkan waktu yang panjang dan kerja keras karena proyek ini merupakan pekerjaan besar. Kami tidak bisa mengerjakannya sendiri, harus ada lebih banyak orang yang terlibat, dan harus dipecah-pecah menjadi tugas-tugas yang lebih kecil. Karena itu, kami berdoa kiranya Tuhan mengirim orang-orang yang terpanggil untuk mengerjakan proyek ini bersama kami. Jika ada pembaca yang tergerak untuk membantu, silakan menghubungi kami. Mari bersama-sama mengerjakan proyek Alkitab Pintar untuk menolong orang-orang Kristen belajar firman Tuhan dengan pintar. Kiranya Tuhan menolong kita.

]]>
http://blog.sabda.org/2017/10/02/pengalaman-membimbing-staf-magang-dari-uk-petra/feed/ 0
Persekutuan Staf yang Istimewa http://blog.sabda.org/2017/09/25/persekutuan-staf-yang-istimewa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=persekutuan-staf-yang-istimewa http://blog.sabda.org/2017/09/25/persekutuan-staf-yang-istimewa/#comments Mon, 25 Sep 2017 07:08:39 +0000 indah http://blog.sabda.org/?p=8277

Oleh : Indah

Kamis, 24 Agustus 2017, menjadi hari yang cukup berbeda dari hari biasanya. Selepas kerja, seluruh staf SABDA, ditambah teman-teman dari UK PETRA Surabaya yang sedang magang, berkumpul untuk mengadakan persekutuan staf. Acaranya pun cukup berbeda dari biasanya. Jika biasanya diisi dengan lagu puji-pujian, renungan, sharing, dan permainan, kali ini diisi dengan presentasi +TED dari staf SABDA dan presentasi hasil akhir proyek staf magang. Selain itu, kami juga mengadakan acara perpisahan dengan Andy, Teddy, Cenius, Hendry, Wilson, dan David yang sudah melakukan magang di YLSA sejak 28 Juni 2017. Tempat persekutuan yang kami pilih adalah ruangan baru, lantai dua kantor lama SABDA yang baru saja selesai dibangun. Ruang baru ini nantinya akan dipakai untuk kantor Alkitab Yang Terbuka (AYT). Meski belum sepenuhnya selesai, kami bersyukur bisa memakai ruang baru tersebut untuk bersekutu.

Pukul 16.45 WIB, kami sudah diingatkan untuk berkumpul. Setelah sejenak melepas lelah dengan menikmati makanan ringan dan minuman, kami memulai acara dengan menyanyikan lagu "Jangan Lelah". Setelah doa pembukaan, acara dilanjutkan dengan tiga presentasi menarik yang dibawakan oleh staf YLSA, dan dipandu oleh Ody sebagai moderatornya. Presentasi +TED @SABDA menjadi pembukaan yang sangat menyenangkan karena diawali dengan presentasi Lukas berjudul "Apa itu Instagram Stories?" dengan gaya penyampaian anak zaman. Lukas menjelaskan bahwa fitur terbaru dari Instagram ini dapat menambah nilai postingan kita melalui Instagram dan bisa juga dipakai untuk sarana promosi agar lebih banyak orang bisa mendapatkan bahan-bahan SABDA. Dalam penjelasannya, Lukas memaparkan bahwa sekarang kita juga dapat membuat video stories yang menarik untuk dibagikan melalui fitur ini.

Setelah Lukas selesai menjelaskan presentasinya, giliran Hadi menyampaikan presentasi tentang "Google Search" dengan gaya penyampaian yang terlihat lebih serius. Presentasi ini diawali dengan contoh-contoh dan cara praktis menggunakan fasilitas search saat kita akan berselancar di dunia maya. Hadi menjelaskan cara "smart" untuk menghasilkan pencarian yang optimal sesuai keinginan atau kebutuhan kita melalui mesin pencari Google. Banyak trik yang dipaparkan oleh Hadi dan sangat menolong kami dalam pelayanan di SABDA, khususnya ketika staf ingin melakukan pencarian referensi yang tepat.

+TED selanjutnya adalah "Public Speaking" yang dibawakan oleh Evi. Awalnya, Evie memaparkan bahwa setiap orang adalah "public speaker" karena kita adalah mahkluk sosial, dan saat kita menyampaikan gagasan atau ide kepada orang lain, kita sebenarnya sedang melakukan public speaking. Evie juga menjelaskan bagaimana kita bisa memanfaatkan kesempatan dan waktu yang ada untuk belajar menjadi "public speaker" yang baik, tentunya dengan banyak latihan dan jam terbang minimal 20 jam. Evie sering berlatih di depan suaminya, atau bahkan boneka atau cermin. Kalau perlu direkam supaya bisa mendengarkan kembali rekamannya supaya bisa tahu mana yang kurang baik dan memperbaikinya.

Setelah menikmati sajian materi yang dapat membantu kami melayani dengan lebih baik, kami melanjutkan acara dengan tiga presentasi dari staf magang. Mungkin lebih tepatnya, mereka menyampaikan laporan tugas yang sudah dilakukan selama dua bulan di YLSA. Selama mengerjakan proyek, mereka dibagi menjadi 3 tim dengan anggota masing-masing 2 staf magang. Puji Tuhan, tugas magang mereka bisa diselesaikan tepat waktu.

Ketiga proyek magang yang dikerjakan adalah Biblical Media Management System (oleh Andy dan Teddy), Topycal System (oleh Cenius dan Hendry), dan Intelegent Search (oleh David dan Wilson). Proyek yang mereka kerjakan ini adalah bagian dari Alkitab Pintar yang selama ini dikembangkan SABDA. Mereka masing-masing memaparkan bukan hanya hasil tugas mereka, melainkan juga hasil mereka belajar di YLSA. Dari sharing mereka, awalnya mereka sempat bingung dan bahkan frustrasi sehingga pada bulan pertama kerja mereka kurang berjalan dengan baik. Namun, melalui proses yang Tuhan izinkan, akhirnya mereka dapat mengerjakan proyek tersebut dengan kerja keras dan dibantu oleh staf ITS YLSA. Dibandingkan dengan presentasi-presentasi sebelumnya, presentasi mereka kali ini jauh lebih baik.

Setelah mereka selesai presentasi, Bu Yulia menyampaikan pesan bagi teman-teman magang agar mereka tidak melupakan setiap proses yang sudah Tuhan izinkan terjadi di YLSA. Yang paling penting, teruslah bertumbuh secara rohani dengan melakukan disiplin rohani membaca Alkitab seperti yang sudah mereka lakukan selama di YLSA. Jangan hanya saat magang mereka rajin PA, semoga dalam kehidupan pribadi mereka terus giat melakukannya. Pada malam itu, mereka semua meninggalkan Solo dengan naik kereta malam. Karena itu, kami berdoa agar mereka tiba di Surabaya dengan selamat. Selamat ya, untuk teman-teman magang. :)

]]>
http://blog.sabda.org/2017/09/25/persekutuan-staf-yang-istimewa/feed/ 0
Pengalaman Magang Mengerjakan Bagian dari Proyek “Alkitab Pintar” http://blog.sabda.org/2017/09/15/pengalaman-magang-mengerjakan-bagian-dari-proyek-alkitab-pintar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pengalaman-magang-mengerjakan-bagian-dari-proyek-alkitab-pintar http://blog.sabda.org/2017/09/15/pengalaman-magang-mengerjakan-bagian-dari-proyek-alkitab-pintar/#comments Fri, 15 Sep 2017 03:58:54 +0000 Penulis Tamu http://blog.sabda.org/?p=8269

Oleh:* Wilson Mark

Nama saya Wilson Mark. Saya adalah mahasiswa informatika di Universitas Kristen Petra, Surabaya. Ketika memasuki semester enam ini, saya mendapat peluang untuk magang di SABDA. Saya magang di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) bersama teman-teman, yaitu Andy, Cenius, David, Hendry, dan Teddy. Saya hanya mengenal beberapa saja dari lima orang itu sebelum magang, tetapi kami semua menjadi teman pada saat kita bertumbuh dan bekerja bersama di SABDA. Hari pertama masuk kerja, kami diorientasi oleh staf yang bekerja di SABDA. Setelah orientasi, kami ditugaskan untuk mempelajari sistem yang dibuat oleh SABDA, yaitu “SABDA Bible Engine”. Selama tiga hari pertama, yang kami pelajari adalah cara kerja atau logika sistem tersebut. Setelah tiga hari, kami mempresentasikan hasil dari pembelajaran atau penelitian kami selama tiga hari tersebut. Setelah itu, kami diberi tugas untuk mempelajari manajemen proyek dan materi-materi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. Tujuan diberi dua tugas ini adalah untuk menangkap dasar dari sistem yang telah dibuat oleh SABDA. Sistem ini dibuat untuk perkembangan teknologi masa kini dan masa yang akan datang, sebagai bekal yang akan membantu tugas-tugas kita ke depannya. Tahap pembelajaran ini berlangsung selama satu bulan (tiga minggu).

Setelah itu, kami dibagi menjadi tiga kelompok (dua orang per/kelompok) untuk mengerjakan beberapa bagian dari proyek “Alkitab Pintar” dan masing-masing kelompok diberi satu bagian. Saya berpasangan dengan David untuk mengerjakan Intelligent Search (pencarian pintar). Kami mengerjakan tugas kami sesuai dengan kemampuan dan pengertian kami, tetapi hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan SABDA sehingga kami diminta untuk memperbaikinya. Setelah beberapa kali konsultasi dan revisi ulang, tetap saja pekerjaan kami masih kurang baik. Namun, Ibu Yulia dan koordinator ITS, Hadi, dengan baik dan sabar memberikan pengarahan yang jelas agar dapat menyelesaikan proyek kami dan diperkenalkan dengan suatu hal, yang disebut Elastic Search. Elastic Search adalah sistem yang akhirnya kami pakai untuk melanjutkan proyek ini. Namun, sayangnya, kami tidak memiliki sisa waktu yang banyak untuk menyelesaikan proyek-proyek kami.

Bersyukur, ada staf SABDA, yaitu Pak Jeffrey, yang juga ingin mempelajari Elastic Search. Dan, kami (seluruh anak magang) diajak belajar bersama melalui kursus online yang telah dibeli oleh beliau. Setelah kami mengikuti dua kursus online dan melakukan uji coba, kami mulai mengerjakan lagi proyek kami. Untuk tampilan, kami disarankan dan diajarkan untuk menggunakan AngularJS yang digunakan dalam salah satu proyek Pak Jeffrey. Setelah mempelajari Elastic Search dan AngularJS, kami mendapat pengarahan tambahan, yaitu sistem rekomendasi, dengan menunjukkan sebuah demonstrasi sistem rekomendasi film yang menggunakan Elastic Search dari internet. Dari sana, saya dan David mempelajari cara kerja sistem rekomendasi film itu untuk membuat sistem rekomendasi ayat Alkitab. Pada saat memasukkan data, kami dibantu oleh Hadi yang menyediakan data sesuai dengan kebutuhan proyek yang sedang dikerjakan, yaitu isi ayat Alkitab dan referensi antar ayat yang mereka miliki. Dengan waktu yang terbatas, kami bekerja keras untuk menyelesaikan proyek ini, yaitu memasukkan semua data yang diperlukan dengan konfigurasi yang benar, mengatur tampilan, dan mempertajam sistem rekomendasi ayat Alkitab. Pada akhirnya, proyek kami dapat selesai dengan bantuan staf SABDA dan sesama anggota magang. Memang hasilnya belum sempurna, tetapi nanti akan diolah kembali oleh staf SABDA untuk proyek Alkitab Pintar.

Dari pengalaman magang di SABDA, saya dapat merasakan jalannya dunia kerja yang sesungguhnya. Saya mendapatkan pengalaman bahwa kemampuan untuk beradaptasi sangatlah penting dalam dunia kerja karena kita menghadapi lingkungan yang berbeda dari biasanya, dan banyak hal yang saya tidak pernah alami sebelumnya (seperti tuntutan kerja yang tinggi, segala sesuatu selalu berubah, dan sebagainya). Saya bersyukur kepada Tuhan karena dapat magang di Yayasan Lembaga SABDA dan menyelesaikan proyek yang diberikan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua staf SABDA yang telah membantu kami menjalankan seluruh proses magang, juga dalam hal bersosialisasi, seperti menemani dan menerima kami sebagai anggota staf sementara. Semoga Yayasan Lembaga SABDA dapat dipakai Tuhan untuk terus melengkapi kebutuhan orang-orang Kristen di Indonesia dengan kebenaran firman Tuhan. Terus maju.

]]>
http://blog.sabda.org/2017/09/15/pengalaman-magang-mengerjakan-bagian-dari-proyek-alkitab-pintar/feed/ 0
Mereka yang Haus pun Mengantre – Testimoni Roadshow SABDA di Surabaya http://blog.sabda.org/2017/09/05/mereka-yang-haus-pun-mengantre-testimoni-roadshow-sabda-di-surabaya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mereka-yang-haus-pun-mengantre-testimoni-roadshow-sabda-di-surabaya http://blog.sabda.org/2017/09/05/mereka-yang-haus-pun-mengantre-testimoni-roadshow-sabda-di-surabaya/#comments Tue, 05 Sep 2017 03:56:07 +0000 Penulis Tamu http://blog.sabda.org/?p=8234

Oleh: *Joy

"Weekend nanti waktunya istirahat," begitu pikir saya pada pertengahan minggu. Namun, ternyata Tuhan punya rencana lain yang jauh lebih indah daripada rancangan manusia, apalagi sekadar tidur siang akhir pekan. Dibawa-Nya kami, Ibu Yulia, Evie, dan saya untuk melayani di GKI Sulung Surabaya, 12 -- 13 Agustus 2017. Inilah perjalanan roadshow pertama saya bersama SABDA.

Terletak di daerah Alun-alun Contong, GKI Sulung merupakan GKI tertua di Surabaya. Desain interior aula kebaktiannya lumayan mengejutkan. Ketika gereja-gereja ortodoks biasanya mempertahankan gaya desain kolot yang simetris kanan kiri, tidak demikian halnya GKI Sulung. Dinding di belakang mimbar berhiaskan elemen kayu membentuk garis miring dari bawah ke atas dan sebaris pilar di sisi kiri yang tingginya juga berirama mengikuti garis miring itu. Kombinasinya memberikan kesan asimetris secara keseluruhan, tetapi tetap cocok dengan penempatan salib besar di tengah. Sebuah simbol Kristus sebagai sentral, pertumbuhan yang meningkat, serta kebaruan. Estetika inovatif ini -- setidaknya di antara gereja tua di Indonesia -- memanjakan mata desain yang rindu perubahan. Dengan perpustakaan yang cukup lengkap, kantin yang nyaman, serta lahan parkir indoor, tempat ini ideal untuk menjadi rumah kedua bagi jemaatnya, secara rohani maupun jasmani.

Di tepi lahan parkir itulah, yakni di depan perpustakaan, SABDA diberi tempat untuk menggelar booth tempat kami memajang produk-produk Alkitab audio(link) serta membantu instalasi aplikasi PA (Pendalaman Alkitab) SABDA untuk ponsel dan laptop, selama tiga kali kebaktian berturut-turut. Jadi, setelah Ibu Yulia memimpin jalannya ibadah dan berkhotbah, kami siap di lantai bawah untuk menyambut siapa saja yang mampir melihat dan mendapatkan bahan-bahan SABDA untuk pelayanan.

Ini bukan booth biasa karena semua yang tersedia diberikan secara cuma-cuma, tepat seperti pesan Yesus kepada murid-Nya. Inilah indahnya pelayanan kami, segala usaha "promosi" dan ramah tamah bukanlah topeng yang bertujuan untuk mencari keuntungan sendiri, melainkan murni demi "keuntungan" orang lain.

Hampir semua produk SABDA berbasis digital sehingga orang muda tentu sangat familiar dengannya. Namun ironis, mereka yang datang, dengan antusias menyisihkan waktu dan tenaga untuk mendapat sarana pembelajaran Alkitab digital justru bukan para digital native. Bapak, ibu, bahkan kakek-nenek usia senja yang sebagian besar hanya tahu cara menelepon dan mengetik, justru merekalah yang berwajah cerah dan mata berbinar yang dengan penuh semangat meminta aplikasi Alkitab untuk ponselnya, lengkap dengan tafsiran, kamus, dan aplikasi penunjang lain untuk belajar Alkitab. Merekalah juga yang mengisi tasnya penuh dengan DVD Alkitab audio berbagai bahasa, baik untuk didengar sendiri maupun dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan Injil. Mereka semualah yang selama ini -- sadar maupun tidak -- telah kami layani dari jauh lewat bahan-bahan teologi yang dirilis online. Berjumpa dengan mereka telah membuat kami melihat bagaimana karya yang kami kerjakan di kantor dapat menjangkau orang di luar sana, apa yang mereka butuhkan, apa yang bisa kami tingkatkan.

Melihat fenomena tersebut, saya sadar dunia digital adalah sebuah ladang misi, sama seperti kampung di pedalaman atau komunitas urban di luar negeri. Digital juga adalah sebuah bahasa dan budaya, sama seperti bahasa Afrika atau budaya Dayak. Jadi, menjangkau digital native adalah pekerjaan misi, tak kalah penting dibanding pekerjaan misi yang pergi secara fisik nun jauh ke sana. Kita para pendahulu harus belajar bahasa dan cara berpikir mereka untuk dapat mengantarkan Injil ke pulau digital agar generasi yang hidup di antara berbagai gawai yang tersedia berjumpa dengan Kristus. Terima kasih. Soli Deo Gloria!

]]>
http://blog.sabda.org/2017/09/05/mereka-yang-haus-pun-mengantre-testimoni-roadshow-sabda-di-surabaya/feed/ 1
Staf YLSA Mengikuti Training “Talent is Never Enough” http://blog.sabda.org/2017/08/31/staf-ylsa-mengikuti-training-talent-is-never-enough/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=staf-ylsa-mengikuti-training-talent-is-never-enough http://blog.sabda.org/2017/08/31/staf-ylsa-mengikuti-training-talent-is-never-enough/#comments Thu, 31 Aug 2017 03:53:31 +0000 Rostika http://blog.sabda.org/?p=8251

Oleh: Tika

Pada 22 -- 23 Juli 2017, saya beserta tiga rekan kerja saya di SABDA, yaitu Evie, Liza, dan Hadi, mendapat kesempatan untuk kembali mengikuti training kepemimpinan, training ini merupakan hasil kerja sama tim EQUIP dan tim TOTAL (Training and develOpment for TodAy Leader). Tema kali ini berjudul "Talent is Never Enough". Ini adalah tema terakhir dari enam seri tema training kepemimpinan yang diambil dari buku dan modul John C. Maxwell. Namun, bagi peserta yang belum mengikuti seluruh seri training ini, masih ada kesempatan untuk mengikutinya pada kesempatan berikutnya karena training ini akan terus berulang. Sementara itu, bagi peserta yang sudah menyelesaikan keenam training tersebut, seperti Evie dan Hadi, mereka mendapatkan mandat untuk membagikan ilmu yang didapat kepada orang lain dan ada kesempatan untuk mendapatkan sertifikat dari John C. Maxwell.

Pada training yang dibagi menjadi enam sesi ini, mentor yang mengajar tidak hanya Bapak Sunjoyo Soe dan Bapak Paulus Winarto, tetapi juga melibatkan dua pembicara dari tim TOTAL, Bapak Yusuf dan Bapak Ageng. Ini merupakan hal baru yang saya temui dibanding dengan training-training sebelumnya.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan kali ini. Secara garis besar, training ini mengajarkan bahwa ada 13 hal yang dapat memaksimalkan talenta seseorang, yaitu:
1. Keyakinan: Untuk membangkitkan talenta kita.
2. Gairah: Untuk memberi energi talenta kita.
3. Inisiatif: Untuk mengaktifkan talenta kita.
4. Fokus: Untuk mengarahkan talenta kita.
5. Persiapan: Untuk memosisikan talenta kita.
6. Latihan: Untuk menajamkan talenta kita.
7. Ketekunan: Untuk mempertahankan talenta kita.
8. Keberanian: Untuk menguji talenta kita.
9. Kemauan untuk diajar: Untuk mengembangkan talenta kita.
10. Karakter: Untuk melindungi talenta kita.
11. Relasi: Untuk memengaruhi talenta kita.
12. Tanggung jawab: Untuk menguatkan talenta kita.
13. Kerja tim: Untuk memultiplikasi talenta kita.

Oleh karena itu, talenta saja tidak akan cukup jika seseorang tidak memandang tiga belas hal di atas, baik faktor internal maupun eksternal. Sesi terakhir ditutup dengan foto bersama, serta pemberian kenang-kenangan kepada setiap peserta yang telah mengikuti training kepemimpinan selama enam kali.

Saya pribadi belajar banyak, khususnya tentang persiapan (poin nomor 5). Dikatakan bahwa talenta akan membawa seseorang kepada permulaan, tetapi persiapan akan membawanya ke garis finish. Saya belajar bahwa persiapan yang baik selalu dimulai dengan memikirkan target, hal-hal yang dibutuhkan, serta tantangan yang akan dihadapi. Persiapan juga perlu mengevaluasi tujuan yang ingin dicapai dengan kenyataan yang ada. Selain itu, persiapan akan menuntut sikap yang benar, yaitu keyakinan pada diri sendiri, pada apa yang sedang dikerjakan, serta yakin bahwa Tuhanlah yang memampukan saya.

Kiranya setiap kita akan menjadi seorang servant-leader yang akan menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus memberkati.

]]>
http://blog.sabda.org/2017/08/31/staf-ylsa-mengikuti-training-talent-is-never-enough/feed/ 1