Blog SABDA http://blog.sabda.org melayani dengan berbagi Wed, 22 Mar 2017 00:52:08 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.4 PA Kitab Ayub di YLSA: Menemukan Allah dalam Kehilangan http://blog.sabda.org/2017/03/22/pa-kitab-ayub-di-ylsa-menemukan-allah-dalam-kehilangan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pa-kitab-ayub-di-ylsa-menemukan-allah-dalam-kehilangan http://blog.sabda.org/2017/03/22/pa-kitab-ayub-di-ylsa-menemukan-allah-dalam-kehilangan/#comments Wed, 22 Mar 2017 00:52:08 +0000 Ayub http://blog.sabda.org/?p=7873

Selama Februari 2017, staf YLSA telah melakukan pendalaman Alkitab (PA) dari tiga kitab hikmat, yaitu (Amsal, Pengkhotbah, dan Ayub). Dalam tulisan ini, saya hanya berbagi tentang pengalaman ber-PA kitab Ayub.

Kitab Ayub adalah kitab yang sangat jarang saya selidiki. Seperti PA sebelumnya, kami memakai media teks, visual, video, dan audio yang sangat menolong kami untuk memahami kitab Ayub secara global. Selain belajar tentang hikmat, kami juga belajar tentang sastra, tokoh-tokoh, dan alur cerita dalam kitab Ayub. Tema utama yang saya lihat dalam kitab Ayub adalah penderitaan dan anugerah Tuhan. Banyak orang salah paham ketika membaca kitab Ayub. Kitab ini sesungguhnya tidak sedang menceritakan Ayub sebagai tokoh utama yang harus dilihat, melainkan tentang TUHAN yang berada di balik segala sesuatu.

Kitab Ayub memiliki hikmat yang sangat berbeda dengan Amsal dan Pengkhotbah. Saya melihat ada dua jenis hikmat yang terdapat dalam kitab Ayub. Pertama, hikmat manusia seperti pemikiran-pemikiran Ayub dan para sahabatnya. Yang kedua adalah hikmat Ilahi, yaitu hikmat yang bersumber dari Sang Pemilik jagad raya, hikmat yang menjadi sumber kebaikan bagi manusia. Tuhan menguji iman Ayub melalui pencobaan yang berasal dari Iblis, yang akhirnya segala sesuatu yang Ayub miliki benar-benar habis, mulai dari keluarga, kekayaan, dan kondisi fisik. Saat para sahabat Ayub memberikan banyak nasihat kepada Ayub tentang penyebab keadaannya, nasihat tersebut tidak membuat Ayub menyadari keadaan dirinya yang sedang diperhatikan Tuhan. Namun, ketika Tuhan menjawab Ayub melalui penglihatan-penglihatan, barulah mata rohani Ayub terbuka lebar untuk melihat Tuhan yang begitu besar secara pribadi.

Dalam PA kali ini, saya sangat bersyukur belajar satu prinsip penting dalam ujian iman, yaitu bersikap jujur di hadapan TUHAN dan mengungkapkan semua pergumulan di hadapan Tuhan, sampai pada titik kesadaran diri secara utuh mengenai siapakah TUHAN dan siapakah diri kita. Sebelum mengalami pemulihan, Ayub hanya mengenal Tuhan melalui banyak hikmat dan sudut pandang orang lain dan dirinya, tetapi ketika Tuhan menyatakan diri kepada Ayub, perubahan terbesar terjadi dalam dirinya. Iman Ayub bertumbuh melalui hikmat TUHAN dan keadaannya dipulihkan pada akhir hidupnya. Yang mencari akan mendapat upah, yang memiliki imanlah yang tahan uji. Mari membaca dan mempelajari kitab Ayub secara mendalam. Tuhan Yesus memberkati!

]]>
http://blog.sabda.org/2017/03/22/pa-kitab-ayub-di-ylsa-menemukan-allah-dalam-kehilangan/feed/ 0
Roadshow SABDA di Pulau Dewata (II) http://blog.sabda.org/2017/03/13/roadshow-sabda-di-pulau-dewata-bagian-ii/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=roadshow-sabda-di-pulau-dewata-bagian-ii http://blog.sabda.org/2017/03/13/roadshow-sabda-di-pulau-dewata-bagian-ii/#comments Mon, 13 Mar 2017 04:50:02 +0000 aji http://blog.sabda.org/?p=7861

Paruh pertama kegiatan roadshow SABDA di Pulau Bali, 24 -- 26 Februari 2017, sudah kami lewati, seperti yang bisa Anda baca melalui blog yang ditulis oleh Elly. Namun, sepeninggal Hadi dan Elly, acara masih harus berlanjut sampai 28 Februari 2017 dengan hanya Bu Yulia dan saya. Menurut saya, dua hari terakhir justru lebih padat dan berat karena dalam sehari ada dua tempat pelayanan, bahkan pada hari terakhir ada tiga pelayanan yang harus kami lakukan.

Pada Senin pagi, 27 Februari 2017, kami mengadakan pelatihan Software SABDA dan Ayo_PA di STT Johanes Calvin. Satu hal yang menggembirakan kami adalah ketika mendengar bahwa sudah beberapa tahun terakhir mahasiswa memang diharuskan memakai Software SABDA. Karena itu, kedatangan kami sangat dinantikan oleh kira-kira 80 orang mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan pelatihan dari sumbernya. Demikian juga di STTII Denpasar pada hari berikutnya, yang dihadiri oleh lebih dari 50 mahasiswa dan dosen. Mereka rata-rata sudah memakai Software SABDA sehingga sangat senang menyambut kedatangan kami. Selain Software SABDA, sebagai penekanan utama, kami juga memperkenalkan gerakan #Ayo_PA! sebagai kebutuhan setiap jemaat Tuhan untuk memakai teknologi untuk belajar firman Tuhan. Harapan kami, anak-anak muda ini dapat menularkan semangat ber-PA dengan gawainya kepada anak-anak muda yang lain yang mereka layani.

Sementara itu, untuk persekutuan umum di GKY Kuta Bali dan GPI Adonai, kami lebih berfokus pada pelatihan gerakan #Ayo_PA! Sayangnya, tak banyak anak muda yang ikut hadir pada acara ini. Kami melihat rata-rata peserta dari jemaat umum GKY sudah memakai aplikasi SABDA Android, tetapi setelah pelatihan mereka menyadari ternyata mereka belum memakai fitur-fitur yang ada dengan maksimal. Bahkan, mereka tidak menyadari bahwa kelima aplikasi SABDA (Alkitab, Kamus, Alkitab PEDIA, Tafsiran, dan Peta) sudah terintegrasi sehingga bisa dipakai dengan sangat efektif. Banyak peserta senang sekali mengetahui informasi ini dan menjadi sangat bersemangat. Lain halnya dengan acara lansia di GKY Kuta Bali, pada Selasa pagi. Pada kesempatan ini, Bu Yulia memberikan presentasi tentang bahan-bahan SABDA audio. Jemaat lansia menjadi sangat tertarik untuk mendapatkan bahan-bahan audio. Sayang, karena waktu yang sangat mepet sekali, kami tidak bisa menolong menginstalkan bahan-bahan tersebut ke HP para lansia. Semoga ada jemaat kaum muda yang tergerak menolong.

Selama dua hari acara berlangsung, saya dan Ibu Yulia selalu bergantian dalam menyampaikan presentasi. Untuk presentasi Software SABDA di STT, tugas saya adalah menyampaikan materi pendahuluan, dan Ibu Yulia menyampaikan sesi penjelasan teknis. Dan, sebaliknya dengan presentasi #Ayo_PA!, Ibu Yulia menyampaikan materi pendahuluan, sedangkan saya menyampaikan sesi penggunaan aplikasi dan penjelasan metode S.A.B.D.A. Akan tetapi, untuk acara lansia dan jemaat umum, presentasi dibawakan oleh Ibu Yulia. Saya salut dengan cara Ibu Yulia menyampaikan materi karena beliau tidak hanya menekankan pada "what" dan "how" dari Software SABDA atau PA dengan gadget, tetapi juga "why", yaitu mengapa mereka harus mengaplikasikan kedua teknologi dalam pembelajaran Alkitab. Saya bisa melihat bahwa melalui presentasi seperti itu, para peserta jadi tahu kepentingan mereka menggunakan software SABDA ataupun aplikasi SABDA. Dengan demikian, peserta juga dibekali dengan pentingnya firman Tuhan. Puji syukur, mayoritas peserta menunjukkan minatnya dan mengikuti proses pembelajaran dengan tekun walaupun ada beberapa peserta mengakui bahwa mereka cukup lelah mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir.

Ada beberapa pelajaran penting yang bisa saya petik. Jika roadshow SABDA harus dilakukan hanya dengan dua orang staf, dua orang ini harus cukup mahir dan fleksibel menjalankan semua peran dan tugas. Karena itu, persiapan harus dilakukan dengan matang, punya strategi sehingga bisa membekali staf yang melayani roadshow untuk bisa menangani berapa pun jumlah peserta. Kiranya ini bisa menjadi masukan yang baik bagi Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).

Saya pribadi bersyukur, di tengah kekurangan di sana-sini, saya masih bisa mensyukuri banyak hal. Keseriusan peserta dalam belajar, ketertarikan mereka dengan bahan-bahan SABDA, dan doa-doa mereka yang tulus untuk kemajuan pelayanan kami, seakan menebus segala kekecewaan saya. Rasa lelah saya bisa terobati melihat begitu semangatnya mereka menerima materi yang kami sampaikan. Semangat mereka lantas menjadi dorongan bagi saya untuk memperbaiki cara kerja dan pelayanan saya pada masa mendatang.

Saya berdoa bagi para peserta roadshow yang sudah kami tinggalkan, kiranya mereka tidak lupa dan terus mempraktikkan apa yang sudah kami bagikan. Bahkan, mengajarkannya kepada hamba-hamba Tuhan yang lain. Teknologi telah merasuk ke dalam kehidupan banyak orang, mengubah wajah pelayanan dan cara seseorang membagikan firman. Mau tak mau, kita harus beradaptasi dengan kencangnya perkembangan teknologi agar tidak kehilangan ladang tuaian yang terbesar, yaitu dunia digital, di mana masyarakat modern saat ini berada. Mari kita semua memanfaatkan teknologi untuk melayani Tuhan dan mengabarkan karya keselamatan Allah kepada semakin banyak orang. Teknologi telah diciptakan oleh Tuhan, dan harus kita pergunakan kembali untuk memuliakan nama-Nya. Selamat melayani untuk kita semua.

]]>
http://blog.sabda.org/2017/03/13/roadshow-sabda-di-pulau-dewata-bagian-ii/feed/ 0
Roadshow SABDA di Pulau Dewata (I) http://blog.sabda.org/2017/03/09/roadshow-sabda-di-pulau-dewata-i/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=roadshow-sabda-di-pulau-dewata-i http://blog.sabda.org/2017/03/09/roadshow-sabda-di-pulau-dewata-i/#comments Thu, 09 Mar 2017 08:36:25 +0000 Elly http://blog.sabda.org/?p=7854

Tahun lalu, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) menerima permintaan pelayanan dari STT Kingdom (GBI Rock Lembah Pujian), Bali, untuk pelatihan Software SABDA kepada mahasiswa dan jemaat di sana. Bu Yulia, Ketua YLSA, menerima tawaran tersebut dan memutuskan untuk diadakan pada 25 Februari 2017. Setelah bertemu dengan Pdt. Jenik dari Bali dan menghubungi beberapa gereja serta sekolah teologi di Bali, kesempatan pelayanan pun menjadi berkembang hingga akhirnya diputuskan untuk berada di Bali sampai 28 Februari 2017. Puji Tuhan!

Tim SABDA yang berangkat adalah Bu Yulia, Aji, Hadi, dan saya. Karena keluarga dan kesibukan di kantor, diputuskan saya dan Hadi akan ikut pada 24 -- 26 Februari 2017 saja, sedangkan Bu Yulia dan Aji akan tinggal sampai tanggal 28 Februari. Kami berangkat Jumat pagi, 24 Februari 2017. Ini adalah perjalanan saya yang pertama dengan pesawat ke Bali. Setibanya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, kami dijemput oleh tim penjemputan GBI Rock Bali untuk menuju ke lokasi pelatihan di STT Kingdom. Kami segera survei tempat dan menata booth. Kami sengaja melakukan persiapan awal agar keesokan harinya tidak perlu tergesa-gesa. Selesai mengerjakan itu semua, kami langsung ke "guest house" tempat kami akan menginap selama pelatihan di GBI Rock. Rencananya, kami akan segera mandi dan bersiap untuk pergi ke acara persekutuan Lansia GKA Zion (GKAZ) jam 18.00. Akan tetapi, baru 10 menit di "guest house", sebelum bisa mandi semua, kami sudah dijemput jam 17.00 oleh Ibu Henny (istri Pdt. Jenik dari GKAZ). Ibu Henny sangat ramah menjelaskan kepada kami hal-hal apa saja yang perlu diketahui untuk pelayanan di GKAZ sore itu dan Minggu nanti.

Setibanya di GKAZ, kami bersyukur karena acara diawali dengan makan malam sehingga kami bisa mengisi perut dan mulai mengenal beberapa lansia. Ibadah lansia dibuka dengan sharing dari jemaat dan dilanjutkan dengan khotbah oleh Ibu Henny tentang "Hidup yang Berdampak" (Kej. 12:13 & Mat. 5:16). Selesai berkhotbah, Ibu Henny memberi pengantar bahwa Ibu Yulia akan berbagi berkat Tuhan. Berkat tersebut adalah bahan-bahan audio dari YLSA yang bisa dinikmati lansia untuk bisa semakin dekat dengan Tuhan. Empat puluh anggota lansia yang hadir dapat menyimak dengan penuh perhatian dan bersemangat. Bahkan, sesekali saya melihat banyak yang setuju dengan keluhan-keluhan lansia ketika belajar firman Tuhan, yaitu susah membaca huruf-huruf Alkitab yang kecil-kecil dan cepat capai ketika membaca. Untuk itu, SABDA menyediakan bahan-bahan audio sehingga lansia tidak perlu membaca lagi, tinggal mendengarkan saja. Bahan-bahan Alkitab audio dari SABDA kami instalkan ke HP dan tablet jemaat setelah selesai ibadah. Tetapi sayang, hanya beberapa jemaat yang tinggal karena hari sudah keburu malam. Senang melihat antusiasme para lansia.

Pelatihan SABDA pada Sabtu, 25 Februari 2017 di STT Kingdom adalah pelatihan software SABDA dan #Ayo_PA dari pkl. 09.00 sampai 16.00 Wita. Akan tetapi, acara agak molor karena panitia masih harus mempersiapkan peralatan listrik di ruangan dan kami melakukan instalasi Software SABDA. Setelah mengisi buku tamu, peserta mendapat 1 paket DVD SABDA dan laptop diinstal dengan sofware SABDA. Di antara peserta, ternyata beberapa sudah pernah mengikuti pelatihan Software SABDA kira-kira 8 tahun y.l.. Mereka ikut lagi karena program SABDA belum banyak mereka pakai sehingga banyak yang lupa. Puji Tuhan, acara pelatihan Software SABDA yang dibawakan oleh Bu Yulia berlangsung dengan lancar dan peserta antusias mengikutinya. Bahkan, ketika pkl. 12.00 tiba (waktunya makan siang), mereka lebih memilih untuk menyelesaikan pelatihan Software SABDA daripada berhenti untuk makan siang. Tim SABDA diajak panitia makan siang Babi Guling, makanan khas Bali yang enak. Setelah makan siang, pelatihan dilanjutkan dengan materi #Ayo_PA! yang disampaikan oleh Aji. Saya bersyukur bisa melayani peserta dengan menjaga booth, sedangkan Hadi mengurus semua urusan teknis dan menjadi operator saat presentasi berlangsung. Bersyukur, kami bisa beristirahat pkl. 18.00 Wita. Namun, belum sempat mandi, kami sudah dijemput panitia untuk makan malam ikan bakar khas Bali yang juga sangat lezat. Kecapaian sepanjang hari ini dibalas dengan tidur pulas untuk persiapan keesokan harinya.

Pada Minggu, 26 Februari 2017, jam 06.00, kami sudah siap makan pagi dan memulai pelayanan dengan membuka booth bagi jemaat yang datang di ibadah pagi GBI Rock Lembah Pujian. Sayangnya, booth SABDA tidak terlalu banyak dikunjungi, mungkin karena gereja tidak memberikan penjelasan tentang adanya booth SABDA kepada jemaat.

Pada pkl. 11.00 Wita, kami dijemput mobil GKAZ untuk memberikan pelatihan #Ayo_PA! Puji Tuhan! Ada lebih dari 130 jemaat yang hadir siang itu untuk mengikuti pelatihan, baik remaja, pemuda, dewasa maupun lansia. Sebelum pelatihan, panitia telah menyediakan makan siang untuk semua peserta dan mereka juga harus menginstal 5 aplikasi SABDA Android di HP mereka. Sungguh menyenangkan melihat keluarga besar GKAZ berkumpul bersama memakai gadget untuk belajar firman Tuhan. Ketika pelatihan berlangsung, peserta diminta untuk mempraktikkan apa yang diajarkan. Rata-rata mereka dapat mengikuti dengan baik meski beberapa orang tua harus dibantu. Setelah selesai, Ibu Yulia diberi waktu untuk memberikan presentasi tentang DVD Library Anak kepada guru-guru SM. Sementara itu, Hadi dan Aji menolong peserta yang ingin mendapatkan Alkitab audio dan aplikasi Alkitab di HP mereka, dan saya melayani di booth untuk jemaat yang membutuhkan CD-CD Alkitab Audio.

Puji Tuhan! Acara sepanjang hari itu memberikan kelelahkan yang menyenangkan. Setelah beristirahat sebentar, pkl. 17.00 Wita saya dan Hadi diantar ke bandara untuk kembali ke Solo. Sementara itu, Ibu Yulia dan Aji masih akan tinggal sampai tanggal 28 Februari 2017.

Senang rasanya mengikuti roadshow kali ini. Melihat semangat peserta membuat saya ikut bersemangat, khususnya melihat para lansia yang punya kemauan belajar tinggi, bahkan belajar mengunduh aplikasi sendiri dan berbagi mengajari rekan-rekan samping kanan kirinya. Ini pengalaman pertama saya roadshow SABDA di luar Pulau Jawa :) Puji Tuhan!

Selanjutnya, silakan Anda membaca tulisan Aji dalam blog Roadshow SABDA di Pulau Dewata (II).

]]>
http://blog.sabda.org/2017/03/09/roadshow-sabda-di-pulau-dewata-i/feed/ 0
#Ayo_PA! di PPA GBI Banaran http://blog.sabda.org/2017/03/06/ayo_pa-di-ppa-gbi-banaran/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ayo_pa-di-ppa-gbi-banaran http://blog.sabda.org/2017/03/06/ayo_pa-di-ppa-gbi-banaran/#comments Mon, 06 Mar 2017 03:17:36 +0000 ariel http://blog.sabda.org/?p=7833

Untuk ke sekian kalinya, tim #Ayo_PA! melayani anak-anak Pusat Pengembangan Anak (PPA). Kali ini, kami melakukan pelayanan di PPA IO-837 Banaran, Surakarta. Dalam roadshow kali ini, yang bertugas melayani adalah saya, Tika, dan Pio. Ibadah PPA dimulai pukul 16.00 sehingga kami harus bersiap-siap berangkat pukul 15.00 untuk menyiapkan booth dan peralatan teknis (LCD, laptop, cek sound). Setelah berdoa bersama, kami berangkat tepat pukul 15.00 dan dijemput oleh Ardi, staf PPA Banaran yang sering kami hubungi.

Pada pukul 15.45, anak-anak mulai berdatangan di lokasi ibadah, tetapi ada yang salah nih, kok yang datang masih kecil-kecil begitu ya? Namun, yang namanya pelayanan kepada Tuhan harus total, jadi siapa pun yang datang harus tetap dilayani walaupun harus fleksibel dalam menyampaikan presentasi. Ketika anak-anak datang, mereka langsung menuju ke booth, dan saya melayani mereka. Mereka tertarik dengan CD-CD audio Alkitab, dan ada yang ingin memberikan CD tersebut kepada tetangga mereka yang sudah tua dan tidak bisa membaca Alkitab lagi. Puji Tuhan, senang rasanya melihat ada anak yang peka dan memiliki kepedulian.

Ibadah dimulai tepat pukul 16.00. Ardi mengawali dengan doa dan memimpin beberapa lagu pujian. Setelah itu, Ardi mempersilakan kami untuk mulai memberikan presentasi. Presentasi yang pertama dibawakan oleh Tika. Tika tampil cukup akrab di hadapan anak-anak. Meskipun saat itu Tika sedang sakit, ia tetap berusaha melayani sebaik mungkin. Ia menjelaskan bahwa anak-anak termasuk dalam generasi digital native. Sebagai generasi digital native Kristen, anak-anak harus berbeda dengan teman-temannya. Salah satu perbedaannya adalah apa yang ada di dalam HP mereka? Apakah sudah ada Alkitab atau aplikasi-aplikasi lainnya yang dapat menolong mereka bertumbuh dalam Tuhan?

Selanjutnya, saya bertugas menyampaikan materi presentasi kedua. Awalnya, saya bingung karena dari 29 anak yang datang, hanya 1 anak yang membawa HP, padahal saya akan menyampaikan materi yang sangat teknis dan mereka harus langsung mempraktikkannya dengan HP-nya masing-masing. Kemudian, saya sadar bahwa metode PA S.A.B.D.A (Simak, Analisa, Belajar, Doa/Diskusi, Aplikasi) yang saya bawakan bukanlah tentang masalah "device"-nya. Yang terpenting adalah bagaimana metode S.A.B.D.A ini dipahami oleh anak-anak dan mereka tertarik melakukan PA dengan metode tersebut, dengan atau tanpa device mereka. Akhirnya, saya memberi penekanan dalam melakukan metode S.A.B.D.A.

Memang, dalam roadshow kali ini, ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai perkiraan kami. Dari roadshow kali ini, saya belajar bahwa kita harus siap kapan pun dan dalam situasi apa pun untuk melayani Tuhan. Sebab, kita tidak tahu jika nanti ada hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana/persiapan kita. Tetap semangat melayani Tuhan! #Ayo_PA!

]]>
http://blog.sabda.org/2017/03/06/ayo_pa-di-ppa-gbi-banaran/feed/ 0
Staf SABDA Mengikuti Seminar “Answers in Genesis” http://blog.sabda.org/2017/02/21/staf-sabda-mengikuti-seminar-answer-in-genesis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=staf-sabda-mengikuti-seminar-answer-in-genesis http://blog.sabda.org/2017/02/21/staf-sabda-mengikuti-seminar-answer-in-genesis/#comments Tue, 21 Feb 2017 05:37:06 +0000 Liza http://blog.sabda.org/?p=7818

Sabtu, 11 Februari 2017, saya dan Ayub menghadiri seminar "Answers in Genesis" di Griya Konseling, Solo. Saya tertarik menghadiri seminar ini karena sebelumnya, sekitar awal Januari, Ibu Vivi dan anaknya datang ke SABDA untuk menginformasikan tentang seminar ini. Jadi, saya punya harapan seminar ini akan mengupas lebih dalam tentang argumentasi seputar teori Big Bang, teori evolusi, dan lainnya. Namun, materi yang saya sebutkan itu ternyata hanya dibahas permukaannya, tidak mendalam. Banyak sekali topik yang dibahas, tetapi pembahasan tidak mendalam. Penyampaiannya juga terkesan melompat-lompat dan kurang terstruktur.

Berikut beberapa hal yang saya belajar dari seminar ini: Pertama, setiap manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan pasti dipengaruhi oleh cara pandangnya (worldview). "Starting point" akan memengaruhi kesimpulan akhir kita. Pembicara sempat memutar satu video tentang dua ilmuwan yang memiliki starting point berbeda. Ilmuwan pertama memulai dari sudut pandang naturalis, maka kesimpulan akhirnya adalah evolusi itu benar, kisah penciptaan di Alkitab itu salah. Namun, ilmuwan kedua yang memulai sudut pandangnya dari sisi Alkitab, pada akhir penelitiannya menyimpulkan bahwa Alkitab memang benar. Selain itu, pembicara juga menunjukkan alat peraga yang ia gunakan untuk mengajarkan Alkitab kepada anaknya dengan cara yang berbeda, sesuai dengan porsi untuk anak-anak. Tujuannya supaya sejak dari kecil, anak juga dapat belajar apologetika.

Seminar ini berdurasi 3 jam. Dua jam pertama berisi pembahasan materi, dengan waktu istirahat sekitar 10 menit di pertengahan. Setelah itu, 1 jam terakhir peserta diberi kesempatan untuk bertanya dalam sesi tanya jawab. Pertanyaan disambut dengan antusias dan pertanyaannya menarik untuk dibahas. Beberapa pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan asal mula manusia purba, asal mula ras manusia, ada juga tentang bagaimana mengajarkan materi ini kepada anak-anak karena banyak di antara peserta adalah guru.

Sebagai lanjutan dari seminar ini, panitia akan mengadakan seminar dengan pembicara dari Amerika pada September mendatang. Semoga seminar selanjutnya dapat memaparkan materi dengan lebih baik lagi.

]]>
http://blog.sabda.org/2017/02/21/staf-sabda-mengikuti-seminar-answer-in-genesis/feed/ 0