Blog SABDA http://blog.sabda.org melayani dengan berbagi Tue, 21 Feb 2017 06:19:47 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.4 Staf SABDA Mengikuti Seminar “Answer in Genesis” http://blog.sabda.org/2017/02/21/staf-sabda-mengikuti-seminar-answer-in-genesis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=staf-sabda-mengikuti-seminar-answer-in-genesis http://blog.sabda.org/2017/02/21/staf-sabda-mengikuti-seminar-answer-in-genesis/#comments Tue, 21 Feb 2017 05:37:06 +0000 Liza http://blog.sabda.org/?p=7818

Sabtu, 11 Februari 2017, saya dan Ayub menghadiri seminar "Answer in Genesis" di Griya Konseling, Solo. Saya tertarik menghadiri seminar ini karena sebelumnya, sekitar awal Januari, Ibu Vivi dan anaknya datang ke SABDA untuk menginformasikan tentang seminar ini. Jadi, saya punya harapan seminar ini akan mengupas lebih dalam tentang argumentasi seputar teori Big Bang, teori evolusi, dan lainnya. Namun, materi yang saya sebutkan itu ternyata hanya dibahas permukaannya, tidak mendalam. Banyak sekali topik yang dibahas, tetapi pembahasan tidak mendalam. Penyampaiannya juga terkesan melompat-lompat dan kurang terstruktur.

Berikut beberapa hal yang saya belajar dari seminar ini: Pertama, setiap manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan pasti dipengaruhi oleh cara pandangnya (worldview). "Starting point" akan memengaruhi kesimpulan akhir kita. Pembicara sempat memutar satu video tentang dua ilmuwan yang memiliki starting point berbeda. Ilmuwan pertama memulai dari sudut pandang naturalis, maka kesimpulan akhirnya adalah evolusi itu benar, kisah penciptaan di Alkitab itu salah. Namun, ilmuwan kedua yang memulai sudut pandangnya dari sisi Alkitab, pada akhir penelitiannya menyimpulkan bahwa Alkitab memang benar. Selain itu, pembicara juga menunjukkan alat peraga yang ia gunakan untuk mengajarkan Alkitab kepada anaknya dengan cara yang berbeda, sesuai dengan porsi untuk anak-anak. Tujuannya supaya sejak dari kecil, anak juga dapat belajar apologetika.

Seminar ini berdurasi 3 jam. Dua jam pertama berisi pembahasan materi, dengan waktu istirahat sekitar 10 menit di pertengahan. Setelah itu, 1 jam terakhir peserta diberi kesempatan untuk bertanya dalam sesi tanya jawab. Pertanyaan disambut dengan antusias dan pertanyaannya menarik untuk dibahas. Beberapa pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan asal mula manusia purba, asal mula ras manusia, ada juga tentang bagaimana mengajarkan materi ini kepada anak-anak karena banyak di antara peserta adalah guru.

Sebagai lanjutan dari seminar ini, panitia akan mengadakan seminar dengan pembicara dari Amerika pada September mendatang. Semoga seminar selanjutnya dapat memaparkan materi dengan lebih baik lagi.

]]>
http://blog.sabda.org/2017/02/21/staf-sabda-mengikuti-seminar-answer-in-genesis/feed/ 0
Paradoks Kasih dan Keadilan Allah: Predestinasi http://blog.sabda.org/2017/02/17/paradoks-kasih-dan-keadilan-allah-predestinasi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=paradoks-kasih-dan-keadilan-allah-predestinasi http://blog.sabda.org/2017/02/17/paradoks-kasih-dan-keadilan-allah-predestinasi/#comments Fri, 17 Feb 2017 05:48:00 +0000 Ayub http://blog.sabda.org/?p=7824

Seminar Pembinaan Iman Kristen (SPIK), atau sering disebut "Progsif", merupakan salah satu kegiatan pembelajaran rohani yang saya nantikan dalam beberapa bulan terakhir. Sudah beberapa waktu lamanya, saya merindukan untuk belajar sesuatu, dan puji Tuhan, pada 23 -- 24 Januari 2017, kegiatan ini diadakan kembali. Tema kali ini sangat menarik, "Paradoks: Kasih dan Keadilan Allah". Rekan saya, Okti, sudah menulis blog tentang progsif ini untuk hari pertama, tanggal 23 Januari 2017. Nah, sekarang saya membahas untuk hari yang kedua. Semula, saya hanya menebak bila inti yang disampaikan adalah tentang salib Kristus, tetapi ternyata tidak sepenuhnya benar. Tema dari seminar tersebut malah mengerucut pada salah satu doktrin kontroversial yang sebenarnya justru adalah dasar dari iman Kristen. Topik ini dibahas pada hari kedua, yaitu "Predestinasi". Wah, tentu topik ini semakin membuat saya tertarik dan ingin belajar lebih.

Tentu tidak asing lagi bila mendengar istilah "Predestinasi". Predestinasi merupakan salah satu doktrin penting dan mendasar dalam iman Kristen. Predestinasi adalah keyakinan bahwa Tuhan sudah memilih seseorang untuk memperoleh anugerah keselamatan dan menjadi milik-Nya sejak sebelum dunia dijadikan.

Beberapa hal baru saya dapatkan melalui seminar ini, yaitu tentang predestinasi melalui kisah Kain dan Habel. Kisah tersebut cukup jelas mewakili keberadaan orang pilihan yang beriman dan orang bukan pilihan yang akan binasa. Salah satu pertanyaan yang begitu mengusik saya adalah, "Apakah ada orang yang sebenarnya layak untuk menerima anugerah keselamatan?" Seorang pun tidak! Tuhan memilih kepada siapa Ia berkenan memilih meskipun manusia telah melawan Tuhan dan diusir dari Taman Eden, seperti yang dinyatakan oleh kitab Kejadian, tetapi Tuhan tetap mengasihi. Semua orang pilihan adalah orang yang TIDAK LAYAK menerima pengampunan. Keselamatan hanya oleh anugerah yang dikerjakan melalui salib Kristus semata. Konsekuensi dari dosa tetap kita peroleh, yaitu keadilan Tuhan yang ditanggung oleh Kristus, supaya kita beroleh kasih kekal Bapa dan penyertaan Roh Kudus sepanjang zaman.

Pertanyaan lain yang muncul dalam seminar ini adalah, "Untuk apa menginjili ketika Tuhan sudah menentukan keselamatan seseorang?" Seseorang yang dipilih adalah seseorang yang mengalami penebusan oleh salib dan darah Kristus (1 Petrus 1:18,19), Injil menjadi pintu masuknya. Kita tidak akan pernah tahu siapakah orang di sekitar kita yang disebut orang pilihan. Belum tentu semua orang Kristen adalah orang pilihan, dan semua orang non-Kristen adalah bukan orang pilihan. Injil akan membawa seseorang pada pertobatan dan penemuan kepada Sang Juru Selamat Kristus Yesus, dan orang pilihan pasti akan mendengar dan menerima Injil dengan segenap hati.

Ketika Kristus menuju pada kematian di kayu salib, Dia mengatakan bahwa Dia mengampuni mereka semua, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Tuhan memberikan pengampunan kepada semua orang, tetapi hanya orang yang dipilih-Nya yang akan beroleh keselamatan kekal. Seminar kali ini mengusik saya untuk lebih serius dan tidak buta dalam menginjili orang. Diperlukan hikmat dari Roh Kudus yang akan membawa saya untuk memberitakan Injil bagi orang-orang pilihan-Nya. Solus Christus!

]]>
http://blog.sabda.org/2017/02/17/paradoks-kasih-dan-keadilan-allah-predestinasi/feed/ 0
Seminar Pembinaan Kristen: Paradoks: Kasih dan Keadilan Allah http://blog.sabda.org/2017/02/09/seminar-pembinaan-kristen-paradoks-kasih-dan-keadilan-allah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=seminar-pembinaan-kristen-paradoks-kasih-dan-keadilan-allah http://blog.sabda.org/2017/02/09/seminar-pembinaan-kristen-paradoks-kasih-dan-keadilan-allah/#comments Thu, 09 Feb 2017 06:40:13 +0000 Okti http://blog.sabda.org/?p=7805

Senin sore itu, 23 Januari 2017, sebenarnya saya urung berangkat ke Seminar Pembinaan Iman yang diadakan oleh MRII, Surakarta. Selain karena cuaca buruk akibat sering diguyur hujan, saya juga enggan meninggalkan anak sendirian di rumah. Namun, karena keinginan untuk belajar mengenai "Paradoks: Kasih dan Keadilan Allah" lebih besar dan adanya seseorang yang dapat menemani anak saya di rumah, maka saya pun berangkat. Bersama dengan teman-teman sekantor, Liza, Maskunarti, Hadi, Ayub, Aji, Pioneer, Andre, dan Danang, kami berangkat ke Orient Resto, tempat seminar diadakan. Keputusan saya untuk berangkat adalah keputusan yang tepat karena banyak berkat yang saya terima melalui seminar tersebut. :-)

Acara seminar dimulai pada pukul 18.30 dan dibawakan oleh Pdt. Aiter, M.Div. dari MRII Kertajaya, Surabaya. Pdt. Aiter memulai seminarnya dengan mengajak kami untuk membuka kitab Wahyu 3:19 , yang menjadi landasan utama dari kasih dan keadilan Tuhan. Dalam kasih-Nya, Allah dapat menghukum dan mendisiplin manusia sebagai ciptaan. Namun, perlu diingat bahwa kasih senantiasa mendahului peringatan dan hukuman. Contoh nyata dari kasih Allah adalah bahwa sebelum Adam dijadikan, Ia sudah menciptakan segala sesuatunya terlebih dahulu sehingga semua kebutuhan manusia sudah terpenuhi. Allah bahkan menciptakan Hawa sebagai penolong yang sepadan bagi Adam karena dilihat-Nya tidak baik jika Adam hidup sendiri. Seiring dengan perintah untuk mengusahakan dan memelihara taman itu, manusia tidak boleh memakan buah dari salah satu pohon di sana, yaitu pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat. Namun, manusia menolak untuk mematuhi Allah, dan akhirnya memakan buah dari pohon itu. Karena melanggar perintah Allah, mereka pun harus menerima hukuman, diusir dari Taman Eden, dan menanggung akibat dari pelanggaran mereka. Akan tetapi, setelah pengusiran itu, Allah masih mengasihi dan memedulikan mereka dengan mengenakan pakaian dari kulit binatang kepada mereka. Pakaian itu, selain lebih baik dari pakaian buatan manusia yang terbuat dari daun ara, juga mencerminkan teologi yang amat dalam bahwa anugerah keselamatan itu benar-benar berasal dari Allah. Tidak ada jasa manusia dalam keselamatan karena bahkan Allah yang mengenakan pakaian itu kepada mereka.

Setelah kejatuhannya, Adam dan Hawa masih memiliki iman yang besar kepada Allah. Terbukti pada peristiwa kelahiran Kain (Kej. 4:1), iman anak-anak mereka juga terarah kepada Allah (Kej. 4:1), dan kelahiran Set (Kej. 25). Semua peristiwa itu menjadi pernyataan bahwa mereka percaya kepada Allah, kasih, dan pemeliharaan-Nya, dan bahwa iman itu juga diturunkan kepada anak-anak mereka. Selanjutnya, manusia keturunan Adam menjadi semakin jahat dan rusak secara moral sehingga Allah harus menghukum dan memusnahkan seluruh dunia melalui peristiwa air bah, kecuali Nuh dan seisi rumahnya. Hukuman itu dilakukan Allah untuk kebaikan generasi manusia selanjutnya agar tidak menanggung akibat mengerikan yang sudah dibuat oleh manusia pada zaman itu, terutama karena penyimpangan seksual mereka. Namun, sebelum penghukuman itu dilakukan, Allah sudah memberi peringatan kepada manusia tentang kejahatan mereka melalui nama Metusalah, anak Henokh, yang berarti "ketika aku lahir, kiamatlah dunia". Artinya, peringatan itu sudah diberikan sekitar 900 tahun sebelum peristiwa banjir besar itu terjadi. Kisah serupa juga terjadi pada peristiwa tulah di Mesir, yang sudah dinubuatkan kepada Abraham (Kej. 18:20-21), peristiwa pemusnahan Sodom dan Gomora (Kej. 13:12-13), penumpasan terhadap bangsa Amalek (1 Sam. 15:1-3). Hal yang sama juga terjadi saat Allah menghukum bangsa-bangsa lain yang sangat berdosa dan melawan Allah (Amos 1:6,9,13; Amos 2:1-3).

Jelaslah bahwa ketika Allah menghukum dan menumpas suatu bangsa (atau manusia) pasti karena mereka sudah melakukan suatu kejahatan yang luar biasa keji dalam pandangan Allah. Mereka bukan hanya memberontak terhadap Allah dan menghalangi misi-Nya, melainkan juga melakukan kejahatan. Akan tetapi, mengapa harus semua bangsa ditumpas, sampai kepada anak-anak dan hewan ternak yang mereka miliki? Dosa bersifat menular, diturunkan, dan menjalar. Karena itu, untuk tetap menjaga kekudusan umat-Nya serta generasi selanjutnya, Allah harus melakukan penghukuman seperti itu. Yang harus kita ingat adalah Allah tidak pernah menghukum tanpa kasih dan peringatan. Jika hukuman itu dilakukan-Nya, hal itu diberikan dalam kerangka kasih dan kesetiaan-Nya. Jika ada yang mengatakan bahwa Allah itu kejam karena menghukum dan menghabisi suatu bangsa, ia pasti belum mengenal Allah dan firman-Nya. Lagi pula, pribadi macam apa yang kita sembah jika Ia tidak bertindak untuk menegakkan keadilan dan kebenaran?

Nah, inilah rangkuman materi yang saya dapatkan dari seminar pembinaan iman Kristen "Paradoks: Kasih dan Keadilan Allah" pada hari pertama. Selanjutnya, silakan membaca blog dari rekan saya Ayub yang akan mengulas mengenai isi seminar pada hari kedua.

Blessings!

]]>
http://blog.sabda.org/2017/02/09/seminar-pembinaan-kristen-paradoks-kasih-dan-keadilan-allah/feed/ 0
+TED @SABDA Tim Penjangkauan http://blog.sabda.org/2017/01/30/ted-sabda-tim-penjangkauan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ted-sabda-tim-penjangkauan http://blog.sabda.org/2017/01/30/ted-sabda-tim-penjangkauan/#comments Mon, 30 Jan 2017 00:31:28 +0000 Rostika http://blog.sabda.org/?p=7810

Sesuai dengan kesepakatan rapat internal Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), diputuskan +TED @SABDA 2017 akan dilaksanakan setiap kuartal sekali, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober. +TED SABDA perdana tahun ini kami adakan pada tanggal 20 Januari 2017. Sedikit berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, penyelenggaraan +TED @SABDA tahun 2017 ditangani oleh tim-tim pelayanan YLSA. Salah satu tujuannya adalah supaya materi +TED bisa lebih fokus sesuai dengan bidang-bidang pelayanan YLSA.

Tim Penjangkauan terpilih untuk menjadi pelaksana penyelenggaraan +TED @SABDA pertama tahun 2017. Tim Penjangkauan, yang diwakili oleh bidang penulis, konseling, wanita, kepemimpinan, kesaksian, humor, dan biografi tokoh Kristen, memiliki fokus untuk memberitakan kebenaran firman Tuhan melalui tujuh bidang pelayanan umum tersebut. Karena itu, +TED @SABDA Tim Penjangkauan ini diisi oleh enam pembicara dengan materi-materi bidang penjangkauan.

Presentasi sesi satu disampaikan oleh tiga pembicara, yaitu: Odysius Bio Temara yang berbicara tentang "Menjangkau dengan Tulisan", Abraham Aji tentang "Menjangkau dengan Audio", dan Debora Istiawati tentang "Menjangkau dengan Pelayanan Pemulihan". Sebelum masuk ke sesi kedua, peserta diajak menikmati makan malam yang telah disediakan dan juga berdoa untuk salah satu staf YLSA, Hadi Pramono, yang berulang tahun tepat pada hari itu.

Presentasi sesi dua juga diisi oleh tiga pembicara, yaitu: Hariyono Wongsohadi tentang "Menjangkau dengan Multimedia", Dwi Erni Nugrohowati tentang "Kesaksian Pengacara Kristen", dan terakhir Jokanan Unus Prayitna tentang "Menjangkau dengan Tarian". Karena sebelum acara dimulai para pembicara sudah mendapat pengarahan terlebih dahulu tentang tata cara +TED (waktu presentasi, urutan pembicara, penyampaian pertanyaan, dan lain-lain), maka semua presentasi berjalan dengan lancar dan mencapai tujuannya, termasuk acara tanya jawab dari peserta, semua berlangsung dengan baik.

Salah satu materi yang sangat berkesan bagi saya adalah kesaksian dari Ibu Erni. Beliau memaparkan tentang lika-liku kehidupan seorang pengacara Kristen dalam menegakkan serta mengajarkan arti kebenaran firman Tuhan kepada para kliennya. Namun, secara pribadi, saya merasa puas dengan semua presentasi yang disampaikan oleh keenam pembicara. Melalui profesi sebagai penerjemah, konselor, praktisi multimedia, pengacara, juga seniman, Tuhan bisa pakai untuk melebarkan Kerajaan-Nya.

Puji Tuhan! Acara yang berlangsung kurang lebih 3 jam itu berakhir dengan baik. Berdasarkan form evaluasi yang terkumpul, para peserta merasa terberkati dan ingin kembali hadir di acara +TED @SABDA selanjutnya. Bahkan, ada beberapa peserta yang mengusulkan nama-nama untuk diundang sebagai peserta atau diundang sebagai pembicara di @TED SABDA berikutnya, yaitu April oleh Tim Pembinaan YLSA. Saya sangat diberkati. Karena itu, saya berharap orang lain juga diberkati.

]]>
http://blog.sabda.org/2017/01/30/ted-sabda-tim-penjangkauan/feed/ 0
#Ayo_PA! dalam Natal “ABA” http://blog.sabda.org/2017/01/25/ayo_pa-dalam-natal-aba/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ayo_pa-dalam-natal-aba http://blog.sabda.org/2017/01/25/ayo_pa-dalam-natal-aba/#comments Wed, 25 Jan 2017 06:18:11 +0000 aji http://blog.sabda.org/?p=7795

Kampanye #Ayo_PA! sudah berjalan lebih dari setahun, tetapi kampanye ini tampaknya masih jauh dari selesai karena banyak sekali yang masih harus kami jangkau agar kembali kepada kebiasaan ber-PA. Salah satunya, ketika kami diundang Bpk. Aris untuk melakukan roadshow #Ayo_PA! dalam acara Natal kelompok "ABA" yang diselenggarakan di CS Resto, 18 Januari 2017 lalu. ABA adalah singkatan dari Asyiknya Baca Alkitab. Bapak Aris adalah perintis kelompok ABA untuk wilayah Solo. Kegiatan ABA adalah membaca Alkitab secara teratur, setiap hari sebanyak 3 pasal, dan setiap peserta harus memberikan laporan bacaannya melalui group WA ABA. Pada tanggal 18 Januari 2017, diadakanlah Natal kelompok ini dan untuk mengisi acara tersebut, Bpk. Aris berinisiatif mengundang tim #Ayo_PA! Sebelumnya, Pak Aries sudah mengikuti presentasi yang sama ketika tim #Ayo_PA! melayani dalam pertemuan Youth FGBMFI di Orient Solo pada tanggal 13 Desember 2016. Karena merasa ini juga perlu untuk anggota ABA, beliau pun mengundang kami. Menurut beliau, gerakan #Ayo_PA! ini satu visi dengan kegiatan mereka dan diharapkan bisa melengkapi mereka dalam mempelajari Alkitab dengan bantuan teknologi abad ini.

Waktu itu, saya ditugaskan untuk melakukan roadshow bersama dengan mbak Evie dan Mas Danang. Mbak Evie bertugas sebagai pemateri pertama, saya pemateri kedua, dan Mas Danang didaulat untuk tugas-tugas multimedia dan persiapan alat. Kami bertiga juga mempersiapkan booth SABDA agar para peserta bisa melihat dan mendapatkan produk-produk pelayanan dari SABDA sesuai kebutuhan mereka dalam pelayanan.

Pkl. 19.00 acara dimulai dengan kata sambutan dari panitia dan makan malam. Sempat molor selama 30 menit, akhirnya pada pkl. 19.45 kami mulai memberikan presentasi tentang PA di Era Digital. Mbak Evie memulai presentasi dengan materi pertama tentang pentingnya melakukan PA dan mengapa kita perlu menggunakan teknologi untuk belajar firman Tuhan. Ia membawakan materi dengan sangat smooth, seakan tak perlu melihat lagi ke arah slide. Dalam hal ini, saya masih perlu belajar banyak dari beliau agar presentasi saya juga semakin baik lagi ke depannya.

Selanjutnya, giliran saya. Pada sesi kedua, saya membawakan materi tentang penggunaan lima aplikasi Android SABDA. Saya berusaha menerangkan dengan cukup jelas dengan sesering mungkin mengingatkan hadirin untuk mempraktikkan langsung cara penggunaan lima aplikasi tersebut pada gawai mereka. Saya senang karena sebagian besar peserta dengan serius mempelajarinya. Tak jarang, pandangan mereka terus beralih dari layar LCD ke gawai mereka, mengikuti satu per satu langkah yang saya paparkan. Ada yang menggunakan gawainya masing-masing, tetapi ada pula beberapa orang sekaligus yang menggunakan satu gawai karena mereka tidak membawa gawai atau memori gawainya sudah penuh.

Untuk lebih memantapkan materi, presentasi sesi kedua ini saya lengkapi juga dengan dua kuis, satu untuk mencari arti kata "mahkota" menggunakan aplikasi Kamus Alkitab, dan yang kedua adalah mencari jumlah kata "roti" dalam kitab Matius saja. Awalnya, peserta masih canggung dengan penggunaan aplikasi yang sudah dijelaskan, tetapi pada akhirnya mereka bisa belajar dengan cukup cepat dan menjawab dua pertanyaan yang saya ajukan sebelumnya. Kuis ini juga semakin meriah karena Bpk. Aris rupanya sudah menyiapkan beberapa hadiah untuk peserta yang bisa memberi jawaban paling cepat.

Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya-jawab dan beberapa kuis tambahan dari Pak Aris karena hadiah yang tersedia masih cukup banyak. Masing-masing peserta juga diminta memberi testimoni, baik tentang materi presentasi maupun tentang kegiatan dalam kelompok baca Alkitab. Tak lupa, kami juga melakukan "ritual" rutin tiap kali roadshow #Ayo_PA! diadakan, yaitu dengan berfoto bersama dengan para peserta, dan dengan MMT #Ayo_PA! yang kami bentangkan di barisan paling depan. Dengan demikian, selesailah sudah acara pada hari itu.

Kami bersyukur karena sudah memberikan yang terbaik untuk mengajarkan kepada peserta cara ber-PA dengan teknologi abad ini, dan berharap, materi yang sudah kami sampaikan tidak berlalu begitu saja, tetapi mampu menggugah peserta untuk terus belajar firman Tuhan secara disiplin. Memang benar, bahwa di setiap roadshow yang kami adakan, ada saja sebagian kecil peserta yang cuek dengan materi yang disampaikan. Akan tetapi, kami berusaha untuk tidak berkecil hati karena tugas kami hanyalah mengajak orang lain kembali memiliki kebiasaan ber-PA, dan selebihnya, Tuhanlah yang berkarya dalam mengetuk pintu hati setiap orang.

Menutup tulisan ini, saya ingin mengucapkan selamat ber-PA bagi kita semua, dan kiranya kita juga turut aktif membagikan berkat yang kita dapat dari ber-PA kepada orang lain. Anda pun bisa mempraktikkan roadshow #Ayo_PA! ini kepada orang lain di sekitar Anda. Informasi lebih jelas mengenai pelayanan #Ayo_PA! dapat Anda lihat dalam situs Ayo-PA.org dan Ayo-PA.net.

Mari manfaatkan teknologi dalam genggaman kita untuk belajar firman-Nya supaya kita memahami kehendak Allah dan boleh menjadi terang dan garam bagi orang-orang di sekitar kita. #Ayo_PA!

]]>
http://blog.sabda.org/2017/01/25/ayo_pa-dalam-natal-aba/feed/ 0