Blog SABDA http://blog.sabda.org melayani dengan berbagi Fri, 06 Jan 2017 02:58:04 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.4 Kreatif, Konsisten, dan Komitmen: Kunci Pelayanan di Situs Berbagi Video http://blog.sabda.org/2017/01/06/kreatif-konsisten-dan-komitmen-kunci-pelayanan-di-situs-berbagi-video/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kreatif-konsisten-dan-komitmen-kunci-pelayanan-di-situs-berbagi-video http://blog.sabda.org/2017/01/06/kreatif-konsisten-dan-komitmen-kunci-pelayanan-di-situs-berbagi-video/#comments Fri, 06 Jan 2017 02:20:17 +0000 Penulis Tamu http://blog.sabda.org/?p=7775

Oleh: Rinto Ari N*

Saya mengaminkan bahwa firman Tuhan senantiasa tepat dan relevan di segala keadaan dan zaman. Akan tetapi, teknologi dan gaya hidup terus berubah dengan cepat. Karena itu, menurut saya, media penyampaian kebenaran firman Tuhan harus terus dikembangkan supaya bisa diterima oleh zamannya, contohnya, saat ini kita harus bisa beradaptasi dengan perkembangan di dunia maya. Tren demi tren silih berganti mewarnai dinamika dunia maya. Mulai dari penggunaan email, situs, media sosial (medsos) hingga situs berbagi video, semuanya terus mewarnai kehidupan masyarakat saat ini.

Setelah dunia maya diramaikan dengan tren media sosial Facebook, Twitter hingga Instagram, ke depannya saya pikir orang akan semakin tidak puas. Mereka tidak hanya ingin mendapatkan informasi terbaru melalui tulisan dan gambar, tetapi juga video. Wahana audio-visual yang satu ini memang semakin memanjakan penikmatnya. Mereka tidak hanya bisa membayangkan, tetapi mendapatkan penyajian langsung atas apa yang disampaikan.

Untuk mendapatkan video, sekarang orang bisa mendapatkannya dengan mudah dari situs layanan berbagi video di internet. Dari puluhan hingga ratusan situs berbagi video di internet, Youtube merupakan situs yang terhitung paling populer. Setahu saya, meski baru memulai debutnya pada Mei 2005, namun Youtube telah melejit menjadi situs berbagi video terpopuler. Tidak salah kalau setahun setelah lahir, Youtube diakusisi oleh Google untuk menjadi anak perusahaannya.

Popularitas Youtube menurut saya sangat mencengangkan. Misalnya saja perusahaan analisis traffic web di internet, Alexa menempatkan Youtube sebagai situs paling banyak diakses kedua setelah Google -- yang merupakan perusahaan induknya sendiri. Peringkat serupa juga terjadi di Indonesia di mana Youtube menempati peringkat ketiga setelah google.com dan google.co.id -- yang juga merupakan induk dari Youtube sendiri. Kepopuleran Youtube mengalahkan Facebook sebagai situs medsos terpopuler yang sempat merajai internet beberapa waktu belakangan.

Dari pengamatan saya, salah satu sebab mengapa Youtube begitu populer saat ini adalah orang bisa menonton nyaris apa pun sesuai dengan yang mereka inginkan, baik itu hiburan, musik tutorial, jalan-jalan, maupun ilmu pengetahuan. Popularitas ini juga terlihat dari pertumbuhan durasi menonton Youtube yang naik sekitar 130 persen. Yang luar biasa, hal ini juga diimbangi dengan pertumbuhan para pembuat video yang mencapai 600 persen. Hebatnya lagi, pertumbuhan creator video ini paling pesat terjadi di wilayah Asia-Pasifik termasuk Indonesia. Hal ini terjadi karena mulai membaiknya infrastruktur teknologi komunikasi di Indonesia. Saya melihat sebagian besar wilayah Indonesia saat ini telah bisa menikmati layanan akses data berkecepatan tinggi sehingga menonton video melalui layanan internet menjadi hal yang lumrah.

Bagaimana hubungan kemajuan ini dengan dunia pelayanan? Sejatinya, segmen rohani Kristen di situs berbagi video termasuk Youtube, menurut saya, sudah cukup banyak, terutama sumber dari luar negeri. Mulai dari lagu rohani, kesaksian, khotbah, hingga rekaman ibadah banyak menghiasi internet sejak lama. Tetapi, di Indonesia kondisinya sedikit berbeda meskipun konten sudah mulai berkembang, tetapi sebagian besar masih berupa lagu rohani. Lantas, bagaimana dengan layanan Alkitab? Jangan khawatir. Di situs berbagi video, saya lihat hal ini juga ada meski jumlahnya belum cukup banyak.

Hal ini tentu menjadi peluang bagi SABDA untuk melayani dan menjangkau secara lebih luas lagi. Adalah langkah yang patut diapresiasi ketika SABDA mulai memiliki saluran di situs berbagi video. Namun, menurut saya diperlukan langkah konkret untuk membuatnya lebih optimal. Dengan perjalanan panjang SABDA sebagai penyedia berbagai sumber berbasis Alkitab, saya yakin tidak menjadi masalah serius dalam hal menyediakan dan mengolah kontennya. Yang perlu menjadi perhatian adalah sumber daya manusianya yang perlu dipersiapkan secara lebih intens.

Dalam hal melayani di situs berbagi video, ada tiga hal yang ingin saya tekankan sebagai pilar. Yang pertama adalah kreativitas. Banyaknya sumber bahan yang dimiliki SABDA tentu menjadi modal berharga untuk melakukan pelayanan. Kreativitas berperan dalam mengolah dan menyajikan berbagai bahan tersebut agar menarik perhatian penonton. Langkah nyata pertama yang bisa dilakukan adalah memperbaiki halaman utama saluran SABDA agar tampil lebih segar. Berikutnya, penyegaran konten yang disajikan. Berbagai sumber SABDA bisa diindeks dan diberikan label kategori, lalu diunggah dalam saluran atau subsaluran yang sesuai.

Pilar berikutnya adalah konsisten. Hal ini sangat penting karena bermain di ranah situs berbagi video berarti menjanjikan kepercayaan kepada penonton. Untuk itu, saluran SABDA diharapkan dapat secara konsisten mengunggah konten baru. Tidak harus setiap hari, minimal setiap minggu diharapkan ada bahan baru sehingga penonton senantiasa mendapatkan bahan yang segar. Dalam hal konsistensi ini, pengelola saluran juga harus memiliki jadwal pasti tentang kapan SABDA akan mengunggah video baru. Apabila pelanggan dan penonton sudah tahu, tentu mereka tidak akan kebingungan tentang kapankah bahan baru akan tersedia.

Yang terakhir adalah komitmen. Membangun kepercayaan penonton tidak bisa dilakukan dalam sehari atau dua hari. Karena itu, komitmen pengelola saluran SABDA untuk mengolah dan menampilkan bahan baru sangat diharapkan.

]]>
http://blog.sabda.org/2017/01/06/kreatif-konsisten-dan-komitmen-kunci-pelayanan-di-situs-berbagi-video/feed/ 0
Tim #Ayo_PA! di Youth Chapter FGBMFI http://blog.sabda.org/2016/12/23/tim-ayo_pa-di-youth-chapter-fgbmfi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tim-ayo_pa-di-youth-chapter-fgbmfi http://blog.sabda.org/2016/12/23/tim-ayo_pa-di-youth-chapter-fgbmfi/#comments Fri, 23 Dec 2016 06:57:58 +0000 Ayub http://blog.sabda.org/?p=7755


Senin, 13 Desember 2106, tim #Ayo_PA diundang untuk mengisi acara di Youth Chapter "Full Gospel Business Men's Fellowship Indonesia (FGBMFI)", Solo. Kami berangkat dengan 6 personil, yang terdiri dari 3 orang presentator, seorang yang bertugas di bagian booth, seorang dari bagian multimedia, dan seorang pengamat. Kami berangkat dengan persiapan yang cukup matang, tetapi cuaca sangat tidak mendukung karena hujan yang mengguyur kota Solo sejak sore. Setibanya di lokasi, kami langsung mempersiapkan booth untuk produk-produk SABDA yang akan kami bagikan kepada peserta. Sementara itu, petugas multimedia menyiapkan semua keperluan untuk merekam acara.

Kegiatan yang berlangsung di rumah makan Orient Solo ini sebenarnya dimulai pukul 18.00, tetapi acara sedikit molor karena menunggu peserta datang. Rupanya, hujan yang cukup deras membuat para peserta sulit untuk tiba tepat waktu. Sementara menunggu, kami menolong peserta yang belum memiliki aplikasi-aplikasi SABDA Android, seperti Alkitab, Alkipedia, Kamus, Tafsiran, Peta, dan Telegram untuk bisa terpasang di gawai mereka. Kami bersyukur memiliki waktu yang cukup banyak untuk duduk dan berbincang-bincang dengan peserta yang sudah datang lebih awal sehingga kami bisa membangun hubungan yang akrab. Youth Chapter FGBMFI Solo memang belum banyak anggotanya. Karena itu, mereka juga mengundang chapter lain, yang notabene tidak "youth" lagi.

Setelah makan malam, acara pelatihan dimulai dengan 19 peserta yang hadir. Presentasi pertama dibawakan oleh Ibu Yulia dengan materi Tujuh Alasan Utama Mengapa Perlu PA, Presentasi kedua oleh Hilda dengan materi PA di Era Digital, dan presentasi ketiga yang saya bawakan, yaitu Memakai HP untuk Melakukan PA. Sempat terjadi kebingungan karena ekspektasi kami, tamu-tamu yang datang adalah "youth", yaitu anak-anak muda. Namun, fakta berkata lain. Puji Tuhan, walaupun tidak tergolong 'pemuda' lagi, para peserta sangat antusias melakukan pelatihan dengan gawai mereka yang cukup mumpuni, yang lebih canggih dari kebanyakan gawai kami. Selama pelatihan, semua tim Ayo_PA bisa membantu peserta yang mengalami kesulitan dan mereka sangat senang bisa mencoba semua fitur-fitur untuk belajar Alkitab dengan lebih dalam.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Acara ditutup dengan perasa lega karena peserta sangat diberkati dengan pelatihan ini dan produk-produk SABDA bisa dibagikan untuk disebarkan ke rekan-rekan mereka yang tidak hadir. Acara diakhiri dengan foto bersama dan testimoni dari para peserta. Puji Tuhan, kami mendengar secara pribadi bahwa mereka merindukan bisa belajar Alkitab dengan lebih rutin. Harapan kami, firman Tuhan akan semakin nyata dalam hidup mereka. #Ayo_PA!

]]>
http://blog.sabda.org/2016/12/23/tim-ayo_pa-di-youth-chapter-fgbmfi/feed/ 0
VIDEO NITE NATAL @ SABDA http://blog.sabda.org/2016/12/23/video-nite-natal-sabda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=video-nite-natal-sabda http://blog.sabda.org/2016/12/23/video-nite-natal-sabda/#comments Fri, 23 Dec 2016 02:06:05 +0000 ariel http://blog.sabda.org/?p=7764


NATAL? Apa yang ada di benak kita mengenai Natal? Santa Klaus, kado, hiasan-hiasan Natal, ataukah Natal sekadar perayaan keagamaan? Bukan! Natal adalah perayaan akan pengorbanan Kristus. Ya, Kristus yang adalah Tuhan, Pencipta, dan Penguasa dunia rela turun ke dunia menjadi bayi kecil yang tidak berdaya, hidup menderita, dan mati di atas kayu salib untuk membawa umat-Nya kembali kepada Allah. Inilah makna Natal yang sebenarnya.

Pengertian inilah yang ingin disampaikan oleh YLSA pada Natal tahun ini. Saya sendiri pernah mengalami, setiap kali merayakan Natal, saya disibukkan dengan berbagai persiapan di gereja, persekutuan, bahkan di kantor. Namun, kesibukan tersebut justru membuat saya melupakan Kristus yang adalah Sang Natal itu sendiri. Oleh karena itu, pada perayaan Natal SABDA tahun ini, kami mencoba menghindari kesibukan-kesibukan yang bisa mengaburkan inti Natal yang sebenarnya. Dengan persiapan yang tidak terlalu "ribet", diharapkan perayaan Natal SABDA tetap spesial. Tema inti Natal dikemas dalam acara "Video Nite Natal" pada Rabu, 21 Desember 2016, pkl. 17.30, sengaja disiapkan untuk mengajak keluarga dan teman-teman menikmati kisah Natal dari nobar (nonton bareng) video kisah kelahiran Yesus Kristus.

Saya diminta untuk menjadi ketua panitia sekaligus melayani booth SABDA bersama Ami. Teman-teman dari sie acara menyiapkan pengantar untuk menyanyikan puji-pujian Natal dengan drama-drama pendek (sakit) yang diharapkan dapat menolong kita menangkap pesan dari nyanyian yang dinyanyikan. Ada dua pesan yang ingin disampaikan, yaitu kita harus mengabarkan keselamatan kepada orang lain dan juga jangan sampai kita kehilangan makna Natal itu sendiri. Selanjutnya, renungan Natal dibawakan oleh Pdt. Edward B. Siburian, S.Th.. Melalui khotbahnya, ia menyampaikan bahwa Kristus bukan hanya lahir di kandang domba, tetapi di dalam hati dan hidup kita. Lalu, acara disambung dengan penyalaan lilin dan makan malam. Setelah itu, pemutaran film Natal yang berjudul "The Nativity Story".

Ada banyak berkat yang kami dapat dari nonton bersama ini. Saat diminta untuk berdiskusi dan membagikan pelajaran apa yang didapat dari film tersebut. Ada beberapa orang yang membagikan beberapa pelajaran, di antaranya, film ini memberikan gambaran tentang apa yang terjadi sehingga kita bisa memiliki imajinasi yang lebih lengkap ketika membaca Alkitab. Juga, banyak yang terkesan dengan banyaknya detail yang cukup ilmiah dan menarik yang ditunjukkan sehingga membuka wawasan yang lebih lengkap tentang sejarah dan budaya saat Tuhan Yesus lahir. Sebagai penutup, Ibu Yulia juga menyampaikan bahwa Natal adalah awal penderitaan Kristus. Dia yang adalah Allah yang Empunya langit dan bumi, lahir ke dunia dalam sebuah kandang yang hina dan kotor. Saya sempat melirik istri saya yang meneteskan air mata. Saya yakin dia makin memahami arti Natal yang sebenarnya. Puji Tuhan! Kami benar-benar merasakan kasih Allah yang luar biasa melalui Natal SABDA tahun ini. Pukul 21.00 acara selesai, tetapi masih ada beberapa tamu yang beramah-tamah.

Natal membawa damai bagi kita, umat tebusan-Nya, dan untuk itulah Ia rela menderita dan mengorbankan diri-Nya. Kelahiran Kristus membuktikan bahwa Ia taat kepada Allah Bapa. Kedatangan-Nya memperdamaikan manusia dengan Allah Bapa.

Selamat Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, Tuhan memberkati.

]]>
http://blog.sabda.org/2016/12/23/video-nite-natal-sabda/feed/ 0
Rapat Kerja YLSA 2016: Penyertaan dan Pemeliharaan Tuhan bagi SABDA http://blog.sabda.org/2016/12/13/rapat-kerja-ylsa-2016-penyertaan-dan-pemeliharaan-tuhan-bagi-sabda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rapat-kerja-ylsa-2016-penyertaan-dan-pemeliharaan-tuhan-bagi-sabda http://blog.sabda.org/2016/12/13/rapat-kerja-ylsa-2016-penyertaan-dan-pemeliharaan-tuhan-bagi-sabda/#comments Tue, 13 Dec 2016 00:38:44 +0000 Penulis Tamu http://blog.sabda.org/?p=7746

Oleh: Danang*

Saya sudah lama mengenal pelayanan SABDA, bahkan sudah menggunakan software SABDA sejak versi 2, yang termasuk software pertama yang saya kenal sebagai pengganti Alkitab versi cetak. Software tersebut mempercepat melakukan PA karena ada fitur pencari, kamus, dsb.. Akhir November 2016, saya bergabung menjadi staf SABDA di bagian IT dan saya melihat cukup banyak program kerja yang dilakukan, di antaranya digitalisasi buku-buku, memelihara beragam situs, proyek penerjemahan Alkitab Yang Terbuka (AYT), aplikasi-aplikasi studi Alkitab untuk HP, puluhan media sosial, dan sebagainya. Semua hal itu saya ketahui ketika untuk pertama kalinya saya mengikuti rapat kerja YLSA pada 2 -- 3 Desember 2016. Dalam setiap laporan tim, saya melihat sistem kerja yang bagus dan terukur untuk memelihara proyek-proyek tersebut. Cukup menarik melihat perkembangan SABDA sampai sejauh ini.

SABDA sudah melayani selama 22 tahun, berarti dimulai sebelum masa internet menjadi konsumsi publik secara luas. Sejak awal, SABDA sudah melihat tren masa depan, yaitu umat manusia akan semakin aktif di dunia maya. Penggunaan komputer dan gawai semakin dominan. Ke mana-mana orang membawa gawai untuk melakukan akses ke jaringan internet. Karena hidup manusia tidak bisa lepas dari gawai, maka SABDA Tuhan harus dibawa ke dunia digital supaya generasi digital terus bisa mendengar Suara-Nya yang berseru-seru, memanggil manusia untuk bertobat, dan mengenal Tuhan yang sejati itu. Itulah panggilan Tuhan bagi tim SABDA.

Untuk ini, diperlukan orang-orang yang berdedikasi untuk melakukan panggilan Tuhan ini. Dan, Tuhan banyak mengirim pelayan-pelayan-Nya ke SABDA. Tuhan yang memanggil, Tuhan juga yang akan memperlengkapi, itu salah satu prinsip kebenaran yang diterapkan SABDA. Dalam rapat kerja yang saya ikuti, selain pencapaian yang sudah diraih, saya juga melihat tantangan dan persoalan yang dihadapi. Beberapa hal yang menjadi pergumulan SABDA dari sisi SDM adalah intensitas pergantian staf yang tinggi sehingga menimbulkan kesulitan dalam menetapkan orang untuk proyek-proyek jangka panjang. Untuk itulah, perlunya komitmen kerja 2 tahun untuk menjadi staf fulltimer di SABDA. Saya turut bersyukur karena di tengah-tengah kondisi yang mungkin kurang mendukung tersebut, proyek-proyek SABDA bisa dijalankan dengan baik.

Rapat kerja menjadi agenda tahunan untuk melakukan evaluasi kerja dan perbaikan dari kegagalan sebelumnya. Ada banyak hal yang dievaluasi, secara umum trennya adalah positif. Makin banyak orang memanfaatkan produk-produk SABDA untuk belajar Alkitab. Orang mudah mengakses beragam versi kitab suci, beragam bahasa, beserta semua bahan lain untuk belajar Alkitab, misalnya kamus, ensiklopedia, ilustrasi, bahan-bahan renungan, peta, dan sebagainya. Di samping itu, telah dibuat juga beragam kelompok diskusi di media sosial yang menarik banyak orang untuk aktif terlibat. Jadi, ketika budaya manusia berpindah ke digital, ada banyak orang yang terjangkau supaya mengenal Sabda Tuhan. Hal ini adalah tren pelayanan yang perlu diperhatikan, pelayanan-pelayanan yang tidak mau beradaptasi berkaitan dengan metode akan kesulitan menjalankan visi Amanat Agung. Ada juga komunitas-komunitas digital lain selain SABDA yang juga menangkap visi yang sama. Ada beragam perangkat lunak yang dibuat dengan tujuan supaya orang mudah belajar Sabda Tuhan, demikian pula banyak usaha dari SABDA yang masih berlangsung untuk melakukan digitalisasi buku-buku, kitab-kitab, dan bahan-bahan lain sehingga dengan mudah diakses semua orang dan dibagikan secara gratis. Apa yang diterima dari Tuhan dibagikan secara terbuka supaya orang tidak kesulitan memperolehnya, ini visi yang surgawi. Sebab, orang-orang miskin pun harus bisa memperoleh kebenaran. Bagi orang miskin, memiliki akses kepada gawai pun merupakan sesuatu yang luar biasa, dan akan menjadi persoalan besar apabila mereka masih harus membayar untuk belajar Alkitab.

Raker SABDA ini bisa menjadi cara Tuhan menyatakan pemeliharaan dan penyertaan-Nya dalam pelayanan SABDA. Tuhan tidak meninggalkan SABDA, Dia terus menyertai dan memimpin. Hal ini menjadi pokok kebenaran yang dipegang SABDA untuk terus melayani umat-Nya. Terpujilah Tuhan yang sudah memanggil SABDA dan biarlah segala sesuatu yang dilakukan SABDA memberikan hormat dan kemuliaan bagi nama-Nya. Amin. Haleluya.

]]>
http://blog.sabda.org/2016/12/13/rapat-kerja-ylsa-2016-penyertaan-dan-pemeliharaan-tuhan-bagi-sabda/feed/ 0
Pengalaman Mengikuti KKR Natal Pdt. Stephen Tong http://blog.sabda.org/2016/12/09/pengalaman-mengikuti-kkr-natal-pdt-stephen-tong/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pengalaman-mengikuti-kkr-natal-pdt-stephen-tong http://blog.sabda.org/2016/12/09/pengalaman-mengikuti-kkr-natal-pdt-stephen-tong/#comments Fri, 09 Dec 2016 07:55:28 +0000 Penulis Tamu http://blog.sabda.org/?p=7739

Oleh: Maskunarti*

Shalom, perkenalkan nama saya Maskunarti Wahyu Budiarti. Saya saat ini masih menjadi staf masa percobaan di SABDA. Pada kesempatan kali ini, saya mau membagikan berkat ketika saya mengikuti KKR Natal Pdt. Stephen Tong. KKR Natal tersebut diadakan pada Jumat, 2 Desember 2016, di Hotel Best Western Premiere Solo Baru, pada pukul 18.00. Kala itu, aku dan teman-teman baru saja melaksanakan Rapat Kerja Tahunan hari pertama di SABDA. Seusai Rapat Kerja, kami langsung bergegas menuju KKR Natal. Ada yang mengendarai motor dan ada yang naik mobil. Aku dan teman-teman segera menuju Hotel Best Western Solo Baru. Kami mengejar waktu karena para staf SABDA dipercaya untuk bertugas sebagai usher, kolektan, dan petugas parkir, jadi kami semua harus tiba di sana lebih awal untuk briefing terlebih dahulu dengan panitia KKR Natal.

Bersyukur saat itu cuaca cerah. Sekalipun aku dan teman-teman kecapaian karena habis mengikuti Rapat Kerja Tahunan SABDA, kami tetap bersukacita karena bertugas melayani DIA, Tuhan yang begitu baik. Setibanya kami di Best Western Solo Baru, aku dan teman-teman langsung bersiap diri sesuai dengan tugas kami masing-masing. Yang bertugas sebagai usher dan kolektan adalah aku sendiri, Mbak Evie, Mbak Okti, Mbak Elly, Mbak Indah, Mbak Tika, Ria, Mas Ariel, Ayub, Pio, dan Jordan. Untuk teman-teman yang bertugas di bagian parkir ada Mas Andre, Mas Aji, Mas Hadi, Mas Danang, Ody, dan Lukas. Jemaat pun satu-satu berdatangan hingga kursi terpenuhi seluruhnya. Hingga tibalah saatnya KKR Natal tersebut dimulai. Lagu-lagu pujian kami lantunkan bersama-sama dengan dipimpin oleh liturgos serta iringan bunyi piano yang membuat suasana ibadah KKR Natal berlangsung khidmat. Lalu, tiba saatnya Pdt. Stephen Tong naik ke mimbar untuk menyampaikan kebenaran firman Tuhan. Ada banyak hal yang aku dapat ketika mengikuti KKR Natal ini.

Aku kembali mengenang saat-saat terindah dalam hidupku, ketika aku boleh menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat hidupku. Firman-Nya begitu indah seperti yang tertulis dalam Yohanes 1:1,4 dan 14, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah .... Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia .... Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran". Ya, betapa bersyukurnya aku karena hanya oleh anugerah-Nya semata, aku boleh diizinkan untuk mengetahui tentang kebenaran itu sendiri.

Dikatakan juga dalam KKR Natal tersebut bahwa ketika kita sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat bukan lantas semuanya usai. Ada kehidupan lanjutan yang juga perlu kita bagikan bagi orang lain, khususnya kebenaran dari firman itu sendiri yang harus kita bagikan. Kita dituntut untuk hidup yang memberikan nilai guna bagi sesama kita. Ketika kita hidup, kita tidak hanya sekadar hidup. Karena jikalau kita hidup di dunia ini sekadar hidup, maka kita tidak jauh beda dengan binatang sapi. Hewan sapi semisal, sapi itu hidup, makan, berkembang biak lalu mati .... Yaaa, hidup sapi itu tak ada tujuan bukan? Hidup berguna bagi sesama berarti kita harus menjadi terang bagi sesama. Sama seperti lilin yang menyala dalam kegelapan sehingga lilin itu begitu memberi dampak di tengah kegelapan. Sebagai sebuah perenungan, sudahkah kita menjadi lilin dalam kegelapan?

Kiranya Allah sendiri yang memampukan kita untuk terus dipakai sebagai pembawa terang. Bagi Dia segala kemuliaan. Tuhan Yesus memberkati.

]]>
http://blog.sabda.org/2016/12/09/pengalaman-mengikuti-kkr-natal-pdt-stephen-tong/feed/ 0