Blog SABDA
5Oct/182

Selamat Ulang Tahun SABDA!

Oleh:

Pada 1 Oktober 2018, semua staf berkumpul untuk ibadah doa ucapan syukur dalam rangka ulang tahun YLSA ke-24. Acara ibadah ini merupakan awal dari rangkaian acara yang dipersiapkan untuk merayakan ulang tahun YLSA sepanjang Oktober 2018. Untuk itu, setiap staf diminta untuk membagikan tentang arti SABDA menurut mereka dan ucapan syukur kepada Tuhan dalam kesaksian doa. Saya sudah membayangkan bahwa suasana akan penuh dengan sukacita bercampur haru karena masing-masing staf akan menyaksikan kebaikan Tuhan dalam pelayanan di YLSA. Jika berbicara tentang kebaikan Tuhan di YLSA, tidak mungkin tidak, kami akan merasakan kasih-Nya yang besar sehingga rasa haru, bahkan air mata, tidak dapat disembunyikan lagi. Namun, satu hal yang pasti, hati penuh sukacita. :)

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
12Apr/183

Ibu-Ibu di Dapur YLSA

Oleh:

Oleh: Davida

"Kami juga berdoa untuk ibu-ibu di dapur yang telah menyiapkan makan siang pada hari ini, kiranya Tuhan Yesus memberkati mereka ...."

Kalimat di atas hampir selalu terucap oleh staf SABDA yang mendapatkan giliran berdoa sebelum kami menyantap makan siang. Ya, kami menyadari bahwa tanpa tangan-tangan para ibu yang sudah mengolah bahan-bahan mentah dari pasar, kami tidak dapat menyantap makan siang untuk memulihkan tenaga kami. Ada empat orang ibu yang menolong pekerjaan-pekerjaan rumah tangga di YLSA. Dua orang ibu, yaitu Ibu Reso dan Mbak Dikem, bertugas untuk meracik bahan-bahan mentah, memasaknya, dan menghidangkannya untuk staf SABDA. Sementara itu, dua ibu lainnya, yaitu Mbak Ros dan Mbak Tiwi, memiliki tugas utama yang lain di luar tugas memasak. Namun, terkadang, mereka berdua juga terjun ke dapur untuk membantu memasak apabila Ibu Reso atau Mbak Dikem berhalangan masuk.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
26Mar/180

Roadshow SABDA di Tana Toraja: “Pelayanan Digital untuk Generasi Digital”

Oleh:

Oleh: Davida

Sejak 1994, Tuhan telah memimpin YLSA untuk berfokus pada pelayanan digital. Meskipun pada saat itu teknologi digital belum dikenal di Indonesia, bahkan internet pun belum masuk, dengan jelas Tuhan menyatakan kepada pendiri YLSA untuk mulai mempersiapkan bahan-bahan dengan cara mengetik semua bahan mentah yang kami dapatkan dari beberapa mitra, lalu memprosesnya secara digital. Bahan-bahan yang kami ketik pada awal pelayanan YLSA adalah Alkitab dan bahan studi Alkitab. Hal ini mengingatkan saya akan cerita Nuh yang membuat bahtera di daratan. Ketika banjir besar tiba, keluarga Nuh selamat karena perkenanan Tuhan dan karena Nuh taat untuk membuat bahtera walaupun belum melihat awan hujan. Saya bersyukur kepada Tuhan karena Ia menolong staf YLSA mula-mula untuk setia dan tekun mengerjakan "proyek masa depan" Tuhan bagi bangsa Indonesia. Ketika teknologi digital akhirnya muncul, YLSA sudah siap dengan bahan-bahan digital untuk diintegrasikan dengan semua bentuk pelayanan digital yang ada hingga saat ini.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
19Dec/170

Rapat Kerja YLSA 2017/2018:Tuhan yang Menopang dan Menyertai

Oleh:

Oleh: Davida dan Yulia

Mulai pertengahan November 2017, saya melihat suasana di kantor Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) terlihat sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Setiap divisi dan tim pelayanan juga mulai lebih sering rapat. Suasana PA staf pun berbeda dari biasa. Untuk lebih dari seminggu, kami banyak membahas tentang persiapan rohani dan pikiran tentang apa yang Tuhan taruh dalam hati kami. Semua ini kami perjuangkan untuk mempersiapkan Rapat Kerja (Raker) YLSA yang akan diadakan pada 12 -- 13 Desember 2017. Setelah berdoa dan berjibaku dengan berkas-berkas laporan dan rencana tahun depan, hari H yang ditunggu pun akhirnya tiba.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
9Aug/171

+TED@SABDA: PEMURIDAN ABAD 21

Oleh:

Oleh: Davida

Tiga tahun terakhir dari masa hidupnya 33 tahun di dunia, Yesus memfokuskan pelayanannya untuk memuridkan 12 murid-Nya supaya mereka bisa melanjutkan tugas pelayanan yang telah dimulai-Nya di bumi. Sebelum Yesus naik ke surga, Dia memberikan perintah untuk menjadikan seluruh bangsa murid-Nya. Perintah ini berlaku bagi kita semua sampai hari ini, abad ke-21 ini. Sayangnya, masih banyak orang percaya dan gereja yang tidak melihat perintah ini sebagai panggilan utama orang percaya. Seiring perkembangan zaman, Amanat Agung Tuhan Yesus ini gaungnya semakin hilang dari pendengaran kita. Seorang yang sudah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus dipanggil untuk menjadi murid-Nya supaya mereka pun bisa memuridkan orang lain. Seharusnya, ini menjadi hal yang alami terjadi dalam kehidupan pengikut Kristus sejati.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Halaman 1 dari 5123...Akhir »

© 2009-2015 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran