Blog SABDA
13Dec/184

Pengalaman Bergulat dengan Proyek Komik Super Bible dari Kingstone

Oleh: *Nikos

Natal sudah di depan mata. Biasanya, saya sudah mencium aroma Natal ketika sudah memasuki bulan yang berakhiran “ber”. Dalam salah satu bulan dengan akhiran “ber” tersebut, saya bersyukur bisa diterima di SABDA dan terlibat dalam salah satu proyek baru mereka, yaitu proyek komik Super Bible dari Kingstone. Proyek yang dimulai SABDA sejak April ini melibatkan beberapa staf dengan beberapa proses pengerjaan. Ketika saya baru bergabung, saya lebih dikonsentrasikan ke proses penerjemahan teks komik karena latar belakang pendidikan saya yang relevan untuk tugas tersebut. Namun, karena tim proyek komik memutuskan untuk berkonsentrasi penuh mengerjakan bagian-bagian komik yang bertemakan Natal, saya akhirnya juga mulai dilibatkan dalam tim desain. Dalam tim ini, saya diberi tugas untuk “text-entering“, yaitu proses memasukkan kalimat terjemahan bahasa Indonesia ke “word-balloon” dalam komik asli yang berbahasa Inggris. Selain itu, saya dan beberapa staf juga diberi tanggung jawab untuk mengelola komunitas komik, baik itu di Facebook, Twitter, Instagram, maupun Pinterest. Saya juga sempat mengambil bagian dalam pengisian suara untuk beberapa tokoh komik yang bukunya dianimasikan. Pada kesempatan ini, saya akan berbagi cerita mengenai pengalaman saya dalam proyek ini.

Selama saya berkuliah dahulu, saya sangat jarang menerjemahkan bahan-bahan (buku atau artikel) yang bernuansa Alkitab atau kekristenan. Namun, kali ini berbeda. Saya dihadapkan dengan dua hal yang selama ini tidak pernah saya temukan secara bersamaan, yaitu komik dan Alkitab. Alkitab bergambar atau Alkitab ilustrasi mungkin lebih akrab di telinga saya karena saya dahulu juga sering membaca model Alkitab seperti itu waktu kecil. Saya lumayan menyukai komik, tetapi lebih ke arah “manga” Jepang. Saya suka “artwork”, alur cerita, dan juga gaya bahasa yang dipakai di dalamnya. Sebelum saya masuk ke SABDA, dan berjumpa dengan komik Alkitab Super Bible (yang terdiri dari 72 buku dan terbagi menjadi dua bagian, yaitu kisah-kisah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), belum pernah terpikirkan di benak saya bahwa membaca Alkitab bisa begitu menyenangkan. Ketika saya menerjemahkan teks, baik percakapan maupun narasi, saya merasa ada sesuatu yang berbeda dengan komik ini. Buku-buku ini menuntun saya untuk mendalami Alkitab dengan lebih dalam, tetapi tetap menyenangkan dengan adanya ilustrasi gambar yang keren. Sebelum ini, saya memang kurang rajin membaca Alkitab. Namun, setelah proses penerjemahan yang saya lakukan hampir setiap hari, secara perlahan, literasi Alkitab saya berkembang. Dalam menerjemahkan teks komik, saya belajar bahwa Alkitab itu tidak terbatas teks saja, tetapi juga bisa melalui media lain, di antaranya gambar. Di awal, saya sempat mengalami kesulitan dalam memahami ceritanya, sebab pengetahuan saya tentang cerita di Alkitab tidak terlalu luas. Contohnya, ketika saya menerjemahkan kisah Daniel. Dalam cerita Daniel, saya menemukan hal-hal baru, seperti nubuat Daniel, mimpinya tentang hewan-hewan mengerikan, dan hal-hal lain yang ternyata berkaitan dengan kisah Tuhan Yesus Kristus di Perjanjian Baru. Selain itu, saya juga jadi lebih sering membaca Alkitab secara urut karena teks komik yang saya terjemahkan memiliki alur yang serupa; pasal per pasal, ayat per ayat. Secara tidak sadar, saya justru melakukan PA (pendalaman Alkitab) sambil menerjemahkan. Saya juga merasa bahwa ini akan menjadi media yang sangat bagus untuk penjangkauan anak-anak muda, terlebih bagi mereka yang suka membaca komik atau suka dengan gambar dan grafis.

Selain penerjemahan, saya juga mulai dilibatkan dalam tim desain. Sejauh ini, saya baru mendapat tugas untuk melakukan “text entering“. Salah satu kesulitan yang paling nyata adalah proses “fiting text to balloon” (menyesuaikan panjang dan pendeknya teks ke balon kata). Saya juga terlibat dalam proses “dubbing” (penggantian suara/audio dari bahasa sumber ke bahasa target) beberapa tokoh untuk salah satu komik yang berjudul “Kristus 1”. Untuk tugas ini, kesulitannya terletak pada cara saya mengolah suara agar bisa cocok dengan tokoh yang saya perankan sekaligus kesesuaiannya dengan situasi yang sedang terjadi di sekitar tokoh yang perkataannya saya alih suarakan. Bersama beberapa staf, saya juga ditugaskan untuk mengelola komunitas komik yang aktif di beberapa media sosial. Itu berarti, saya juga terlibat dalam penyediaan bahan grafis dan teks untuk diunggah ke akun komunitas komik.

Saya bersyukur karena dalam salah satu momen hidup ini, saya boleh mendapatkan tugas yang sangat bernilai. Saya juga tersadar bahwa Tuhan tidak akan pernah kehabisan cara untuk menuntun kita mengabarkan Kabar Baik bagi orang-orang yang masih belum percaya. Salah satu nama besar di dunia komik Marvel, Stan Lee, pernah berujar, “Comic books to me are fairy tales for grown-ups.” Kalau komik duniawi saja bisa membuat orang-orang terpengaruh dan bahkan bertumbuh, seharusnya komik Alkitab juga bisa melakukan hal yang sama atau bahkan lebih dari itu. Ladang yang baik akan menumbuhkan hasil yang baik, kalau dikerjakan oleh pekerja yang baik pula. Bagi teman-teman di tim proyek komik, semangat! Bagi para pembaca yang terkasih, selamat membaca hasilnya! Tuhan Yesus memberkati.

Tentang Penulis Tamu

telah menulis 118 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (4) Trackbacks (0)
  1. Pelayana yang Tuhan percayakan bagi SABDA terus menerus bertambah dan bagi setiap orang yang mengerjakannya terus bersemangat ya. Karena Tuhan akan terus pakai dan terus percayakan semakin besar dan dahsyat lagi. Immanuel!

  2. yang sama atau bahkan lebih dari itu. Ladang yang baik akan menumbuhkan hasil yang baik, kalau dikerjakan oleh pekerja yang baik pula. Bagi teman-teman di tim proyek komik, semangat! Bagi para pembaca yang terkasih, selamat membaca hasilnya! Tuhan Yesus memberkati.PHOTO EDITING

  3. Keren! Komik sebagai bahan pendekatan Alkitab merupakan hal yang sangat baru bagi saya, dan ini merupakan pergerakan yang baik untuk menarik minat masyarakat muda untuk melakukan studi Alkitab. Semangat dalam proyek komiknya, TYB!

  4. Melalui kisah Alkitab yang dituangkan dalam bentuk komik menurut saya adalah suatu inovasi baru yang dapat menarik minat generasi muda untuk mempelajari kisah Alkitab. Semangat bagi tim yang terlibat dalam projek komik ini, semoga dengan mengerjakan projek komik ini dapat memberkati tim komik, dan juga memberkati seluruh pembaca, GBU


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.

© 2009-2015 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran