Pelatihan Software SABDA dan #Ayo-PA! di STT INTHEOS

Pendalaman Alkitab adalah hal yang penting untuk seorang mahasiswa/i teologi. Tidak hanya dibekali dengan materi teori-teori kekristenan yang memenuhi isi kepala, tetapi juga kebutuhan rohani dengan membaca dan mendalami firman Tuhan. Hal itu perlu agar ada keseimbangan pengertian teori kekristenan dan pemahaman akan firman Tuhan. Inilah yang diharapkan terekspresi dalam tindakan ketika melayani ataupun menjalani kehidupan sehari-hari.
SABDA berkesempatan melakukan pelatihan Bible Study dengan alat-alat studi Alkitab dari SABDA (Software SABDA dan
aplikasi Android) untuk PA. Pelatihan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menerima materi Pendalaman Alkitab dengan menggunakan Software SABDA bagi mereka yang memiliki dan membawa laptop. Sementara itu, kelompok kedua menerima materi Pendalaman Alkitab dengan aplikasi Android (Alkitab, Kamus Alkitab, AlkiPEDIA, Tafsiran Alkitab, dan Peta Alkitab) bagi mereka yang membawa gawai pintar (smartphone). Sehari sebelum pelatihan, saya berkesempatan melihat kondisi tempat untuk mempersiapkan proses pelatihan esok hari -- melihat posisi stop kontak (colokan listrik), kondisi gedung, jarak stop kontak, dan alat-alat pendukung presentasi. Rupanya, keadaan tempat ini tidak jauh berbeda dengan keadaan empat tahun yang lalu, ketika saya masih menimba ilmu di sini, jadi saya cukup tahu kondisi lapangan. Setelah pengecekan kondisi tempat dirasa cukup, kami pulang kembali ke kantor untuk memberi laporan dan menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk pelatihan esok hari.

Pengalaman Mengikuti Pelatihan Pembuatan Alat Studi Alkitab dalam Bahasa Suku

Pada 17-21 Februari 2020, saya bersyukur menjadi peserta Pelatihan "Making Bible Study Tools in Your Language" selama satu minggu di Griya SABDA. Wah, ini adalah pengalaman luar biasa karena pertama kalinya saya menghabiskan waktu seminggu untuk membuat alat studi Alkitab dengan teman-teman dari berbagai suku di Indonesia, yaitu Batak, Jawa, Rote, Papua, Toraja, Nias, Makasar, Sunda, dsb..

Pelajaran dari TED-Mini di YLSA: Dua Kebohongan yang Menakutkan

Mengakhiri Januari 2020 dengan excitement tinggi setelah berhasil melewati bulan pertama tahun 2020. Awal Februari, saya langsung dihadapkan dengan kebiasaan yang lumayan baru di kantor, yaitu presentasi TED-Mini. Sebenarnya, kebiasaan positif ini sudah berlangsung sejak tahun 2019 lalu (atau mungkin malah sudah ada sejak sebelum saya bergabung di sini). TED-Mini sendiri kurang lebih terinspirasi oleh kegiatan TEDx/talk (Technology, Entertainment, and Design), yang dimulai di Amerika pada tahun 1984. Semangat dari kegiatan TEDx/talk sendiri adalah Ideas Worth Spreading, yang berarti "sebuah ilmu atau ide akan lebih berguna apabila dapat disebarkan kepada banyak orang". Semangat inilah yang agaknya coba diadaptasi oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), secara khusus guna menanamkan kebiasaan melakukan riset serta meningkatkan kecakapan berbicara di depan publik (public speaking) untuk para staf di dalamnya. Meskipun hampir serupa dengan prinsip TED pada umumnya, yaitu "berbagi ide/ilmu apa pun", tetapi bedanya, TED-Mini di YLSA haruslah mengandung "nilai kebenaran dari Allah" (meskipun tidak selamanya harus tentang Alkitab dan Alkitab). Jadi, materi TED-Mini tidak hanya memuaskan sisi kognitif para audiens, namun juga bisa diambil pelajarannya. Setelah memaparkan terms and conditions pada pertemuan sebelumnya, hari Senin, 3 Februari 2020, pemateri pertama maju ke depan membawakan sebuah video dari Pastor Francis Chan bertajuk "Dua Kebohongan yang Menakutkan". Blog ini ditulis sebagai bentuk tanggapan sekaligus refleksi saya setelah menyaksikan video tersebut.

Staf YLSA Mengikuti Training “Talent is Never Enough”
Oleh: Tika
Pada 22 -- 23 Juli 2017, saya beserta tiga rekan kerja saya di SABDA, yaitu Evie, Liza, dan Hadi, mendapat kesempatan untuk kembali mengikuti training kepemimpinan, training ini merupakan hasil kerja sama tim EQUIP dan tim TOTAL (Training and develOpment for TodAy Leader). Tema kali ini berjudul "Talent is Never Enough". Ini adalah tema terakhir dari enam seri tema training kepemimpinan yang diambil dari buku dan modul John C. Maxwell. Namun, bagi peserta yang belum mengikuti seluruh seri training ini, masih ada kesempatan untuk mengikutinya pada kesempatan berikutnya karena training ini akan terus berulang. Sementara itu, bagi peserta yang sudah menyelesaikan keenam training tersebut, seperti Evie dan Hadi, mereka mendapatkan mandat untuk membagikan ilmu yang didapat kepada orang lain dan ada kesempatan untuk mendapatkan sertifikat dari John C. Maxwell.

Kreatif, Konsisten, dan Komitmen: Kunci Pelayanan di Situs Berbagi Video
Oleh: Rinto Ari N*
Saya mengaminkan bahwa firman Tuhan senantiasa tepat dan relevan di segala keadaan dan zaman. Akan tetapi, teknologi dan gaya hidup terus berubah dengan cepat. Karena itu, menurut saya, media penyampaian kebenaran firman Tuhan harus terus dikembangkan supaya bisa diterima oleh zamannya, contohnya, saat ini kita harus bisa beradaptasi dengan perkembangan di dunia maya. Tren demi tren silih berganti mewarnai dinamika dunia maya. Mulai dari penggunaan email, situs, media sosial (medsos) hingga situs berbagi video, semuanya terus mewarnai kehidupan masyarakat saat ini.

Staf YLSA Mengikuti Training Leadership “Thinking for a Change”
Oleh:Bara*
Training Leadership kembali diadakan oleh EQUIP dan TOTAL pada tanggal 30 -- 31 Juli 2016 yang lalu dengan tema "Thinking for a Change". Ini kali kedua saya mengikuti training leadership yang didasarkan dari buku dan modul dari John C. Maxwell setelah Januari 2016 yang lalu. Waktu itu, saya beserta tim Exodus diutus YLSA untuk mengikuti training leadership bersama dengan beberapa staf YLSA . Seperti yang lalu, training ini diadakan selama dua hari dengan membagi materi ke dalam enam sesi training yang dibawakan secara bergantian oleh Pak Paulus Winarto dan Pak Sunjoyo.

Roadshow #Ayo_PA! di Wisma Pojok, Yogyakarta
Untuk kesekian kali, Yayasan Lembaga SABDA melakukan roadshow #Ayo_PA! Kali ini, roadshow diadakan di Wisma Pojok yang berlokasi tepatnya di dusun Condong Catur kecamatan Depok, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tim roadshow terdiri dari lima orang. Selain saya, ada Andreas, Ayu, Bu Yulia sebagai pembicara, dan Jessica, putri Bu Yulia. Tim SABDA datang ke "kota gudeg" dengan menggunakan KA Prameks, dan dijemput oleh Pak Haryanto, panitia GKI Ngupasan untuk menuju wisma tersebut. Kami datang pukul 07.30 pagi dan saat itu acara sudah dimulai. Ibu Lenny sedang membahas hal-hal teknis pelaksanaan program PA yang akan mulai dijalankan di GKI Ngupasan bulan Agustus ini. Apa yang akan disampaikan Bu Yulia dimaksudkan untuk melengkapi mereka dengan metode PA. Hanya saja mungkin mereka tidak bermimpi bahwa yang akan SABDA ajarkan bukan hanya metode PA, tetapi juga bagaimana menggunakan gadget/smartphone untuk ber-PA.

@SABDA: Pelatihan Digital Ministry
Oleh: Bara*
Hari Rabu -- Minggu, tanggal 13 -- 17 Juli 2016 yang lalu, rekan-rekan dari GRII Karawaci datang ke kantor Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) untuk mengikuti Pelatihan Digital Ministry. Selama lima hari, dari pagi hingga malam, sekitar 12 orang dari GRII Karawaci bergulat dengan ide, konsep, dan aplikasi dari Digital Ministry. Acara dimulai dengan memberikan tiga pertanyaan kepada peserta: "Menurut Anda, apa itu Digital Ministry? Ekspektasi apa yang Anda miliki ketika memutuskan untuk datang ke pelatihan ini? Hal apa yang ingin Anda pelajari selama pelatihan lima hari di YLSA?" Pertanyaan-pertanyaan ini digunakan untuk membuat suatu common ground di antara semua peserta pelatihan dan staf. Presentasi pertama yang diberikan adalah tentang #ayo_PA! oleh Ibu Yulia dan Mbak Evie. Presentasi #ayo_PA! dilakukan di awal acara supaya peserta memahami latar belakang, visi dan misi Gerakan #ayo_PA! sehingga mereka bisa siap berbagi #ayo_PA! ke beberapa tempat di Solo sebelum pulang ke Jakarta.

Liputan Latihan Persiapan Roadshow Tim #Ayo_PA!
"Gagal melakukan persiapan berarti mempersiapkan kegagalan." (Benjamin Franklin)
Senada dengan kutipan di atas, Yayasan Lembaga SABDA selalu berusaha melakukan persiapan sebaik mungkin untuk kegiatan roadshow di mana pun itu. Tidak peduli roadshow untuk skala besar atau kecil, semua didahului dengan persiapan yang matang. Tujuannya bukan hanya agar tim yang bertugas bisa melakukan pelayanan dengan baik, tetapi yang terutama adalah agar dapat memberikan yang terbaik bagi Tuhan yang kami layani. Dengan begitu, setiap peserta roadshow juga dapat menikmati berkat melalui pelayanan yang kami lakukan.

#Ayo_PA di PPA Sorogenen: PA untuk Generasi Digital
Oleh: Ayu*
Pada bulan Mei 2016, YLSA mulai mencanangkan gerakan #Ayo_PA. Gerakan ini bertujuan untuk menolong remaja dan pemuda Kristen menggunakan gadgetnya dengan benar, terutama untuk belajar firman Tuhan. Kegiatan pertama gerakan #Ayo_PA dilakukan dalam bentuk presentasi dan pelatihan singkat untuk melakukan PA dengan gadget kepada remaja di PPA GKI Sorogenen, Surakarta, pada tanggal 2 Mei 2016.
