Roadshow #Ayo_PA! dalam Acara Youth Refreshing Camp GUPdI
Oleh: Ayu*
Beberapa hari sebelum raker mini, YLSA mendapatkan informasi bahwa kami diberi kesempatan untuk menyampaikan tentang #ayo_PA! kepada peserta "Pembekalan dan Kenaikan Jenjang PDP, PDM, dan PDT Sinode Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPdI)" dan peserta "Youth Refreshing Camp Sinode GUPdI" pada 22 Juni 2016 di Sarangan (Tawangmangu).
Karena cukup mendadak, maka Bu Yulia yang akan membawakan presentasi dan saya serta Jessica membantu booth dan instalasi. Kami berangkat pukul 07.00 pagi. Dalam perjalanan, kami melakukan briefing tentang apa saja yang perlu kami lakukan di acara ini. Rencananya, Bu Yulia akan terlebih dahulu menyampaikan presentasi untuk peserta "Pembekalan dan Kenaikan Jenjang PDP, PDM, dan PDT Sinode GUPdI" pada pkl. 10.00, lalu lanjut ke acara "Youth Refreshing Camp" untuk pemuda pada pukul 11.30.

Satu Tahun yang Ajaib di YLSA
Oleh: Hossiana*
Tidak terasa sudah hampir satu tahun lamanya saya bergabung di Yayasan Lembaga SABDA untuk bekerja dan melayani Tuhan dalam dunia digital. Saya percaya, jika saya bisa berada di tempat ini, itu semata-mata bukan karena keputusan yang saya buat, melainkan karena campur tangan Tuhan Yesus yang luar biasa dalam diri saya.

SABDA MENCANANGKAN GERAKAN #AYO_PA!
Oleh: Aji + Yulia
Beberapa waktu ini, saya dan teman-teman di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) disibukkan dengan perancangan sebuah kampanye untuk gerakan mencintai dan memahami Alkitab yang dinamakan #Ayo_PA! Seperti namanya, kampanye ini pada intinya ingin mengajak orang percaya, khususnya kaum muda, untuk kembali memiliki kebiasaan ber-PA (pemahaman Alkitab), dengan fokus pada penggunaan alat digital, dalam hal ini adalah gawai smartphone. Kampanye ini dirasa mendesak karena pemakaian gawai smartphone sudah begitu marak, tetapi umumnya hanya untuk bersosialisasi, entertainment atau hal lain yang membuang banyak waktu, tak terkecuali oleh anak-anak Tuhan. Melalui kampanye #ayo_PA! YLSA tergerak untuk memberi pemahaman bahwa gawai seharusnya digunakan untuk pelayanan, terutama untuk belajar firman. Yang terutama, YLSA ingin mengampanyekan hal-hal yang bersifat lebih dasar seperti apa pentingnya melakukan PA dan bagaimana melakukannya dengan cara-cara yang relevan pada abad ini.

#Ayo_PA di PPA Sorogenen: PA untuk Generasi Digital
Oleh: Ayu*
Pada bulan Mei 2016, YLSA mulai mencanangkan gerakan #Ayo_PA. Gerakan ini bertujuan untuk menolong remaja dan pemuda Kristen menggunakan gadgetnya dengan benar, terutama untuk belajar firman Tuhan. Kegiatan pertama gerakan #Ayo_PA dilakukan dalam bentuk presentasi dan pelatihan singkat untuk melakukan PA dengan gadget kepada remaja di PPA GKI Sorogenen, Surakarta, pada tanggal 2 Mei 2016.

SABDA Mengikuti Seminar Media Internal
Oleh: Aji*
Pengelolaan media sebuah organisasi haruslah dikerjakan secara profesional berdasarkan perencanaan yang matang. Media internal adalah corong organisasi untuk menyampaikan pesan-pesan bagi "stakeholder" dan khalayak pendukung organisasi. Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) juga memiliki media internal (Berita YLSA) untuk menjangkau para sahabat dan pendukung yayasan. Inilah salah satu alasan mengapa Ibu Yulia, Ketua Yayasan Lembaga SABDA, tertarik untuk ikut dalam seminar "Mengelola Media Internal" yang diadakan pada 30 -- 31 Maret 2016 lalu di Griya Solopos. Saya diajak Ibu Yulia untuk ikut karena kami berdua didaulat untuk bisa membagikan kembali apa yang kami dapatkan kepada semua staf YLSA yang tidak ikut (dengan begitu, kami bisa menghemat biaya).

Perpisahan dengan Staf Magang
Oleh: Ariel Wicaksono*
Sabtu, 27 Februari 2016. Cuaca mendung tidak menghalangi para staf YLSA untuk mengadakan persekutuan staf. Persekutuan kali ini tidak seperti persekutuan biasanya karena kali ini sekaligus "merayakan" perpisahan dengan mahasiswa magang (Cleming, Steven, Bara, dan Alex). Persekutuan diadakan di rumah Bara..

Belajar Melayani dan Bekerja di YLSA
Oleh: Bara Okta Pratista Johannanda*
Dua bulan saya berkesempatan mencicipi bagaimana rasanya magang di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), mulai dari 4 Januari sampai 27 Februari 2016. Pada waktu mencari dan mengajukan tempat magang di kampus, Yayasan Lembaga SABDA sudah menjadi salah satu pilihan tempat magang saya. Sejak masih kecil, saya sudah sering mendengar tentang SABDA dan sudah ada beberapa CD Software SABDA di rumah saya sehingga nama "Yayasan Lembaga SABDA" bukanlah nama yang asing bagi saya (meskipun ternyata saya masih tidak mengerti apa saja bentuk bahan dan pelayanan dari YLSA).

Penyertaan Tuhan dalam Proses Magang
Oleh: Cleming Tedjokusumo*
Pemeliharaan dan penyertaan Tuhan selama proses magang di SABDA sangat terasa nyata, bahkan sebelum saya mulai magang. Berawal dari sharing kakak kelas, Kevin Fidelis yang baru saja pulang menyelesaikan magangnya di SABDA. Pada saat itu, saya merasakan panggilan Tuhan yang jelas untuk saya magang di SABDA ini. Sementara teman-teman seangkatan sibuk mencari tempat magang, saya sudah mengirimkan lamaran magang kepada pihak SABDA dan singkat cerita saya diterima untuk magang selama dua bulan. Pergumulan mulai muncul ketika saya tidak dapat menemukan teman yang mau ikut magang bersama saya di SABDA. Banyak yang beranggapan kota Solo terlalu jauh. Pergumulan bertambah lagi ketika saya menerima proyek yang diberikan oleh pihak SABDA. "Simple Cloud Interface yang Dilengkapi dengan Metadata", itulah judul magang yang diberikan kepada saya.

Bertumbuh dan Berkembang di SABDA
Oleh: Steven Sachio*
Nama saya Steven Sachio, mahasiswa dari Teknik Informatika Universitas Kristen Petra Surabaya. Berikut adalah cerita saya mengikuti magang di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Selama 2 bulan mengikuti magang di YLSA, saya merasa sangat beruntung dan merasakan bahwa pengalaman ini adalah berkat dari Tuhan. Jika diceritakan bagaimana saya sampai bisa magang di SABDA, tentu saja semuanya tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Kira-Kira, 3 bulan yang lalu, sekitar akhir November, saya dan Alex mencari tempat magang. Tujuan kami, awalnya mencari tempat magang di sekitar Surabaya saja. Namun, setelah kami mencari tempat, dimulai dari daftar yang diberikan oleh dosen koordinator magang dan mencoba mencari sendiri, tidak satu pun perusahaan yang menerima kami. Ya, mungkin semua merupakan rencana Tuhan untuk saya dan Alex agar kami bisa magang di SABDA. Awalnya, opsi untuk magang di SABDA tidak sedikit pun terpikirkan oleh kami karena jarak yang jauh dari Surabaya.

Pengalaman Magang di SABDA: Indah Pada Waktunya
Oleh: Ignatius Alex Wijayanto*
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku." Yesaya 55:8
Firman Tuhan tersebut terbesit di pikiran saya ketika saya magang di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Hal yang terjadi di hidupku tidak luput dari kedaulatan Tuhan. Sebelumnya, saya tidak memiliki rencana untuk magang di YLSA karena ingin cari yang dekat-dekat daerah Surabaya. Akan tetapi, saya tidak dapat menemukan perusahaan yang mau menerima magang dengan berbagai alasan. Sampai menjelang deadline pengumpulan proposal magang di kampus, saya masih belum mendapat tempat magang, hingga ada teman yang mengajak saya untuk magang di YLSA. Di YLSA, saya diberi kesempatan belajar banyak hal, baik dari segi kemampuan teknis, soft skill, maupun kehidupan rohani.
