Blog SABDA
9Feb/170

Seminar Pembinaan Kristen: Paradoks: Kasih dan Keadilan Allah

Oleh:

Senin sore itu, 23 Januari 2017, sebenarnya saya urung berangkat ke Seminar Pembinaan Iman yang diadakan oleh MRII, Surakarta. Selain karena cuaca buruk akibat sering diguyur hujan, saya juga enggan meninggalkan anak sendirian di rumah. Namun, karena keinginan untuk belajar mengenai "Paradoks: Kasih dan Keadilan Allah" lebih besar dan adanya seseorang yang dapat menemani anak saya di rumah, maka saya pun berangkat. Bersama dengan teman-teman sekantor, Liza, Maskunarti, Hadi, Ayub, Aji, Pioneer, Andre, dan Danang, kami berangkat ke Orient Resto, tempat seminar diadakan. Keputusan saya untuk berangkat adalah keputusan yang tepat karena banyak berkat yang saya terima melalui seminar tersebut. :-)

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
6Dec/162

Thanksgiving: God is Good

Oleh:

"Mengucap syukurlah dalam segala hal. Sebab, itulah kehendak Allah bagimu di dalam Kristus Yesus." 1 Tesalonika 5:18 (AYT)

Kehidupan orang Kristen mesti ditandai dengan ucapan syukur. Itu jelas tertera dalam firman Tuhan, seperti yang tertulis di awal blog ini. Mengapa? Setidaknya, ada dua alasan yang mendasarinya. Pertama, karena karya keselamatan yang sudah dikerjakan Kristus bagi kita. Kedua, karena Tuhan menghendaki agar kita memiliki kemampuan untuk bersyukur dalam setiap waktu dan kondisi, atau dalam bahasa kerennya, attitude of gratitude. Dengan memiliki sikap bersyukur, pandangan kita akan terus terarah pada kebaikan dan pemeliharaan Tuhan, yang selanjutnya akan mengarahkan kita untuk hidup di dalam iman, pengharapan, dan kasih. So, terkait dengan hal itu, setiap tahun, pada hari Kamis terakhir bulan November, pemimpin dan staf YLSA mengadakan acara Thanksgiving di kantor. Meski Thanksgiving awalnya (dan masih) menjadi budaya tahunan yang berkembang dan terjadi di negara Amerika Serikat dan Kanada, tetapi inti dari budaya Thanksgiving, yaitu mengkhususkan satu hari untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan, menjadi satu budaya atau kebiasaan yang juga dikembangkan oleh YLSA dari waktu ke waktu.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
19Aug/160

Berbagi Kerinduan untuk Mencintai Firman Tuhan kepada Digital Natives GKI Mojosongo

Oleh:

Setelah hampir dua tahun tidak melakukan presentasi di luar kantor YLSA, akhirnya tiba juga waktunya bagi saya untuk melakukan presentasi dalam pelayanan roadshow #Ayo_PA! pada tanggal 14 Agustus 2016. Bersama dengan Tika sebagai partner presentasi, Ayu yang bertugas sebagai MC, dan Lukas yang akan merekam jalannya acara, kami pun melakukan briefing dengan tim roadshow #Ayo_PA di SMP Kalam Kudus pada hari Jumat setelah acara Persekutuan Doa selesai. Esoknya, pada Sabtu sore yang (untungnya) cerah itu, kami bertiga berangkat ke TKP di kawasan Ring Road Mojosongo. Acara presentasi Ayo_PA kali ini akan kami lakukan dalam Persekutuan Pemuda GKI Mojosongo.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
11Jul/161

Diskusi FB Grup Bio-Kristi

Oleh:

Bulan Maret 2016, YLSA membuka satu lagi grup diskusi yaitu grup diskusi Bio-Kristi (Biografi Kristiani). Tujuan YLSA membuka grup diskusi ini adalah agar Facebook Grup Bio-Kristi dapat menjadi sarana bagi orang-orang percaya untuk semakin bertumbuh dan menyadari cinta kasih Tuhan melalui kehidupan tokoh-tokoh Kristen yang telah menjadi teladan iman dalam karya dan hidupnya. Lebih lanjut tentang deskripsi, visi, misi, serta aturan dari grup diskusi ini dapat dilihat dalam Deskripsi Facebook Grup Bio-Kristi .

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
15Jun/165

Seminar: Be A Better Parent: Be a Better Dad and Be The Best Mom You Can Be

Oleh:

Dalam budaya Asia, khususnya pada masyarakat Indonesia, bukanlah satu hal yang aneh ketika anak menjadi pusat dan fokus (perhatian) dalam keluarga. Contohnya, jika kita ingin pergi keluar untuk makan, tawaran untuk memilih tempat tujuan jajan/makan pertama-tama ditujukan kepada anak. Atau, ketika seorang ibu memasak dan menyediakan lauk-pauk, seringnya bagian yang terbaik dan terenak diberikan kepada anak. Bahkan, sampai di atas usia lima tahun, anak-anak terkadang masih dibiarkan tidur bersama orangtua karena orangtua tidak tega membuat anak tidur sendiri di kamarnya. Nah, ternyata menurut Ibu Charlotte Priatna, pembicara dari seminar "Be a Better Parent: Be a Better Dad and Be The Best Mom You Can Be", hal-hal itu merupakan budaya dan kebiasaan yang salah dari banyak keluarga. Nyatanya, masih ada beberapa kesalahan atau kekeliruan lagi yang sering kita lakukan, tetapi tidak disadari sebagai suatu kesalahan karena sudah berlaku secara umum. Namun, terus menjalani kekeliruan tersebut tanpa menyadari implikasi dan dampaknya terhadap anak dan masa depannya, tentu saja bukanlah hal yang kita inginkan. Semenjak kecil, anak harus mendapat contoh dan teladan yang benar dalam hal relasi, peran, fokus, tujuan, serta kebiasaan-kebiasaan dari orangtua sehingga kelak mereka pun dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara benar sebagai suami, istri, dan orangtua.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Halaman 1 dari 4123...Akhir »

© 2009-2015 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran