Shalom, Sahabat SABDA. Senang bisa berjumpa kembali melalui blog saya kali ini. Saya ingin berbagi berkat yang saya dapat dari mengikuti diskusi online Growing Together (GT) Februari yang bertema Endless Love. Kenapa temanya ini? Ya, karena memang Februari bertepatan dengan bulan “kasih sayang”. Sepanjang Februari, kami membahas 4 topik dalam 4 minggu diskusi GT, yaitu kasih yang instan, bersyarat, sulit, dan kasih Allah yang tak berkesudahan. Luar biasa!

Sebanyak 53 peserta ikut diskusi dalam grup ini, yang dibagi dalam 2 WA Grup diskusi. Saya menjadi fasilitator diskusi pada minggu pertama dengan topik “kasih yang instan”. Banyak hal yang dibahas dalam diskusi, mulai dari pengertian kasih yang instan sampai pembahasan tentang ayat-ayat Alkitab yang menolong peserta memiliki ketajaman (discernment) untuk membedakan antara “kasih yang instan” dan “kasih yang murni/sejati”. Benar sekali, ada banyak ayat yang dibagikan terkait bagian ini. Ada yang berpendapat bahwa kasih itu bukan performa, tetapi ketulusan (Roma 12:9), kasih itu bertahan (sabar) dan tidak egois (1 Korintus 13), kasih itu nyata dan berdasarkan kebenaran (1 Yohanes 3:18), dan sebagainya.

Pada akhir pekan, kami membahas hal-hal praktis yang akan dilakukan sebagai orang percaya agar tidak terjebak dalam budaya “kasih yang instan”. Mulai dari membangun disiplin hati sebelum merespons, hadir untuk menolong secara konkret, membatasi konsumsi konten yang membentuk emosi dangkal, menggunakan teknologi dengan sadar, dan sebagainya. Bersyukur, semua peserta menyadari langkah-langkah yang tepat agar tidak terjebak dalam kasih seperti ini. Meski ada kesulitan nantinya, bukan berarti hal itu tidak bisa dijalankan. Pasti ada pertolongan Tuhan.

Saya sendiri belajar banyak dalam diskusi ini. Saya harus dapat membangun kebiasaan kasih sejati atau murni yang sudah saya dapatkan melalui pengorbanan-Nya dalam hari-hari saya. Mulai dari hal kecil, misalnya jujur dalam pekerjaan, berkata-kata dengan hikmat, bukan karena emosi sesaat, dan yang lebih penting lagi belajar mengasihi meskipun belum tentu mendapat balasan yang sama. Yang penting, hidup dengan kasih yang murni.

Mungkin itu beberapa hal yang bisa saya sampaikan melalui tulisan ini. Saya berharap seluruh pembaca terus hidup dalam kasih Allah yang tidak berkesudahan itu sehingga kita pun mengasihi tanpa memandang bulu. Jika Sahabat SABDA ingin bergabung dalam diskusi GT selanjutnya, silakan daftar melalui WA di 0821-3313-3315. Bisa juga cek arsip dari seluruh diskusinya di situs Murid21. Sampai bertemu kembali. Tuhan Yesus memberkati.