Blog SABDA
30Sep/113

Jalanku Sampai di YLSA

Saya sebelumnya tidak pernah membayangkan sedikit pun tentang Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), apalagi untuk bisa ikut terlibat melayani di dalamnya. Saya sebenarnya sudah beberapa kali berkunjung ke situs-situs SABDA, bahkan juga pernah mendaftarkan diri menjadi anggota komunitas blogger SABDA Space, walaupun akhirnya tidak pernah aktif. Kebutuhan utama saya browsing adalah untuk mencari artikel-artikel rohani bagi mading (majalah dinding) gereja karena saya penanggung jawabnya. Tapi tidak pernah terpikir apa itu SABDA ? Apa saja yang dikerjakannya? Yang penting bagi saya adalah bagaimana mendapatkan artikel supaya setiap hari Sabtu mading gereja bisa diupdate.

Perjalanan saya mengenal YLSA berawal ketika saya lulus kuliah. Saya bingung mencari pekerjaan. Telah banyak surat lamaran yang saya kirim tapi selalu ada alasan bahwa saya tidak diterima. Saya benar-benar frustasi. Tapi, ternyata Tuhan ikut campur tangan dalam pergumulan saya. Dari seorang teman lama saya mendapat informasi untuk melamar ke YLSA . Jujur saya tidak yakin apakah saya bisa melamar pekerjaan di YLSA karena kriteria yang dicari tidak sesuai dengan kemampuan saya. Tapi teman saya itu terus mendorong, sehingga saya pun memasukkan lamaran. Pada jarak beberapa minggu saya mendapat panggilan untuk mengikuti tes tertulis. Beberapa hari selanjutnya saya diundang lagi untuk mengikuti test wawancara, dan …. saya diterima. Puji Tuhan! Rasanya seperti minum air sejuk di padang pasir… lega….

Saya menjalani masa percobaan 3 bulan di YLSA dan seperti janji saya, saya mau mengerjakan apa saja di YLSA. Tugas pertama yang diberikan ke saya adalah memproses data — istilahnya untuk diwikikan. Setelah itu, saya mulai belajar memproses data untuk OLB (OnLine Bible — Software SABDA) , dll.. Sebagaimana diinformasikan oleh HRD, salah satu syarat kelulusan saya menjadi staf tetap YLSA adalah memberikan presentasi di depan semua staf YLSA. Bahan presentasi adalah apa saja yang berhubungan dengan yang saya kerjakan selama masa percobaan. Menentukan judul presentasi ternyata cukup sulit, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk diputuskan. Akhirnya judul yang disetujui adalah tentang “Katalog Data SABDA”. Untuk mempersiapkannya saya harus mencari dan mendata semua bahan — buku-buku yang dimasukkan ke dalam Software SABDA, juga yang dipasang di situs-situs YLSA . Saya harus mengelompokkan buku yang sudah, sedang, dan akan diproses (didigitalisasi dan di-OLB-kan), termasuk yang macet (sudah lama dikerjakan tapi belum selesai dikerjakan).

Tapi hal yang agak mengganggu pikiran saya adalah jadwal presentasi yang selalu mundur karena ada hal-hal lain yang harus diprioritaskan. Puji Tuhan akhirnya hari presentasi diputuskan. Hari “H” presentasi ternyata diawali dengan beberapa kejadian yang membuat saya jengkel. Pada perjalanan berangkat ke kantor, sepeda saya rusak di jalan. Ketika pindah naik bis, ternyata jalan busnya lambat sekali. Setelah sampai di terminal, baru saya tahu, bahwa bis itu juga sedang rusak. Saya semakin panik. Tapi, saya diingatkan bahwa Tuhan pasti menyertai saya. Jika saya berharap pada pertolongan Tuhan, pasti keadaannya tidak akan bertambah sulit. Akhirnya, saya bisa sampai di kantor dan menyiapkan bahan presentasi di ruang pertemuan.

Mas Hadi membantu saya setting peralatan laptop dan LCD Proyektor. Saya sebenarnya sudah siap untuk presentasi ini, bahkan saya sudah menyiapkan list prediksi pertanyaan yang mungkin akan diajukan peserta presentasi. Tapi semua tidak berjalan seperti yang saya harapkan, mungkin karena hati saya semrawut dan tidak tenang. Walaupun mungkin hasil presentasi lumayan, tapi saya agak kecewa dengan diri saya sendiri karena sebenarnya saya bisa memberikan presentasi lebih bagus. Puji Tuhan, dari seluruh nilai masa percobaan (termasuk presentasi) saya dinyatakan lulus menjadi staf YLSA .

Hari itu saya lalui dengan banyak mengingat apa yang saya lakukan saat presentasi. Saya harap saya (dan staf YLSA yang lain) mendapat sesuatu yang berkesan dari presentasi itu. Saya banyak belajar justru bukan dari presentasinya, tapi dari perjalanan menyiapkan presentasi. Pada saat saya dalam keadaan terburu-buru dan tertekan, saya malah sering melupakan Tuhan dan fokus pada apa yang akan saya hadapi. Puji Tuhan, penyertaan Tuhan selalu ada dan tidak pernah terlambat.

Terima kasih kepada Tuhan, YLSA dan Ibu Yulia serta semua teman yang membantu saya menyiapkan presentasi. Dukungan doa kalian sangat saya hargai. Tuhan memberkati.

Maryadi

Tentang Maryadi

Yonathan Maryadi telah menulis 3 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (3) Trackbacks (0)
  1. Selamat bergabung dengan YLSA, Mas Maryadi. Kembangkan talenta untuk melayani Tuhan di bidang TI. Udah nggak jengkel sama sopir busnya kan? hehe

  2. Kerja yang baik dan benar ya, Yad 🙂

    Pokoknya berikan yang terbaik untuk Tuhan melalui tugas yang kamu kerjakan di YLSA, sekecil apa pun tugas itu. Setiap pada perkara yang kecil, maka Tuhan akan memercayakan perkara-perkara yang besar kepadamu…. 🙂

  3. Selamat bergabung Yadi. Dengerin tuh, apa kata Ibu HRD di atas 🙂 So, selamat melayani di ladang-Nya. GBU


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.

© 2009-2015 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran