Blog SABDA
27Jul/099

Situs Pemuda dan Remaja Kristen: Bukan Sekadar Celah di Dunia Maya

situs_pemuda_dan_remaja_kristen"Siang malam ku terpaku menatap ... online ... online ... dst. ...." Musik iklan salah satu operator seluler itu seolah menggambarkan keseharian baru yang mulai mewabah di kalangan pemuda dan remaja. Membuka situs pertemanan -- chatting, upload foto, blogging -- buka situs kesukaan, akses berita online, serta eksplorasi beragam aktivitas dan informasi telah menjadi kebiasaan sekaligus kekinian bagi kaum muda. Inilah revolusi besar dalam arus informasi dan cara berkomunikasi. Informasi yang tersedia bukan lagi sekadar banyak, namun juga kompleks. Cara berkomunikasi bukan sekadar langsung atau tidak langsung, lisan atau tulisan, tapi ada banyak kombinasi lain yang semakin bervariasi. Rasanya definisi komunikasi bukan lagi kegiatan "menyampaikan pesan", namun sudah kepada usaha untuk "didengarkan" dan "dipakai".

Pemuda dan remaja Kristen Indonesia tentu juga ada dalam fenomena ini. Saya pun bertanya-tanya, saat mereka semakin terlibat dengan dunia baru ini, siapa yang mereka "dengarkan"? Apa yang mereka "pakai"? Tidakkah kita rindu untuk mengusahakan agar pemuda dan remaja "mendengar" dan "memakai" sesuatu yang benar dan bermakna kekekalan? Tidakkah kita juga rindu menggunakan teknologi internet sebagai alat yang efektif untuk menyampaikan "pesan segala zaman" kepada "zaman ini"? Bukankah kita seharusnya semakin rindu terlibat aktif menyampaikan pesan kekekalan ini kepada lebih banyak pemuda dan remaja?

Pergumulan dengan berbagai pertanyaan di atas menggiring saya pada pemikiran adanya wadah -- sebuah situs pemuda/remaja Kristen yang baik. Ini harusnya menjadi suatu keniscayaan. Kata "baik" jelas memiliki penekanan kualitas pada pesannya, kemasannya, dan dampaknya. Adanya sebuah situs yang memiliki sifat interaktif, disukai penggunanya, menjembatani kaum muda Kristen dari berbagai kalangan, memfasilitasi pemakaian teknologi internet modern untuk pelayanan ke generasi ini, menyediakan banyak sumber berkualitas, bahkan memungkinkan pemuda/remaja mengembangkannya sendiri, merupakan impian saya. Bukankah impian dari pemikiran ini wajar namun menantang?

Beberapa pelayan Tuhan mungkin pernah berusaha mewujudkan hal ini. Tanpa menafikan kerja keras mereka, pengalaman menunjukkan bahwa usaha yang terpisah-pisah (sendiri-sendiri) tidak melahirkan dampak yang berarti. Kebanyakan situs yang sudah ada hanyalah celah di dunia maya, jarang dilirik bahkan oleh aktifis pelayanan pemuda/remaja sekalipun. Tentu hal ini dikarenakan oleh beberapa sebab. Selain kebanyakan situs itu tidak interaktif, tampilannya pun sangat seadanya, dan tidak ada promosi. Tapi yang lebih parah lagi, situs-situs tersebut tidak diperbarui (jarang di-update). Jauh berbeda dengan situs pertemanan, musik, film, penyedia games, bahkan situs-situs "perusak moral" yang justru dikelola dengan baik. Apa yang bisa kita lakukan melihat kondisi ini? Ah ... sebenarnya Bapa, Sang Empunya segala pelayanan, memberi kita bukan hanya visi, tapi juga potensi supaya kita bisa melakukan yang lebih baik. Para pemimpin gereja, para pelayan kaum muda, lembaga-lembaga Kristen, para penulis Kristen, bahkan para pengelola situs Kristen, apakah Anda memiliki impian untuk menggarap ladang pelayanan pemuda dan remaja di dunia internet?

Saya bersyukur YLSA menanggapi impian ini dengan sebuah tindakan nyata. Sebenarnya, sejauh ini sudah ada cukup banyak bahan untuk pemuda dan remaja yang disajikan secara tersebar di situs-situs dan publikasi YLSA. Adalah kasih karunia jika Tuhan juga memberikan YLSA potensi untuk menggagas dan memfasilitasi impian akan adanya situs pemuda dan remaja ini. Tapi tentu tidak cukup jika hanya YLSA yang menyediakan infrastrukturnya. YLSA rindu jika nantinya situs ini bisa dimiliki dan dikembangkan oleh anak muda Kristen dari berbagai kalangan. Alangkah indah, jika melalui anak-anak muda ini, mengalir ide dan karya kreatif untuk bangsa, untuk dunia, demi kemuliaan Bapa.

Saya pribadi merasa tersanjung sekaligus tertantang saat terlibat dalam rencana YLSA ini. Namun, jelas tidak mungkin dikerjakan sendiri. Saya bersyukur saat ini mulai ada beberapa mitra yang akan terlibat, terutama para pelayan kaum muda. Nah ..., jika ada yang mulai mencoba mengerjakan gambaran besar ini, tidakkah kita semua rindu memberi dukungan? Jika ya, waktunya memulai ....

Risdo

Tentang Risdo

Risdo Maulitua Simangunsong telah menulis 2 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (9) Trackbacks (0)
  1. Hehe ga nyangka, … waktu googling “Situs Pemuda dan Remaja”, atau “Situs Pemuda”, postingan ini jadi nomor satu, wahhh seru juga…
    Adakah yang mau mengomentari postingan nomor satu ini? haha… Selagi belum ada yang menyaingi…

  2. keduax! ^_^

    Memang teknologi internet memiliki potensi yang besar sekali, dan saat ini tinggal menunggu lebih banyak orang-orang Kristen dan gereja-gereja yang dipimpin oleh generasi muda yang mau terjun ke hutan yang bernama “internet” ini. Pemuda-pemudi Indonesia, sayangnya, masih banyak yang suka menjadi konsumen daripada menjadi produsen. Pola pikir inilah yang harus kita ubah dulu, dari konsumtif – yakni mengikuti tren-tren sesaat seperti FS, lalu FB, lalu BB, lalu entah apa lagi nantinya – menjadi produktif. Bikin situs jejaring sosial Indonesia sendiri! Bikin game Made in Indonesia! Bikin aplikasi-aplikasi mobile Indonesia sendiri! Mesin pencari, ensiklopedia daring, dan lain-lain… Toh negara kita tidak kurang orang-orang yang pandai di bidang TI. Nah bagus sekali kalo Risdo mau mulai mempelopori situs pemuda dan remaja Kristen di Indonesia, karena mereka adalah pengguna internet yang utama pada saat ini. Teruskan! hehehe….

  3. Saya dengar situs yang sedang dalam kandungan ini akan diberi nama PRAKTIS…. singkatan apaan tuh Do?

    Doakan untuk proyek pembuatan situs Remaja/Pemuda Kristen yang sedang dijalankan YLSA saat ini.

  4. Praktis=Pemuda dan Remaja Kristen Indonesia Bu, hehe. Tapi tentunya ga pengen juga membei kesan sekedar praktis lho Bu, makanya slogannya harus mencerminkan hal yang berbeda.
    Terima kasih semuanya, semoga situs ini cepat kelar ya… mohon bantuannya juga untuk mendoakan dan mempromosikan.

  5. setuju 10jt %
    lanjutkan pembuatan situsnya!!

    tolong kirim email kalau sudah jadi

    syaloom!!

  6. Kayaknya ini lumayan bagus juga..

    Terus maju,ya!

    Amen!

  7. Usahakanlah, apa yang baru tidak membuat kita jauh dari pada Tuhan, tetapi semakin dekat dengan Tuhan. Dalam pertumbuhan daya pikiran kita untuk menjadi berkat bagi orang lain dan mengenal dunia yang semakin berpotensi berbahaya dan kita juga semakin waspada karena hal itu. Harapanku untuk saudara-saudari yang kekasih, hendaklah kita saling berbagi dalam informasi apa pun terutama berkaitan dengan teknologi. Oke, saya tunggu dukungan saudara sekalian. Amin.

  8. Bila kita telah membuat kesalahan yang sangat besar berkali-kali, apakah TUHAN dapat mengampuni aku?

    Tips-tips agar kita jauh dari dosa itu lagi?

    Tolong dijawab ya

    thanks

  9. @Andi Frandika: shalom, bro
    Untuk pertanyaan pertama, mungkin sebaiknya kamu konsultasi ke gembala jemaat, kakak rohani, atau pembimbing rohanimu.
    Tuhan memang Maha Pengampun, namun hal itu tidak berarti kita dengan seenak hati mencobainya dengan terus-menerus berbuat dosa.

    Untuk pertanyaan kedua, menurutku supaya jauh dari dosa kita harus dekat dengan Tuhan, caranya macam-macam: tidak meninggalkan persekutuan, rajin saat teduh, rajin membaca Alkitab, dsb.

    Semoga ini bisa membantu.


Leave a comment

Connect with Facebook

(required)

 

No trackbacks yet.

© 2009-2014 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran