|
“Lho, SABDA itu pusatnya di mana sih?” tanyanya kembali. “Di Solo, kan,” jawab saya. “Ooo …, aku pikir di Jakarta.” Pembicaraan pun terus berlanjut, tapi itu bukan pertama kali orang bertanya dan sedikit terkejut mendapati bahwa SABDA itu pusatnya bukan di Amerika Serikat, bukan pula di Jakarta, melainkan di Solo, sebuah kota kecil nan asri (kan dulu langganan piala Adipura Sejak berdirinya, Yayasan Lembaga SABDA telah banyak sekali menjadi berkat bagi jemaat Tuhan karena YLSA selalu bersandar kepada firman Tuhan (Sabda-Nya, tentu saja) dan janji-Nya sebelum Ia naik ke Sorga, bahwa Ia akan selalu menyertai. Belajar dari perjalanan YLSA selama ini, saya percaya bahwa jika saya betul-betul mengikuti rencana Tuhan di dalam hidup ini, maka segala keperluan akan Ia cukupi, baik itu dalam hal yang kelihatan maupun yang tidak terlihat. Bukti kecukupan yang dari Tuhan itu kami rasakan misalnya dalam hal berikut: minggu ini kami harus mengucapkan selamat berpisah kepada dua orang rekan kami yang telah lama bekerja di yayasan ini. Walaupun perpisahan terasa amat berat (*lagu sendu mulai*), namun kami terus percaya akan penyertaan Tuhan yang selalu tepat waktu (*lagu sendu selesai*). Buktinya adalah tiga orang baru (termasuk saya) sudah dikirim-Nya untuk melanjutkan pelayanan elektronik yang strategis ini. Jika Anda perhatikan, lowongan di SABDA selalu dibuka 365 hari setahun karena pekerjaan Tuhan tidak pernah ada habisnya. Apakah kita siap menjadi penuai-penuai Allah? Doakan terus pelayanan kami dan selamat hari Pentakosta. Imanuel.
Formulir Komentar |
|
|
© 2005-2010. Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
4 komentar di "Saya dan SABDA"
1. Daniel
5 Juni 2009, 08:25 balas kutip
Selamat jalan Ari dan Yohanna! Selamat bekerja dan melayani Tuhan di mana pun kalian ditempatkan-Nya.
Selamat datang Benny, Budi, dan Theo (juga Risdo)! Selamat bergabung untuk mengerjakan karya-Nya yang luar biasa melalui pelayanan ini.
2. Dian
19 Juni 2009, 16:30 balas kutip
Wah, Mas Daniel, sepertinya kalimat itu harus diralat sekarang. Ari memang benar-benar pergi, tapi Yohanna kan tidak … hehehe. Selamat datang kembali Yohanna! Meski sekarang hanya bekerja paruh waktu dan dengan tugas yang berbeda pula :>
3. Scor
11 Juli 2009, 16:04 balas kutip
Aneh, kok gak tampil Komentarnya nech, hehehe,..@_-..
4. Dian
13 Juli 2009, 11:46 balas kutip
Halo Scor …. salam kenal ….
Komentar yang masuk ke Blog SABDA ini memang harus dimoderasi dulu, jadi tidak bisa langsung tampil saat Anda mengirimnya …..
Scor tulis dan kirim saja langsung komentar yang ingin Scor sampaikan, lalu tunggu approval dari adminnya.
Terima kasih Scor karena telah berkunjung … saya tunggu komentar-komentarnya :>