Shalom, Sahabat SABDA! Puji Tuhan! Saya berkesempatan mengikuti Bedah Kitab Efesus yang diselenggarakan oleh SABDA Ministry Learning Center (MLC) pada 20–28 Mei 2026. Melalui kelas ini, peserta diajak menggali kitab Efesus pasal demi pasal melalui pengamatan teks, diskusi, dan refleksi pribadi. Ini menjadi pengalaman yang menarik bagi saya karena saya tidak hanya membaca ayat, tetapi juga belajar memahami konteks, hubungan antarbagiannya, dan makna kata yang digunakan dalam Alkitab.

Salah satu pelajaran yang paling berkesan adalah ketika membahas Kristus sebagai Kepala dan gereja sebagai tubuh Kristus. Saat menggali lebih dalam, saya menemukan kata Ibrani rosh (ראש), yang dapat berarti kepala, pemimpin, atau yang terutama. Dari sini, saya belajar bahwa Kristus bukan sekadar pemimpin gereja dalam arti organisasi, tetapi sumber kehidupan dan arah bagi seluruh tubuh-Nya. Sebaliknya, gereja dipanggil untuk hidup terhubung kepada Kristus dan kepada sesama anggota tubuh.
Bagian lain yang sangat menarik bagi saya adalah Efesus 3 tentang hikmat Tuhan. Dalam penggalian, saya menemukan kata chokmah (חכמה), yaitu hikmat yang bukan hanya berbicara tentang pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Saya juga melihat sebuah paradoks yang indah: hikmat Tuhan memisahkan gereja dari pola hidup dunia, tetapi pada saat yang sama mempersatukan orang-orang yang berbeda menjadi satu tubuh dalam Kristus. Hal ini mengingatkan saya bahwa kesatuan gereja tidak dibangun karena kesamaan latar belakang, melainkan karena karya Kristus.
Efesus 6 tentang peperangan rohani juga menjadi bagian yang cukup menegur saya. Saya belajar bahwa mengetahui firman Tuhan saja tidak cukup. Firman perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kadang, ancaman terbesar bukanlah hal-hal yang terlihat besar, melainkan hal-hal kecil yang perlahan membuat kita lengah. Karena itu, kehidupan doa, firman, dan ketergantungan kepada Tuhan menjadi sangat penting.
Melalui kelas ini, saya semakin memahami bahwa gereja bukan sekadar tempat ibadah, tetapi tubuh Kristus yang dipanggil untuk hidup dalam kesatuan, kasih, dan pertumbuhan rohani. Secara pribadi, saya terdorong untuk lebih disiplin menggali firman Tuhan, membangun kehidupan doa, serta belajar menjaga kesatuan dengan sesama orang percaya.
Saya juga sangat diberkati melalui proses diskusi bersama teman-teman peserta. Banyak hasil penggalian dan sudut pandang yang memperkaya pemahaman saya terhadap kitab Efesus. Terima kasih kepada tim SABDA, para fasilitator, dan semua peserta kelas BK_EF 2 yang telah menjadi bagian dari perjalanan belajar ini. Kiranya setiap pelajaran yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menghasilkan pertumbuhan dan kehidupan yang semakin berpusat kepada Kristus.
Soli Deo gloria — Lekovod Elohim