Blog SABDA
26Aug/190

Pengalaman yang Berharga — “Communicative Preaching Conference”

Senang sekali saya bisa kembali menyapa Sahabat SABDA melalui tulisan di blog SABDA. Kali ini, saya akan berbagi pengalaman saat mengikuti “Communicative Preaching Conference” di Gereja Kristen Kalam Kudus Surakarta pada 12 — 14 Agustus 2019. Selain saya, dari YLSA ada pula Ibu Yulia, Evie, dan Danang. Seminar ini terdiri dari 12 sesi yang semua materinya disampaikan oleh pembicara yang sudah berkecimpung dalam dunia “preaching”, yaitu Pdt Benny Solihin, M.Th., D.Min..

Pada hari pertama, Pdt. Benny Solihin menjelaskan tentang tujuan dari seminar khotbah komunikatif, standar khotbah yang baik, dasar-dasar pemahaman tentang teknik penyampaian khotbah, tujuan penyampaian khotbah, keberatan teknik penyampaian khotbah, analisis pendengar masa kini, dan khotbah yang komunikatif. Pada hari kedua, beliau menyampaikan tentang teknik pengucapan kalimat dan bahasa tubuh. Dan, pada hari yang ketiga, beliau menjelaskan tentang pembacaan Alkitab, cara bercerita, dan testimoni. Sesi demi sesi dijelaskan oleh beliau dengan jelas dan peserta bersemangat dan sangat antusias mengikutinya. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dari para peserta. Saya yakin para peserta, baik hamba-hamba Tuhan maupun pelayan-pelayan Gereja, menyadari kelemahan mereka dalam menyampaikan khotbah yang komunikatif, khususnya ketika berkhotbah kepada kaum milenial.

Pembicara berkata bahwa “seorang pengkhotbah adalah pelayan dari isi khotbahnya tersebut.” Jadi, sangat perlu disadari bahwa isi khotbah yang baik harus disampaikan dengan sarana penyampaian yang baik pula. Selain itu, perlu diingat bahwa ketika menyampaikan khotbah, berita khotbah itulah yang harus dilihat/ditangkap dengan jelas oleh jemaat, bukan pembawa beritanya. Jadi, amanat teks yang didapatkan oleh pengkhotbah, yang disimpulkan menjadi amanat khotbah, harus dapat menggugah dan mentransformasi jemaat atau orang yang mendengarkan sehingga mereka mengalami Tuhan melalui firman yang mereka dengar.

Selama tiga hari itu, saya mendapat banyak berkat dari setiap materi yang disampaikan. Poin-poin yang disampaikan menyadarkan saya bahwa saya harus memiliki kualitas yang baik dari sisi konten khotbah (firman Tuhan) dan dari sisi teknik penyampaian khotbah. Sebelum mengikuti seminar, saya berpikir bahwa berkhotbah itu adalah sebuah tugas yang mudah, tetapi setelah mengikutinya, saya semakin sadar bahwa dibutuhkan disiplin untuk berlatih dan harus terus bergumul dengan teks firman Tuhan. Kesadaran itu mengubah paradigma saya yang salah tentang berkhotbah. Panggilan untuk berkhotbah adalah hal yang mulia. Betapa berdosanya saya jika saya tidak memberikan khotbah yang sesuai dengan standar yang baik (alkitabiah, relevan, komunikatif, kristosentris, dan autentik). Saya juga belajar bahwa salah satu bentuk menyampaikan khotbah adalah dengan bercerita karena Tuhan Yesus sendiri banyak berkhotbah dengan bercerita. Ini menjadi teguran yang keras agar saya lebih disiplin belajar firman Tuhan dan meningkatkan kemampuan saya dalam menyampaikan firman Tuhan. Sebelum Pdt. Benny menutup seminar, beliau berkata, “Seorang pengkhotbah yang dapat mempergunakan bahasa tubuhnya (termasuk suara) dengan baik akan membuat khotbahnya jauh lebih komunikatif.”

Pada akhir seminar, Pdt. Benny Solihin mempersilakan Ibu Yulia selaku Ketua Badan Pembina YLSA untuk memberikan informasi mengenai situs Khotbah.co yang baru di-upgrade oleh tim ITS pada hari itu. Para peserta mendapatkan satu lembar “cheat sheet” yang berisi daftar bahan untuk mempersiapkan dan menyampaikan khotbah yang dapat diperoleh secara online. Saya bersyukur sekali untuk pertolongan Tuhan karena YLSA bisa berbagi apa yang dimiliki sehingga bahan-bahan yang ada bisa dipakai oleh setiap hamba Tuhan yang datang dalam acara tersebut. Tuhan Yesus hebat! Dia adalah pengatur segala hal yang mendatangkan kebaikan demi kemuliaan-Nya. Amin.

romauli_br

Tentang romauli_br

roma uli marpaung telah menulis 4 artikel di blog ini..

Hai…Saya Romauli br Mapaung, orang batak, anak Medan dong. Orang-orang sih panggil saya Roma, Uli, Paung, dan kadang Marpaung. Saya lahir di kota Medan dengan selamat hari itu, tanggal 13 April 1995. Saya sangat suka musik, memainkan musik, karena saya merasa musik itu sudah menjadi bagian jiwa saya. Selain musik saya juga suka menulis, touring, bernyanyi dan menonton film. Saya bergabung di Yayasan Lembaga SABDA sejak April 2018. Saya terlibat di SABDA dalam bagian PESTA. Saya salah satu staf redaksi PESTA, KISAH, dan e-Reformed. Saya juga dipercayakan sebagai Pemimpin redaksi e-doa. Saya bersyukur bisa bergabung dalam pelayanan yang besar ini, punya teman-teman staf yang super baik dan pemimpin yang baik juga.. Bagi saya Pelayanan itu bukan suatu beban melainkan sebuah kehormatan. Dan dalam kehidupan saya, “Education is expensive, the root is bitter, and the fruit is sweet”, (bahasa inggris dikit lah) 🙂 Cita-citaku adalah menjadi orang besar yaitu melayani Tuhan seumur hidup, biar seimbang (bukan hanya badan doang yang besar), hehehehe 🙂 Salam dariku…..Horas

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.

© 2009-2015 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran