Blog SABDA
6Oct/210

Christian Wellness, Kondisi Penting Bagi Para Pelayan Tuhan

Pada hari Selasa, 5 Oktober 2021, program Live Zoom EMDC hadir dengan mengetengahkan topik Spiritual Wellness. Setelah senantiasa menghadirkan isu yang terkait dengan media serta penginjilan, topik kali ini cukup berbeda. Namun, meski tidak berbicara tentang pelayanan media atau penjangkauan, topik ini merupakan isu yang cukup penting untuk dibahas. Mengingat ada banyak pelayan Tuhan yang memiliki persoalan ini di tengah hidup dan pelayanannya. Dengan mengangkatnya, diharapkan setiap peserta dapat semakin terbuka wawasannya tentang Spiritual Wellness, sekaligus mampu menghadapi tantangan yang terkait dengan isu tersebut.

Dibawakan oleh Ibu Yulia Oeniyati, presentasi diawali dengan definisi dari Christian Wellness. Apa sih sebenarnya Christian Wellness itu? Menurut Ibu Yulia, itu bukan sekadar kondisi rohani yang sehat, melainkan kebugaran rohani dari orang-orang percaya untuk dapat bertumbuh dan berbuah. Definisi ini beliau ambil berdasarkan dua ayat Alkitab, yaitu 2 Petrus 3:18 dan Yohanes 15:8. Jadi, Christian Wellness bukan hanya berbicara tentang kondisi rohani orang percaya yang baik-baik saja, melainkan suatu kondisi yang memampukan diri mereka untuk terus bertumbuh dan menghasilkan buah seperti yang Allah kehendaki. Dengan demikian, kita akan menyadari bahwa kita tidak sedang “well” secara spiritual jika kita mengalami kemandekan/stagnansi dalam kerohanian kita dan tidak menghasilkan buah dalam hidup maupun pelayanan kita.

Ada banyak hal yang menyebabkan ketidakbugaran rohani ini bagi orang percaya. Masalah pribadi, keluarga, pelayanan, bahkan pandemi yang sedang kita alami saat ini dapat menjadi penyebabnya. Dan, sedihnya, ada banyak pelayan atau hamba Tuhan yang mengalaminya sehingga menjadi mandek secara spiritual. Meski dari luar tampak baik-baik saja, tetapi sesungguhnya kondisi mereka sangat rentan dan membutuhkan perhatian. Kondisi ini kemudian diperparah dengan ketidakterbukaan mereka untuk membagikan beban, kondisi, atau permasalahannya kepada yang lain. Sebagai pemimpin jemaat, pelayanan, maupun komunitas kristiani, mereka mungkin terbelenggu oleh stigma bahwa pemimpin harus baik-baik saja dan memiliki iman yang lebih. Atau, mungkin ada banyak orang tidak nyaman untuk terbuka dengan persoalannya, karena takut dihakimi, dinilai, atau dibandingkan dengan yang lain. Jika tidak dibereskan, masalah ini dapat mengancam kehidupan pelayanan dan kerohanian pelayan Tuhan dan orang-orang percaya.

Dari sana, peserta diajak untuk memeriksa kebugaran rohaninya dengan spiritual check up. Di dalamnya, terdapat beberapa poin pertanyaan yang perlu dijawab untuk mengetahui seberapa jauh kondisi kebugaran rohani orang percaya. Kita pun perlu membantu orang-orang yang tengah bergumul dengan masalah ini, agar mereka mendapat dukungan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahannya. Bagaimana caranya? Bukan dengan menghakimi, menyalahkan, atau memberikan khotbah, melainkan dengan kepedulian, doa, dan perhatian kita. Orang-orang yang tengah mengalami masalah dan tidak sedang bugar rohaninya perlu mendapat sapaan, kasih, dan perhatian kita. Mereka perlu dibantu untuk melihat kasih Tuhan, melalui keberadaan kita.

Agar semakin relate dengan topik yang dipresentasikan, peserta kemudian masuk dalam sesi Breakout Rooms untuk diskusi peserta dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang, peserta diajak untuk menjawab dua pertanyaan ini kepada peserta yang lain: how are you? dan how’s your ministry?. Dalam sesi ini, tiap peserta dapat menceritakan kondisi kerohaniannya saat ini sekaligus mengetahui masalah pribadi maupun pelayanan yang tengah dialami oleh peserta lain. Sesi yang hanya berlangsung sekitar 10 menit ini kemudian dilanjutkan dengan presentasi perwakilan kelompok dalam grup besar. Melaluinya, kami dapat melihat bahwa terdapat beberapa pergumulan yang sedang dialami oleh peserta, sehingga kami diajak turut mendukung mereka dalam doa.

Ada banyak pelajaran yang saya dapat melalui EMDC Zoom live kali ini. Selain memahami lebih dalam tentang isu Christian Wellness, saya juga belajar tentang bagaimana kita bisa mengalami kondisi tidak “well” dalam kerohanian tanpa disadari. Spiritual check up menjadi alat bantu yang berguna dalam menunjukkan bagaimana sesungguhnya kondisi kerohanian kita. Sebab, sebagai orang Kristen, kita tidak selalu akan mengalami grafik yang terus naik dalam kehidupan kerohanian kita. Penting untuk mengetahui kondisinya secara tepat, agar kita dapat mengevaluasi diri, berubah, berbenah, dan terus bertumbuh serta menghasilkan buah dalam hidup dan pelayanan. Tidak lupa, kita juga perlu peka dan peduli pada mereka yang tengah mengalami persoalan ini agar mereka memperoleh dukungan yang diperlukan untuk terus maju.

Mari kita terus memeriksa kondisi kerohanian kita, berbagi beban dan pergumulan, serta mengalami pertolongan Tuhan yang memammpukan kita untuk terus bertumbuh dan berdampak bagi kerajaan-Nya.

Okti

Tentang Okti

Okti Nur Risanti telah menulis 33 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.

© 2009-2020 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran