Blog SABDA
4Nov/200

PIJAR TV: Menyinari Sampai Pelosok Negeri

Bersyukur saya bisa mengikuti SABDA Live “Ministry Series” kali ini. Pada seri ini, seperti namanya ministry, SABDA Live banyak menyajikan pelayanan-pelayanan atau yayasan Kristen di Indonesia, yang sebagian besar juga telah bekerja sama dengan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Oh ya, bagi teman-teman yang bingung kenapa saya menjelaskan “series” kali ini, itu karena SABDA Live terdiri dari beberapa seri yang sudah berlangsung sejak Mei tahun ini. Nah, bagi teman-teman yang penasaran dengan series dan video-video presentasi apa saja yang telah diadakan, bisa langsung kunjungi situs live.sabda.org. Pastinya, banyak materi menarik seputar pelayanan digital Kristen yang memberkati dan melengkapi umat percaya.

Nah, sesi Ministry Series yang saya ikuti kali ini menghadirkan PIJAR TV. Apa itu PIJAR TV? Jujur, awalnya saya tidak tahu-menahu. Saya mulai mengerti setelah dijelaskan oleh host, pemandu acara SABDA Live, bahwa PIJAR TV adalah salah satu pelayanan yang bergerak di bidang media broadcasting TV satelit di Indonesia. Keren ya, jujur saya baru dengar ini. Mungkin karena saya bukan penikmat TV satelit ya. Sebenarnya, dalam hati saya bertanya-tanya mengapa harus TV satelit dan tidak channel umum yang sering saya jumpai di televisi pada umumnya. Namun, saya mulai mengerti setelah dijelaskan langsung oleh Broadcasting Director Pijar TV, Ibu Johanna. Dalam penjelasannya, beliau berulang kali mengatakan bahwa misinya adalah untuk menjangkau orang-orang yang tinggal di pelosok-pelosok Indonesia. Hal tersebut membuat saya lebih paham, dan kembali membuka kenangan lama ketika bertamasya ke daerah-daerah yang terkesan pelosok dan jauh dari kota. Orang yang tinggal di pelosok ini memiliki parabola, terkadang hampir di setiap rumah memiliki parabola, mungkin karena jaringan seperti tower-tower belum dibangun, sehingga layanan informasi dunia luar hanya dapat diperoleh melalui TV satelit. Ide brilian sih menurut saya.

Dengan bertemakan “Menjangkau Indonesia Melalui Media Digital”, Ibu Johanna memaparkan dengan baik apa yang menjadi garis besar pelayanan PIJAR TV seputar media digital. Berpusat pada audience-oriented menjadi hal penting dan ditekankan, yang kemudian dapat menggali audiens supaya dapat dimuridkan, tentunya dengan melibatkan respons dan konten berdasarkan kebutuhan audiens secara spesifik untuk menjangkau pelosok Indonesia. Kata-kata menjangkau “pelosok-pelosok negeri” inilah yang berulang kali ditekankan dan diulang-ulang. Ini menandakan hati dan fokus dari PIJAR TV memang untuk menjangkau orang-orang pelosok yang tidak/belum bisa ditemui secara langsung, bahkan oleh misionaris, untuk memperluas penginjilan, dan memperlengkapi gereja agar terdorong untuk bergerak di dunia media digital. PIJAR TV menghadirkan berbagai tema dari hal yang ringan sampai yang berat seperti tema apologetika Kristen. Pelayanan yang dikerjakan oleh PIJAR TV ini dapat menghemat banyak hal: waktu, dana, SDM, dan lain-lain. Sungguh merupakan ide brilian, pelayanan ini bisa menjangkau tempat-tempat pelosok dengan televisi satelit. Apalagi audiens dari PIJAR TV ternyata bukan dari Indonesia saja, tetapi juga negara-negara tetangga. Sungguh luas jangkauan dan dampak pelayanan PIJAR TV ini.

Selain misi dan berbagai hal teknis seputar PIJAR TV, Ibu Johanna juga membagikan sejarah perjuangan dalam merintis yayasan PIJAR TV hingga sekarang dapat dinikmati di setiap pelosok Indonesia. Beliau juga menceritakan bagaimana perjuangan pelayanan media digital PIJAR TV dapat terwujud dan memberkati banyak orang adalah kunci semangat ilahi yang nyata, yang tersalur lewat Ibu Johanna dan rekan-rekannya. Sungguh luar biasa mendengarnya. Haleluya. Saya sangat terharu, terberkati, sekaligus kagum dengan presentasi ini karena mengetahui bahwa ternyata ada pelayanan yang mau berkonsentrasi di bidang media broadcasting Kristen dan mau menjangkau pelosok-pelosok Indonesia. Saya sangat bersyukur mengikuti SABDA Live ini. Kiranya sesi Ministry Series lainnya juga dapat menginspirasi pelayanan-pelayanan umat percaya dan semakin memperlengkapi satu sama lain. Amin.

Andy

Tentang Andy

Andy Saktia telah menulis 12 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.