Blog SABDA
2Aug/192

PA: Dropping Your Guard

Oleh:

Mulai Juli 2019, staf SABDA melakukan Pendalaman Alkitab (PA) dengan menggunakan buku berjudul "Dropping Your Guard" karya Charles R. Swindoll. PA ini bertujuan agar orang-orang Kristen dapat mengenali dan melepaskan segala ketakutan, kekhawatiran, zona nyaman, kebiasaan, serta hal-hal yang membuat mereka sulit bertumbuh, yang dalam buku itu disebut sebagai topeng (mask). Menurut saya, ini adalah materi PA yang pas untuk kami. Pekerjaan setiap hari dan hal-hal rutin yang kita lakukan sering berdampak pada pola pikir dan kebiasaan sehingga kita "stuck" pada zona nyaman. Buku ini diharapkan akan kembali melecut kami untuk mau maju dan tidak terus berada di zona nyaman (dengan kata lain, berani melepas topeng-topeng).

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
19Jul/192

Pengalaman Retret di Negeri Jiran

Oleh:

Pada 22 Mei 2019, beberapa staf YLSA mengikuti retret di The Cleft, sebuah rumah retret di kawasan Bukit Tinggi, Bentong, Malaysia. Ada 8 orang yang ikut, dan kami berangkat dari bandara Ahmad Yani, Semarang. Ketika tiba di Kuala Lumpur, kami dijemput dan diantar ke lokasi retret. Sampai di rumah retret, yang jauh dari kota, banyak terlihat kebun, bahkan hutan, dan vila. Memang kawasan ini cocok menjadi daerah wisata dan retret. Suasana tenang, tidak bising, dan terlebih lagi sinyal seluler juga minim, jadi orang bisa mengkhususkan waktu untuk bersama Tuhan, mengurangi gangguan dari kesibukan sehari-hari dengan adanya internet.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
12Jul/191

Pengalaman Melayani dalam Roadshow SABDA Komik di Yayasan Berita Hidup

Oleh: *Yulius

Shalom, perkenalkan saya Yulius Widiatmoko. Saya mulai melayani di YLSA sejak Februari 2019. Melalui blog ini, saya akan menceritakan pengalaman pertama saya terlibat dalam roadshow SABDA. Pada 10 Juli 2019, SABDA diundang untuk menyampaikan materi mengenai Alkitab dan teknologi kepada peserta "Bible Fellowship" di Yayasan Berita Hidup, Surakarta. Kami memutuskan untuk menyampaikan tentang belajar Alkitab dengan Komik Kisah Kasih Abadi kepada para peserta. Saya bersama enam staf yang lainnya, yaitu: Pram, Rode, Nikos, Nikos, Tika, dan Roma, diberi kepercayaan mengemban tugas pelayanan roadshow ini. Dalam tim ini, saya diberi mandat untuk mempersiapkan perlengkapan dan dokumentasi bersama Pram dan Rode. Sebelum hari H, kami mendapat pembekalan brieffing, baik dengan para presentator maupun tim teknis. Santi mendapat tugas untuk memperkenalkan pelayanan SABDA Komik kepada peserta dewasa (orang tua, guru, mentor, dan panitia), khususnya cara menggunakan Komik Kisah Kasih Abadi untuk melakukan PA. Sementara itu, Roma dan Tika bertugas untuk mempresentasikan Komik Kisah Kasih Abadi melalui penayangan video "The Story" dan setelah itu melakukan PA bersama peserta anak dan remaja. Secara khusus, Nikos bertugas untuk mempromosikan Komunitas SABDA Komik kepada peserta dewasa dan remaja.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
4Jul/190

Pengalaman Mengikuti Raker Mini 2019 di SABDA

Oleh:

Oleh: *Abdel

Shalom, perkenalkan nama saya Abdel, staf masa percobaan di YLSA. Rapat kerja (raker) yang diadakan pada 1 -- 2 Juli 2019 ini adalah raker pertama saya di YLSA. Puji Tuhan! Dengan kasih karunia Tuhan, raker berjalan dengan lancar. Acara utama raker ini adalah untuk mengevaluasi kerja semester I/2019 dan membahas pelayanan yang akan dilakukan pada semester mendatang. Di luar kebiasaan kerja sehari-hari, setiap pagi, ada sarapan bersama dengan semua staf.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
27Jun/191

Tim SABDA Pergi ke Malaysia Bersua Lawan

Oleh:


Pada Minggu, 20 Agustus 2017, timnas futsal Indonesia melanjutkan kampanyenya dalam ajang SEA GAMES ke-29, di Malaysia. Siang itu, tim asuhan pelatih Yori van der Torren di luar dugaan mampu membungkam raksasa futsal ASEAN, Thailand. Dalam pertandingan tersebut, skuad Garuda memakai formasi 1-2-1 "fluid" (ini istilah saya saja), yang berarti akan berubah-ubah menyesuaikan permainan lawan. Dengan 1 "anchor", 2 "flank", 1 "pivot", dan 1 "goalie", timnas menatap mantap pertandingan pembuka mereka. Mengakhiri paruh pertama dengan keunggulan 2-0, membuat beban Runtuboy dan kawan-kawan agak sedikit ringan, terlepas dari segala persiapan tim yang tidak terlalu prima sebelum kejuaraan dihelat. Meskipun Thailand sempat membalas 2 gol di babak kedua, tetapi oleh karena kegigihan dan tingkat disiplin tinggi dari anak-anak Merah Putih, timnas berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 4-2. Mereka berhasil mengalahkan "lawan" mereka yang sebenarnya, yaitu rasa takut (ketika berhadapan dengan tim kuat, Thailand).

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini

© 2009-2015 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran