Blog SABDA
13Mar/200

Pelatihan Software SABDA dan #Ayo-PA! di STT INTHEOS

Oleh:

Pendalaman Alkitab adalah hal yang penting untuk seorang mahasiswa/i teologi. Tidak hanya dibekali dengan materi teori-teori kekristenan yang memenuhi isi kepala, tetapi juga kebutuhan rohani dengan membaca dan mendalami firman Tuhan. Hal itu perlu agar ada keseimbangan pengertian teori kekristenan dan pemahaman akan firman Tuhan. Inilah yang diharapkan terekspresi dalam tindakan ketika melayani ataupun menjalani kehidupan sehari-hari.

SABDA berkesempatan melakukan pelatihan Bible Study dengan alat-alat studi Alkitab dari SABDA (Software SABDA dan
aplikasi Android) untuk PA. Pelatihan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menerima materi Pendalaman Alkitab dengan menggunakan Software SABDA bagi mereka yang memiliki dan membawa laptop. Sementara itu, kelompok kedua menerima materi Pendalaman Alkitab dengan aplikasi Android (Alkitab, Kamus Alkitab, AlkiPEDIA, Tafsiran Alkitab, dan Peta Alkitab) bagi mereka yang membawa gawai pintar (smartphone). Sehari sebelum pelatihan, saya berkesempatan melihat kondisi tempat untuk mempersiapkan proses pelatihan esok hari -- melihat posisi stop kontak (colokan listrik), kondisi gedung, jarak stop kontak, dan alat-alat pendukung presentasi. Rupanya, keadaan tempat ini tidak jauh berbeda dengan keadaan empat tahun yang lalu, ketika saya masih menimba ilmu di sini, jadi saya cukup tahu kondisi lapangan. Setelah pengecekan kondisi tempat dirasa cukup, kami pulang kembali ke kantor untuk memberi laporan dan menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk pelatihan esok hari.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
28Feb/200

Pengalaman Mengikuti Pelatihan Pembuatan Alat Studi Alkitab dalam Bahasa Suku

Oleh:

Pada 17-21 Februari 2020, saya bersyukur menjadi peserta Pelatihan "Making Bible Study Tools in Your Language" selama satu minggu di Griya SABDA. Wah, ini adalah pengalaman luar biasa karena pertama kalinya saya menghabiskan waktu seminggu untuk membuat alat studi Alkitab dengan teman-teman dari berbagai suku di Indonesia, yaitu Batak, Jawa, Rote, Papua, Toraja, Nias, Makasar, Sunda, dsb..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
4Feb/200

Pelajaran dari TED-Mini di YLSA: Dua Kebohongan yang Menakutkan

Oleh:

Mengakhiri Januari 2020 dengan excitement tinggi setelah berhasil melewati bulan pertama tahun 2020. Awal Februari, saya langsung dihadapkan dengan kebiasaan yang lumayan baru di kantor, yaitu presentasi TED-Mini. Sebenarnya, kebiasaan positif ini sudah berlangsung sejak tahun 2019 lalu (atau mungkin malah sudah ada sejak sebelum saya bergabung di sini). TED-Mini sendiri kurang lebih terinspirasi oleh kegiatan TEDx/talk (Technology, Entertainment, and Design), yang dimulai di Amerika pada tahun 1984. Semangat dari kegiatan TEDx/talk sendiri adalah Ideas Worth Spreading, yang berarti "sebuah ilmu atau ide akan lebih berguna apabila dapat disebarkan kepada banyak orang". Semangat inilah yang agaknya coba diadaptasi oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), secara khusus guna menanamkan kebiasaan melakukan riset serta meningkatkan kecakapan berbicara di depan publik (public speaking) untuk para staf di dalamnya. Meskipun hampir serupa dengan prinsip TED pada umumnya, yaitu "berbagi ide/ilmu apa pun", tetapi bedanya, TED-Mini di YLSA haruslah mengandung "nilai kebenaran dari Allah" (meskipun tidak selamanya harus tentang Alkitab dan Alkitab). Jadi, materi TED-Mini tidak hanya memuaskan sisi kognitif para audiens, namun juga bisa diambil pelajarannya. Setelah memaparkan terms and conditions pada pertemuan sebelumnya, hari Senin, 3 Februari 2020, pemateri pertama maju ke depan membawakan sebuah video dari Pastor Francis Chan bertajuk "Dua Kebohongan yang Menakutkan". Blog ini ditulis sebagai bentuk tanggapan sekaligus refleksi saya setelah menyaksikan video tersebut.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
6Jan/171

Kreatif, Konsisten, dan Komitmen: Kunci Pelayanan di Situs Berbagi Video

Oleh:

Oleh: Rinto Ari N*

Saya mengaminkan bahwa firman Tuhan senantiasa tepat dan relevan di segala keadaan dan zaman. Akan tetapi, teknologi dan gaya hidup terus berubah dengan cepat. Karena itu, menurut saya, media penyampaian kebenaran firman Tuhan harus terus dikembangkan supaya bisa diterima oleh zamannya, contohnya, saat ini kita harus bisa beradaptasi dengan perkembangan di dunia maya. Tren demi tren silih berganti mewarnai dinamika dunia maya. Mulai dari penggunaan email, situs, media sosial (medsos) hingga situs berbagi video, semuanya terus mewarnai kehidupan masyarakat saat ini.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
1Sep/160

Staf YLSA Mengikuti Training Leadership “Thinking for a Change”

Oleh:

Oleh:Bara*

Training Leadership kembali diadakan oleh EQUIP dan TOTAL pada tanggal 30 -- 31 Juli 2016 yang lalu dengan tema "Thinking for a Change". Ini kali kedua saya mengikuti training leadership yang didasarkan dari buku dan modul dari John C. Maxwell setelah Januari 2016 yang lalu. Waktu itu, saya beserta tim Exodus diutus YLSA untuk mengikuti training leadership bersama dengan beberapa staf YLSA . Seperti yang lalu, training ini diadakan selama dua hari dengan membagi materi ke dalam enam sesi training yang dibawakan secara bergantian oleh Pak Paulus Winarto dan Pak Sunjoyo.

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini

© 2009-2015 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran