Masa muda sering kali identik dengan pencarian jati diri, mencoba banyak hal baru, dan mengalami pergumulan dalam menentukan arah hidup. Namun, melalui PA Online Bareng seri Alki-TOP Juli 2026, saya belajar dari empat tokoh muda dalam Alkitab: Yusuf, Daniel, Yeremia, dan Yosia. Setiap tokoh memiliki pergumulan yang berbeda, tetapi semuanya menunjukkan satu hal yang sama, yaitu sejak muda, mereka memilih hidup benar, menjaga kekudusan, setia pada panggilan, dan hidup berkenan kepada Allah.

Dari Yusuf, saya belajar tentang integritas. Di tengah godaan yang terus datang, Yusuf tetap menolak berbuat dosa kepada Allah, bahkan ketika tidak ada orang lain yang melihat. Saya ditegur untuk melihat kembali bahwa integritas bukan tentang bagaimana orang lain memandang saya, tetapi tentang siapa saya ketika hanya Tuhan yang melihat.

Dari Daniel, saya belajar tentang keteguhan hati. Di tengah lingkungan Babel, Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya. Saya belajar bahwa hidup kudus bukan berarti menjauh dari dunia, tetapi berani menentukan batas dan tetap memegang nilai-nilai yang berkenan kepada Tuhan.

Kisah Yeremia mengingatkan saya tentang kesetiaan di tengah rasa tidak mampu. Ketika dipanggil Tuhan, Yeremia merasa masih muda dan tidak pandai berbicara. Namun, Tuhan menyatakan bahwa Dia akan menyertai dan memperlengkapinya. Dari sini, saya belajar untuk tidak menjadikan keterbatasan atau kelemahan diri sebagai alasan untuk terus menunda ketika Tuhan memanggil.

Melalui Yosia, saya belajar tentang keberanian untuk hidup benar. Meskipun menjadi raja pada usia muda dan berada dalam lingkungan yang tidak mendukung, Yosia tetap melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Dari kisahnya, saya belajar bahwa keadaan mungkin tidak selalu dapat kita pilih, tetapi kita tetap dapat memilih bagaimana hidup di hadapan Tuhan.

Bagi saya, Alki-TOP kali ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali kehidupan saya sebagai anak muda melalui firman Tuhan. Saya diingatkan bahwa hidup benar di hadapan Tuhan tidak hanya terlihat dari apa yang kita yakini, tetapi juga dari pilihan-pilihan kecil yang kita ambil setiap hari. Kiranya apa yang sudah dipelajari bersama tidak berhenti sebagai pembahasan dalam PA, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.