Saya berkesempatan mengikuti dua sesi IG Live Kenal Produk dari Yayasan Lembaga SABDA. Acara pertama berlangsung pada 9 Februari 2026 dengan tema Gerakan 40 Hari Mengasihi Bangsa-Bangsa dalam Doa, lalu dilanjutkan pada 23 Februari 2026 dengan pembahasan Aplikasi e-Renungan Harian PSM(Pagi, Siang, Malam). Dari kedua acara ini, saya merasa tidak hanya mendapatkan informasi tentang produk digital, tetapi juga diingatkan bahwa Tuhan terus bekerja melalui teknologi.

Dalam IG Live pertama, saya sangat tertarik dengan penjelasan tentang gerakan doa yang sudah berjalan sejak 2002 ini. Selama 40 hari, Sahabat SABDA diajak berdoa bagi bangsa-bangsa dan “Suku Digital”, generasi yang hidup di dunia digital. Saya tersentuh ketika mendengar bahwa doa bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bentuk kasih kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus. Menariknya, setiap pokok doa dilengkapi informasi dan renungan firman Tuhan sehingga kita dapat berdoa dengan lebih terarah dan memahami kebutuhan mereka yang didoakan. Arsip pokok doa ini dapat diakses di situs SABDA.org.

Saya juga belajar bahwa dunia digital ternyata adalah ladang misi yang sangat besar. Banyak anak muda mencari jawaban atas setiap permasalahan hidup di internet. Di sisi lain, orang percaya dipanggil untuk hadir membawa terang Tuhan di sana. Melalui sesi ini, saya diingatkan bahwa pelayanan digital bukan sekadar tren, tetapi kesempatan untuk menjangkau lebih banyak orang melalui teknologi.

Pada IG Live kedua, saya mengikuti pembahasan tentang aplikasi e-RH PSM. Awalnya, saya mengira ini hanya aplikasi renungan biasa, tetapi ternyata fiturnya sangat menarik. Pengguna dapat membaca renungan pagi, siang, dan malam, mendengarkan audio renungan, membuka ayat Alkitab secara langsung, bahkan memakai fitur AI untuk membantu memahami firman Tuhan lebih dalam. Puji Tuhan!

Yang paling memberkati saya adalah adanya sharing tentang bagaimana aplikasi ini dipakai dalam keluarga untuk membacakan firman Tuhan kepada anak-anak. Saya menyadari bahwa teknologi bisa menjadi alat yang membantu keluarga semakin dekat dengan Tuhan. Aplikasi ini juga mengingatkan bahwa firman Tuhan perlu “dikonsumsi” setiap hari, sama seperti tubuh membutuhkan makanan. Mari unduh aplikasinya di situs SABDA.App.

Melalui dua sesi Kenal Produk ini, saya belajar bahwa teknologi tidak harus menjauhkan manusia dari Tuhan. Sebaliknya, jika dipakai dengan benar, teknologi dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk memberitakan Injil, membangun kehidupan rohani, dan menolong orang semakin mencintai firman Tuhan.

Jika Sahabat SABDA belum sempat mengikuti kedua acara ini, saya sangat mendorong untuk menonton arsipnya di Instagram @sabda_ylsa atau situs SABDA Live. Banyak inspirasi dan pelajaran yang bisa didapatkan dari kedua acara ini. Yuk, ambil bagian dalam pelayanan digital dan memakai teknologi untuk memuliakan nama Tuhan!