Februari identik dengan tema kasih. Melalui PA Online Bareng Seri Alki-TOP Februari 2026 ini, yang membahas tentang Bahasa Kasih, saya diingatkan bahwa kasih yang diajarkan Tuhan ternyata jauh lebih dalam dari sekadar perasaan atau kata-kata.

Bersyukur, saya bisa mengikuti semua Alki-TOP dalam bulan ini. Dalam setiap sesi, ada juga teman-teman guests yang bersama-sama menggali firman Tuhan, yaitu Damayanti dan Bryan, Agnes dan Christian, Anastasya dan Billy, serta Nita dan Erianto. Saya bersyukur karena teman-teman ikut belajar firman Tuhan dan membagikan berkatnya melalui Alki-TOP ini. Dari empat episode selama Februari, ada banyak pelajaran yang saya dapatkan. Puji Tuhan!

Pertama, tentang kasih di tengah perbedaan dari Lukas 10:30–37. Perumpamaan seorang Samaria yang baik hati mengingatkan bahwa sesama kita bukan hanya orang yang dekat atau satu circle dengan kita. Kasih Tuhan mendorong kita untuk peduli dan menolong siapa pun yang membutuhkan, bahkan ketika mereka berbeda dari kita.

Lalu, pembahasan dari Matius 5:43–48 juga cukup menantang. Yesus mengajarkan bahwa kasih tidak berhenti pada orang yang baik kepada kita. Sebab, kita juga dipanggil untuk tetap mengasihi orang-orang yang sulit, yang mungkin pernah melukai atau mengecewakan kita.

Bagian dari Yesaya 53:4–6 membawa refleksi yang lebih dalam lagi. Kasih Allah ternyata bukan kasih yang ringan atau sekadar kata-kata. Sang Hamba Tuhan rela menanggung luka dan kesalahan manusia supaya kita dapat menerima damai dan pemulihan.

Terakhir, belajar dari Filipi 2:1–5, saya diingatkan bahwa kasih sejati tidak berpusat pada diri sendiri. Kasih yang Tuhan ajarkan justru terlihat melalui kerendahan hati ketika kita mau mengutamakan orang lain dan melayani tanpa mencari perhatian.

Dari semua rangkaian pembahasan ini, saya melihat satu benang merah yang kuat, yaitu bagaimana kasih Tuhan selalu melampaui batas kenyamanan manusia. Kasih itu hadir di tengah perbedaan, tetap mengasihi yang sulit, memulihkan luka, dan dinyatakan melalui kerendahan hati.

Kiranya melalui pembelajaran yang saya bagikan ini, kita bisa terus belajar mempraktikkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, hidup kita juga dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.