Awal tahun sering membuat kita bersemangat menyusun resolusi baru. Kita mengganti kalender, bikin target baru, bahkan punya niat baru, bukan? Namun jujur, saya sering merasa hidup seperti “jalan di tempat” dan berputar-putar pada pola yang sama. Pergumulan inilah yang menjadi tema dalam diskusi SABDA Youth Learning Center (YLC) Januari 2026: Rethinking Your Life.

Saya bersyukur bisa mengikuti SABDA YLC yang berlangsung pada 19–21 Januari 2026. Selama tiga hari, kami berdiskusi bersama melalui WhatsApp Group dan belajar melihat kembali arah hidup kami melalui firman Tuhan. Ada tiga pelajaran utama yang dibahas dan sangat memberkati saya.

Hari pertama membahas tentang How to Start? Saya senang sekali bisa berdiskusi dengan para peserta yang dengan jujur membagikan pengalaman hidup mereka. Kami saling sharing tentang pergumulan pribadi dan bagaimana Kristus memperbarui hidup. Salah satu refleksi yang sangat mengena bagi saya adalah bahwa perubahan sejati tidak dimulai dari sekadar resolusi atau usaha manusia, tetapi dari Kristus yang memberi hati yang baru. Dari situ, saya belajar bahwa pembaruan hidup harus dimulai dari perubahan hati terlebih dahulu.

Hari kedua membahas tentang Breaking the Old Patterns. Melalui diskusi bersama, saya semakin disadarkan bahwa masalah dalam hidup kita sering kali bukan hanya soal dosa, tetapi juga pola pikir dan pola hidup lama yang terus diulang. Jika pola pikir tidak berubah, respons kita terhadap masalah akan tetap sama, dan akhirnya hidup pun terus berputar di titik yang sama. Hal ini menolong saya untuk lebih peka melihat pola-pola lama yang perlu diubah dalam hidup saya.

Hari ketiga membahas tentang Let’s Move Forward with God. Pada hari terakhir, pembahasan menjadi lebih praktis dan membumi. Kami diajak memikirkan langkah-langkah kecil yang realistis untuk berjalan bersama Tuhan, bukan menunggu menjadi sempurna terlebih dahulu, tetapi belajar setia setiap hari. Komitmen yang diambil peserta pun beragam, seperti berdoa setiap hari, rutin membaca firman Tuhan, melayani dengan sukacita, serta taat dalam hal-hal kecil yang menyenangkan Tuhan.

Secara pribadi, saya melihat satu benang merah dari seluruh pembelajaran ini bahwa hidup yang diperbarui oleh Kristus bukan berarti tanpa kegagalan atau kejatuhan, tetapi memiliki arah yang jelas, mengalami pertumbuhan, dan dipimpin oleh Tuhan setiap waktu. Melalui proses ini, saya semakin menyadari pentingnya berjalan bersama Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.

Kiranya sharing saya ini dapat memberkati teman-teman semua. Yuk, cek arsipnya di situs SABDA Youth. Jangan lupa mengikuti YLC selanjutnya. Tetap pantau informasi terbaru melalui Instagram @sabda_mlc. Tuhan memberkati kita.