Shalom Teman-teman! Jumpa lagi dengan saya, Melisa. Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman mengikuti diskusi SABDA Youth Learning Center (YLC) Agustus yang mengangkat tema Berani karena Benar! Merdeka! pada 25–27 Agustus 2025. Pada periode ini, saya bertugas sebagai admin yang memantau jalannya diskusi dan memastikan peserta bisa berdiskusi dengan nyaman. Walaupun peran saya banyak mengurusi bagian admin, justru saya banyak mendapatkan berkat melalui dinamika diskusi ini.
YLC Agustus diikuti oleh 42 peserta yang dibagi dalam dua grup WhatsApp. Seperti biasa, sebelum diskusi dimulai, setiap peserta diminta mendaftar, mengerjakan tugas pilihan ganda, dan membaca modul sebagai tahap awal sebelum diskusi berlangsung. Langkah-langkah awal ini ternyata sangat membantu peserta untuk mempersiapkan diskusi dengan kesiapan yang sama sehingga diskusi menjadi lebih mendalam dan relevan.

Materi SABDA YLC Agustus dibagi menjadi tiga pelajaran inti:
1. Kebenaran Nggak Pernah Ketinggalan Zaman — mengingatkan bahwa standar kebenaran Allah tidak berubah oleh tren atau opini publik.
2. Speak Up! Tapi Jangan Asbun — mengajak anak muda untuk berani bersuara, tetapi tetap berhikmat, apalagi di dunia digital yang penuh komentar instan.
3. Merdeka Berarti Bebas Menyuarakan Kebenaran — menolong peserta memahami makna kemerdekaan sejati sebagai kesempatan untuk melakukan apa yang benar, bukan sekadar bebas tanpa arah.
Selama tiga hari diskusi, saya menyaksikan dinamika diskusi yang sehat: peserta saling mendengar, bertukar sudut pandang, dan menceritakan pengalaman pribadi mereka dalam menghadapi tantangan menjadi terang di tengah dunia digital. Ada peserta yang berbagi tentang tekanan pergaulan, ada yang mulai berani menyatakan kebenaran di lingkungan sekolah atau pelayanan, dan ada juga yang merasa ditegur tentang kebiasaan “asbun” saat berinteraksi online. Diskusi kali ini membuat saya sadar bahwa keberanian untuk menyuarakan kebenaran tidak datang dari opini kita sendiri, tetapi dari kebenaran Allah yang memerdekakan. Bahkan, pada era digital dan AI yang serba cepat, firman Tuhan tetap menjadi kompas utama.
Menjadi admin membuat saya bisa melihat keseluruhan proses diskusi YLC. Justru dari sini, saya belajar bahwa ketika anak muda diberi ruang yang aman untuk bertanya, menyampaikan pendapat secara jujur, dan bertumbuh, mereka bisa memancarkan kebenaran Tuhan dengan cara yang indah. Diskusi kali ini benar-benar menunjukkan bahwa generasi kita bisa berani, bukan karena kekuatan sendiri, tetapi karena kebenaran Tuhan yang memerdekakan.
Inilah sedikit cerita saya tentang SABDA YLC Agustus. Setiap bulan, YLC terus menjadi ruang belajar yang bukan hanya informatif, tetapi juga membangun komunitas diskusi yang sehat. Kiranya kita semakin dimampukan untuk menjadi generasi yang berani, berhikmat, dan merdeka dalam kebenaran-Nya. Kalau teman-teman ingin mengikuti diskusi YLC bulan berikutnya atau membaca arsip lengkapnya, langsung saja kunjungi situs SABDA Youth. Jangan lewatkan kesempatan belajar dan bertumbuh bersama! Sampai jumpa dalam diskusi SABDA YLC berikutnya!