Blog SABDA http://blog.sabda.org melayani dengan berbagi Fri, 22 Jun 2018 02:04:36 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.4 Mari Piknik Biar Tidak Panik http://blog.sabda.org/2018/06/10/mari-piknik-biar-tidak-panik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mari-piknik-biar-tidak-panik http://blog.sabda.org/2018/06/10/mari-piknik-biar-tidak-panik/#comments Sun, 10 Jun 2018 01:35:56 +0000 Hadi http://blog.sabda.org/?p=8853

Oleh: Hadi

Beberapa kali, kantor SABDA merencanakan untuk pergi piknik ke suatu tempat. Namun, karena jadwal kegiatan yang padat, rencana tersebut belum terealisasi. Nah, pada awal minggu Juni 2018, akhirnya rencana piknik terealisasi, seluruh penghuni kantor SABDA mengadakan piknik ke Kedung Ombo. Yee .... Rencana piknik kali ini terealisasi sekaligus untuk mengajak tamu, Leland, sahabat lama SABDA. Sudah hampir 12 tahun, dia tidak mengunjungi Indonesia, dan kali ini dia bisa kembali bersama kami.

Kedung Ombo adalah salah satu daftar tempat yang menjadi target wisata kami. Nama tempat itu sepertinya tidak asing bagi saya, oh ternyata benar, saya baru ingat kalau dahulu staf SABDA juga pernah piknik ke sana pada tahun 2014. Mbak Evie dan teman-teman yang mengatur waktu, tempat, dan acara piknik. Sebenarnya, minggu itu adalah minggu padat bagi kami karena selain Leland, ada beberapa tamu dari luar negeri yang juga akan berkunjung ke SABDA. Puji Tuhan, kami masih bisa menyisipkan acara piknik di sela-sela hari-hari sibuk ini. Sesuai dengan keputusan bersama, akhirnya kami pergi piknik pada Selasa pagi sebelum tamu-tamu yang lain datang.

Pada hari 'H', ternyata vertigo Bu Yulia kambuh sehingga beliau harus istirahat di rumah. Demikian juga mertua Yudo sedang sakit, dan beliau harus ditemani pergi ke rumah sakit. Karena itu, sebelum berangkat, kami berdoa untuk Bu Yulia dan mertua Yudo supaya Tuhan memberi kesembuhan dan penghiburan.

Kami berangkat bersama-sama menggunakan satu mobil dan beberapa sepeda motor. Rombongan sepeda motor, seperti layaknya 'touring', berangkat beriring-iringan supaya kalau ada yang bermasalah bisa saling menolong. Saya ikut bersama rombongan yang naik sepeda motor, dan kami dipandu oleh Google Maps untuk menuju ke lokasi piknik. Secara pribadi, saya cukup menikmati perjalanan karena melalui jalan yang berkelok-kelok dan naik turun, memberikan sensasi yang berbeda dari perjalanan biasa. Namun, kami sempat harus berhenti menunggu di bengkel tambal ban karena ban kendaraan Mei bocor saat dalam perjalanan. Bersyukur, akhirnya kami bisa sampai di Warung Apung Kedung Ombo dalam keadaan baik. Rombongan pertama yang menggunakan mobil sudah datang terlebih dahulu di tempat lokasi piknik.

Sesuai namanya, warung itu terletak di tengah-tengah kedung (danau) sehingga kami harus memakai perahu untuk menyeberang. Sembari menunggu perahu, saya bisa melihat hamparan air yang sangat luas, saya menikmati suasana yang menyegarkan, menyenangkan, dan menenangkan. Setelah perahu datang, kami menaiki perahu yang mengantar kami ke warung apung. Pengemudi perahu, seorang wanita, dan sekaligus pemilik warung, mengatakan bahwa perahu hanya bisa membawa maksimal dua belas orang penumpang. Wah, jadi ingat cerita Alkitab, jumlah yang sama dengan murid-murid Tuhan Yesus.

Setelah semua berkumpul, acara segera dimulai. Selain menyanyikan beberapa pujian, kami juga melakukan dua permainan yang dipimpin oleh Roma dan Rode. Kami senang sekali karena bisa merasakan kebersamaan dan sukacita dalam Tuhan. Lalu, acara yang menarik bagi kami adalah ketika kami diminta menceritakan ulang cerita Injil dengan skenario yang sama dengan situasi dan kondisi yang kami alami saat itu. Berada di danau, di tengah hamparan air, melihat beberapa perahu nelayan, melihat banyak ikan, dll.. Dalam satu kelompok yang terdiri dari tiga orang, kami semua dapat menceritakan Injil dengan beragam variasi; ada yang dengan cerita, drama, musik, dan pujian dll.. Sungguh bersyukur, kami bisa menceritakan kembali cerita Injil dengan cara yang berbeda-beda, bahkan di tengah menikmati waktu piknik kami. Tuhan bisa berbicara dalam banyak cara. Injil bisa didengarkan kapan pun dan di mana pun, dan itu memberikan sukacita dan kebahagiaan yang besar bagi kami. Syukur kepada Allah.

Selanjutnya, kami beristirahat dan menikmati berkat dari Tuhan melalui warung yang telah menyediakan makanan bagi kami, yaitu ikan bakar segar yang diambil langsung dari danau. Waoo mantap! Setelah menikmati berkat makanan, kami menghabiskan sisa waktu kami untuk menikmati pemandangan sekitar, duduk tenang menikmati kesegaran angin dan indahnya gerak ikan-ikan yang menggemaskan. Tak lupa, kami berfoto-foto ria mengabadikan momen yang indah, yang beda dari hari-hari biasa.

Bersyukur punya kesempatan untuk piknik, menikmati karya indah Sang Pencipta. Kesempatan yang menyegarkan dan membangkitkan kembali pikiran, motivasi, semangat untuk mengerjakan panggilan Tuhan. Sama seperti penjala ikan, kami juga harus menjadi penjala manusia supaya mereka juga boleh mendengar cerita Tuhan yang memberikan kebahagiaan dan sukacita sejati.

]]>
http://blog.sabda.org/2018/06/10/mari-piknik-biar-tidak-panik/feed/ 0
Pengalaman Mengikuti Seminar “Narasi Subversif Kitab Keluaran” http://blog.sabda.org/2018/06/02/pengalaman-mengikuti-seminar-narasi-subversif-kitab-keluaran/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pengalaman-mengikuti-seminar-narasi-subversif-kitab-keluaran http://blog.sabda.org/2018/06/02/pengalaman-mengikuti-seminar-narasi-subversif-kitab-keluaran/#comments Sat, 02 Jun 2018 08:28:29 +0000 Penulis Tamu http://blog.sabda.org/?p=8826

Oleh: *Rode

Saya bersyukur diberi kesempatan mengikuti seminar Narasi Subversif Kitab Keluaranyang diselenggarakan oleh MRII Solo di Hotel Adhiwangsa pada 21 Mei 2018. Saya mengikuti seminar tersebut dengan teman-teman dari SABDA. Sebelum acara dimulai, peserta seminar dapat bertegur sapa dengan peserta lainnya dengan menyantap snack dan minuman yang sudah disediakan. Cukup banyak peserta yang mengikuti seminar ini. Selain rombongan SABDA, ada juga rombongan dari STT di Solo, dan juga rekan-rekan dari MRII Solo sendiri.

Acara dimulai dengan menyanyikan pujian, dan kemudian waktu diserahkan kepada Pdt. Eko Arya yang menjadi pembicara seminar. Dari kesan pertama, saya pikir beliau akan menyampaikan materi dengan kaku dan terburu-buru. Namun, meski kecepatan berbicaranya cukup tinggi, beliau menyampaikan materi dengan luwes dan menarik. Materi dimulai dengan penjelasan salah satu gambaran besar Perjanjian Lama dari kitab Keluaran yang dikaitkan dengan zaman Perjanjian Baru. Contohnya adalah sakramen Perjamuan Kudus. Hal ini pertama kali dilaksanakan pada kisah keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Beliau juga menjelaskan bagaimana kisah Keluaran ini berkaitan erat dalam hubungan antara Musa dan Yesus, seperti peristiwa kanak-kanak Musa dan pembantaian bayi sehingga keduanya dibawa ke Mesir, Musa yang diangkat dari air dan Yesus yang dibaptis, mengembara di padang gurun, dan saat Yesus dicobai. Bahkan, tugas pelayanannya sama, yaitu membebaskan umat-Nya. Perbedaannya adalah Musa membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir ke Kanaan dan Yesus membebaskan manusia dari hukuman kekal menuju pada kehidupan yang kekal.

Musa merupakan sosok proklamator Israel yang tujuannya bukan untuk menciptakan agama baru, melainkan mendirikan kerajaan baru yang letak tanahnya belum diketahui oleh orang Israel sama sekali. Namun, Musa melakukan hal tersebut dalam usia yang sudah tidak produktif, yaitu saat berusia 80 tahun. Saya terkesan ketika pembicara mengatakan bahwa pada usia 40 tahun, ketika Musa sedang dalam puncak kejayaannya sebagai pangeran dan pemimpin perang, Musa justru tidak menuliskan kisah-kisah tersebut di kitab yang ditulisnya. Sebaliknya, Musa lebih bangga memakai nama Musa dibanding nama Mesirnya, lebih berani mengambil risiko demi kemuliaan nama Allah dan bangsanya, dan lebih banyak menuliskan kelemahan dan kegagalannya saat memimpin bangsa Israel. Di tengah berlangsungnya proses mendirikan kerajaan baru umat Tuhan yang diawali dengan keluarnya mereka dari tanah Mesir, mengapa bangsa Israel begitu bebal sehingga tidak dapat melihat kebaikan Tuhan? Pdt. Eko Arya menjelaskan hal itu dikarenakan Israel lebih suka tinggal menumpang dan menjadi pekerjaan rodi di Mesir karena Mesir adalah bangsa termakmur kala itu.

Sepulang dari seminar, saya sungguh bersyukur mendapat banyak pelajaran rohani pada malam itu. Saya belajar gaya hidup Musa serta sikap Musa dalam menghadapi Mesir dan juga bangsa Israel. Dari hal tersebut, saya belajar bukan kesuksesan yang harus kita banggakan, jauh lebih baik kalau kita bangga memiliki Tuhan dan menjadi milik Tuhan. Dari bangsa Israel sendiri, saya belajar Tuhan mengikis sikap kekerasan hati dan ketidakpercayaan kepada rencana Allah. Seminar ini sangat berkesan bagi saya karena ini seminar pertama yang saya ikuti yang berkaitan dengan studi Alkitab. Seminar ini tidak membuat saya bosan, tetapi justru menolong saya lebih mengerti maksud dari penulisan kitab Keluaran. Pembicaranya sangat bagus dalam mengemas bahan seminar sehingga pendengar bisa menangkap dengan baik. Terima kasih atas kebaikan Tuhan sehingga saya dapat dibekali lebih lagi dengan kebenaran dari Alkitab. Biarlah segala syukur puji dan hormat bagi Tuhan saja.

]]>
http://blog.sabda.org/2018/06/02/pengalaman-mengikuti-seminar-narasi-subversif-kitab-keluaran/feed/ 0
Studi Alkitab pada Era Digital di STT AIMI (Pertemuan II) http://blog.sabda.org/2018/05/12/studi-alkitab-pada-era-digital-di-stt-aimi-pertemuan-ii/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=studi-alkitab-pada-era-digital-di-stt-aimi-pertemuan-ii http://blog.sabda.org/2018/05/12/studi-alkitab-pada-era-digital-di-stt-aimi-pertemuan-ii/#comments Sat, 12 May 2018 06:44:33 +0000 aji http://blog.sabda.org/?p=8816

Oleh: Aji

Sebagai yayasan yang bergerak dalam bidang Biblical Computing, YLSA terus menggalakkan pentingnya pendalaman Alkitab, khususnya dengan memanfaatkan teknologi dan alat-alat digital abad ini. Banyak hal yang sudah dilakukan, salah satunya dengan penyelenggaraan pelatihan "PA dengan Gawai" yang bertajuk #Ayo_PA!. Pada tahun ini, YLSA mendapat kesempatan istimewa untuk mengembangkan pelatihan ini di STT AIMI, Solo. Saya katakan "istimewa", sebab untuk pertama kalinya penyampaian materi #Ayo_PA! "Studi Alkitab pada Era Digital" dikemas dalam bentuk kurikulum untuk dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Materi yang disampaikan berpusat pada pengenalan alat dan bahan PA digital, serta penerapan metode S.A.B.D.A. (Simak, Analisa, Belajar, Doa+Diskusi, Aplikasi). Pelatihan pertama sudah dilaksanakan pada Mei lalu, seperti yang bisa Anda simak pada tulisan Sdr. Danang.

Pertemuan II membahas langkah ANALISA. Saya mendapat tugas bersama Danang dan Ody sebagai pembicara. Selain itu, Tika dan Roma serta Bu Yulia juga ikut untuk membantu menjaga booth, membuat dokumentasi, dan teknis. Tugas saya dalam pertemuan ini adalah mengingatkan peserta tentang apa yang sudah dipelajari pada pertemuan I, di antaranya:
a. Mengapa orang percaya perlu ber-PA,
b. Alat dan bahan PA digital
c. Metode S.A.B.D.A. dan
e. Langkah SIMAK.

Presentasi berikutnya dipandu oleh Ody dan Danang yang memaparkan langkah Analisa dengan apps:
a. Tafsiran
b. Kamus
c. Alkipedia dan
d. Peta.

Mereka juga menjelaskan fitur "Search" untuk mencari kata-kata tertentu dalam Alkitab menggunakan apps Alkitab SABDA. Pertemuan ini berjalan dengan lancar karena peserta sudah mendapatkan bekal pengetahuan dari pertemuan sebelumnya. Itu sebabnya, ketika penjelasan teknis apps SABDA diberikan oleh Danang dan Ody, kebanyakan peserta tidak menemui kendala yang berarti. Penggunaan teknologi ChromeCast juga membuat peserta bisa mengamati langkah-langkah penggunaan apps dengan lebih jelas. Saya pun terkesan dengan antusiasme para peserta, bahkan ada peserta yang datang dari luar kota untuk bisa mengikuti pelatihan ini. Booth kami juga ramai dikunjungi hamba-hamba Tuhan garis depan dan para mahasiswa teologi.
Ibu Yulia melanjutkan presentasi dari Danang dan Ody dengan memberikan kuis penggunaan apps Alkitab dan Kamus, di antaranya untuk mencari kata-kata tertentu dalam Alkitab. Kuis ini memaksa peserta untuk mengaplikasikan fitur-fitur yang sudah dipelajari. Tidak hanya mengikuti jalannya kuis ini dengan penuh perhatian, para peserta berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat dalam menjawab pertanyaan kuis yang diberikan. Di sini, saya kembali diingatkan bahwa interaksi dan relasi dengan peserta perlu sekali ditampilkan agar peserta mau melibatkan diri dalam proses belajar mengajar ini.

Kemudian, Ibu Yulia juga mengajak seluruh hamba Tuhan yang hadir memanfaatkan teknologi di tangan mereka guna menjangkau generasi muda. Banyak gereja saat ini kehilangan para pemudanya, sebab gereja-gereja menolak kemajuan teknologi. Firman memang tidak berubah, tetapi zaman dan teknologi terus berkembang. Itu sebabnya, firman Tuhan harus bisa disampaikan sedemikian rupa agar tetap relevan bagi para pembacanya. Teknologi bisa menjadi jembatan agar firman relevan diterima oleh generasi zaman ini. Dengan Alkitab dan bahan-bahan studi digital di HP mereka, generasi abad ini bisa belajar firman Tuhan dengan cara yang selaras dengan gaya hidup kekinian. Kiranya seruan beliau menjadi pengingat dan motivasi bagi kita untuk memanfaatkan teknologi bagi kemuliaan Tuhan.

Bila Anda tertarik mendapatkan pelatihan serupa, silakan Anda mengundang tim #Ayo_PA! dengan mengisi form berikut. Jika waktu memungkinkan dan Tuhan menghendaki, kami akan datang ke gereja atau komunitas Saudara untuk berbagi lebih jauh tentang kurikulum "Studi Alkitab pada Era Digital".

]]>
http://blog.sabda.org/2018/05/12/studi-alkitab-pada-era-digital-di-stt-aimi-pertemuan-ii/feed/ 0
#Ayo_PA! di Kelompok Persekutuan di Karanganyar (1) http://blog.sabda.org/2018/05/07/ayo_pa-di-kelompok-persekutuan-di-karanganyar-1/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ayo_pa-di-kelompok-persekutuan-di-karanganyar-1 http://blog.sabda.org/2018/05/07/ayo_pa-di-kelompok-persekutuan-di-karanganyar-1/#comments Mon, 07 May 2018 08:41:27 +0000 Santi http://blog.sabda.org/?p=8796

Oleh: Santi

Yey, akhirnya saya menulis blog lagi. Kesempatan berharga bagi saya untuk berbagi kebaikan Tuhan kepada Anda semua. :) Kali ini, Tuhan memberi saya kesempatan melayani di salah satu persekutuan karyawan di Karanganyar untuk melakukan Pendalaman Alkitab (PA) secara digital. Pelayanan ini dilakukan pada Jumat, 13 April 2018, pukul 12.00 WIB - 13.00 WIB. Meski durasi hanya satu jam, tetapi saya beserta tim, yaitu Mei dan Pio, bisa mengemasnya dengan baik sehingga selama satu jam ini keseluruhan acara bisa dilakukan dengan maksimal. Puji Tuhan!

Acara diawali dengan menyanyikan lagu "Pertolongan-Mu" yang pernah dipopulerkan oleh Citra Skolastika, lalu dilanjutkan dengan berdoa. Hati saya "deg-deg'an" karena setelah doa pembuka, saya akan menyampaikan presentasi. Tuhan tolonglah saya! Saya mengawali presentasi dengan memperkenalkan sekilas tentang Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) supaya peserta mengenal pelayanan kami. Setelah itu, saya masuk ke sesi 1, yaitu alasan pentingnya melakukan PA. Ketika menyampaikan materi ini, saya kembali diingatkan bahwa jiwa kita harus setiap hari diberi makanan rohani supaya sehat dan bertumbuh dengan baik. Memasuki sesi 2, yaitu praktik PA dengan menggunakan smartphone, peserta menjadi semakin antusias. Mereka mengikuti arahan PA dengan baik dan terlihat senang ketika mendapati sesuatu yang baru tentang firman Tuhan.

Bersyukur pula karena Mei dan Pio bisa turut mengerjakan bagian mereka dengan baik. Mei bertanggung jawab untuk booth SABDA, dan Pio bertanggung jawab untuk dokumentasi dan hal-hal teknis selama presentasi. Saya senang bisa melayani bersama mereka berdua. :) Oh ya, selain aktif mengikuti PA, peserta juga aktif bertanya mengenai produk-produk SABDA yang ada di booth. Bahkan, beberapa peserta mengambil produk-produk SABDA untuk menolong pelayanan mereka/rekan mereka yang melayani di bidang tertentu. Bapak Pras, yang menjadi penanggung jawab persekutuan tersebut, sangat tertarik dengan produk DVD Library SABDA Anak dan traktat "Tuhan Yesus Menyelamatkanmu". Beliau mengambil DVD dan traktat ini untuk diberikan kepada para guru sekolah minggu di gerejanya. Kiranya peserta yang sudah mengambil produk-produk SABDA bisa memanfaatkannya dengan bijaksana untuk hormat dan kemuliaan Tuhan. Saya juga terus berdoa dan berharap supaya peserta yang sudah menerima materi dan pelatihan #Ayo_PA! semakin rindu untuk belajar firman Tuhan secara teratur. Amin.

]]>
http://blog.sabda.org/2018/05/07/ayo_pa-di-kelompok-persekutuan-di-karanganyar-1/feed/ 0
Doa Semalam Ceria di SABDA — Apart from Me You Can Do Nothing! http://blog.sabda.org/2018/05/03/doa-semalam-ceria-di-sabda-apart-from-me-you-can-do-nothing/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=doa-semalam-ceria-di-sabda-apart-from-me-you-can-do-nothing http://blog.sabda.org/2018/05/03/doa-semalam-ceria-di-sabda-apart-from-me-you-can-do-nothing/#comments Thu, 03 May 2018 04:07:32 +0000 Penulis Tamu http://blog.sabda.org/?p=8785

Oleh: *Roma

Shalom, perkenalkan nama saya Romauli br Marpaung. Pada Jumat, 27 April 2018, untuk pertama kalinya, saya mengikuti doa semalam ceria. Bukan hanya saya, melainkan seluruh staf YLSA dan juga pemimpin YLSA mengikuti kegiatan ini. Kegiatan tersebut dilakukan agar kami meletakkan segala mimpi, harapan, dan pekerjaan di atas doa. Doa adalah kebutuhan bagi setiap orang percaya. Tanpa doa, hidup kita ini akan terasa seperti "zombie" yang kelihatannya hidup, tetapi sebenarnya mati.

Pada kesempatan itu, doa semalam ceria tersebut dibagi dalam tiga sesi. Dalam sesi pertama, kegiatan ini dimulai dengan ramah tamah. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dan doa pembukaan oleh HRD. Kemudian, ada puji-pujian yang dipandu oleh MC (Aji) dan sharing dari staf. Sharing ini juga dibagi atas tiga bagian, yaitu bernyanyi, kesaksian pribadi, dan berbagi qoute. Untuk sharing sesi pertama, dilakukan oleh Hadi (bernyanyi), Markus (qoute), Rode (kesaksian), Tika (bernyanyi), Mei (kesaksian), dan Liza (qoute). Kemudian, ada pemutaran video tentang Doa dari David Platt dengan durasi sekitar 60 menit. Setelah itu, kami diskusi bersama mengenai video yang diputar. Dalam diskusi, kami mendapatkan sesuatu yang baru mengenai doa. Tuhan berkuasa atas setiap doa yang kita naikkan kepada-Nya. "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (Markus 11:24) Diskusi selesai dan ditutup dengan doa yang dipandu oleh Ibu Yulia. Kemudian,saya dan seluruh staf break selama 15 menit setelah sesi pertama selesai. Dalam break tersebut, saya dan teman-teman makan Popmie, dan beberapa dari kami minum kopi, termasuk saya minum kopi luwak, untuk memulihkan tenaga kami kembali. :)

Lima belas menit terasa begitu cepat dan jam juga terus berputar. Acara dilanjutkan ke sesi kedua. Dipandu oleh MC (Mei), kami bernyanyi satu lagu pujian (Kubawa Hidupku Sekarang). Setelah itu, kami dibagi dalam beberapa kelompok untuk menaikkan setiap pokok doa yang telah di presentasikan oleh Hadi, Pioneer, dan Yudo. Dalam sekian menit, kami berdoa untuk setiap pokok doa yang disampaikan. Kemudian, kak Okti membagikan renungan dari sebuah artikel yang berhubungan dengan doa. Saya pribadi sangat diberkati lewat renungan tersebut. Renungan itu mengatakan bahwa semestinya hubungan yang kita jalin kepada Tuhan melalui doa merupakan doa yang rasional (realistis), bukan doa yang emosional. Setelah kami mendengar renungan, kami juga mendengar beberapa kesaksian lagi dari beberapa staf, yaitu Ariel (bernyanyi), Indah (kesaksian), Aji (quote), Pio (Kesaksian), Lena (bernyanyi), Evie (bernyanyi), Elly (kesaksian), dan Santi (quote). Beberapa kesaksian memberkati saya, baik itu berupa nyanyian, quote, maupun kesaksian pribadi dari staf YLSA. Saya merasa bahwa rencana dan jawaban Tuhan kadang tidak bisa dimengerti. Namun, dalam hidup setiap orang, Tuhan sering memberikan sesuatu yang menarik dan istimewa bagi tiap-tiap orang. Saya sadar bahwa Tuhan itu sangat teratur sehingga Ia ingin supaya kita sebagai manusia juga teratur dalam menjalani hidup ini. Sesi 2 akhirnya usai dan ditutup dengan doa syafaat. Saya menunggu saat-saat di mana saya akan cerita tentang kehidupan saya bersama Tuhan melalui pujian.

Pada saat masuk sesi ketiga, seharusnya sesi terakhir ini dipandu oleh Ibu Evie. Namun, karena waktu, pujian untuk sesi 3 dan juga ice breaker akhirnya dihapuskan. Dan, langsung dilanjutkan doa syafaat dan kesaksian staf yang belum menyampaikan kesaksiannya. Saat itu, yang bersaksi ialah Yudo (kesaksian), Hilda (bernyanyi), Ody (kesaksian), Okti (quote), Yoseph (kesaksian), Kun (quote), Danang (kesaksian), dan saya sendiri (bernyanyi). Saya bersyukur bisa ikut berpartisipasi dalam doa semalam ceria kali ini. Yang saya syukuri bahwa dalam sepanjang acara, saya bisa menghilangkan rasa kantuk saya. Dalam kesaksian saya, satu hal yang membuat saya sadar juga bahwa saya ternyata dipanggil Tuhan melayani bukan karena saya hebat, saya kuat, atau saya bisa melakukan banyak hal, melainkan semata-mata karena anugerah Tuhan yang melimpah bagi saya. Dan, doa semalam ceria memberi saya banyak hal baru yang harus saya lakukan untuk kemajuan saya ke depannya. Semua ini tidak akan bisa saya lakukan tanpa meletakkan harapan di atas doa. Ya, berdoa dan berusaha. Itu yang saya dapatkan sejak pukul 20.00 WIB -- 04.30 WIB keesokan harinya dalam acara doa semalam ceria di SABDA. "Tetaplah berdoa." (1 Tesalonika 5:17)

]]>
http://blog.sabda.org/2018/05/03/doa-semalam-ceria-di-sabda-apart-from-me-you-can-do-nothing/feed/ 0