Blog SABDA » Yulia http://blog.sabda.org melayani dengan berbagi Thu, 14 Dec 2017 06:26:23 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.4 Seminar SABDA di Jakarta International Christian Fellowship (JICF) http://blog.sabda.org/2016/03/15/seminar-sabda-di-jakarta-international-christian-fellowship-jicf/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=seminar-sabda-di-jakarta-international-christian-fellowship-jicf http://blog.sabda.org/2016/03/15/seminar-sabda-di-jakarta-international-christian-fellowship-jicf/#comments Tue, 15 Mar 2016 03:54:27 +0000 Yulia http://blog.sabda.org/?p=7059

Permintaan untuk memimpin seminar misi di JICF seharusnya dilakukan pada Januari 2016. Namun, karena saya harus menjaga Tante (adik Ibu) yang sedang sakit akibat stroke di rumah sakit, ditambah dengan kaki saya yang keseleo berat pada awal Januari, maka panitia seminar JICF berbaik hati mengundur seminar menjadi 6 Maret 2016. Puji Tuhan, setelah melewati berbagai rintangan, akhirnya saya putuskan untuk pergi ke Jakarta setelah hampir 5 bulan lebih tidak bisa pergi ke luar kota karena harus menjaga Tante yang sakit dan menunggu pemulihan kaki saya.

Topik tentang "misi" sangat sejalan dengan visi dan misi pelayanan Yayasan Lembaga SABDA. Karena itu judul yang saya pilih adalah "The Digital WORD for a Digital World". Intinya, atau sub judulnya adalah, bagaimana menjalankan misi Allah (Kabar Baik) kepada dunia yang sekarang ada di era digital (Doing Mission in a Digital Era). Selain sebagai gereja/persekutuan yang menyelenggarakan kebaktiannya dalam bahasa Inggris, terus terang saya sebenarnya kurang mengenal JICF. Saya hanya berdoa kiranya Roh Kudus menuntun sehingga apa yang saya bawakan akan menjadi berkat bagi jemaat JICF. Puji Tuhan, setelah mengenal mereka dari dekat, saya melihat bahwa JICF sangat mengedepankan misi, terlihat dari laporan keuangan yang menyebutkan bahwa 47% budget gereja tahun lalu dipakai untuk pelayanan misi. Sangat jarang ada gereja di Indonesia yang dana terbesarnya adalah untuk pelayanan misi.

Dari Pak Wan, salah satu pemimpin dari pelayanan misi, saya mendapat informasi bahwa SABDA juga boleh buka booth untuk melayani jemaat yang hadir pada dua kebaktian Minggu pagi sebelum seminar pada siang hari. Karena itu, saya senang sekali ketika mendapat kesempatan untuk memberikan dua kali (kebaktian jam 08.30 dan jam 10.00) presentasi singkat tentang pelayanan booth SABDA kepada seluruh jemaat JICF (total hampir 400 -- 500 orang). Puji Tuhan, banyak jemaat yang datang ke booth SABDA untuk mengambil CD-CD Alkitab Audio dalam berbagai bahasa; DVD bahan-bahan pelayanan anak, konseling, dan biblika. Juga, traktat penginjilan "Tuhan Yesus Menyelamatkanmu" dan traktat "Hatiku Rumah Kristus" banyak diminati. Sebagaimana disebutkan dalam presentasi, bahan-bahan yang dibagikan SABDA ini bukan hanya untuk mereka, tetapi terutama untuk menjadi alat pelayanan bagi teman-teman mereka yang membutuhkan.

Seminar diadakan pada jam 12.30 siang (setelah kebaktian kedua) di ruangan yang biasa dipakai untuk sekolah minggu dengan diawali makan siang bersama. Jemaat yang hadir ternyata tidak terlalu banyak (25 orang), dan memang beberapa orang sempat datang ke saya dan minta maaf tidak bisa hadir karena sudah ada acara sebelumnya. Isi seminar dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama membicarakan tentang dunia yang berubah karena perkembangan teknologi yang demikian maju dan peran teknologi bagi Kerajaan Allah. Bagian kedua lebih menekankan kepada teknologi dan misi. Bagian kedua ini menurut saya yang paling menarik karena pengertian misi di era digital sudah tidak lagi sama dengan sebelumnya. Lebih dari setengah penduduk dunia sekarang sudah terkoneksi aktif di dunia digital karena di sanalah mereka hidup, berelasi, dan berkomunitas. Karena itu, tidak heran jika dunia digital saat ini telah menjadi ladang misi terbesar abad 21. Terakhir, bagian ketiga membicarakan tentang bagaimana gereja memulai pelayanan misi dengan memakai teknologi, khususnya dengan smartphone dan media sosial.

Peserta yang mengikuti seminar memberikan tanggapan yang cukup positif walaupun banyak dari mereka yang menganggap diri "gaptek". Semoga seminar ini membuka wawasan bahwa di era digital saat ini, melakukan pelayanan misi tidak harus pergi ke benua lain atau meninggalkan keluarga dan pekerjaan. Ketersediaan teknologi membuktikan bahwa Allah turut bekerja "menyempitkan dunia" sehingga yang terhilang dapat dijangkau hanya lewat alat yang ada di tangan kita. "Sampai semua orang mendengar Kabar Baik", maka waktu kedatangan Kristus yang kedua kali akan semakin dekat. Marilah bekerja selagi hari masih siang.

]]>
http://blog.sabda.org/2016/03/15/seminar-sabda-di-jakarta-international-christian-fellowship-jicf/feed/ 0
YMC dan SABDA di Lampung http://blog.sabda.org/2015/11/04/ymc-dan-sabda-di-lampung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ymc-dan-sabda-di-lampung http://blog.sabda.org/2015/11/04/ymc-dan-sabda-di-lampung/#comments Wed, 04 Nov 2015 02:57:56 +0000 Yulia http://blog.sabda.org/?p=6702

Kesempatan ikut pelayanan bareng dengan Pak Hagai dari Iota ProJeCt dalam acara Youth Mission Conference (YMC) di Lampung sangat sayang untuk dilewatkan. Karena itu, saya menyanggupi untuk ikut mengisi di acara YMC dengan alasan: Pertama, misi selalu menjadi jantung Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) dan sejauh ini YLSA jarang ke lapangan. YLSA, yang lebih banyak dikenal di dunia maya sebagai penyedia bahan, termasuk bahan misi, sudah saatnya "turun gunung", kata pepatah ... untuk melihat apakah masih ada yang dibutuhkan teman-teman di lapangan untuk YLSA kerjakan. Kedua, untuk mengenal lebih dekat mitra YLSA yang baru, yaitu Iota ProJect. YLSA menyadari bahwa pelayanan Tuhan akan kuat kalau para pelayan-Nya bersatu, saling menopang, dan menolong. Ketiga, YLSA belum pernah roadshow ke Lampung. Ada rasa penasaran apakah SABDA sudah dikenal di Lampung.

YMC diselenggarakan dalam dua pertemuan; tgl. 9 -- 10 Oktober di Tulang Bawang dan 13 -- 14 Oktober di Bandar Lampung (ibu kota Provinsi Lampung). Kali ini, saya pergi sendirian untuk berbicara tentang Media dan Teknologi, baik di Tulang Bawang maupun di Bandar Lampung. Lampung adalah kota ketiga di luar Pulau Jawa yang dikunjungi SABDA, setelah Bali dan Palembang. Karena teman-teman Pak Hagai banyak yang berasal dari lulusan Seminari Teologia Baptis Indonesia (STBI), maka kami banyak terlibat dengan pelayanan gereja-gereja Baptis di Lampung, termasuk Rumah Sakit Baptis Imanuel di Bandar Lampung. Tetapi, khusus di Tulang Bawang, mereka bekerja sama dengan gereja-gereja GITJ (Gereja Injili Tanah Jawa).

Kesan pertama saya ketika tiba di Lampung adalah .... "Lho, kok semua orang berbahasa Jawa di sini? Ini Jawa atau Sumatra yo?" Rasanya juga aneh ketika sampai di Tulang Bawang melihat gereja yang sangat megah berdiri di tengah-tengah "desa" dan bertuliskan Gereja Injili Tanah Jawa .... "Ah, lho kok nggak Tanah Sumatra?" Setelah selidik punya selidik, ternyata Lampung menyimpan sejarah yang cukup panjang (50 tahun)... yang bermula dari program transmigrasi pemerintah tahun 60-an dan 70-an .... Bukan hanya bahasa, ternyata makanan Jawa pun lebih populer di Lampung. Boleh dibilang, tradisi Jawa dipelihara lebih ketat di Lampung daripada di Jawa sendiri .... Benar nggak sih?

YMC di Tulang Bawang diadakan 2 hari berturut-turut (9 -- 10 Oktober), dihadiri oleh kira-kira 100 remaja-remaja GITJ dari berbagai wilayah, diselenggarakan di GITJ Tirta Kencana. Tidak banyak pemuda yang datang karena pemuda-pemuda Lampung kebanyakan bersekolah keluar kota atau merantau ke Jawa. Target sebenarnya 200-an remaja, tetapi waktu penyelenggaraan bertepatan dengan test tengah semester SMP, jadi banyak orangtua yang tidak mengizinkan anak-anaknya hadir. Acara berjalan baik dan anak-anak cukup antusias mengikuti setiap sesi. Ada beberapa sesi yang dipimpin oleh Bpk. Dr. Bambang Sriyanto, dosen Misiologi dari STBI. Saya secara pribadi bersyukur bertemu dengan Pak Bambang karena bisa berbincang-bincang tentang banyak hal, khususnya tentang pelayanan misi. Selama di Tulang Bawang, saya bermalam di rumah jemaat yang sangat baik menerima saya untuk tidur di rumahnya.

Pada 11 Oktober, hari Minggu, semua anggota tim Pak Haggai diberi tugas untuk berkhotbah di berbagai gereja di sekitar Tulang Bawang, termasuk saya yang mendapat tempat khotbah di GITJ Candra Kencana yang dipimpin oleh Bpk. Pdt. Jedi. Saya bersyukur dapat berbincang dengan Pdt. Jedi setelah kebaktian, bahkan sempat menginstalkan Software SABDA dan memberikan training singkat bagaimana menggunakan Software SABDA kepada Pdt. Jedi dan anaknya. Rupanya SABDA sudah dikenal oleh beliau sebelumnya. Saya berdoa mereka berdua bisa saling belajar sehingga Software SABDA bisa menemani Pdt. Jedi dalam menyiapkan khotbah-khotbahnya. Sorenya, kami menuju ke Gereja Baptis Daya Murni yang dipimpin oleh Pak Eko karena kami akan mengadakan KKR di sana. Walaupun saya tidak banyak terlibat, tetapi saya bersyukur dapat mengenal Pak Eko dan istrinya yang sangat gesit, dan juga salah satu keluarga jemaat tempat saya tinggal malam itu. Keesokan paginya (jam 07.00), kami meninggalkan Daya Murni menuju Kota Bandar Lampung (3,5 jam perjalanan).

Sesampainya di Bandar Lampung, Senin siang, saya menyempatkan diri ke RS Imanuel untuk menyiapkan ruangan yang akan dipakai untuk pelatihan Software SABDA. Ide mengadakan pelatihan ini sebenarnya lumayan mendadak dan muncul saat hari pertama saya datang di Lampung ketika bertemu dengan Pak Soegiarto, Tim Kerohanian RS Imanuel. Ide ini disambut baik, dan Pak Soegiarto berhasil menghubungi 10 hamba Tuhan gereja Baptis yang tertarik ikut pelatihan. Saya bersyukur karena waktu luang saya Selasa pagi (tgl. 13) bisa digunakan dengan baik. Ibu Diah dari RS Imanuel menyediakan tempat yang nyaman dan prasarana yang bagus untuk kami melakukan pelatihan bagi 12 hamba Tuhan gereja Baptis dari jam 08.00 -- 11.00 siang. Banyak dari hamba Tuhan ini ternyata sudah mengenal SABDA di internet, tetapi belum Software SABDA-nya. Pelatihan ini membuat mereka kagum dengan kemampuan Software SABDA dan bersyukur mendapat sumber-sumber bahan yang sangat melimpah dari SABDA.

YMC di Bandar Lampung juga diadakan 2 hari berturut-turut (13 -- 14 Oktober) mulai siang hari dan dihadiri oleh 150-an remaja dan pemuda dari gereja-gereja Baptis Bandar Lampung dan sekitarnya. Acara diawali dengan KKR di Aula lantai 5, RS Imanuel. Setelah itu, mereka dibawa ke area kamp karena mereka akan menginap di sana satu malam. Malam itu, saya menjadi penerjemah untuk Pak Peter (Ketua pelayanan K-Pact, yang juga menjadi salah satu pembicara YMC). Saya juga membawakan 1 sesi sehabis makan malam dan membagikan brosur Apps4God, aplikasi SABDA Android, dan juga produk-produk SABDA yang lain. Saya agak kaget karena setelah sesi, ada 2 anak remaja yang datang dan minta foto bersama, oh ternyata mereka fansnya SABDA .... Sayang sekali, saya hanya bisa ikut hari pertama saja karena besok pagi-pagi (jam 06.30) harus terbang kembali ke Solo.

Pelayanan ke Lampung lumayan melelahkan. Selain karena udara Lampung yang panas, secara fisik saya juga kurang fit. Puji Tuhan, Dia selalu menjaga saya sehingga saya bisa mengerjakan apa yang bisa saya kerjakan dengan sebaik mungkin. Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan; salah satunya adalah pelayanan misi sangat penting dan harus dikerjakan secara strategis untuk menghasilkan hasil yang maksimal. Bersyukur untuk Pak Hagai dan tim yang menerima saya dan menjadikan saya anggota tim tanpa membeda-bedakan. Sempat berbincang-bincang banyak dengan Pak Hagai, terutama untuk pelayanan-pelayanan selanjutnya. "Terus semangat, Pak! Masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan .... Sampai jumpa di pelayanan yang lain."

]]>
http://blog.sabda.org/2015/11/04/ymc-dan-sabda-di-lampung/feed/ 1
SABDA dan Keluarga Besar Scripture Union Asia http://blog.sabda.org/2015/09/17/sabda-dan-keluarga-besar-scripture-union-asia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sabda-dan-keluarga-besar-scripture-union-asia http://blog.sabda.org/2015/09/17/sabda-dan-keluarga-besar-scripture-union-asia/#comments Thu, 17 Sep 2015 02:48:24 +0000 Yulia http://blog.sabda.org/?p=6631

Undangan Pak Tantono, Direktur Scripture Union (SU) Indonesia, untuk Yayasan Lembaga SABDA hadir di pertemuan "Bible Consultation" keluarga besar SU (East West Asia) pada Juni 2015, ternyata bukan suatu kebetulan. Topiknya pun sangat menarik: "Spoken Word, Printed Word and Digital Word". Setelah bermitra dalam pelayanan selama 15 tahun, ketika SU Indonesia masih bernaung di bawah nama PPA (yang dulunya singkatan dari Persekutuan Pembaca Alkitab, tetapi kemudian diganti dengan nama Pancar Pijar Alkitab), undangan ini merupakan suatu konfirmasi bahwa kerja sama dan kolaborasi dalam suatu pelayanan adalah hal yang sudah seharusnya. Karena itu, saya sangat bersyukur pertemanan pelayanan ini bisa terus dilangsungkan walaupun (SU Indonesia) sudah ganti pemimpin beberapa kali.

Sudah bisa diduga bahwa YLSA akan mengambil bagian di "Digital Word", dengan topik yang saya pilih, "Digital Word for a Digital World", sebagaimana kiprah SABDA di dunia maya. Keprihatinan SU adalah bagaimana menjangkau orang-orang untuk bisa "engage with the Word", sedangkan keprihatinan SABDA adalah bagaimana memperlengkapi anak-anak Tuhan yang ada di dunia digital, terutama generasi "digital native" dengan bahan-bahan yang alkitabiah. Dua keprihatinan yang akan bertemu pada tahun-tahun ke depan. Karena itu, kerja sama SU dan SABDA harus terus ditingkatkan untuk mencapai tujuan yang Tuhan inginkan.

Ada banyak sesi yang sangat saya nikmati karena berbicara banyak tentang pelayanan Bible Engagement, baik di pelayanan SU maupun di pelayanan gereja pada umumnya. Saya juga sangat terkesan dengan sejarah pelayanan SU, dan semakin rindu melihat bagaimana Tuhan akan terus memimpin pelayanan SU ke depan. Akan tetapi, hal yang paling memberi sukacita bagi kami adalah keikutsertaan Jesica di sepanjang acara ini. Semoga apa yang dia dengar dipakai Tuhan untuk menanamkan benih-benih kerinduan melayani Tuhan.

Karena pertemuan ini diadakan di Bogor, maka kami juga sempat ikut menikmati jalan-jalan di Kebun Raya Bogor. Ada sedikit keprihatinan sih karena Kebun Raya ini kurang terpelihara dan sangat kurang dikembangkan. Kami juga senang karena dapat teman-teman baru dari SU Taiwan, Korea, Thailand, Japan, Malaysia, dan Singapore. Kiranya pertemanan dalam tubuh Kristus ini semakin menguatkan kasih kita kepada Firman-Nya dan Tuhan sendiri.

]]>
http://blog.sabda.org/2015/09/17/sabda-dan-keluarga-besar-scripture-union-asia/feed/ 0
SABDA di Kongres X Gabungan Gereja Baptis Indonesia http://blog.sabda.org/2015/05/08/sabda-di-kongres-x-gabungan-gereja-baptis-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sabda-di-kongres-x-gabungan-gereja-baptis-indonesia http://blog.sabda.org/2015/05/08/sabda-di-kongres-x-gabungan-gereja-baptis-indonesia/#comments Fri, 08 May 2015 08:23:52 +0000 Yulia http://blog.sabda.org/?p=6245

Berawal dari tawaran Pak Bambang Sriyanto yang saat itu sedang memimpin seminar "Menjawab Tantangan Kepemimpinan Kristen Abad 21", yang diselenggarakan oleh STT Berita Hidup, kami mendapat kesempatan untuk membuka booth di acara Kongres X Gabungan Gereja Baptis Indonesia yang diadakan pada Maret yang lalu di Surabaya. Pada roadshow ini, saya pergi dengan ditemani Khenny dan anak saya, Jesica, yang kebetulan sedang libur sekolah.

Selama dua hari, YLSA membagikan produk-produk SABDA, di antaranya 3 macam DVD sumber bahan, CD-CD Alkitab Audio dari berbagai bahasa, traktat, dan informasi-informasi produk YLSA supaya para hamba Tuhan Gereja Baptis yang hadir bisa membawa pulang bahan-bahan SABDA untuk memperlengkapi pelayanan mereka. Ada cukup banyak hamba Tuhan yang datang di booth SABDA, bahkan tidak saya sangka ada banyak yang tertarik dengan DVD Alkitab Aksara Jawa dan juga DVD bahan-bahan dalam bahasa Chinese .

Selain membagikan produk-produk tersebut, YLSA juga menjalin relasi dengan hamba-hamba Tuhan dari Gereja Baptis. Itulah salah satu tujuan saya ikut dalam roadshow ini. Walaupun cukup kecewa karena tidak mendapat kesempatan untuk memberikan presentasi, tapi kami cukup bersemangat melayani para hamba Tuhan yang datang ke booth kami, termasuk teman-teman dari STBI. Semoga melalui pertemuan ini, akan disambung dengan pertemuan-pertemuan berikutnya.

Ketika kami sedang berjalan keluar dari tempat pertemuan, kami bertemu dengan Bu Anna dari STTIAA Pacet yang sedang kunjungan ke rekan pelayanan dari Gereja Baptis yang ikut kongres. Pertemuan itu ternyata berbuntut panjang ... karena gara-gara pertemuan ini, beberapa minggu kemudian Bu Anna mengirim Mas Anin untuk mengikuti training di SABDA.

Kesempatan ke Surabaya juga kami manfaatkan untuk berkunjung ke rekan pelayanan yang sudah lama sekali kami kenal, yaitu Pdt. Jusuf B.S. dari Gereja Bukit Zaitun, Surabaya. Sambil saling berbagi berkat, kami banyak berbincang-bincang tentang proyek penerjemahan yang sedang dikerjakan, baik oleh Pdt. Jusuf (Alkitab Wasiat Baru) maupun oleh SABDA (Alkitab Yang Terbuka). Sungguh senang bertemu dengan hamba Tuhan yang punya passion terhadap penerjemahan Alkitab. Semoga Tuhan terus mendorong kami untuk berbagi berkat sebagai sesama pelayan Tuhan.

Perjalanan pulang ke Solo cukup unforgetable karena terjebak macet setelah Mojokerto karena ada trailer yang terguling di jalan ... wow, berjam-jam kami menunggu jalan dibuka lagi. Kami bersyukur bisa pulang dengan selamat.

To God be the glory.

]]>
http://blog.sabda.org/2015/05/08/sabda-di-kongres-x-gabungan-gereja-baptis-indonesia/feed/ 1
Selamat Ulang Tahun, SABDA! http://blog.sabda.org/2013/10/01/selamat-ulang-tahun-sabda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=selamat-ulang-tahun-sabda http://blog.sabda.org/2013/10/01/selamat-ulang-tahun-sabda/#comments Tue, 01 Oct 2013 10:00:18 +0000 Yulia http://blog.sabda.org/?p=4101

Hari ini, tanggal 1 Oktober, adalah hari ulang tahun Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) yang ke-19. Yeee...!!

Di hari yang istimewa ini -- di tengah banyaknya kesibukan YLSA, dan kepala saya yang penuh pikiran ini -- saya mencoba meluangkan waktu untuk merenungkan sejarah perjalanan YLSA yang puuaanjang. Tetapi, aduh... kepala ini susah sekali diajak untuk kompromi... Alhasil, semakin dicoba, otak saya rasanya semakin 'blank'... Yang keluar di hati saya cuma satu hal, "Tuhan itu sungguh baik, amat baik...!!" Lalu, pikiran saya seperti memberontak dan berteriak, "Kok, bisa ya? Kalau ingat dari nol tahun sampai sekarang 19 tahun... kok bisa ya kita sampai di sini..." Wow... saya seperti penonton yang bengong melihat pertarungan antara hati dan pikiran saya. Air mata saya pun meleleh... "Kok Tuhan baik banget ya..."

"Thank you, Lord for Your wonderful works in each of us... Thank you for Your provision... unthinkable, unimaginable... YOU ARE LORD!! Your love to us is so awesome...We love You Lord!!!" Tiba-tiba, kata-kata dan kalimat-kalimat yang tidak sistematis keluar seperti gerbong kereta api yang saling susul menyusul... Intinya, Tuhan itu baik. Biarlah kemuliaan Tuhan semakin nyata melalui apa yang Dia kerjakan di SABDA!

Untuk rekan-rekan pelayananku di SABDA, terima kasih banyak untuk kesediaan hati kalian bersama-sama saya melayani Tuhan melalui SABDA. Mari kita terus berjuang meninggikan nama-Nya, membagikan kebaikan-Nya kepada semua anggota tubuh Kristus yang lain, dan sebarkan Firman-Nya agar terus berjaya!!

]]>
http://blog.sabda.org/2013/10/01/selamat-ulang-tahun-sabda/feed/ 17