<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog SABDA &#187; Truly</title>
	<atom:link href="http://blog.sabda.org/author/uly/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sabda.org</link>
	<description>melayani dengan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 14:23:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Aku Tidak Suka Perpisahan</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2011/09/22/aku-tidak-suka-perpisahan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=aku-tidak-suka-perpisahan</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2011/09/22/aku-tidak-suka-perpisahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 04:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Truly</dc:creator>
				<category><![CDATA[HRD (Personalia)]]></category>
		<category><![CDATA[HRD]]></category>
		<category><![CDATA[Penulis]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[training]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=2465</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku tidak suka perpisahan,&#8221; demikian ucapku saat malam kebaktian keluarga YLSA, pada tanggal 25 Agustus 2011, yang diadakan di rumahku. Aku sengaja mengusulkan agar kebaktian keluarga kali ini diadakan di rumahku saja, sekaligus pamitan, batinku. Kehangatan sebagai satu keluarga besar memang selalu terasa kental di kebaktian YLSA, apalagi setelah acara permainan. Firman Tuhan disampaikan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-2495" title="Perpisahan_uly" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2011/09/Perpisahan_uly.jpg" alt="" width="200" height="130" />&#8220;Aku tidak suka perpisahan,&#8221; demikian ucapku saat malam kebaktian keluarga <a href="http://ylsa.org">YLSA</a>, pada tanggal 25 Agustus 2011, yang diadakan di rumahku. Aku sengaja mengusulkan agar kebaktian keluarga kali ini diadakan di rumahku saja, sekaligus pamitan, batinku. Kehangatan sebagai satu keluarga besar memang selalu terasa kental di <a href="http://blog.sabda.org/2010/10/29/persekutuan-staf-ylsa-di-rumahku/">kebaktian YLSA</a>, apalagi setelah acara permainan. Firman Tuhan disampaikan oleh papaku sendiri. Setelah itu, giliranku menyampaikan satu dua patah kata. &#8220;Aku tidak suka perpisahan,&#8221; demikian aku mengawalinya.<span id="more-2465"></span></p>
<p>Sekadar mengingat kembali, aku membuka lembaran bab baru dalam hidupku ketika aku melangkahkan kaki di kantor YLSA pada bulan Januari 2010. Satu tahun delapan bulan di YLSA merupakan masa kerja yang terbilang singkat, tapi begitu banyak hal yang telah kupelajari. Bagaimana tidak? Acap kali terlontar slogan sakti dari pimpinan, senior atau <a href="http://blog.sabda.org/blogger/">rekan kerja</a>, &#8220;Belajar apa?&#8221; YLSA telah membekaliku dengan berbagai macam <a href="http://blog.sabda.org/tag/pelatihan/">training</a>, mulai dari training <a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/">Penulis</a>, <a href="http://blog.sabda.org/2011/01/14/yang-baru-di-ylsa-divisi-komunitas/">Komunitas</a>, Internet, <a href="http://khotbah.co/Halaman_Utama#Materi_Pelatihan_Program_Langham">Langham</a>, Prezi, dan banyak lagi. Satu blog tidak akan cukup untuk menyebutkan semua training yang telah kudapatkan di YLSA. Tapi yang paling kusyukuri adalah karena YLSA mengajakku semakin dekat dengan Tuhan. Aku mengaku, aku pertamanya tidak begitu tertarik dengan hal-hal yang berbau rohani, bahkan bisa dibilang agak alergi. Akibatnya, saat pertama kali masuk di YLSA, aku merasa: &#8220;Aduh, salah tempat!&#8221; Akan tetapi, Tuhan itu luar biasa! Dia membimbingku dengan penuh kesabaran. Dia menuntunku lebih dekat dengan-Nya melalui PA pagi, kesaksian teman-teman, renungan grup <a href="http://fb.sabda.org/group/rh">Facebook e-Renungan Harian</a> (RH) dan <a href="http://fb.sabda.org/group/sh">e-Santapan Harian</a> (SH). Ada kedamaian yang dianugrahkan-Nya kepadaku. Tuhan Yesus sungguh baik!</p>
<p>Lalu, kenapa mengundurkan diri dari YLSA? Aku sudah berdoa untuk melanjutkan kuliah di <a href="http://www.ugm.ac.id/">UGM</a>, Yogyakarta, dan ternyata Tuhan mengabulkan doaku. Terima kasih untuk teman-teman YLSA yang juga ikut mendoakanku.</p>
<p>Aku tetap tidak suka dengan perpisahan. Untungnya sahabat-sahabat di YLSA mengingatkan bahwa ini bukanlah perpisahan. Kami tetap satu dalam kuasa dan persekutuan Kristus. Bahkan, mereka mendukungku untuk terus melayani dan belajar. Satu kata yang terucap ketika mengenang saudara-saudaraku di YLSA, &#8220;Terima kasih&#8221;.</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2011%2F09%2F22%2Faku-tidak-suka-perpisahan%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2011/09/22/aku-tidak-suka-perpisahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Staf YLSA Mengikuti Blogshop Kompasiana</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2011/02/23/staf-ylsa-mengikuti-blogshop-kompasiana/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=staf-ylsa-mengikuti-blogshop-kompasiana</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2011/02/23/staf-ylsa-mengikuti-blogshop-kompasiana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 08:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Truly</dc:creator>
				<category><![CDATA[HRD (Personalia)]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas (Jejaring)]]></category>
		<category><![CDATA[Umum (Pelayanan)]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogshop]]></category>
		<category><![CDATA[kompasiana]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=1765</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bayangan saya, blogshop &#8220;Kiat Menulis Cepat di Blog&#8221; yang saya ikuti bersama beberapa staf YLSA lain, akan menawarkan kiat-kiat menulis blog yang cepat dan praktis. Ternyata isi seminar tanggal 29 Januari 2011 ini jauh dari bayangan saya. Kecewa? Tidak, justru sebaliknya. Saya sangat menikmati seminar ini Mas Iskandar Zulkarnaen, pembicara sekaligus admin situs Kompasiana.com, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1767" href="http://blog.sabda.org/2011/02/23/staf-ylsa-mengikuti-blogshop-kompasiana/foto0948/"><img class="alignright size-full wp-image-1767" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2011/02/Foto0948.jpg" alt="" width="200" height="150" /></a>Dalam bayangan saya, blogshop &#8220;Kiat Menulis Cepat di Blog&#8221; yang saya ikuti bersama beberapa staf <a href="http://ylsa.sabda.org">YLSA</a> lain, akan menawarkan kiat-kiat menulis blog yang cepat dan praktis. Ternyata isi seminar tanggal 29 Januari 2011 ini jauh dari bayangan saya. Kecewa? Tidak, justru sebaliknya. Saya sangat menikmati seminar ini <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Mas Iskandar Zulkarnaen, pembicara sekaligus admin situs Kompasiana.com, membagikan wawasannya tentang <em>Citizen Journalism</em> pada era globalisasi ini.<span id="more-1765"></span></p>
<p>Kegiatan menyampaikan informasi sebenarnya sudah terjadi sejak dimulainya peradaban manusia. Penyampaian informasi bisa terjadi kapan saja, dan di mana saja &#8212; dari ukiran kuno di gua-gua sampai gosip ibu-ibu kita. <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Hanya saja, dahulu, informasi sering kali hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil komunitas. Informasi yang cakupannya luas hanya menjadi milik media &#8220;mainstream&#8221; sehingga warga hanya bisa menyaksikan warta dari media-media &#8220;mainstream&#8221; saja. Namun, pada era web 2.0., tren ini berubah. Kini, warga bisa dengan leluasa menikmati informasi dari mana pun, bahkan bisa ikut terlibat dalam gerakan komunikasi seantero dunia.</p>
<p>Pada acara blogshop, yang berlangsung 2 jam ini, Mas Isjet, demikian panggilan akrab Mas Iskandar Zulkarnaen, memberikan beberapa contoh kegiatan &#8220;citizen journalists&#8221; yang berdampak luas. Yang paling berkesan bagi saya adalah video rekaman George Halliday yang dibuat secara tidak sengaja yang merekam penyiksaan seorang kulit hitam di Amerika pada tahun 1991. Karenas video itu, muncullah gerakan antirasis yang berdampak luas di Amerika. Contoh-contoh lain di antaranya, sms &#8220;People Power 2 di Filipina&#8221;, rekaman &#8220;Tsunami di Aceh&#8221;, rekaman &#8220;bom bunuh diri di London&#8221;, twitter &#8220;bom Mumbai dan bom Ritz-Carlton&#8221;, dll.. Menjadi &#8220;citizen jurnalist&#8221; ternyata tidaklah seangker yang saya kira! Revolusi informasi saat ini telah memungkinkan media cetak dan elektronik menerima berita dengan cepat, berupa video, audio, maupun tulisan dari warga biasa. Kemudahan inilah yang perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya.</p>
<p>Kesaksian Mas Wisnu dan Pak Johan yang ditampilkan dalam seminar ini menjadi salah satu bukti. Mas Wisnu, yang biasa dipanggil Mas Inu, telah menulis 400 artikel dalam setahun. Ratusan artikelnya itu kemudian dicetak dalam lima buku. &#8220;Kata editor saya, honornya cukup untuk ganti mobil,&#8221; seloroh Mas Inu yang disambut dengan gelak tawa hadirin. Dia melanjutkan, &#8220;Tetapi itu bukan alasan utama saya ngeblog. Awalnya, saya hanya ingin mencurahkan kegelisahan hati saya.&#8221; Bukan hanya Mas Inu, Pak Johan juga telah menerbitkan banyak sekali buku karena hobi menulisnya. Tidak diragukan kesaksian mereka berhasil membangkitkan semangat saya untuk lebih banyak menulis.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1770" href="http://blog.sabda.org/2011/02/23/staf-ylsa-mengikuti-blogshop-kompasiana/why-blog-1-2/"><img class="alignright size-full wp-image-1770" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2011/02/Why-Blog-11.png" alt="" width="200" height="180" /></a>Walaupun punya blog pribadi, sering terlintas dalam pikiran saya, &#8220;Buat apa sih ngeblog?&#8221; Mas Isjet menjawab pertanyaan ini dengan memuaskan pada bagian akhir seminar. Alasan mengapa para blogger ngeblog, ditunjukkan dalam gambar piramid. Dari piramid terlihat bahwa tahap paling dasar adalah alasan sebagian besar orang negblog, yaitu ingin mengaspirasikan dirinya atau narsis di dunia maya. Pada tahapan yang lebih atas, adalah mereka yang menulis sebagai aktualisasi diri. Pada tingkatan ini, blogger mulai menemukan tulisan dan gaya tulisan yang cocok bagi dirinya. Naik tingkatan lagi, blogger mulai mempromosikan dirinya. Ketika blogger berjejaring, dia mulai memperkenalkan dirinya dan apa yang ditulisnya. Tahapan keempat dalam piramid tersebut, blogger memiliki &#8220;branding&#8221; dalam mempromosikan tulisannya, bisnisnya dll. Tahapan terakhir, menurut Mas Isjet, adalah tahapan &#8220;personal&#8221;, dalam tahapan ini blog ditulis untuk menjadi saluran pesan pribadi. Ketika pembaca membaca tulisan kita, mereka bisa mengenali keunikan dan ciri khas tulisan kita.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1771" href="http://blog.sabda.org/2011/02/23/staf-ylsa-mengikuti-blogshop-kompasiana/why-blog-2/"><img class="alignright size-full wp-image-1771" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2011/02/why-blog-2.png" alt="" width="200" height="180" /></a>Ketika teman-teman yang ikut blogshop mendapat kesempatan membagikan berkatnya pada acara training di kantor, kami semakin diperkaya dengan beberapa masukan, khususnya dengan alasan mengapa kita ngeblog. Sebagai orang Kristen ada dua alasan penting: untuk melayani dan memberikan suara. Blog yang kita tulis sebaiknya tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri dan komunitasnya, tetapi juga untuk orang lain sehingga blog kita menjadi berkat. Mengapa blog juga dapat memberikan suara? Melalui blog, kita bisa berbagi ide dan gagasan yang mengandung visi dan misi dari Allah &#8212; menyuarakan suara Allah sehingga banyak orang dapat mendengar Dia (firman-Nya) yang menjadi berkat bagi khalayak luas.</p>
<p>Saya berharap blogshop yang saya, <a href="http://blog.sabda.org/author/santi/">Santi</a>, <a href="http://blog.sabda.org/author/setya/">Setya</a>, dan <a href="http://blog.sabda.org/author/sigit/">Sigit</a> ikuti ini semakin memotivasi kami untuk menulis. Doakan agar semangat ini tidak berakhir dengan usainya seminar dan artikel ini. Ayo menulis dan menulis, kawan!</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2011%2F02%2F23%2Fstaf-ylsa-mengikuti-blogshop-kompasiana%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2011/02/23/staf-ylsa-mengikuti-blogshop-kompasiana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metode PA: Kualitas Karakter</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2010/05/26/metode-pa-kualitas-karakter/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=metode-pa-kualitas-karakter</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2010/05/26/metode-pa-kualitas-karakter/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 07:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Truly</dc:creator>
				<category><![CDATA[HRD (Personalia)]]></category>
		<category><![CDATA[Umum (Pelayanan)]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kekacauan moral dunia masa kini, tentunya kita rindu mengenal dan mematangkan karakter kita. Saya percaya kita mempunyai kerinduan untuk menjadi individu-individu yang memiliki karakter yang serupa dengan Kristus. Bagaimanakah caranya? Rick Warren menawarkan metode PA yang sangat menantang, yaitu metode dengan menggali karakter-karakter yang berkualitas dari sebuah tambang emas murni&#8211;Alkitab. Nah, saya rindu mengajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1024" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2010/05/pastorandpeople-wordpress-com.jpg" alt="metode_PA_kualitas karakter" width="180" height="250" />Dalam kekacauan moral dunia masa kini, tentunya kita rindu mengenal dan mematangkan karakter kita. Saya percaya kita mempunyai kerinduan untuk menjadi individu-individu yang memiliki karakter yang serupa dengan Kristus. Bagaimanakah caranya? Rick Warren menawarkan metode PA yang sangat menantang, yaitu metode dengan menggali karakter-karakter yang berkualitas dari sebuah tambang emas murni&#8211;Alkitab. Nah, saya rindu mengajak Anda mengenal metode ini serta langkah-langkahnya. Saya juga rindu membagikan pengalaman kelompok kami dalam memburu karakter-karakter yang berkualitas.<span id="more-1015"></span></p>
<p>1. Pilihlah satu karakter</p>
<p style="margin-left: 13pt;">Dari segudang karakter dalam Alkitab, pilihlah satu karakter yang ingin Anda pelajari. Kemudian, carilah definisi dan sinonim karakter tersebut dalam kamus. Hari pertama, kelompok PA kami memilih karakter ”<a href="http://alkitab.sabda.org/lexicon.php?word=kejujuran&#038;version=tb">kejujuran</a>”. Kami mencari arti dan sinonim kata ”<a href="http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=jujur&#038;version=tb">jujur</a>” dalam kamus Alkitab. Selain itu, kami melakukan perbandingan antara kata ”jujur” dengan kata &#8220;<em><a href="http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=honest&#038;version=net">honest</a></em>&#8221; dalam bahasa Inggris. Saya sangat tertarik dengan asal kata &#8220;<em><a href="http://alkitab.sabda.org/lexicon.php?word=honest&#038;version=net">honest</a></em>&#8220;, yang ternyata dibentuk dari &#8220;<em>honor righteousness</em>&#8220;.</p>
<p>2. Pilihlah karakter lawannya</p>
<p style="margin-left: 13pt;">Setelah mencari definisi, sinonim, dan komparatif kata, carilah kualitas lawannya atau antonimnya. Contohnya, lawan kata dari ”jujur” adalah &#8220;tidak benar&#8221;, &#8220;<a href="http://alkitab.sabda.org/lexicon.php?word=penipu&#038;version=tb">penipu</a>&#8220;, &#8220;<a href="http://alkitab.sabda.org/lexicon.php?word=pembohong&#038;version=tb">pembohong</a>&#8220;.</p>
<p>3. Buatlah studi kata</p>
<p style="margin-left: 13pt;">Langkah selanjutnya, carilah definisi tentang karakter yang Anda pelajari dari Alkitab. Anda bisa memanfaatkan seluruh alat bantuan yang Anda miliki untuk lebih mendalami konsep karakter ini. Anda bisa menggunakan <a href="http://kamus.sabda.org/">kamus</a>, ensiklopedia, atau buku <a href="http://alkitab.sabda.org/dictionary.php">studi kata Alkitab</a>. Namun demikian, jangan urungkan niat jika Anda tidak mempunyai alat-alat yang lengkap, karena Anda bisa mendapatkan alat yang sangat lengkap di <a href="http://alkitab.sabda.org/home.php">Alkitab SABDA</a>. Contohnya, kata ”<a href="http://alkitab.sabda.org/expository.php?word=jujur&#038;version=tb">kejujuran</a>” dalam bahasa Ibrani &#8220;<em><a href="http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=04339&#038;version=tb">miyshowr</a></em>&#8221; yang berasal dari &#8220;<em><a href="http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=03474&#038;version=tb">yashar</a></em>&#8221; yang artinya adalah &#8220;tanah yang rata&#8221;, &#8220;benar&#8221;, &#8220;jujur&#8221;.</p>
<p>4.  Carilah ayat-ayat referensi silang</p>
<p style="margin-left: 13pt;">Menurut Rick Warren, penafsir terbaik dari Alkitab adalah Alkitab itu sendiri. Oleh karena itu, <a href="http://alkitab.sabda.org/advanced.php?tsk=on">referensi silang</a> akan sangat membantu Anda memahami suatu konsep. Carilah <a href="http://alkitab.sabda.org/expository.php">konkordasi Alkitab</a> atau <a href="http://alkitab.sabda.org/resource.php?res=elwell">topik Alkitab</a> untuk menemukan ayat-ayat yang terkait dengan suatu karakter. Setelah mengetikan karakter ini di alat pencarian, munculah ribuan ayat referensi yang sangat lengkap dan sangat membantu kami menggali Alkitab. Kemudian kami merenungkan ayat-ayat tersebut dengan mengajukan berbagai pertanyaan, seperti:
<ol>
<li type="a">Apa dampak dari memiliki karakter ini baik bagi Anda maupun bagi orang lain?</li>
<li type="a">Apa janji Allah pada orang-orang yang memiliki karakter ini?</li>
<li type="a">Bagaimana membentuk karakter ini?</li>
</ol>
<p>Contoh ayat-ayat yang kami pakai sebagai referensi silang karakter ”kejujuran” ini adalah: <a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=1%20petrus&#038;chapter=2&#038;verse=22&#038;version=tb">1 Petrus 2:22</a>, <a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=titus&#038;chapter=2&#038;verse=7&#038;version=tb">Titus 2:7</a>, <a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=mazmur&#038;chapter=32&#038;verse=2&#038;version=tb">Mazmur 32:2</a>, <a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=2%20korintus&#038;chapter=1&#038;verse=12&#038;version=tb">2 Korintus 1:12</a></p>
<p>5. Susunlah biografi singkat</p>
<p style="margin-left: 13pt;">Anda perlu mencari paling sedikit satu tokoh Alkitab yang memancarkan karakter ini dalam hidupnya. Gambarkan kualitas ini dan tuliskan ayat-ayat pendukungnya. Contohnya, <a href="http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=Paulus&#038;version=tb">Paulus</a> adalah rasul yang memberikan kita teladan karena dia memiliki karakter yang jujur:
<ol type="a">
<li type="a">Paulus bertobat (<a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=kis&#038;chapter=9&#038;verse=22&#038;version=tb">Kis. 9:22</a> dan <a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=kis&#038;chapter=9&#038;verse=26&#038;version=tb">26</a>)</li>
<li type="a">Paulus menginjili Korintus dan berkhotbah dengan berani tentang ”kejujuran” (<a href="http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=2%20korintus%201:12-24&#038;version=tb">2 Korintus 1:12-24</a>)</li>
<li type="a">Dia menyatakan kejujuran (<a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=2%20korintus&#038;chapter=4&#038;verse=2&#038;version=tb">2 Korintus 4:2</a>)</li>
<li type="a">Paulus mengakhiri pertandingan yang baik, mencapai garis akhir dan memelihara iman (<a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=2%20timotius&#038;chapter=4&#038;verse=7&#038;version=tb">2 Timotius 4:7</a>)</li>
</ol>
<p>6. Pilihlah ayat hafalan</p>
<p style="margin-left: 13pt;">Dari ayat-ayat referensi silang, pilih ayat yang benar-benar menginspirasi Anda. Hafalkan dan renungkanlah ayat tersebut. Berhubungan dengan kejujuran, saya memilih <a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=titus&#038;chapter=2&#038;verse=7&#038;version=tb">Titus 2:7</a>.</p>
<p>7. Pilihlah situasi untuk menerapkan karakter yang dipelajari</p>
<p style="margin-left: 13pt;">Pikirkan situasi apa yang memungkinkan Anda menerapkan karakter ini. Jika karakter tersebut positif, asahlah terus karakter tersebut sampai melekat dalam diri Anda. Contoh kasus yang dibicarakan dalam kelompok kami: jika penjual mengembalikan uang berlebih dan kita sangat amat membutuhkan uang saat itu, apakah kita akan mengembalikannya?</p>
<p>8. Buatlah proyek aplikasi yang spesifik</p>
<p style="margin-left: 13pt;">Pikirkan proyek yang akan Anda lakukan untuk mengasah karakter yang berkualitas. Karena kelompok kami berbicara tentang kejujuran, maka saya membuat komitmen seperti, ”Aku akan berkata jujur jika aku melakukan kesalahan dalam pekerjaan.”</p>
<p>9. Tulislah atau saksikanlah kisah pribadi</p>
<p style="margin-left: 13pt;">Nah, setelah melakukan 8 langkah di atas, pikirkan apakah Anda pernah menerapkan karakter tersebut dan saksikanlah dengan kelompok Anda. Apa pergumulan yang Anda hadapi? Bagaimana Allah menolong Anda?</p>
<p>Singkat kata, metode &#8220;Kualitas Karakter&#8221; tidak hanya mengajarkan<br />
konsep karakter-karakter yang berkualitas, metode ini juga<br />
mengajak saya untuk terus menerapkan dan mengasah karakter<br />
karakter yang berkualitas. Nah, Anda pernah menggunakan metode<br />
ini atau rindu melakukan pemburuan karakter dengan metode ini?<br />
Saya mengundang Anda untuk berbagi dan menyaksikan hasil<br />
perburuan Anda.</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2010%2F05%2F26%2Fmetode-pa-kualitas-karakter%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2010/05/26/metode-pa-kualitas-karakter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Penerjemahan di YLSA</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2010/04/21/dunia-penerjemahan-di-ylsa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dunia-penerjemahan-di-ylsa</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2010/04/21/dunia-penerjemahan-di-ylsa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 08:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Truly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lowongan]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi (Sumber Bahan)]]></category>
		<category><![CDATA[bahan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[penerjemah]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=941</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 20 Januari 2010, saya melangkahkan kaki pertama kali di YLSA dengan 1.001 rasa. Saya senang menjumpai suasana baru serta berkenalan dengan teman-teman baru di kantor. Masih jernih di ingatan saya mendengar sebuah guyonan dari salah seorang senior di YLSA yang ditujukan untuk saya, &#8220;Sudah siap untuk disiksa?&#8221; Menanggapi guyonan tersebut, tentu saja saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2009/10/translationsdeluxe-com-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Pada tanggal 20 Januari 2010, saya melangkahkan kaki pertama kali di <a href="http://ylsa.org">YLSA</a> dengan 1.001 rasa. Saya senang menjumpai suasana baru serta berkenalan dengan teman-teman baru di kantor. Masih jernih di ingatan saya mendengar sebuah guyonan dari salah seorang senior di YLSA yang ditujukan untuk saya, &#8220;Sudah siap untuk disiksa?&#8221; Menanggapi guyonan tersebut, tentu saja saya tertawa. Sebenarnya, di balik tawa itu ada satu rasa yang lebih kental dari rasa-rasa lainnya: rasa penasaran mencicipi dunia kerja sekaligus pelayanan purnawaktu. Nah, setelah lewat 3 bulan, rasa penasaran saya pun terjawab.<span id="more-941"></span></p>
<p>Walaupun baru 3 bulan, tapi saya sudah mendapat banyak pelajaran berharga saat bergelut sebagai penerjemah. Bagaimana tidak, saya bekerja dengan editor-editor &#8220;perfeksionis&#8221; yang menantang saya untuk meningkatkan tata bahasa, diksi, komposisi baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Di universitas, saya mengenyam ilmu bahasa Inggris; tapi, untuk menjadi penerjemah, pemahaman bahasa asing saja belum cukup, penerjemah perlu lebih mengakrabkan diri dengan bahasa Indonesia agar bahasa terjemahan terdengar wajar. Untungnya, perpustakaan YLSA menyediakan berbagai macam bacaan yang <em>yahud</em> termasuk tentang dunia kebahasaan.</p>
<p>Selain itu, saya juga dilatih untuk menerjemahkan artikel dengan lebih akurat dan teliti. Para senior saya bercerita, &#8220;Konon, jika penerjemah melakukan 3 biji kesalahan, maka naskah terjemahan akan dikembalikan ke penerjemah untuk diedit ulang.&#8221; Walaupun terkadang jadi paranoid, saya merasa tuntutan ini bisa mengobati penyakit pelupa saya <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Jujur saja, kalau tidak ada &#8220;tekanan-tekanan&#8221; positif dari &#8220;guru- guru&#8221; di YLSA, mungkin saya akan melewatkan berbagai kesempatan emas untuk mempelajari seluk-beluk penerjemahan.</p>
<p>&#8220;<em>Like cycling, translating is a matter of habit</em>.&#8221; Selain secangkir kopi, kutipan itulah yang menghibur saya di kala tumpukan kertas atau buku menggunung di meja kerja. Alih-alih mengeluh, bukankah lebih baik saya meracik secangkir kopi dan merampungkan pekerjaan satu per satu? Menyenangkan rasanya &#8212; mendaki gunung tumpukan kertas dan buku langkah demi langkah sekaligus menikmati indahnya pesona alam bahasa dalam artikel-artikel tersebut.</p>
<p>Tumpukan bahan yang perlu diterjemahkan di publikasi YLSA sangat beragam: mulai dari yang cukup menyenangkan (artikel dari <a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/">pelayanan anak</a>, <a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/">penulis</a>, <a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-wanita/">wanita</a> dan <a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-humor/">humor</a>), yang cukup susah (artikel dari <a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/">kepemimpinan</a>, <a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/">konsel</a> dan <a href="http://www.sabda.org/publikasi/m-biblika/">biblika</a>) dan yang mengernyitkan dahi (artikel dari <a href="http://www.sabda.org/publikasi/misi/">misi</a>, <a href="http://www.sabda.org/publikasi/Bio-Kristi/">biokristi</a> dan <a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-reformed/">reformed</a>). Saya senang karena setiap artikel selalu menawarkan sesuatu yang baru, baik dari segi isi, maupun kebahasaannya.</p>
<p>YLSA telah menjadi dunia tempat saya mencari ilmu, melayani, dan bekerja. Nah, mengingat banyaknya bahan-bahan menarik yang perlu diterjemahkan, ada yang tergerak menjadi penerjemah purnawaktu atau penerjemah sukarelawan untuk membantu pelayanan YLSA sekaligus menambah portofolio Anda? Kami tunggu, ya!</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2010%2F04%2F21%2Fdunia-penerjemahan-di-ylsa%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2010/04/21/dunia-penerjemahan-di-ylsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.323 seconds -->

