<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog SABDA &#187; Sigit</title>
	<atom:link href="http://blog.sabda.org/author/sigit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sabda.org</link>
	<description>melayani dengan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 14:23:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Nonton di YLSA: &#8220;Touching The Void&#8221;</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2012/03/30/nonton-di-ylsa-touching-the-void/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=nonton-di-ylsa-touching-the-void</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2012/03/30/nonton-di-ylsa-touching-the-void/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 06:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum (Pelayanan)]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Nonton]]></category>
		<category><![CDATA[Touching The Void]]></category>
		<category><![CDATA[training]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=2849</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering mendengar motto yang mengatakan, &#8220;hidup adalah perjuangan&#8221;. Saya percaya pada motto itu, karena saya sendiri juga mengalaminya. Saya rasa kita semua juga tahu bahwa hidup yang berarti memang harus diperjuangkan. Beberapa waktu yang lalu, YLSA kembali mengadakan training dengan nonton film, judulnya &#8220;Touching The Void&#8221;. Tidak semua staf ikut, karena banyak staf lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-2850" href="http://blog.sabda.org/2012/03/30/nonton-di-ylsa-touching-the-void/thouching-the-void/"><img class="alignright size-full wp-image-2850" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2012/04/thouching-the-void.jpg" alt="" width="200" height="150" /></a>Saya sering mendengar motto yang mengatakan, &#8220;hidup adalah perjuangan&#8221;. Saya percaya pada motto itu, karena saya sendiri juga mengalaminya. Saya rasa kita semua juga tahu bahwa hidup yang berarti memang harus diperjuangkan. </p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, <a href="http://ylsa.org/">YLSA</a> kembali mengadakan training dengan nonton  <a href="http://blog.sabda.org/?s=+film"> film</a>, judulnya &#8220;Touching The Void&#8221;. Tidak semua staf ikut, karena banyak staf lama sudah menontonnya. Sebuah kisah pengalaman nyata dari 2 orang pendaki gunung yang menaklukkan Gunung Siula Grande setinggi 21000 kaki. Melihat film ini, saya belajar sisi lain dari apa artinya &#8220;berjuang untuk hidup&#8221;. <span id="more-2849"></span></p>
<p>Joe Simpson dan Simon Yates adalah pendaki gunung yang berambisi untuk menaklukkan puncak tertinggi gunung Siula Grande. Dalam perjalanan mencapai puncak, sebenarnya tidak terlalu banyak rintangan yang harus dihadapi; fisik mereka cukup kuat, dan cuaca cukup bersahabat. Perjuangan mencapai puncak terbayar dengan memuaskan. Namun, tidak demikian halnya dengan perjalanan menuruni gunung itu. Tantangan terbesar adalah cuaca yang tiba-tiba berubah secara drastis dan bertiupnya badai salju di atas gunung. Joe tergelincir jatuh di tebing yang curam ketika menginjak struktur salju yang kurang padat dan membuat kakinya patah. Untung sekali ada tali yang mengikat Joe dengan Simon sehingga Joe tidak langsung jatuh ke tebing, tapi Joe bisa bertahan dengan bergantung pada tali yang mengikatnya dengan Simon. Namun celaka karena posisi Simon membuatnya tidak mungkin mengangkat Joe naik atau pindah ke posisi yang lebih baik. Untuk jangka waktu yang lama, tali juga tidak akan kuat menahan berat badan mereka berdua. Keputusan yang sangat sulit harus diambil Simon kalau ia masih ingin hidup, yaitu memutus tali yang mengikatnya dengan Joe dan membiarkan Joe jatuh ke bawah tebing. Itulah yang dilakukan Simon. Posisi di mana Joe jatuh, apalagi dengan kakinya yang sudah patah, dan badai salju yang menghempas, Simon yakin Joe pasti sudah mati.</p>
<p>Jawabannya adalah tidak! Keadaan yang hampir mustahil untuk hidup, tapi Joe hidup. Perjuangan sesudah Joe jatuh inilah yang justru sangat menarik. Joe dapat bertahan hidup di tengah keadaan yang sangat tidak mungkin untuk tetap hidup. &#8220;Lebih baik mati berusaha daripada mati tanpa berbuat apapun&#8221;, adalah semboyan Joe. Inilah yang saya pelajari dari menonton film ini &#8212; semangat memperjuangkan hidup harus terus berkobar. </p>
<p>Saya jadi teringat dengan salah satu motto masyarakat Jepang yaitu &#8220;Gambaru..!! Apa itu gambaru?&#8221; Yang pasti, itu bukan sejenis &#8220;gethuk&#8221; (baca: makanan khas jawa) ataupun makanan ringan lainnya. Bukan juga nama salah satu staf YLSA. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru artinya: &#8220;doko made mo nintai shite doryoku suru&#8221; (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha habis-habisan). Filosofi hidup orang duniawi saja bisa seperti itu, filosofi hidup orang Kristen seharusnya jauh di atas itu, karena perjuangan orang Kristen bukan untuk hal yang fana, tapi hal yang kekal. Tetapi rahasia yang paling utama adalah orang Kristen bisa bertahan hidup dalam situasi bukan karena bergantung pada kekuatan yang ada di dalam diri, tapi bergantung dan bersandar sepenuhnya pada kuasa Tuhan <a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=filipi&amp;chapter=4&amp;verse=13">Filipi 4:13</a>. Karena dibalik segala kekuatan yang kita miliki, dan segala celah jalan keluar yang kita dapat, Tuhan lah yang bekerja di balik itu semua <a href="http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=rom&amp;chapter=8&amp;verse=28">Roma 8:28</a>. </p>
<p>Setelah ini, film apa lagi ya yang akan ditonton? Ga sabar nunggunya&#8230;</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2012%2F03%2F30%2Fnonton-di-ylsa-touching-the-void%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2012/03/30/nonton-di-ylsa-touching-the-void/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukacita Natal YLSA 2011</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2011/12/21/sukacita-natal-ylsa-2011/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sukacita-natal-ylsa-2011</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2011/12/21/sukacita-natal-ylsa-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum (Pelayanan)]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[desember]]></category>
		<category><![CDATA[kristus]]></category>
		<category><![CDATA[maria]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[pesta]]></category>
		<category><![CDATA[staf]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=2682</guid>
		<description><![CDATA[Sudah dua kali saya ikut merasakan sukacita Natal bersama dengan keluarga besar YLSA. Namun Natal tahun ini, yang diadakan Senin kemarin, tanggal 19 Desember 2011, terasa beda untuk saya, mengapa? Karena Natal tahun ini, sayalah yang ditunjuk menjadi ketua panitia Natal! Sedikit surprise juga sich.., namun dengan segenap tenaga dan kemampuan saya, dan tentunya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-2681" href="http://blog.sabda.org/?attachment_id=2681"><img class="alignright size-full wp-image-2681" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2011/12/Natal_2011.jpg" alt="" width="200" height="150" /></a>Sudah dua kali saya ikut merasakan sukacita <a href="http://natal.sabda.org/">Natal</a> bersama dengan keluarga besar <a href="http://ylsa.org/">YLSA</a>. Namun Natal tahun ini, yang diadakan Senin kemarin, tanggal 19 Desember 2011, terasa beda untuk saya, mengapa? Karena Natal tahun ini, sayalah yang ditunjuk menjadi ketua panitia Natal! Sedikit surprise juga sich.., namun dengan segenap tenaga dan kemampuan saya, dan tentunya dengan bantuan teman-teman <a href="http://ylsa.org/">YLSA</a>, saya melaksanakan amanat itu dengan sebaik-baiknya&#8230;hehehe. Tempat merayakan Natal kali ini tidak di kantor, tapi di rumah baru Mbak <a href="http://blog.sabda.org/author/davida/">Evi</a>. Ini sekaligus menjadi kunjungan kami yang pertama sejak kepindahan Mbak Evi dan Pak Broto di rumah  barunya. Meski cuaca agak mendung, tapi kami bersyukur karena saat acara berlangsung hujan tidak turun. Saya yakin semua karena campur tangan Tuhan.<span id="more-2682"></span></p>
<p>Pada Natal YLSA 2011 ini, kami mengundang <a href="http://www.facebook.com/hastjarjo">Mas Hastjarjo</a> (mantan staf YLSA) sebagai pembicara. Dengan gaya yang humoris tapi serius, Mas Has membawakan pesan Natal yang diambil dari <a href="http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=lukas%201:46-47">Lukas 1:46-47</a>, tentang &#8220;Nyanyian Maria&#8221;. Inti dari pesan Natal yang dibawakan pada acara ini, adalah biarlah pujian/sukacita hidup kita meluap dari hati yang mengenal Allah; karena kita mengalami kasih Allah, bukan karena berkat-berkat-Nya saja.</p>
<p>Pada sesi perayaan, suasana menjadi lebih santai, karena ada beberapa talent show yang menampilkan kebolehan teman-teman YLSA. Ada drama yang diperankan oleh <a href="http://blog.sabda.org/author/ami/">Ami</a>, <a href="http://blog.sabda.org/author/dicky/">Dicky</a>, <a href="http://blog.sabda.org/author/yadi/">Yadi</a>, <a href="http://blog.sabda.org/author/yosua/">Yudo</a>, <a href="http://blog.sabda.org/author/sigit/">Sigit</a>. Nggak kalah dengan OVJ (Opera Van Java), yang ini adalah YVJ (YLSA Van Java)&#8230;hehehe. Kemudian ada vokal group, dengan personilnya <a href="http://blog.sabda.org/author/hadi/">Hadi</a>, <a href="http://blog.sabda.org/author/khenny/">Khenny</a>, <a href="http://blog.sabda.org/author/tatik/">Tatik</a> , <a href="http://blog.sabda.org/author/gunung/">Gunung</a>. Penampilan yang tidak kalah dengan penyanyi papan atas&#8230;hehehe. Tak lupa, ada penampilan <a href="http://blog.sabda.org/author/kusumanegara/">Kusuma Negara</a> dengan biolanya, yang ditemani dengan <a href="http://blog.sabda.org/author/yulia/">Ibu Yulia</a> dan Jesica sebagai penyanyinya. Lagu hymne yang dibawakan terdengar sangat syahdu. Acara yang selalu diadakan dalam Natal YLSA adalah acara tukar kado, dibawakan oleh <a href="http://blog.sabda.org/author/setya/">Setya</a>. Acara terakhir, seperti biasa adalah makan bersama. Semuanya membuat sukacita Natal kian hangat.</p>
<p>Seperti biasanya, panitia juga mengundang para mantan staf YLSA dan pasangannya untuk ikut bergabung merayakan malam Natal YLSA. Tamu yang hadir malam kemarin adalah Theo, Titus, Irma, Ratri, Kristin, dan Jinjing. Setiap tahun selalu ada kesan Natal yang berbeda. Natal tahun ini sangat berkesan, khususnya buat saya. Suasana kehangatan dan kebersamaan keluarga besar YLSA mengingatkan saya akan kasih Kristus yang begitu besar dalam hidup saya. Kasih yang tidak tebang pilih, kasih yang rela memberikan nyawa-Nya, dan kasih yang telah mengubahkan hidup saya. Kiranya Natal tahun ini lebih memotivasi dan memberikan kita semangat berlipat untuk melayani Tuhan.</p>
<p>Melalui Blog SABDA ini, saya, Sigit (Divisi PESTA) mewakili semua personil di balik layar YLSA mengucapkan: &#8220;Selamat Natal 2011 &amp; Tahun Baru 2012&#8243;. Damai Kristus menyertai kita semua. Amin.</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2011%2F12%2F21%2Fsukacita-natal-ylsa-2011%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2011/12/21/sukacita-natal-ylsa-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memasuki Dunia Pelayanan di YLSA</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2011/01/17/memasuki-dunia-pelayanan-di-ylsa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=memasuki-dunia-pelayanan-di-ylsa</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2011/01/17/memasuki-dunia-pelayanan-di-ylsa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 03:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[HRD (Personalia)]]></category>
		<category><![CDATA[Umum (Pelayanan)]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[staf baru]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=1541</guid>
		<description><![CDATA[Bekerja dan melayani di YLSA adalah suatu pengalaman dan kesempatan yang luar biasa dalam hidup saya. Setelah saya menyelesaikan masa studi di STT Berita Hidup tahun 2009, saya mengambil keputusan untuk melayani pelayanan misi di luar Jawa beserta empat teman saya. Singkat cerita, karena harus kembali ke Solo karena urusan keluarga, maka saya memutuskan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1542" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2011/01/IMG_0064-2.JPG" alt="Presentasi_sigit" width="135" height="98" />Bekerja dan melayani di <a href="http://ylsa.org">YLSA</a> adalah suatu pengalaman dan kesempatan yang luar biasa dalam hidup saya. Setelah saya menyelesaikan masa studi di STT Berita Hidup tahun 2009, saya mengambil keputusan untuk melayani pelayanan misi di luar Jawa beserta empat teman saya. Singkat cerita, karena harus kembali ke Solo karena urusan keluarga, maka saya memutuskan untuk menetap di Solo sementara waktu. Maka mulailah pergumulan saya mencari pekerjaan dan pelayanan. Kerinduan saya adalah saya bisa bekerja dan membagi waktu untuk melayani Tuhan. <span id="more-1541"></span></p>
<p>Saya bersyukur karena Tuhan membuka kesempatan untuk saya bisa melamar ke Yayasan Lembaga SABDA. Singkat cerita, setelah menjalani test masuk dan interview, beberapa minggu kemudian, tepatnya tanggal 20 Oktober 2010 saya dipanggil kembali dan dinyatakan diterima sebagai staf percobaan di YLSA. Tanggal 21 Oktober 2010 adalah hari pertama saya masuk bekerja di YLSA untuk menjalani masa percobaan 2 bulan.</p>
<p>Rupanya sudah menjadi tradisi YLSA bahwa setiap staf baru akan menjalani beberapa tahap seleksi. Selain melalui evaluasi hasil kerja, saya juga diwajibkan untuk memberikan sebuah presentasi di hadapan semua staf YLSA sebagai salah satu syarat kelulusan masa percobaan. Puji Tuhan tahap akhir ini bisa saya lalui dan saya dinyatakan lulus sebagai staf kontrak di YLSA untuk dua tahun mendatang.</p>
<p>Banyak hal yang saya dapatkan di YLSA. Dari teman-teman yang baik, yang membimbing dengan sabar dalam adaptasi saya dengan lingkungan kerja baru ini, juga pimpinan yang baik, disiplin, pandai dan sangat cinta Tuhan, saya mendapatkan banyak wawasan baru dan pengalaman baru, baik dalam bidang ilmu yang saya tekuni maupun bidang ilmu baru lainnya.</p>
<p>Saya bersyukur melalui YLSA Tuhan boleh menyatakan rencana-Nya, dan membekali saya untuk menatap masa depan hidup dan pelayanan saya. Saya juga berterima kasih untuk Ibu <a href="http://blog.sabda.org/author/yulia/">Yulia</a> selaku pimpinan YLSA yang telah memberikan kesempatan kepada saya, dan telah memberikan nilai-nilai tentang hidup dan pelayanan. Untuk teman-teman semua yang sudah dengan ramah dan senyum yang lebar menerima dan membimbing saya sebagai anggota YLSA yang baru, saya sangat menghargainya. Kiranya pelayanan YLSA semakin bertumbuh dan membawa dampak yang positif bagi banyak orang, khususnya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.</p>
<p>Keep the spirit and never give up. Tuhan Yesus memberkati.</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2011%2F01%2F17%2Fmemasuki-dunia-pelayanan-di-ylsa%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2011/01/17/memasuki-dunia-pelayanan-di-ylsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.711 seconds -->

