<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog SABDA &#187; Kristin</title>
	<atom:link href="http://blog.sabda.org/author/kristin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sabda.org</link>
	<description>melayani dengan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 14:23:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>YLSA Melayani di Dunia Nyata</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/08/27/ylsa-melayani-di-dunia-nyata/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ylsa-melayani-di-dunia-nyata</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2009/08/27/ylsa-melayani-di-dunia-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 06:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kristin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humas (PR)]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas (Jejaring)]]></category>
		<category><![CDATA[Umum (Pelayanan)]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[LK3]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/2009/08/27/ylsa-melayani-di-dunia-nyata/</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2009/08/dsc07543.jpg""><img src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2009/08/dsc07543.jpg" alt="ylsa_melayani_di_dunia_nyata" title="ylsa_melayani_di_dunia_nyata" width="256" height="192" class="alignright size-large wp-image-549" /></a><a href="http://www.ylsa.org/">YLSA</a> sudah sangat dikenal dengan pelayanannya di dunia maya. Namun demikian, bukan berarti YLSA tidak ada kerinduan untuk melayani di dunia nyata. Saya termasuk salah satu staf YLSA yang sangat mendukung agar YLSA juga berkiprah di dunia nyata. Puji Tuhan, hal ini telah terbukti dan saya selalu dilibatkan untuk ikut merealisasikannya dengan menjadi anggota panitia pelaksana. Bagaimana cara YLSA melayani di dunia nyata?</p>
<p><span id="more-544"></span></p>
<p>Sesuai dengan visi dan misinya, maka panggilan YLSA adalah menjadi katalisator bagi jemaat Tuhan (Tubuh Kristus) untuk memperlengkapi mereka dengan prinsip-prinsip dan keterampilan pelayanan sehingga jemaat Tuhan semakin siap membangun Kerajaan-Nya. Tapi YLSA juga percaya bahwa pekerjaan Tuhan ini terlalu besar untuk dikerjakan sendiri, karena itu YLSA menyambut baik sistem kerja sama dengan yayasan/pelayanan lain. Sudah beberapa kali YLSA diundang/mengundang yayasan/pelayanan lain untuk menyelenggarakan seminar/workshop bersama-sama. Di antara mereka adalah <a href="http://www.in-christ.net/kursus/lk3/">Layanan Konseling Keluarga dan Karir(LK3)</a> dan <a href="http://youngleadersinstitute.blogspot.com/">Young Leaders Institute (YLI)</a>. Bersama LK3 (Pdt. Julianto Simanjuntak), YLSA telah mengadakan dua kali seminar/workshop untuk memperlengkapi jemaat di kota Solo dengan prinsip dan keterampilan konseling. Dengan YLI (Pdt. Robby I. Chandra), jemaat Solo diperlengkapi dengan prinsip dan keterampilan kepemimpinan. Mimpi YLSA untuk membuka &#8220;training center&#8221; mudah-mudahan tidak lagi sekadar mimpi karena sudah semakin menjadi kenyataan &#8230; <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Pelayanan YLSA benar-benar lengkap &#8230; bukan hanya di dunia maya tapi juga di dunia nyata &#8230; hehehe &#8230;.</p>
<p>Nah, pada bulan Agustus ini, YLSA bersama dengan Institut LK3 kembali mengadakan workshop yang mengambil tema yang cukup menarik, yaitu &#8220;Pulihkan Pohon Keluarga Anda&#8221;. Saya pribadi punya cerita sendiri setiap kali YLSA menyelenggarakan seminar/workshop seperti ini. Tapi bukan cuma saya yang terlibat, semua staf YLSA ikut terlibat dan mereka pasti juga punya cerita sendiri-sendiri, ya kan? Adrenalin saya selalu terpacu setiap kali terjun menangani tugas-tugas lapangan. Ikut deg-degan kalau pesertanya yang mendaftar baru sedikit <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Selain di bagian pendaftaran peserta, saya juga ikut mengurusi tugas-tugas lain dengan semua rekan di YLSA. </p>
<p>Penyelenggaraan Workshop &#8220;Pulihkan Pohon Keluarga Anda&#8221; telah selesai kemarin (tgl. 25-26 Agustus 2009). Walaupun sangat capai, tapi melegakan karena pesertanya banyak dan semua acara berjalan baik. Saya dan beberapa rekan tidak bisa mengikuti workshop karena harus bertugas di luar gedung. Tapi doa saya biarlah Tuhan menolong sehingga para peserta mendapat berkat dan keluarga mereka dipulihkan dan jemaat Tuhan dibangunkan. Sungguh menjadi pengalaman yang tidak pernah akan saya lupakan. </p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2009%2F08%2F27%2Fylsa-melayani-di-dunia-nyata%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2009/08/27/ylsa-melayani-di-dunia-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerjakan yang Aku Mau vs yang Tuhan Mau?</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/07/06/do-what-you-love-love-what-you-do/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=do-what-you-love-love-what-you-do</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2009/07/06/do-what-you-love-love-what-you-do/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 06:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kristin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HRD (Personalia)]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya dengan beberapa rekan di YLSA mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh salah satu gereja di Solo. Karena topik yang diiklankan kedengaran menarik dan dibawakan oleh motivator yang cukup terkenal di Indonesia, maka saya pun ikut. &#8220;DO WHAT YOU LOVE, LOVE WHAT YOU DO&#8221;, adalah judul seminar yang dibawakannya. Harapan saya seminar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-381" title="kerjakan_yang_aku_mau_vs_yang_tuhan_mau" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2009/07/christinaaudiobooks-org-295x300.jpg" alt="kerjakan_yang_aku_mau_vs_yang_tuhan_mau" width="148" height="150" />Beberapa waktu yang lalu saya dengan beberapa rekan di YLSA mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh salah satu gereja di Solo. Karena topik yang diiklankan kedengaran menarik dan dibawakan oleh motivator yang cukup terkenal di Indonesia, maka saya pun ikut. &#8220;DO WHAT YOU LOVE, LOVE WHAT YOU DO&#8221;, adalah judul seminar yang dibawakannya. Harapan saya seminar ini dapat menolong saya untuk mengatasi kejenuhan kerja yang kadang timbul tenggelam.<span id="more-348"></span></p>
<p>Tidak ada dasar alkitabiah yang dibahas di dalam seminar ini, kecuali beberapa ayat yang sepertinya disebut dengan sedikit dipaksakan. Pembahasan adalah sekitar hal-hal umum yang menjadi kendala kita untuk maju, baik di dalam pekerjaan maupun relasi. Jika kita mengenal diri dengan baik maka kita akan dapat memaksimalkan potensi yang kita miliki, begitulah kira-kira inti seminar itu. Secara pribadi, tentu ada masukan-masukan positif yang bisa saya ambil dari seminar yang berdurasi kurang lebih 3 jam itu. Namun, ada juga perenungan lain yang menjadi pelajaran penting untuk saya.</p>
<p>Pembicara seminar itu mengajarkan tentang bagaimana kita dapat &#8220;Love What We Do&#8221;, tapi setelah saya renungkan, saya menyadari bahwa bekerja itu pada hakikatnya tidak mungkin selalu menyenangkan. Bagaimanapun, pasti ada saat-saat titik jenuh yang akan kita alami, dalam pekerjaan apapun, bahkan pekerjaan yang kita sukai sekalipun. Sebagai seorang Kristen, saya belajar bahwa supaya kita dapat &#8220;Love What We Do&#8221;, maka dalam bekerja sebaiknya kita jangan hanya bekerja karena kita harus bekerja, melainkan karena kita mencintai Tuhan yang memberikan pekerjaan kepada kita. Sukacita ada saat kita taat melakukan tugas yang Tuhan berikan dan kita dapat memuliakan Tuhan lewat pekerjaan kita. Menurut saya, melakukan apa yang Tuhan inginkan adalah sebuah nilai yang kekal. Tuhanlah yang mengenal diri kita, dan Dia jugalah yang memberikan karunia kepada kita. Mari kita memaksimalkan apa yang telah Dia berikan itu untuk melakukan apa yang Dia inginkan. Nah, bagaimana kalau topik seminar itu diganti seperti ini: &#8220;Do What God Loves&#8221;, bukan &#8220;Do What I Love&#8221;. Saya yakin ini hal yang lebih utama. Tuhan memberkati.</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2009%2F07%2F06%2Fdo-what-you-love-love-what-you-do%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2009/07/06/do-what-you-love-love-what-you-do/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ya Natal, Ya Paskah!</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/02/19/ya-natal-ya-paskah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ya-natal-ya-paskah</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2009/02/19/ya-natal-ya-paskah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 02:41:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kristin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web (Sumber Bahan)]]></category>
		<category><![CDATA[bahan]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Paskah]]></category>
		<category><![CDATA[SABDA]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Wah, telah terjadi kehebohan di YLSA pada Natal 2008 yang lalu. Bagaimana tidak? Situs natal.sabda.org yang belum satu bulan diluncurkan langsung mendapat peringkat tinggi. Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Desember 2008, total kunjungan mencapai 510.037 hits. Kiriman surat dari pengunjung yang memberikan apresiasi, ucapan terima kasih, selamat Natal, sampai masukan teknis untuk menyempurnakan situs [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-314" title="ya_natal_ya_paskah" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2009/02/paskah-natal-300x242.jpg" alt="ya_natal_ya_paskah" width="150" height="121" />Wah, telah terjadi kehebohan di <a title="ylsa.org" href="http://ylsa.org/" target="_blank">YLSA</a> pada Natal 2008 yang lalu. Bagaimana tidak? Situs <a title="natal.sabda.org" href="http://natal.sabda.org/" target="_blank">natal.sabda.org</a> yang belum satu bulan diluncurkan langsung mendapat peringkat tinggi. Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Desember 2008, total kunjungan mencapai 510.037 hits. Kiriman surat dari pengunjung yang memberikan apresiasi, ucapan terima kasih,<strong> </strong><a title="natal.sabda.org" href="http://natal.sabda.org/ucapan" target="_blank">selamat Nata</a><a title="natal.sabda.org" href="http://natal.sabda.org" target="_blank">l</a>, sampai masukan teknis untuk menyempurnakan situs Natal menambah sukacita tersendiri, khususnya di hati saya, yang ikut terlibat dalam pengerjaan situs Natal bersama rekan-rekan publikasi lain. Setiap surat pujian dan dorongan tentu menambah semangat untuk lebih giat lagi bekerja bagi Tuhan.<span id="more-57"></span></p>
<p>Oh iya, sebelum cerita-cerita lagi, kenalan dulu, yuk. Nama saya <a href="http://blog.sabda.org/author/kristin/">Kristina </a>dan saat ini di YLSA saya terlibat di <a href="http://blog.sabda.org/category/publikasi-sumber-bahan/">divisi Publikasi</a>, yaitu menjadi asistennya mbak <a href="http://blog.sabda.org/author/davida/">Evie</a> (koordinator divisi Publikasi) dan pimred <a title="www.sabda.org" href="http://www.sabda.org/publikasi/Bio-Kristi/" target="_blank">publikasi Bio-Kristi</a>, dan  <a title="www.sabda.org" href="http://www.sabda.org/publikasi/berita_ylsa/" target="_blank">publikasi Berita YLSA</a>. Secara pribadi, saya bersyukur atas kesempatan yang Tuhan berikan untuk bergabung di yayasan yang menjadi pelopor pelayanan elektronik di Indonesia. YLSA telah membuat banyak sejarah bagi kemajuan pelayanan elektronik di Indonesia. Situs &#8220;natal.sabda.org&#8221; misalnya, adalah situs Natal pertama dalam bahasa Indonesia yang memiliki jumlah bahan yang sangat lengkap. Luar biasa, kan?</p>
<p>Nah &#8230;, bagaimana dengan situs khusus yang berisi bahan-bahan Paskah? Apakah YLSA juga yang akan menjadi yang pertama meluncurkan situs paskah berbahasa Indonesia? Tunggu tanggal mainnya &#8230; (aduh &#8230;, kok misterius banget).</p>
<p>Oke deh &#8230;, dibocorin sekarang nggak apa-apa, ya mbak Evie &#8230; (dia kan bosnya div. Publikasi &#8230;).</p>
<p>Sudah sebulan ini kita yang ada di div. Pub dikejar-kejar dengan <em>deadline</em> untuk mengumpulkan bahan-bahan Paskah sebanyak mungkin, termasuk menghubungi para penulis agar mereka mengirim tulisan-tulisan Paskahnya. Akhirnya,  YLSA pun berhasil memunculkan situs baru <a title="paskah.sabda.org" href="http://paskah.sabda.org/" target="_blank">&#8220;paskah.sabda.org&#8221;</a>. Sip deh!</p>
<p>Bagaimana proses ini berlangsung? Di YLSA, untuk pengerjaan situs baru, divisi Web dan divisi Publikasi (Pub) selalu berkolaborasi. Divisi Web yang menyiapkan <a href="http://blog.sabda.org/category/infrastruktur-fasilitas/">infrastruktur</a> situsnya, dan divisi Pub yang menyiapkan bahan-bahan (isinya). Sedangkan pengaturan bahan di <em>front page</em>-nya digodok bareng-bareng. Walaupun kelihatannya asyik, jangan dikira selalu berjalan mulus. Kadang harus terjadi &#8220;perang ide&#8221; yang cukup menegangkan. Namun, dalam &#8220;perang&#8221; ini tidak ada yang menang atau kalah, karena semuanya untuk Tuhan. Diskusi yang paling alot adalah ketika menentukan desain situs yang pas. Meskipun demikian, dari proses ini, saya mendapat pelajaran untuk lebih kreatif dalam mengerjakan sesuatu dan belajar bagaimana membuat keputusan dalam proses kerja tim. Terlebih lagi, saya merasakan campur tangan Tuhan dalam setiap detail pengerjaan situs ini. Sungguh luar biasa.</p>
<p>Ayo berkunjung ke situs <a title="paskah.sabda.org" href="http://paskah.sabda.org/" target="_blank">&#8220;paskah.sabda.org&#8221;</a>! Menurut saya, keistimewaan lain di balik pembuatan situs ini adalah usaha YLSA untuk mendidik masyarakat Indonesia untuk saling berkolaborasi. Itu berarti tidak hanya staf YLSA yang bisa memasukkan bahan. Para pengguna juga dipersilakan mengirimkan karya tulisan seputarPaskah ke situs &#8220;paskah.sabda.org&#8221;. Anda pun juga bisa berbagi berkat dengan saudara-saudara seiman lain. Ayo buruan menulis.</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2009%2F02%2F19%2Fya-natal-ya-paskah%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2009/02/19/ya-natal-ya-paskah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.269 seconds -->

