<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog SABDA &#187; Anik</title>
	<atom:link href="http://blog.sabda.org/author/anik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sabda.org</link>
	<description>melayani dengan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 14:23:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>YLSA Turut Menyebarkan Alkitab Dalam Audio</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2011/03/29/ylsa-turut-menyebarkan-firman-tuhan-dalam-audio/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ylsa-turut-menyebarkan-firman-tuhan-dalam-audio</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2011/03/29/ylsa-turut-menyebarkan-firman-tuhan-dalam-audio/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 03:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anik</dc:creator>
				<category><![CDATA[PESTA (Pendidikan)]]></category>
		<category><![CDATA[Software (Biblika)]]></category>
		<category><![CDATA[Umum (Pelayanan)]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[CD]]></category>
		<category><![CDATA[pesta]]></category>
		<category><![CDATA[SABDA]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=1969</guid>
		<description><![CDATA[Selama menjadi staf YLSA, saya dapat menangkap dengan jelas kerinduan YLSA untuk selalu menyebarkan firman Tuhan dalam berbagai bentuk/media. Pada tahun 2010, YLSA mulai menyebarkan firman Tuhan dalam bentuk CD Alkitab Audio. Istimewanya, CD Alkitab audio tersebut tidak hanya tersedia dalam bahasa Indonesia, namun juga dalam berbagai bahasa suku di Indonesia dan bahasa asing. CD [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1971" href="http://blog.sabda.org/2011/03/29/ylsa-turut-menyebarkan-firman-tuhan-dalam-audio/audio-2/"><img class="alignright size-full wp-image-1971" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2011/03/Audio1.jpg" alt="" width="230" height="100" /></a>Selama menjadi staf YLSA, saya dapat menangkap dengan jelas kerinduan <a href="http://ylsa.org/">YLSA</a> untuk selalu menyebarkan firman Tuhan dalam berbagai bentuk/media. Pada tahun 2010, YLSA mulai menyebarkan firman Tuhan dalam bentuk <a href="http://labs.sabda.org/Audio">CD Alkitab Audio</a>. Istimewanya, CD Alkitab audio tersebut tidak hanya tersedia dalam <a href="http://audio.sabda.org/download_tb_full">bahasa Indonesia</a>, namun juga dalam berbagai <a href="http://audio.sabda.org/">bahasa suku di Indonesia</a> dan <a href="http://labs.sabda.org/Download/audio/Alkitab_bahasa_lain">bahasa asing</a>. CD Alkitab audio tersebut kami sebarkan secara gratis. <span id="more-1969"></span></p>
<p>Selain di <a href="http://blog.sabda.org/2009/04/28/mari-ber-pesta-di-ylsa/">Div. PESTA</a>, saya juga membantu <a href="http://blog.sabda.org/2009/04/16/keuangan-ylsa/">Div. Administrasi</a>. Salah satu tugas saya di divisi ini adalah untuk mengurus hal-hal yang berhubungan dengan pendistribusian CD Alkitab audio tersebut. Mulai dari menerima pesanan, pengepakan, dan pengiriman CD Audio kepada yang memesan. Pemesanan CD biasanya didapatkan melalui email, telepon, maupun permintaan langsung. Para pemesan mendapatkan informasi mengenai penyebaran CD Alkitab audio ini melalui promosi di <a href="sabda.org/publikasi">publikasi-publikasi</a> maupun <a href="http://katalog.sabda.org/">situs-situs YLSA</a>, roadshow/seminar yang diikuti YLSA, melalui rekan-rekan staf YLSA, dan dari kenalan/relasi yang telah mendapatkan CD Alkitab audio sebelumnya, dan sebagainya.</p>
<p>Pendistribusian CD Alkitab audio sudah dilakukan dalam acara-acara roadshow YLSA dan seminar di beberapa kota, seperti di <a href="http://blog.sabda.org/2009/12/21/roadshow-purwokerto/">Purwokerto</a>, <a href="http://blog.sabda.org/2010/01/29/roadshow-sabda-ke-salatiga/">Salatiga</a>, <a href="http://blog.sabda.org/2010/03/02/roadshow-ke-jogja-22-februari-2010/">Yogyakarta</a>, Bogor, <a href="http://blog.sabda.org/2010/11/22/sabda-roadshow-di-perkantas-solo/">Solo</a>, Malang, dan <a href="http://blog.sabda.org/2011/03/25/pelayanan-mobile-ylsa-memanfaatkan-kios-hp/">Bandungan</a>. Selain itu, CD Alkitab audio juga disebarkan ke berbagai daerah di Indonesia, di antaranya: Aceh, Bali, Bandung, Banjarmasin, Batam, Batu, Blitar, Bogor, Boyolali, Cianjur, Cimanggis, Cirebon, Depok, Garut, Jakarta, Kalimantan, Kaliurang, Karanganyar, Kudus, Lampung, Madiun, Magelang, Makasar, Malang, Manado, Mojokerto, Pacet, Pakan Baru, Palembang, Palu, Papua, Parakan, Pontianak, Purwokerto, Riau, Salatiga, Semarang, Sidoarjo, Solo, Sorong, Papua Barat, Sragen, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatra Utara, Surabaya, Tangerang, Tulungagung, Wasior, Yogyakarta. Bahkan tidak hanya di Indonesia, penyebaran ini pun sudah menjangkau beberapa tempat di luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Amerika, dan Australia, dll..</p>
<p>Saya senang bisa membantu pendistribusian CD Audio. Saya sering mendengar kesaksian dari orang-orang yang telah mendapat berkat dari CD Alkitab audio. Secara khusus, saya sangat terkesan dengan cerita Pak Indriatmo (Alumni PESTA) yang bersusah payah mengupload CD-CD Audio agar dapat didownload oleh para alumni PESTA. Saya juga sangat terharu dengan kesaksian Ibu Debora (alumni PESTA) sekeluarga yang mendengarkan CD Audio ketika dalam perjalanan di mobil dan anaknya menjadi ketagihan sehingga tidak mau turun dari mobil menunggu ceritanya selesai. Saya pun terkesan dengan Bapak Bambang yang selalu minta dikirimkan CD dalam jumlah yang banyak untuk dibagikan kepada orang-orang yang menjadi tamu di hotelnya.</p>
<p>Namun, ada juga hal yang membuat saya kurang puas. Saat ini masih banyak pekerjaan rumah (PR), khususnya strategi untuk mengembangkan mendistribusikan CD Audio Alkitab. Kerinduan YLSA adalah agar ada lebih banyak gereja dan pelayan-pelayan Tuhan memobilisasi jemaat untuk memiliki kerinduan menyebarkan Alkitab Audio secara swadaya. Dari hasil evaluasi pada <a href="http://blog.sabda.org/2011/02/14/raker_2011/">raker YLSA 2011</a> hal tersebut terjadi karena kurangnya tenaga untuk memikirkan tindak lanjut strategi ini. Di hari-hari kemudian, kami berharap untuk memiliki distributor di setiap kota, supaya penyebaran Alkitab Audio ini bisa lebih merata ke semua kota di Indonesia. Masih banyak pekerjaan promosi dan pendistribusian yang perlu dimaksimalkan.</p>
<p>Saya berdoa dan berharap semoga semua PR tersebut dapat diselesaikan satu persatu supaya semakin banyak CD Audio yang disebarkan dan semakin banyak pula orang yang mendengarkan firman Tuhan. Segala kemuliaan bagi Tuhan.</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2011%2F03%2F29%2Fylsa-turut-menyebarkan-firman-tuhan-dalam-audio%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2011/03/29/ylsa-turut-menyebarkan-firman-tuhan-dalam-audio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lukas, Server YLSA yang Baru</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2010/12/01/lukas-server-ylsa-yang-baru/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lukas-server-ylsa-yang-baru</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2010/12/01/lukas-server-ylsa-yang-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 07:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Infrastruktur (Fasilitas)]]></category>
		<category><![CDATA[aslan]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[lukas]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[valinor]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>
		<category><![CDATA[zion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=1418</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika Yochan tiba-tiba bertingkah seperti tukang jamu &#8212; ia menghampiri meja staf YLSA satu persatu sambil berkata, &#8220;Kalau mau backup file sudah bisa di server Lukas&#8221;. Lukas? Aneh, bukankah 3 server YLSA sebelumnya selalu memakai nama tempat &#8212; Zion, Aslan, dan Valinor. Kenapa sekarang memakai nama orang? Pertanyaan yang mengganjal, tapi cuma kusimpan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1419" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2010/12/servers1.jpg" alt="Lukas_Server_YLSA" width="160" height="120" />Suatu ketika <a href="http://blog.sabda.org/author/yochan">Yochan</a> tiba-tiba bertingkah seperti tukang jamu &#8212; ia menghampiri meja staf <a href="http://ylsa.org">YLSA</a> satu persatu sambil berkata, &#8220;Kalau mau backup file sudah bisa di server Lukas&#8221;.</p>
<p>Lukas? Aneh, bukankah 3 server YLSA sebelumnya selalu memakai nama tempat &#8212; Zion, Aslan, dan Valinor. Kenapa sekarang memakai nama orang? Pertanyaan yang mengganjal, tapi cuma kusimpan dalam hati. Aku pikir, suatu ketika nanti akan kutanyakan ke Yochan &#8212; kenapa diberi nama Lukas? Server Lukas datang pertama kali di kantor YLSA tanggal 01 Oktober 2010 dan secara resmi menjadi server internal YLSA mulai 01 November 2010.<span id="more-1418"></span> Walaupun server Lukas sementara ini belum &#8216;on line&#8217; 24 jam, karena masih dipakai untuk mem-backup data, tapi kami, semua <a href="http://blog.sabda.org/blogger/">staf YLSA</a>, sepertinya sangat senang. Kata &#8220;server&#8221;, bagi kami yang tidak tahu masalah teknis, artinya seperti sebuah kotak ajaib yang dapat memenuhi semua permintaan kami&#8230; Menantikan datangnya &#8216;server baru&#8217; seperti menantikan terjadinya suatu keajaiban&#8230;</p>
<p>Karena semakin penasaran, maka akhirnya aku tanya ke <a href="http://blog.sabda.org/author/yochan/">Yochan</a>, kenapa server ini diberi nama Lukas? Jawab Yochan, &#8220;sesuai dengan nama pemberinya; jadi server Lukas itu adalah berkat dari Tuhan lewat Pak Lukas&#8221;.</p>
<p>Aku ingat, setiap YLSA mendapat server baru, selalu ada tradisi memberi nama, dan nama itu selalu punya arti dan cerita. Server Lukas adalah server ke-5 yang dimiliki YLSA. Tiga server pertama diberi nama oleh mas <a href="http://blog.sabda.org/author/daniel">Daniel</a> (mantan staf YLSA). Nama-nama server tersebut adalah:</p>
<p>Pertama, &#8220;Zion&#8221; (bukan Sion) adalah nama sebuah bukit atau gunung di Israel yang letaknya dekat dengan kota Yerusalem atau Kota Daud. Dalam Alkitab, kota ini menjadi kota yang sangat penting secara rohani, bahkan dipakai untuk menyebut tempat ideal di masa yang akan datang, di mana akan ada kedamaian dan ketentraman di Zion. Nama Zion dipilih menjadi nama server YLSA yang pertama karena berharap server ini menjadi pusat dari semua hal yang baik yang kita kerjakan di YLSA.</p>
<p>Kedua, &#8220;Aslan&#8221; adalah nama singa yang menjadi tokoh utama dalam seri buku &#8220;the Chronicles of Narnia&#8221; karangan C.S. Lewis. Dia adalah Penguasa Kerajaan di Seberang Laut yang mencerminkan tokoh Yesus. Tapi banyak yang tidak tahu bahwa Aslan sebetulnya juga nama tempat. Di bagian akhir seri itu, semua yang ada di Narnia (yang sudah rusak) akan dipulihkan di sebuah tempat yang bernama Negeri Aslan. Jadi, apa hubungannya dengan nama Zion? Sama-sama menjadi tempat pemulihan atas segala sesuatu.</p>
<p>Ketiga, &#8220;Valinor&#8221;, juga nama tempat fiktif seperti Aslan, tapi kali ini diambil dari buku karangan J.R.R. Tolkien, yaitu trilogi &#8220;The Lord of the Rings and Silmarillion&#8221;. Valinor adalah tempat tinggal para Valar, yaitu makhluk semacam malaikat. Sama seperti Zion dan Aslan, Valinor juga merupakan tempat &#8216;utopis&#8217; atau ideal, di mana makhluk-makhluk yang tinggal di dalamnya akan hidup kekal selamanya.</p>
<p>Mas Daniel suka dengan 3 nama tersebut karena mas Daniel suka dengan pengarang buku-buku tersebut.</p>
<p>YLSA sebenarnya memiliki satu server lagi, server keempat, namanya &#8220;Blade&#8221;. Server Blade ukurannya sangat kecil, karena dibeli dengan tujuan yang khusus &#8212; yaitu agar mudah dibawa ke mana-mana, terutama kalau lagi ada keperluan acara <a href="http://blog.sabda.org/tag/roadshow/">Roadshow YLSA</a>, atau <a href="http://blog.sabda.org/tag/seminar">seminar</a>. Pada awalnya, kalau ada keperluan roadshow YLSA menyiapkan server Valinor, yang biasanya dipakai sebagai server <em>development</em> (pengerjaan internal). Valinor berukuran seperti komputer PC biasa sehingga cukup besar untuk <em>ditenteng</em>. Tapi hebat lho, karena pernah dibawa <a href="http://blog.sabda.org/2009/12/">roadshow ke Purwokerto</a> naik bus umum. Juga pernah ikut <a href="http://blog.sabda.org/2010/03/02/roadshow-ke-jogja-22-februari-2010/">roadshow ke Yogya</a>. Akhirnya, kantor membeli server baru dan diberi nama &#8220;Blade&#8221;, yang ukurannya sangat kecil sehingga mudah dibawa bepergian. &#8220;Blade&#8221; sudah pernah ikut roadshow ke Bogor dan juga ke Malang. Aku sebenarnya tidak tahu jelas cerita tentang istilah &#8220;Blade&#8221; ini. Tapi menurut mereka yang tahu, &#8220;Blade&#8221; itu adalah istilah yang digunakan untuk modul pada komputer server dengan rak yang berukuran kecil.</p>
<p>Saat ini, Yochan, yang bertanggung jawab untuk urusan <a href="http://blog.sabda.org/category/infrastruktur-fasilitas/">infrastruktur YLSA</a>, sedang sibuk memakai &#8220;Lukas&#8221; untuk melakukan <em>back-up</em> data-data semua komputer yang ada di YLSA. Urusan <em>back-up</em> data ini aku tidak tahu banyak, tapi katanya memang sudah lama direncanakan, tapi belum ada yang berhasil melaksanakan hingga tuntas. Semoga kali ini Yochan menjadi orang pertama yang berhasil mewujudkan impian YLSA itu. Data-data yang dipakai semua staf YLSA saat ini dibackup ke server Lukas. Jadi, sekarang, setiap akan pulang kerja, semua staf YLSA dihimbau untuk membackup datanya di server Lukas.</p>
<p>&#8220;Pak Lukas, terima kasih untuk hadiahnya yang sangat berharga bagi pelayanan YLSA. Tolong dukung kami juga dalam doa supaya server Lukas ini bisa bekerja dengan lancar dan digunakan dengan sebaik-baiknya oleh semua staf YLSA.&#8221;</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2010%2F12%2F01%2Flukas-server-ylsa-yang-baru%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2010/12/01/lukas-server-ylsa-yang-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persekutuan Staf YLSA di Rumahku</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2010/10/29/persekutuan-staf-ylsa-di-rumahku/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=persekutuan-staf-ylsa-di-rumahku</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2010/10/29/persekutuan-staf-ylsa-di-rumahku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 06:03:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anik</dc:creator>
				<category><![CDATA[HRD (Personalia)]]></category>
		<category><![CDATA[persekutuan]]></category>
		<category><![CDATA[staf]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=1354</guid>
		<description><![CDATA[Ketika HRD (personalia) mengumumkan bahwa kantor YLSA akan mulai mengadakan persekutuan di rumah staf secara bergilir, kami semua menanggapinya dengan senang hati. Ini ide yang bagus karena kita bisa lebih saling kenal, bukan hanya dalam suasana kerja di kantor tapi juga dalam suasana kekeluargaan di rumah masing-masing. Aku tidak tahu mengapa, tapi mereka menawarkan persekutuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1372" title="ibadah" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2010/10/ibadah.jpg" alt="ibadah" width="200" height="150" />Ketika <a href="http://blog.sabda.org/category/hrd-personalia/">HRD</a> (personalia) mengumumkan bahwa kantor <a href="http://www.ylsa.org/">YLSA</a> akan mulai mengadakan persekutuan di rumah staf secara bergilir, kami semua menanggapinya dengan senang hati. Ini ide yang bagus karena kita bisa lebih saling kenal, bukan hanya dalam suasana kerja di kantor tapi juga dalam suasana kekeluargaan di rumah masing-masing. Aku tidak tahu mengapa, tapi mereka menawarkan persekutuan pertama diadakan di rumahku&#8230; ya aku senang-senang aja, mungkin karena aku dan ibuku adalah orang yang paling lama bekerja di YLSA. Ibukulah orang pertama yang bekerja di kantor ini, 16 tahun yang lalu. Ia membantu <a href="http://blog.sabda.org/author/yulia">Ibu Yulia</a> mengurus rumah dan masak makan siang untuk semua staf (dibantu oleh Mbak Minah). Jadi, praktis semua staf yang pernah bekerja di YLSA pasti kenal dengan ibuku. Mereka memanggil ibuku dengan nama Bu Reso.<span id="more-1354"></span></p>
<p>Tanggal 8 September 2010 pukul 17.00 sore, teman-teman mulai berdatangan di rumahku. Bagiku ini hal yang baru jadi agak kikuk.  Maklum aku bukan orang yang gampang bergaul dengan banyak orang. Selain teman-teman kantor yang datang, ada seorang tamu istimewa yang sudah begitu aku kenal tapi sudah sangat lama tidak bertemu, yaitu Ibu Roslin. Aku perlu cerita sedikit tentang Ibu Roslin, karena ada riwayatnya yang terkait dengan kantor YLSA.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-1367" title="Persekutuan" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2010/10/ber3_3.jpg" alt="Persekutuan" width="200" height="150" />Sebelum bekerja pada Ibu Yulia, ibuku sudah lebih dahulu bekerja pada Ibu Roslin, kira-kira tahun &#8217;85-an. Ibu Roslin kenal dekat dengan keluargaku. Ibuku setiap pagi datang ke rumah kontrakan di mana keluarga Ibu Roslin tinggal. Tapi kemudian tahun 90-an mereka pindah ke rumah lain yang disediakan sekolah, di mana mereka mengajar. Jadi ibuku tidak lagi ke rumah kontrakan itu, tapi ke sekolah di mana Ibu Roslin mengajar. Aneh tapi nyata, rumah kontrakan Ibu Roslin itu akhirnya menjadi tempat tinggal ibu Yulia tiga tahun kemudian (&#8217;93), yang sekarang menjadi kantor YLSA, padahal Ibu Yulia tidak kenal Ibu Roslin sebelumnya. Atas anugerah Tuhan mereka bertemu di ladang pelayanan tahun &#8217;94 dan terkejut mengetahui bahwa rumah kontrakan mereka dulu sekarang ditempati oleh Ibu Yulia. Mereka akhirnya menjadi teman baik, dan ketika Ibu Roslin akan kembali ke Australia, negara asal mereka pada akhir tahun &#8217;94, ibuku diminta Ibu Roslin untuk bekerja pada Ibu Yulia. Jadi, sejak itu setiap pagi ibuku kembali datang ke rumah yang dulu pernah ditinggali Ibu Roslin, yang sekarang menjadi kantor YLSA. Nah, begitulah cerita tentang ibuku dan kantor YLSA. Bulan September 2010 kemarin Ibu Roslin kebetulan berkunjung ke Indonesia untuk tugas kerja dengan suaminya. Aku sangat senang bisa bertemu lagi dengan Ibu Roslin di persekutuan staf YLSA ini.</p>
<p>Ketika acara dimulai, suasana yang hangat mulai terlihat karena ada puji-pujian dan sedikit permainan. Setelah itu, Ibu Roslin menyampaikan firman Tuhan. Dia mengingatkan masa-masa lalunya dengan ibuku dan aku sangat terkesan dengan apa yang disampaikan, khususnya tentang masalah kejujuran. Kemudian acara dilanjutkan dengan makan bersama dan foto-foto. Nah, selanjutnya giliran rumah siapa ya??</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2010%2F10%2F29%2Fpersekutuan-staf-ylsa-di-rumahku%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2010/10/29/persekutuan-staf-ylsa-di-rumahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perubahan di YLSA: Setelah 14 Tahun</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2010/07/12/perubahan-di-ylsa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perubahan-di-ylsa</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2010/07/12/perubahan-di-ylsa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 07:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Infrastruktur (Fasilitas)]]></category>
		<category><![CDATA[divisi]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[staf]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=1160</guid>
		<description><![CDATA[Ketika menjadi staf baru YLSA, 14 tahun yang lalu, saya hanya melihat ada sedikit komputer saja di kantor dan satu mesin ketik manual. Jika dibandingkan dengan sekarang, komputer itu pasti terasa jadul sekali &#8230;. (kelihatannya masih ada yang disimpan di gudang, katanya untuk kenang-kenangan&#8230;). Untuk memindahkan data antarkomputer, saat itu kita belum ada network, jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-1161" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2010/07/anik-300x225.jpg" alt="Perubahan_di YLSA" width="180" height="135" />Ketika menjadi staf baru <a href="http://www.ylsa.org/">YLSA</a>, 14 tahun yang lalu, saya hanya melihat ada sedikit komputer saja di kantor dan satu mesin ketik manual. Jika dibandingkan dengan sekarang, komputer itu pasti terasa jadul sekali &#8230;. (kelihatannya masih ada yang disimpan di gudang, katanya untuk kenang-kenangan&#8230;). Untuk memindahkan data antarkomputer, saat itu kita belum ada network, jadi masih menggunakan disket, yang kita sebut dengan &#8220;disket transfer&#8221;. Baru memindahkan sedikit data saja, disketnya sudah penuh dan sering rusak juga. Kadang, saya juga menggunakan mesin ketik manual untuk membuat surat. Entah di mana sekarang mesin ketik bersejarah itu &#8230; saya tidak tahu.<span id="more-1160"></span></p>
<p>Saya juga ingat, 14 tahun yang lalu kantor YLSA terdiri dari tiga ruangan. Ruang tamu yang dicampur dengan ruang kantor, dan dua kamar yang disulap menjadi dua ruang kantor. Hampir setiap hari, dari ruang yang berbeda saya mendengar teriakan Mas Anky (eks staf YLSA), &#8220;SAVEEEE NIKKKKK!&#8221; Saya pun membalas dengan teriakan, &#8220;IYA MASSSSSSS!&#8221; Itu adalah peringatan untuk cepat-cepat save data yang sedang dikerjakan untuk jaga-jaga kalau-kalau listrik akan padam karena &#8220;njeglek&#8221; (tidak kuat). Itu biasanya terjadi karena ada komputer/monitor, atau &#8220;rice cooker&#8221; yang akan dinyalakan &#8230;. <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Jadi, teman yang di ruang lain selalu mengingatkan untuk sering menyimpan file yang lagi dikerjakan. Sekarang, ketiga ruang kantor itu sudah menjadi ruang perpustakaan YLSA. Sedangkan kantornya sudah dipindah ke bangunan baru yang dulunya dipakai untuk garasi dan gudang.</p>
<p>Tahun berganti tahun dan kemajuan teknologi pun semakin meningkat. Jika 14 tahun yang lalu, YLSA masih menggunakan disket untuk mentransfer data antarkomputer, sekarang sudah ada sistem network untuk transfer file dengan cepat. Namun, saya tetap merasa ada yang kurang dengan komputer saya. Ketika membuka salah satu program atau file, kerja komputer saya lambat sekali, sehingga kami sering bercanda tentang komputer kita yang &#8220;lelet&#8221; banget ini &#8230;. Memang, di divisi saya (<a href="http://blog.sabda.org/category/administrasi-keuangan/">administrasi</a>) dan <a href="http://blog.sabda.org/category/publikasi-sumber-bahan/">divisi Publikasi</a>, komputer-komputer yang dipakai belum sekuat yang dipakai di <a href="http://blog.sabda.org/category/software-biblika/">divisi NET</a> dan <a href="http://blog.sabda.org/category/web-sumber-bahan/">WEB</a>. Alasannya sederhana, divisi Admin dan Pub hanya memakai komputer untuk mengetik/memproses data saja, jadi tidak perlu komputer yang canggih seperti divisi NET dan WEB. Tapi tetap saja, komputer &#8220;lelet&#8221; kadang membuat sebal dan membuang waktu&#8230; apalagi kalau ditambah dengan harus &#8220;hang&#8221; segala.</p>
<p>Kapan ya, bisa pakai komputer cepat seperti di divisi lain? bisikku dalam hati.</p>
<p>Dan, akhirnya Tuhan menjawab kerinduanku setelah 14 tahun &#8230; <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Senang sekali ketika 2 bulan yang lalu, akhirnya komputer yang kami gunakan diupgrade menjadi NCOM2 (sama seperti yang dimiliki divisi Net dan Web), walaupun dengan spesifikasi yang sedikit lebih rendah. NCOM2 ini hanya menggunakan satu CPU untuk mengoperasikan 6 komputer. Wah, wush wush wush wush &#8230;. cepaaattt sekali membuka program/jendela-jendela. Tapi, kebiasaan lama kadang masih kulakukan&#8230; aku selalu merunduk ke bawah meja untuk mematikan komputer, padahal tidak ada CPU di bawah mejaku. Ya, masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan NCOM2 &#8230; <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dan yang lebih menyenangkan dan lebih asyik adalah sekarang kita bisa buka <a href="http://fb.sabda.org/ylsa">Facebook</a> di komputer masing-masing &#8230;&#8230;. Tapi semua tentu ada aturannya, untuk keperluan facebook pribadi hanya boleh dilakukan waktu &#8216;break&#8217; &#8212; jam 10.00 pagi atau setelah makan siang&#8230;. Yaaa, pokoknya lebih enak sekarang ini. Kemarin-kemarin, kalau mau pakai internet, kami dari divisi Admin dan Pub, harus pergi ke kompter &#8220;WARNET YLSA&#8221; dan harus berebut dengan rekan lain, waktunya pun sangat terbatas&#8230;. Tapi sekarang, kita bisa buka di komputer sendiri dan tidak harus berebut lagi.</p>
<p>Tapi tidak hanya sampai di situ, ada kejutan yang paling baru, yang tak pernah terpikirkan dalam benak saya setelah bekerja 14 tahun di YLSA. Sebulan yang lalu (???) kami mendapat monitor baru&#8230; Tidak hanya CPU baru &#8230;. tapi juga monitornya baru! Wow&#8230; monitor LCD lagi <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8220;Sungguh sangat menyenangkan memandang layar tipis dibanding kotak besar yang memenuhi mejaku&#8221;, kataku dalam hati&#8230;. Tapi ada cerita lucu sehubungan dengan adaptasi dengan monitor baru ini. Beberapa waktu yang lalu saya memanggil <a href="http://blog.sabda.org/author/yochan/">Yochan</a> (staf <a href="http://blog.sabda.org/category/infrastruktur-fasilitas/">divisi fasilitas/infrastruktur</a>), karena mata saya terasa buram ketika melihat monitor baru tersebut. Dengan jengkelnya Yochan bilang, &#8220;Mbak ini monitor LCD, jadi harus melihatnya dari arah depan!&#8221; Saya bilang lagi, &#8220;Yochan, aku terbiasa memandang monitor dari arah posisi miring&#8230;&#8221; Lalu, Yochan meninggalkanku sambil bergumam, &#8220;Wes sakkarepmu, Mbak &#8230;.&#8221; (Ya sudah terserah kamu, Mbak). Saya pun berpikir&#8230;. ternyata setiap perubahan perlu adaptasi.</p>
<p>Perubahan demi perubahan telah aku alami di YLSA. Tiada lagi yang bisa kukatakan selain, &#8220;Terima kasih, Tuhan &#8230;., Engkau sungguh sangat baik.&#8221;</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2010%2F07%2F12%2Fperubahan-di-ylsa%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2010/07/12/perubahan-di-ylsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PESTA: DIK Juli &#8217;09  dan KRP September &#8217;09</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/09/17/pesta-dik-juli-09-dan-krp-september-09/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pesta-dik-juli-09-dan-krp-september-09</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2009/09/17/pesta-dik-juli-09-dan-krp-september-09/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 03:18:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anik</dc:creator>
				<category><![CDATA[PESTA (Pendidikan)]]></category>
		<category><![CDATA[Umum (Pelayanan)]]></category>
		<category><![CDATA[dik]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[pesta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/2009/09/17/pesta-dik-juli-09-dan-krp-september-09/</guid>
		<description><![CDATA[Puji Tuhan! Kelas PESTA DIK periode Juli 2009 sudah berakhir. DIK adalah singkatan dari Dasar-Dasar Iman Kristen, kursus wajib yang harus diikuti oleh peserta baru. Hasil kelulusan kelas DIK Juli &#8217;09 ini sudah diumumkan &#8212; ada 10 peserta yang lulus dan 6 peserta yang harus mengulang. Walaupun cukup banyak yang belum lulus, tapi menurut saya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="PESTA" src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2009/04/pesta2-300x95.jpg" alt="" width="216" height="69" />Puji Tuhan! Kelas <a href="http://www.pesta.org/">PESTA</a> <a href="http://www.pesta.org/dik_sil">DIK</a> periode Juli 2009 sudah berakhir. DIK adalah singkatan dari Dasar-Dasar Iman Kristen, kursus wajib yang harus diikuti oleh peserta baru. Hasil kelulusan kelas DIK Juli &#8217;09 ini sudah diumumkan &#8212; ada 10 peserta yang lulus dan 6 peserta yang harus mengulang. Walaupun cukup banyak yang belum lulus, tapi menurut saya, kelas diskusi DIK ini berjalan dengan lancar. Setiap termin diskusi selalu mendapatkan respons yang ramai dari peserta. Semangat para peserta memang luar biasa dan saya semakin termotivasi lagi melayani di PESTA. Walaupun mereka belum pernah bertemu, kecuali lewat email, keakraban di antara peserta pun sangat terasa. <span id="more-603"></span>Saya senang sekali bisa berkenalan dengan para peserta baru. Dan yang paling membuat saya terharu adalah kesaksian para peserta setelah mengikuti kelas diskusi DIK ini, Tuhan betul-betul telah menggunakan pelayanan PESTA ini untuk membangun kehidupan rohani para pesertanya. Nah, saya mengundang para peserta DIK untuk memberikan komentar Anda tentang pelayanan PESTA dan kelas diskusi yang Anda ikuti. Mari kita membagikan berkat.</p>
<p>Setelah peserta lulus dari kelas DIK ini, mereka menjadi alumni PESTA dan mereka bebas mengikuti kelas lanjutan PESTA yang lain. Kebetulan kelas lanjutan yang dibuka bulan September ini adalah kelas KRP, singkatan dari Kehidupan Rasul Paulus. Wah, kali ini peserta yang mendaftar banyak sekali (30 orang), karena selain peserta yang baru lulus dari kelas DIK Juli, ada juga alumni-alumni PESTA sebelumnya yang ikut. Karena ada liburan Lebaran, maka kelas diskusi KRP baru akan dimulai awal bulan Oktober 2009. Saya ucapkan selamat berdiskusi dan tetap semangat sampai diskusi selesai. Semoga kelas ini menolong Anda semua semakin mencintai firman Tuhan.</p>
<p>Bagi pengunjung Blog SABDA yang belum tahu apa itu PESTA, silakan berkunjung dan bergabung <a href="http://www.pesta.org/form_pendaftaran">mendaftar</a>. Saya sudah 1 tahun lebih membantu pelayanan PESTA sebagai Staf Admin PESTA &#8212; melayani pendaftaran dan juga mengumpulkan tugas-tugas tertulis dari para peserta. Semoga PESTA terus menjadi berkat.</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2009%2F09%2F17%2Fpesta-dik-juli-09-dan-krp-september-09%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2009/09/17/pesta-dik-juli-09-dan-krp-september-09/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Ber-PESTA di YLSA</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/04/28/mari-ber-pesta-di-ylsa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mari-ber-pesta-di-ylsa</link>
		<comments>http://blog.sabda.org/2009/04/28/mari-ber-pesta-di-ylsa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 08:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anik</dc:creator>
				<category><![CDATA[PESTA (Pendidikan)]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pesta]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>
		<category><![CDATA[YLSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/2009/04/28/mari-ber-pesta-di-ylsa/</guid>
		<description><![CDATA[Kenalin dulu ya, namaku Anik. Selain Ibu Yulia, sepertinya aku staf yang paling lama bekerja di YLSA. Sudah sejak lulus dari SMA aku membantu di YLSA, dan sekarang aku sudah menikah dan anakku, Davin, sudah berumur 5,5 tahun. Karena sudah lama di YLSA, aku sudah banyak bergonti-ganti tugas; dari mengetik, mengedit ketikan, sampai membantu di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pesta.sabda.org"><img src="http://blog.sabda.org/wp-content/uploads/2009/04/pesta2-300x95.jpg" alt="mari_berpesta_di_ylsa" title="mari_berpesta_di_ylsa" width="225" height="72" class="alignright size-medium wp-image-260" /></a>Kenalin dulu ya, namaku <a href="http://blog.sabda.org/author/anik/">Anik</a>. Selain <a href="http://blog.sabda.org/author/yulia/">Ibu Yulia</a>, sepertinya aku staf yang paling lama bekerja di YLSA. Sudah sejak lulus dari SMA aku membantu di YLSA, dan sekarang aku sudah menikah dan anakku, Davin, sudah berumur 5,5 tahun. Karena sudah lama di YLSA, aku sudah banyak bergonti-ganti tugas; dari mengetik, mengedit ketikan, sampai membantu di perpustakaan.</p>
<p>Mulai tahun lalu (2008), aku diminta untuk membantu di divisi pendidikan, yaitu menolong menangani administrasi PESTA, karena Ibu Yulia sendirian di sana. Membantu administrasi PESTA merupakan pengalaman baru, dan darinya aku mendapat banyak berkat.<span id="more-175"></span> Sebelumnya, aku sangat takut membalas surat-surat masuk di mailbox PESTA, tapi sekarang sudah terbiasa. Oh iya, sudah kenal PESTA belum? PESTA, singkatan dari Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam, adalah sebuah program kursus teologia jarak jauh yang dikelola oleh <a href="http://www.ylsa.org">YLSA </a>. Untuk tahu lebih lanjut, silakan berkunjung ke situs <a href="http://pesta.sabda.org">PESTA</a>. Hal yang menarik di PESTA, para peserta tidak pernah saling bertemu muka, namun hanya mempelajari modul pelajaran yang dikirim lewat email dan mengerjakan tugas-tugas pelajaran-pelajaran tersebut juga melalui e-mail. Setelah lulus mengerjakan tugas tertulis, maka peserta dapat berdiskusi di kelas virtual PESTA, ini hanya kelas maya karena tidak saling bertemu muka.</p>
<p>Menurutku, tidak mudah untuk menyandang status menjadi peserta PESTA dan bisa lulus dari setiap kelas diskusi yang berlangsung. Tak jarang ada peserta yang gugur di tengah jalan karena berbagai alasan. Aku bangga dengan peserta yang bisa bertahan sampai lulus dari setiap kelas. Bagaimana tidak, di tengah kesibukannya, baik untuk urusan sekolah, pekerjaan, keluarga, dan sebagainya, para peserta PESTA masih menyempatkan diri untuk belajar dan berdiskusi dengan banyak peserta lain. Perlu diberi acungan jempol loh, karena dengan beberapa tugas yang harus dikerjakan dan jadwal diskusi yang padat, para peserta PESTA bisa melaluinya dengan bersemangat dan bekerja dengan keras.</p>
<p>Bagiku, yang sangat menarik di kursus PESTA adalah kelas diskusinya. Walaupun hanya di kelas maya, namun peserta dapat asyik berdiskusi dan mengungkapkan pendapat mereka masing-masing. Banyak peserta yang bersaksi bahwa mereka memperoleh berkat melimpah dari setiap diskusi. Kalau Anda penasaran dan ingin tahu berkat apa yang sudah mereka peroleh dari mengikuti kursus PESTA, silakan baca kesaksian mereka di: <a href="http://www.pesta.org/kesaksian">http://www.pesta.org/kesaksian</a>.</p>
<p>Sungguh pengalaman yang menyenangkan bisa mengikuti para peserta PESTA berdiskusi, terutama ketika mengikuti kelas Pernikahan Kristen Sejati (PKS). Meski ngga ikut-ikutan berdiskusi, aku memperoleh banyak masukan dari para peserta PESTA tentang berbagai masalah dalam pernikahan.</p>
<p>Ayo, siapa yang rindu untuk belajar firman Tuhan dan memperoleh banyak berkat? Kami mengundang Anda untuk bergabung di Kursus PESTA. Jika Anda tertarik, untuk informasi lebih lanjut, silakan kontak Kusuma &lt;kusuma(at)in-christ.net&gt;.</p>
<p class='fb-like'><iframe src='http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fblog.sabda.org%2F2009%2F04%2F28%2Fmari-ber-pesta-di-ylsa%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=65&amp;font=lucida+grande' scrolling='no' frameborder='0' allowTransparency='true' style='border:none; overflow:hidden; width:450px; height:65px'></iframe></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabda.org/2009/04/28/mari-ber-pesta-di-ylsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.365 seconds -->

