Blog SABDA
13Mar/192

Pengalaman Mengikuti Training “The 360 Degrees Leadership”

Oleh: *Isak

Halo, perkenalkan saya Isak, mahasiswa Universitas Kristen Petra, yang menjalani program magang di YLSA selama dua bulan. Berikut ini adalah tulisan saya mengenai salah satu pengalaman yang paling mengesankan ketika mengikuti magang di YLSA. Pada 16 – 17 Februari 2019, saya dan teman magang saya Fransisco, beserta staf SABDA lainnya (Pram, Tika, dan Kunarti) mendapat kesempatan untuk mengikuti training leadership dengan tema “The 360 Degrees Leadership“. Training yang berdasarkan modul John C. Maxwell tersebut merupakan hasil kerja sama antara EQUIP (Equipping Leaders TO Reach Our World) dan TOTAL (Training and develOpment for TodAy’s Leaders). Training ini diadakan di Orient Restaurant, Solo Baru.

Mengapa disebut “Kepemimpinan 360 derajat”? Kepemimpinan 360 derajat berbicara tentang pemimpin yang berada di lini tengah. Mereka yang berada di posisi ini harus memiliki kemampuan untuk memimpin ke atas (lead Up), memimpin ke samping (lead a across), dan memimpin ke bawah (lead down). Dengan begitu, pemimpin 360 derajat diharapkan terampil memimpin atau beradaptasi dengan banyak tipikal posisi dalam organisasi dan terampil dalam menjembatani antarposisi.

Materi training ini dibagi dalam 6 sesi, 3 sesi per harinya. Sesi-sesi yang dibahas adalah:
1. Mitos bahwa Kepemimpinan harus dari Inti Sebuah Organisasi
2. Tantangan-Tantangan yang Dihadapi oleh Pemimpin 360 Derajat
3. Prinsip-Prinsip Pemimpin 360 Derajat Melakukan Memimpin ke Atas
4. Prinsip-Prinsip Pemimpin 360 Derajat Melakukan Kepemimpinan Lintas Arah
5. Prinsip-Prinsip Pemimpin 360 Derajat Melakukan Kepemimpinan ke Bawah
6. Pemimpin 360 Derajat dan Kemurahan Hati

Keenam sesi di atas memberikan gambaran besar bahwa kepemimpinan bukanlah tentang posisi, melainkan pengaruh. Selain itu, saya juga diingatkan pada satu hal esensial, yaitu bahwa 85% kepemimpinan adalah tentang relationship/hubungan. Walaupun merupakan hal yang esensial, tetapi tidak jarang saya mengabaikan bahkan melupakan hal ini.

Dari keenam sesi tersebut, sesi yang paling berkesan bagi saya adalah sesi kedua. Tantangan pasti akan selalu ada untuk pemimpin, bahkan pemimpin yang sudah menguasai 360 derajat sekalipun. Sesi kedua ini memberi saya pelajaran bagaimana melihat tantangan tersebut bukan sebagai beban, melainkan peluang untuk bisa memimpin secara 360 derajat.

Setelah mengikuti training ini, saya dan teman-teman lainnya yang mengikuti training diberi kesempatan untuk membagikan kembali bahan materi training kepada seluruh staf SABDA. Untuk aplikasinya, bagi diri saya sendiri, ada dua. Pertama, berdoa untuk setiap pemimpin Kristen yang ada di Indonesia. Kedua, saya ingin menjalin relasi lebih baik lagi dengan orang-orang di sekitar saya. Harapan saya bukan untuk memperoleh sesuatu dari mereka, melainkan untuk saling mengisi satu sama lain, dengan kasih Tuhan tentunya.

Kiranya tulisan saya kali ini boleh memberkati Anda yang membacanya. Saya juga mendorong kita semua untuk menjadi pemimpin 360 derajat (tidak peduli apa posisi kita). Tuhan Yesus memberkati!

Tentang Penulis Tamu

telah menulis 117 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (2) Trackbacks (0)
  1. Semoga menjadi yang memberkati. Selamat memimpin. To God Be The Glory!

  2. Halo Isak, salam kenal, perkenalkan saya Bayu. Membaca ulasan artikel Isak yang begitu bagus ini sangat memberkati saya. Beruntung sekali ya Isak dapat mengikuti traininig, “The 360 Degrees Leadership”, selama magang di YLSA.
    Saya ingin bertanya bagaimana maksud dari 85% kepemimpinan adalah tentang relationship/hubungan? Semoga Isak berkenan menjawab, dan terima kasih ulasan artikel Isak telah menjadi inspirasi bagi saya.


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.

© 2009-2015 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran