Blog SABDA
30Apr/136

Alkitab: Sulit/Mudah Dibaca?

“Firman-Mu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku ….” (Mazmur 119:105)

Jika Alkitab sedemikian penting, kapan terakhir Anda membaca Alkitab? Apakah Anda membaca Alkitab setiap hari? Sudahkah Anda membaca seluruh Alkitab (KejadianWahyu)?

Saya yakin pertanyaan-pertanyaan di atas sering Anda dengar. Bagi orang Kristen, Alkitab bukanlah buku kuno yang ditinggalkan atau dilupakan orang, termasuk pada zaman “e-book” yang serba elektronik ini. Di semua gadget, seperti HP/I-Pad/Notebook/Tab yang dimiliki orang Kristen, pasti kita akan temukan Alkitab. Beberapa produk elektronik selalu bersaing untuk memberikan “feature” terbaik bagi penggunanya, Alkitab pun menjadi salah satu yang diperhitungkan. Ada HP yang bisa diset sehingga bisa menampilkan ayat favorit atau ayat hafalan pada layarnya. Tidak hanya itu, kita juga bisa mengganti mode suara sehingga ayat itu bisa didengarkan sesering yang diinginkan/dibutuhkan oleh user, bahkan dengan tampilan bentuk yang keren dan warna-warni yang bisa diatur.

Mendapatkan Alkitab seharusnya sekarang tidaklah sulit, khususnya dengan tunjangan teknologi yang serba canggih, cepat, dan trendy. Karena itu, membaca Alkitab kapan pun dan di mana pun, sesungguhnya sudah tidak masalah lagi. Namun, pertanyaannya sekarang, apakah kita semakin mudah memahami isi Alkitab?

Saya mengenal seorang petobat baru yang tinggal di sebuah desa dengan segala keterbatasannya — transportasi sulit, tempat tidak mudah dijangkau, penduduk yang tidak memiliki pendidikan yang memadai. Ketika Yesus masuk ke dalam hidupnya, hatinya rindu menggebu-gebu ingin mengenal lebih dalam. Siapakah Yesus yang sudah begitu mengasihi dan mau mati bagi dirinya yang berdosa? Mengapa Ia mau menyelamatkannya dari hukuman maut dan menganugerahkan kehidupan yang kekal dan mulia? Bagaimana ia bisa memenuhi kerinduannya yang begitu menggebu-gebu ini? Keluarganya belum ada yang mau bertobat, teman-temannya berbeda agama. Puji Tuhan, ia diberi Alkitab yang bisa dia baca, meskipun harus dengan sembunyi-sembunyi karena dilarang keras oleh keluarganya. Dari Alkitab, ia bisa mulai mengenal Yesus Kristus Tuhannya. Namun, pada saat yang sama, ia menemukan banyak hal yang ia tidak bisa mengerti dari Alkitab. Kata-kata di dalam Alkitab kadang begitu sulit dimengerti, meskipun dia mengerti bahasa Indonesia — maklum dia tidak pernah mengenyam pendidikan. Saya juga punya seorang teman di kota besar, pengusaha yang sukses, menjadi orang Kristen sudah bertahun-tahun. Dia adalah orang yang suka berpikir dengan sederhana, jadi sungguh memusingkan bagi dia jika membaca Alkitab dan berusaha untuk memahami isinya. “Kalau saya baca Alkitab, saya bukannya mengerti, tapi malah bingung,” begitu pernah dikatakannya.

Apakah untuk memahami isi Alkitab seseorang harus pandai, dan berpikiran kompleks? Akan tetapi, bukankah Alkitab itu ditujukan Allah untuk semua orang? Jelas-jelas Tuhan Yesus datang bukan untuk orang yang pandai-pandai saja. Karena itu, Alkitab tentu diberikan kepada semua orang dengan berbagai latar belakang pendidikan, bangsa, bahasa, budaya, dan keunikannya masing-masing. Adanya penerjemahan Alkitab dalam berbagai bahasa di dunia oleh para utusan Injil dan timnya merupakan usaha untuk membuat semua orang di dunia bisa memahami Alkitab dengan lebih mudah, dengan menggunakan bahasa yang mereka mengerti. Namun, pada satu sisi yang lain, perlu ada usaha penerjemahan Alkitab yang bisa memberikan solusi bagi kedua teman saya di atas, yaitu bagaimana membaca Alkitab dengan bahasa yang bisa lebih mudah dimengerti oleh mereka.

Kesulitan memahami isi Alkitab bukan hanya karena Alkitab memiliki latar belakang budaya dan tradisi, zaman yang berbeda, tetapi juga karena cara penerjemahannya — pemilihan kata, dan susunan kalimat yang dipakai. Di seluruh dunia ada ratusan versi Alkitab. Dalam satu bahasa tertentu, Alkitab juga telah diterjemahkan ke dalam beberapa versi (cara penerjemahan yang berbeda). Seperti yang kita ketahui, untuk Alkitab Bahasa Indonesia saja, ada banyak versi, seperti TL, BIS, LAI, FAYH, dan ada banyak lagi yang lain. Masing-masing versi memiliki target pembacanya sendiri-sendiri, sesuai dengan kebutuhan mereka. Meskipun tidak 100% menjamin dapat memenuhi semua kebutuhan, mengingat begitu terbatas dan kompleksnya kebutuhan manusia, tetapi kehadiran berbagai versi Alkitab ini sangat membantu. Paling tidak hal ini dapat memperkaya dan memperluas pemahaman pembaca tentang firman Tuhan yang begitu ajaib.

Jerih payah orang-orang yang mengasihi Tuhan untuk menerjemahkan Alkitab didasari salah satunya oleh kerinduan agar semakin banyak orang mengenal Kristus. Karena itu, hasil penerjemahan dituntut untuk mudah dibaca sehingga lebih mudah orang memahami firman Tuhan yang berisi Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) adalah salah satu yayasan Kristen di Indonesia yang memberikan perhatian yang sangat besar kepada Alkitab. Memang sudah ada banyak versi Alkitab, tetapi YLSA melihat bahwa masyarakat Kristen Indonesia membutuhkan sebuat Alkitab baru yang mudah dibaca. Alkitab yang mudah dibaca ini memiliki semangat yang sama dengan Alkitab Bahasa Inggris yang disebut “Easy-to-Read Version” (ERV). Proses pengerjaan Alkitab ini sebenarnya sudah dimulai oleh tim dari Yasuma, dan YLSA mengambil bagian untuk melakukan pengeditan agar menghasilkan Alkitab yang bukan hanya enak dan mudah dibaca, tetapi juga setia kepada Alkitab dalam bahasa aslinya. Sampai saat ini pengerjaan pengeditan memasuki tahap-tahap terakhir.

Sungguh merupakan anugerah yang tiada tara kalau saya boleh ikut ambil bagian dalam proyek penerjemahan Alkitab ini. Dengan penuh kegentaran, saya ikut masuk dalam tim SABDA untuk mengedit penerjemahan Alkitab, yang adalah Firman tertulis dari Tuhan sendiri. Kerinduan saya adalah agar lebih banyak orang yang bisa memahami Alkitab yang dibacanya, dan bukannya menjadi bingung. Dengan akan hadirnya Alkitab baru yang mudah dibaca, semoga orang-orang Kristen sekarang menjadi mengerti firman Tuhan sehingga dapat semakin mencintai firman Tuhan, bertumbuh dalam pengenalan yang benar, serta menjadi pelaku Firman.

“Sungguh, Firman-Mu pelita bagi kakiku
dan terang bagi jalanku;
kalau aku membaca Kitab Suci,
aku akan bertumbuh;
karena ku tahu,
ya tahu Alkitab sungguh benar.”

Tentang Jing Jing

Jing Jing telah menulis 1 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (6) Trackbacks (0)
  1. JJ, Anda dan Anna adalah orang-orang pertama yang kami minta untuk mulai mengedit Alkitab Mudah Dibaca (Tahap I). Terima kasih untuk kesediaannya dan kepercayaannya kepada Yayasan Lembaga SABDA. It has been a good pleasure to work with you for our loving Father in heaven.

  2. Terima kasih Ibu Jing-Jing. Tulisan ini benar-benar memberkati saya secara pribadi. Alkitab bukan sekedar buku tapi lebih dari itu, Alkitab adalah sumber kehidupan kita. Apa jadinya dunia ini tanpa firman-Nya yang dinyatakan melalui tulisan-tulisan di Alkitab. Proyek penerjemahan Alkitab akan sangat menolong kita semua untuk semakin memahami kebenaran-Nya. 😀

  3. Alkitab adalah cara untuk mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup kita. Jika Alkitab sulit dimengerti, bagaimana kita bisa mengerti kehendak Tuhan? Semoga proyek ini bisa menjadi berkat bagi orang-orang Kristen di Indonesia.

  4. Bener Cie Jing2.. adalah anugerah yang tiada taranya ketika kita diizinkan terlibat dalam pengerjaan Alkitab versi mudah dibaca ini.

    Sampai sekarang kami masih berkutat dalam proyek ini, dan mohon dukungan doanya agar Alkitab ini bisa segera dicetak dan menjadi berkat bagi banyak orang.

    Mohon dukungan doa juga dari para Sahabat YLSA.
    Hatur nuhun 🙂

  5. Terima kasih untuk YLSA yang melakukan proyek penerjemahan Alkitab ini. Suatu kerinduan yang sudah lama saya impikan tentang adanya Alkitab dengan bahasa yang mudah dimengerti, agar kehendak Tuhan dapat dimengerti oleh semua masyarakat Indonesia, termasuk bagi anak-anak sekolah minggu dan manula.

    Semangat untuk kemuliaan dan kebesaran nama Tuhan \^u^/

    • Mohon dukungan doa supaya hikmat Tuhan saja yang senantiasa menuntun staf YLSA dalam proyek penerjemahan Alkitab ini. Sampai akhirnya, Alkitab ini benar-benar selesai dan sampai di tangan orang-orang yang haus akan pengertian tentang Firman Tuhan. Tuhan memberkati ^o^


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.

© 2009-2015 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Laporan Masalah dan Saran