Blog SABDA
25Oct/114

YLSA Mengadakan Seminar Teologi

YLSA menyelenggarakan seminar lagi! Kali ini adalam seminar teologi yang berlangsung selama 2 hari dengan pembicara Pdt. Joseph Tong. Seminar ini diadakan pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 21 dan 22 Oktober 2011, bertempat di GKIm Anugerah, Solo. Selama seminar berlangsung, YLSA membuka “Booth SABDA”, supaya para peserta bisa mendapatkan produk-produk YLSACD Alkitab Audio berbagai versi/bahasa, Software SABDA, dan Alkitab Mobile. Puji Tuhan! Kali ini YLSA menyajikan produk baru berupa “flasdisk SABDA” yang berisi 8 GB “harta karun (bahan-bahan) SABDA”. Para peserta banyak yang mendatangi booth SABDA ini pada saat “break”, dan setelah selesai seminar.

Seminar hari pertama (21 Oktober 2011) mengambil judul “Inklusivisme dan Eksklusivisme Teologi Reformed”. Acara dimulai agak terlambat, pk.18.15, dan dibuka dengan beberapa pujian. Saat itu saya masih berada di posisi penerima tamu, di lantai bawah, jadi hanya sayup-sayup terdengar suara pujian dari dalam gedung gereja. Peserta yang datang tidak terlalu banyak, tapi mereka terlihat antusias mengikuti seminar ini. Bagi saya, baru kali ini saya ikut seminar teologi, khususnya Reologia Reformed. Pdt. Joseph Tong mengakui bahwa bahasa Indonesia yang dia pakai adalah bahasa Indonesia tahun 60-an, jadi kurang jelas bagi sebagian orang. Ditambah lagi pembahasannya sangat kental dengan bahasa filsafat. Tapi secara pribadi, yang saya tangkap dan terberkati adalah bahwa Teologi Reformed berpegang pada otoritas Alkitab, kedaulatan Allah, keselamatan oleh anugerah melalui Kristus, dan perlunya penginjilan.

Sedangkan pada hari kedua (22 Oktober 2011), topik yang dibahas adalah “Teologia Reformed dalam Dunia Bisnis”. Sayang sekali, pada hari itu hujan turun sangat deras disertai angin kencang mengguyur daerah Solo Selatan, tempat seminar ini diadakan. Saya sendiri tidak hadir pada seminar kedua, tapi menurut cerita teman-teman, peserta yang datang tidak sebanyak hari pertama. Namun, puji Tuhan, acara tetap berjalan dengan lancar. Materi yang disampaikan lebih praktis. Dari hasil sharing teman-teman saya menangkap, salah satu topik yang dibahas Pdt. Joseph Tong adalah tentang konsep kepemilikan (semua harta yang kita miliki di dunia ini) dan konsep bekerja menurut Teologi Reformed. Di dalamnya dibahas juga mengenai perpuluhan, sebagai harta milik Tuhan yang harus dikembalikan kepada Tuhan.

Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti seminar ini karena wawasan rohani saya jadi terbuka dengan pelajaran-pelajaran baru seputar teologi. Beberapa teman juga berkata bahwa cara pembahasan dari Pdt. Joseph Tong memaksa pendengar untuk berpikir. Selain itu, sebagai staf SABDA kami semua juga bersyukur karena mendapat kesempatan melayani di lapangan, baik sebagai penerima tamu, petugas pendaftaran, petugas konsumsi, perekam seminar, singer, dan pembawa acara. Saya sendiri ikut bertugas mengatur konsumsi dan penerima tamu bersama beberapa teman lain.

Maju terus SABDA. Adakan seminar di tempat lain juga.

Tatik

Tentang Tatik

Tatik Wahyuningsih telah menulis 7 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (4) Trackbacks (0)
  1. Saya ikut senang dan sangat bersyukur karena YLSA bisa diberi kesempatan untuk bisa terlibat dalam seminar teologi ini.

    Saya sendiri tidak mengikuti seminar ini dari awal, karena masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan (pendaftaran). Namun, saya mendapatkan berkat dari seminar ini (seminar kedua) bahwa perpuluhan itu adalah hak Tuhan, tidak boleh dipakai untuk apa pun, dan harus diberikan/dikembalikan kepada Tuhan. 🙂

  2. Saya sangat senang bisa ikut dan ambil bagian dalam seminar teologi ini. Bersyukur bisa mengikuti seminar pada hari pertama dan pada hari kedua ikut membantu teman-teman yang lain dalam seminar ini. Pelajaran yang bisa saya ambil pada seminar ini, bahwa dalam setiap kegiatan apapun yang dilakukan terutama dalam bisnis merupakan sebuah investasi. Bisnis bisa berjalan dengan baik, jika kita meletakkan investasi yang baik kepada pelanggan kita dan kita tidak hanya mengambil keuntungan dari mereka. Investasi ini bisa berupa kebajikan. Kebajikan ini sangat luas…

  3. Hari pertama, ada banyak jemaat yang bisa ikut dalam seminar ini. Namun, pada hari kedua hanya jumlahnya lebih sedikit. Kondisi saat itu mungkin jadi alasan. Hujan deras disertai angin, cukup membuat panik beberapa jemaat.

    Puji Tuhan, seminar tetap dapat berlangsung. Saya lebih banyak mendengar materi pada hari kedua yang membahas tentang dunia bisnis menurut pandangan reformed. Pdt. Tong beberapa kali menekankan tentang perpuluhan dan dalam berbisnis kita jangan hanya berorientasi pada profit (keuntungan) tapi lebih mencari benefit (kebaikan bersama). Dengan demikian sebagai pebisnis Kristen, kita tidak merugikan konsumen kita dengan terlalu banyak ambil untung secara materi.

    Seminar ini memberikan wawasan tersendiri bagi saya mengenai dunia bisnis. Tentu ini bisa menjadi landasan yang benar bagi saya jika suatu hari nanti diberi kepercayaan untuk membuka usaha sendiri 🙂

  4. Aku senang bisa ikut seminar ini, terutama di hari kedua (sekaligus sebagai singer), Pak Joseph Tong memberi prinsip-prinsip praktis dan aplikatif dalam mengelola keuangan. Bersyukur mendapat wawasan bahwa kita harus mengelola keuangan dengan bijaksana dan bertanggung jawab karena Tuhan telah memercayakannya kepada kita.

    Jika kita mendapat uang banyak, itu bukan karena kita lebih pandai/lebih rajin daripada orang lain, tetapi karena Tuhan memilih kita untuk mengelola uang itu dengan hikmat.


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.