Metode PA: Kualitas Karakter
Truly | Rabu, 26 Mei 2010
1. Pilihlah satu karakter Dari segudang karakter dalam Alkitab, pilihlah satu karakter yang ingin Anda pelajari. Kemudian, carilah definisi dan sinonim karakter tersebut dalam kamus. Hari pertama, kelompok PA kami memilih karakter ”kejujuran”. Kami mencari arti dan sinonim kata ”jujur” dalam kamus Alkitab. Selain itu, kami melakukan perbandingan antara kata ”jujur” dengan kata “honest” dalam bahasa Inggris. Saya sangat tertarik dengan asal kata “honest“, yang ternyata dibentuk dari “honor righteousness“. 2. Pilihlah karakter lawannya Setelah mencari definisi, sinonim, dan komparatif kata, carilah kualitas lawannya atau antonimnya. Contohnya, lawan kata dari ”jujur” adalah “tidak benar”, “penipu“, “pembohong“. 3. Buatlah studi kata Langkah selanjutnya, carilah definisi tentang karakter yang Anda pelajari dari Alkitab. Anda bisa memanfaatkan seluruh alat bantuan yang Anda miliki untuk lebih mendalami konsep karakter ini. Anda bisa menggunakan kamus, ensiklopedia, atau buku studi kata Alkitab. Namun demikian, jangan urungkan niat jika Anda tidak mempunyai alat-alat yang lengkap, karena Anda bisa mendapatkan alat yang sangat lengkap di Alkitab SABDA. Contohnya, kata ”kejujuran” dalam bahasa Ibrani “miyshowr” yang berasal dari “yashar” yang artinya adalah “tanah yang rata”, “benar”, “jujur”. 4. Carilah ayat-ayat referensi silang Menurut Rick Warren, penafsir terbaik dari Alkitab adalah Alkitab itu sendiri. Oleh karena itu, referensi silang akan sangat membantu Anda memahami suatu konsep. Carilah konkordasi Alkitab atau topik Alkitab untuk menemukan ayat-ayat yang terkait dengan suatu karakter. Setelah mengetikan karakter ini di alat pencarian, munculah ribuan ayat referensi yang sangat lengkap dan sangat membantu kami menggali Alkitab. Kemudian kami merenungkan ayat-ayat tersebut dengan mengajukan berbagai pertanyaan, seperti:
Contoh ayat-ayat yang kami pakai sebagai referensi silang karakter ”kejujuran” ini adalah: 1 Petrus 2:22, Titus 2:7, Mazmur 32:2, 2 Korintus 1:12 5. Susunlah biografi singkat Anda perlu mencari paling sedikit satu tokoh Alkitab yang memancarkan karakter ini dalam hidupnya. Gambarkan kualitas ini dan tuliskan ayat-ayat pendukungnya. Contohnya, Paulus adalah rasul yang memberikan kita teladan karena dia memiliki karakter yang jujur:
6. Pilihlah ayat hafalan Dari ayat-ayat referensi silang, pilih ayat yang benar-benar menginspirasi Anda. Hafalkan dan renungkanlah ayat tersebut. Berhubungan dengan kejujuran, saya memilih Titus 2:7. 7. Pilihlah situasi untuk menerapkan karakter yang dipelajari Pikirkan situasi apa yang memungkinkan Anda menerapkan karakter ini. Jika karakter tersebut positif, asahlah terus karakter tersebut sampai melekat dalam diri Anda. Contoh kasus yang dibicarakan dalam kelompok kami: jika penjual mengembalikan uang berlebih dan kita sangat amat membutuhkan uang saat itu, apakah kita akan mengembalikannya? 8. Buatlah proyek aplikasi yang spesifik Pikirkan proyek yang akan Anda lakukan untuk mengasah karakter yang berkualitas. Karena kelompok kami berbicara tentang kejujuran, maka saya membuat komitmen seperti, ”Aku akan berkata jujur jika aku melakukan kesalahan dalam pekerjaan.” 9. Tulislah atau saksikanlah kisah pribadi Nah, setelah melakukan 8 langkah di atas, pikirkan apakah Anda pernah menerapkan karakter tersebut dan saksikanlah dengan kelompok Anda. Apa pergumulan yang Anda hadapi? Bagaimana Allah menolong Anda? Singkat kata, metode “Kualitas Karakter” tidak hanya mengajarkan
5 Responses to Metode PA: Kualitas KarakterLeave a Reply |
|
|
© 2009-2012 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Bagi saya metode ini tidak memberikan banyak tantangan karena saya tidak diajak untuk menitikberatkan pencarian pada hal-hal yang besar (latar belakang kitab, satu perikop panjang). Metode ini mengajak saya untuk mempelajari mutu karakter dari segi linguistik dan contoh pribadi yang memilikinya.
Dengan demikian, tidak terlalu banyak mengeksplor Alkitab.
Pertanyaannya, apakah murah hati adalah sifat yang saya miliki atau sudahkah hal itu menjadi karakter saya.
Hmmm… ???
Metode ini cukup sederhana, tapi membawa banyak berkat. Karena selain mengetahui lebih banyak tentang karakter yang dipilih, saya juga belajar mengenai lawan kata, biografi tokoh tertentu, dan boleh memilih ayat hafalan untuk dijadikan motivasi.
Hal yang paling penting bagi saya adalah aplikasi yang dilakukan masing-masing pribadi terhadap karakter yang sudah dipilihnya. Ada tindakan nyata, itu yang penting
Shalom. Terima kasih. Semoga metode PA ini bermanfaat dalam pelayanan jemaat, agar kita semua senantiasa bertumbuh dan berakar di dalam Kristus.
@setya
Tantangan terbesar dari menggali Alkitab bukan pada keluasan/kedalaman pengetahuan (seperti yg sdri. Setya harapkan dg mengatakan “…saya tidak diajak untuk menitikberatkan pencarian pada hal-hal yang besar (latar belakang kitab, satu perikop panjang)”
Tantangan itu terletak pada kedalaman makna & maksud Allah menuliskannya dalam Alkitab. Itu ada dengan banyak sekali dalam Alkitab. Itu sebabnya, kita harus menggalinya satu per satu … mirip sekali dengan prinsip bersyukur seperti sebuah nyanyian katakan “hitung berkatmu satu per satu, kau kan kagum oleh kasih-Nya”, itu berlaku dalam merenungkan/menggali Alkitab: “gali Firman Tertulis satu per satu (bukan hal yang besar, tapi gali yang fokus/kecil namun bermakna besar) … kau kan diberkati oleh sabda-Nya.”
Selamat menikmati satu demi satu kekayaan limpah Firman Allah!
@ Eddy,
Saya berkata, “Bagi saya metode ini tidak memberikan banyak tantangan karena saya tidak diajak untuk menitikberatkan pencarian pada hal-hal yang besar (latar belakang kitab, satu perikop panjang).”
Tidak memberikan banyak, tapi tetap menantang juga. Jujur, waktu menerapkan metode ini saya merasa kurang banyak diajak menggali firman Tuhan (jika dibandingkan dengan metode2 yang lain). Langkah-langkahnya aja yang gimana gitu…
Anyway, terima kasih atas respons Anda dan mengingatkan saya untuk tetap bersyukur. Saya hanya kurang puas saja dengan metode ini, bukan tentang isi Alkitabnya.
Pastinya saya tetap bersyukur dengan apa yang saya peroleh dari Alkitab.
Once more, thanks untuk nasihat Anda … ^_*