Blog SABDA
26Jan/1017

Yang Muda yang Berkarya

yang_muda_yang_berkaryaPerkenalkan, nama saya Ami Grace. Di YLSA, nama panggilan saya adalah Ami. Saya termasuk staf yang terbilang baru, karena baru sekitar 4 bulan saya melayani di sini. Oh ya, sebenarnya saya lebih suka dipanggil Grace, sih. Tapi karena ada penghuni lain (baca: anjing di kantor) yang namanya hampir sama, hanya beda satu huruf saja. Yah terpaksa saya merelakan nama panggilan saya dipakai “si kecil” itu 🙂

Tahun 2009 adalah tahun yang penuh perubahan (dan tantangan) bagi saya. Bulan Juli tahun itu, saya lulus SMA. Senang rasanya karena lulus merupakan prioritas utama saya, dan juga jalan untuk saya masuk ke “dunia yang baru” (baca: universitas). Namun, karena satu dan lain sebab, saya sementara harus melupakan impian saya itu. Sedih sih, tapi mau bagaimana lagi. Terutama kalau mendengar teman-teman bercerita tentang kuliah mereka, saya semakin down. Tapi suatu saat saya sadar saya tidak boleh begitu terus. Maka daripada selalu merasa worthless, saya memutuskan untuk tetap bersyukur. Toh, hidup akan terus berjalan dan tidak akan berhenti karena hal itu, bukan? Sekarang saya sadar, bahwa itu adalah anugerah Tuhan yang terselubung bagi saya.

Akhirnya, saya “terdampar” di YLSA. Tapi bukan terdampar di pulau yang sepi, kosong, dan tidak menghasilkan apa-apa, saya justru menemukan pulau yang punya banyak “harta karun”. Di YLSA, saya belajar untuk melakukan hal yang selama ini tidak atau belum saya ketahui. Sedikit banyak sekarang saya tahu tentang cara memproses bahan — scan, edit, pasang bahan di situs. Sesekali saya juga ikut membantu meresensi buku. Selain itu, pada hari Jumat saya juga ikut membantu mengurus taman bacaan. Awalnya, saya kira saya akan membantu mengajar anak-anak yang sopan, lucu, dan lugu. Namun, ternyata kebalikannya 🙂 Saya baru tahu kalau anak-anak sekarang agresif sekali. Tapi tetap senang dan bersemangat. Karena belum pernah saya mengajar anak-anak dengan jumlah sebanyak itu. Satu lagi yang saya suka di sini, kebiasaan terbuka untuk menyampaikan pendapat. Biasanya, di persekutuan doa Senin atau training hari Jumat, setiap staf “dipaksa” untuk ngomong. Entah itu sharing atau komentar. Saya termasuk kelompok yang pasif. Namun di tempat ini, saya ditempa untuk menjadi pribadi yang dapat berpikir kritis. Saya rasa itu sangat membantu untuk meningkatkan pengenalan diri saya.

Oh ya, saya ini staf termuda di YLSA, lho. Tanggal 17 Januari lalu, umur saya genap 18 tahun. Hmm, jadi staf termuda sebenarnya biasa-biasa saja sih. Tidak ada yang memerhatikan saya secara spesial kok 🙂 Namun yang pasti, saya senang karena “kakak-kakak” di YLSA selalu siap sedia membantu di saat saya menghadapi kesulitan. Mereka juga ramah dan tidak sombong — seperti bayangan saya awalnya — walaupun mereka lebih berpengalaman dan memunyai titel di belakang nama mereka :>. Ada satu hal lagi yang hampir saya lupakan, saya bisa sampai di sini juga karena “andil” dari salah seorang staf — sekarang adalah mantan staf — yang adalah kakak saya sendiri. Bersyukur, karena pimpinan di sini pun menerima saya menjadi staf tetap. Padahal, saya sama sekali tidak ada bekal atau pengalaman kerja apa pun.

Saya ingin terus tetap berkarya dan melayani di sini. Saya mendapat banyak pelajaran berharga — yang mungkin tidak akan saya temukan di universitas — khususnya dalam pengenalan akan Tuhan secara lebih mendalam. Oh ya, doakan saya supaya tahun ini bisa menggapai impian yang dulu sempat tertunda ya ….

Ini pantun penutup dari saya:
Datang kebaktian dengan hati yang bersih
cukup sekian dan terima kasih …. 🙂

Ami

Tentang Ami

Ami Grace telah menulis 4 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Kategori: HRD
Kata kunci: , , ,
Leave a comment
Comments (17) Trackbacks (0)
  1. Ami bagus banget tulisannya..:) Hoby menulis cerpen kah? Maju terus ya.. Masih banyak waktu untuk terus belajar.. God Bless

  2. Pantun ria yuk:

    Jam istirahat beli gorengan;
    Habis makan siang dikasih rambutan.
    Selagi umur masih muda,
    kumpulkan tekad untuk berkarya…

    CHAYO

  3. Seneng punya temen baru kayak Ami ^^
    Pertama lihat aku pikir orangnya jutek. Tapi setelah kenal dalam acara “training scan”, orangnya rame banget!
    Wah, jadi kesaing nih.. Soalnya sebelum Ami masuk, aku yang paling muda ^^, hehe…

    Ayo, maju terus pantang mundur, Mi!

  4. @ Mba Kristin: iya Mba, dulu suka nulis2 gitu.. tapi nama tokohnya “nyontek” dari nama karakter-karakter di buku “Harry Potter” semua.. hehe

    @ Ka Ully:
    balesan pantun:
    dua kali dua empat hasilnya
    makasi kak, dukungannya 🙂

    @ Mba Tatik:
    thx Mba..hehe
    di sini paling “klop” sama kamu, seumuran kali ya 🙂

  5. Seneng banget berteman dengan Ami pas lagi menyampul buku bisa ngobrol ke sana-kemari….
    Aku doakan agar impianmu bisa tercapai. Tetap semangat dan terus belajar!!!

  6. Jadi staf termuda di YLSA memang lebih membanggakan daripada jadi yang tertua…… Oooops…..:(

  7. @ mba Anik: iya ya Mba..
    kalau Mba Anik, paling “sumringah” waktu cerita tentang Davin (a.k.a Anaknya Mba Anik) 🙂 Tetep semangat juga mba!

    @ ibu Yulia: suatu saat nanti, saya ingin jadi yang “tertua” lho Bu. Karna sebagai “tertua”, tentu jadi yang “paling berpengalaman” 🙂

  8. Halo Am… semangat terus ya, termuda sekalian termodis di YLSA mungkin hahaha

  9. Hallo Ami,,,
    saya Renatho,,,
    salam kenal yach,,,,

    sayang senang dengan pengalaman ami,,,
    berkarya terus Ami,,
    Tuhan Memberkati.

  10. Wah hebat… hebat… dan hebat, mat kenal Ami! yg pastinya berkarya terus selagi masih ada waktu krn akan tiba wktu yg tak seoranpun dapat bekerja. Gbu!

  11. thx buat Dodo, Renatho, dan Rutlyn buat komen’nya.. bikin aku jadi lebih bersemangat kerja nih (lebay-nya keluar) hehe 🙂

    GBUs

  12. Yup…saya juga punya beberapa karya..ada cerita anak-anak, lagu-lagu anak-anak, renungan kristiani, lagu-lagu rohani kristiani…

    ada yang berminat??

    klik aja:

    http://kidungkasihkristiani.blogspot.com

    atau

    http://lagu2anak.blogspot.com

  13. Nice experience 🙂
    Apa yang kita inginkan terkadang tidak/belum tercapai,
    tapi percaya aja bahwa waktu Tuhan itu lebih tepat dari waktu kita.

    Rancangan-Nya jauh lebih indah dari rancangan kita…
    Semangat 🙂

  14. yup..bener banget,,
    rancangan-Nya memang kadang ga terselami pikiran manusia, tapi di balik itu, Dia pasti punya rancangan yg indah u/ kita semua.. 🙂

  15. Halo Amii…!!! gmn kabarx n gmn pula karyax……!!! yg jelas Q kangen ma ceritax lagi ne!!

  16. Tuhan pasti menyertai hambanya.

  17. Aku juga pingin banget seperti Ami …. melayani sampai jantung tak berdetak.


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.