<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Bukan Sembarang Gudang</title>
	<atom:link href="http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bukan-sembarang-gudang</link>
	<description>melayani dengan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 13:01:10 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>Oleh: setya</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/comment-page-1/#comment-1392</link>
		<dc:creator>setya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 04:52:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=11#comment-1392</guid>
		<description>Salam kenal juga Krisatria,

Anda benar! Pada zaman serba internet begini keberadaan buku online sangat penting. Selain praktis, kita tidak perlu berjalan berputar-putar untuk mendapatkan buku yang kita cari.

Kami sangat rindu bisa melayani Saudara/i yang sedang mencari alamat URL buku online dan menampilkan resensinya juga.

Untuk waktu-waktu yang akan datang pelayanan publikasi e-Buku yang saya pegang juga akan mengarah pada penyediaan resensi buku-buku online, sesuai dengan nama publikasinya yaitu e-Buku. Sementara ini kami masih terbatas pada penyajian resensi buku cetak karena buku-buku online berbahasa Indonesia beberapa waktu yang lalu masih jarang.

Jika Krisatria berkenan, &#039;mangga&#039; iku berpartisipasi dalam penulisan resensi buku online, kemudian dikirimkan ke alamat redaksi e-Buku : buku(at)sabda.org

Bagi Saudara/i yang lain yang rindu berbagi berkat melalui buku, silakan gabung juga bersama kami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal juga Krisatria,</p>
<p>Anda benar! Pada zaman serba internet begini keberadaan buku online sangat penting. Selain praktis, kita tidak perlu berjalan berputar-putar untuk mendapatkan buku yang kita cari.</p>
<p>Kami sangat rindu bisa melayani Saudara/i yang sedang mencari alamat URL buku online dan menampilkan resensinya juga.</p>
<p>Untuk waktu-waktu yang akan datang pelayanan publikasi e-Buku yang saya pegang juga akan mengarah pada penyediaan resensi buku-buku online, sesuai dengan nama publikasinya yaitu e-Buku. Sementara ini kami masih terbatas pada penyajian resensi buku cetak karena buku-buku online berbahasa Indonesia beberapa waktu yang lalu masih jarang.</p>
<p>Jika Krisatria berkenan, &#8216;mangga&#8217; iku berpartisipasi dalam penulisan resensi buku online, kemudian dikirimkan ke alamat redaksi e-Buku : buku(at)sabda.org</p>
<p>Bagi Saudara/i yang lain yang rindu berbagi berkat melalui buku, silakan gabung juga bersama kami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: krisatria</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/comment-page-1/#comment-1361</link>
		<dc:creator>krisatria</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 10:20:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=11#comment-1361</guid>
		<description>salam kenal ...
saya setuju ... buku sumber pengetahuan dan jendela dunia.
Tidak hanya buku fisik, tapi juga buku - buku digital.

Terimakasih banyak untuk teman-teman yang sudah men-share kan
hasil karya nya dalam bentuk digital sehingga bisa dinikmati 
dalam bentuk lain. Termasuk pengalaman - pengalaman dalam blog

Jadi ... membaca dan kemudian menuliskannya ... :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal &#8230;<br />
saya setuju &#8230; buku sumber pengetahuan dan jendela dunia.<br />
Tidak hanya buku fisik, tapi juga buku &#8211; buku digital.</p>
<p>Terimakasih banyak untuk teman-teman yang sudah men-share kan<br />
hasil karya nya dalam bentuk digital sehingga bisa dinikmati<br />
dalam bentuk lain. Termasuk pengalaman &#8211; pengalaman dalam blog</p>
<p>Jadi &#8230; membaca dan kemudian menuliskannya &#8230; <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: setya</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/comment-page-1/#comment-129</link>
		<dc:creator>setya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 02:57:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=11#comment-129</guid>
		<description>Dear Joli,

Puji Tuhan, markas SS di sini lolos dari banjir. Oleh karena itu, buku-buku yang ada di kantor YLSA masih dalam kondisi aman. 
Untuk Joli, kami ikut prihatin mendengar bahwa tempat Anda dilanda banjir. Memang banjir kali ini di luar dugaan manusia. Masyarakat yang bermukim di  dataran cukup tinggi saja ikut merasakan dampak banjir. Cukup menyedihkan juga, karena sekalipun kantor YLSA bebas dari banjir tapi ada beberapa rumah staf YLSA yang kebanjiran. Akibatnya minggu lalu ada cukup banyak staf yang tidak masuk. 
Terima kasih atas saran yang Joli sampaikan mengenai tindakan pengamanan terhadap buku, komputer, dan server di kantor kami. 
Kami berdoa mesin-mesin Anda bisa digunakan seperti semula. Tetap waspada dengan serangan banjir berikutnya. Kita semua berharap musibah ini tak kan terulang lagi..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Joli,</p>
<p>Puji Tuhan, markas SS di sini lolos dari banjir. Oleh karena itu, buku-buku yang ada di kantor YLSA masih dalam kondisi aman.<br />
Untuk Joli, kami ikut prihatin mendengar bahwa tempat Anda dilanda banjir. Memang banjir kali ini di luar dugaan manusia. Masyarakat yang bermukim di  dataran cukup tinggi saja ikut merasakan dampak banjir. Cukup menyedihkan juga, karena sekalipun kantor YLSA bebas dari banjir tapi ada beberapa rumah staf YLSA yang kebanjiran. Akibatnya minggu lalu ada cukup banyak staf yang tidak masuk.<br />
Terima kasih atas saran yang Joli sampaikan mengenai tindakan pengamanan terhadap buku, komputer, dan server di kantor kami.<br />
Kami berdoa mesin-mesin Anda bisa digunakan seperti semula. Tetap waspada dengan serangan banjir berikutnya. Kita semua berharap musibah ini tak kan terulang lagi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: joli</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/comment-page-1/#comment-121</link>
		<dc:creator>joli</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 12:02:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=11#comment-121</guid>
		<description>Rabu tanggal 25 Feb 09 kemarin kantor-ku di Sumber kebagian giliran banjir, sungguh merupakan di luar kebiasaan.. seharusnya di luar jangkauan banjir, selain karena terletak di tempat tinggi juga seumur-umur belum pernah terpikir untuk kebanjiran.

Apa yang tak pernah terpikirkan biasa tidak pernah dipersiapkan, meski air cuma masuk 30 cm namun sempat merendam semua dinamo (yang terletak di bawah mesin), jadilah semua mesin harus masuk bengkel.. 

Ketika kejadian, langsung terpikir markas SS yang relatif agak dekat dg t4ku, apakah juga dapat giliran kunjungan mas banjir, semoga tidak dech.. karena menurut Hai2 (nun jauh disana) buku-buku YLSA banyak yang terletak dibawah,... Nggak ngerti dech.. apakah maksudnya gudang buku terletak di gudang bawah (tanah) ???
Sooo.. just mengingatkan aja.. eman-eman kalau banyak buku yang belum sempat dipinjamkan ke khalayak ramai sudah dipinjam mas banjir.. mungkin juga perlu dipertimbangkan letak komputer2 dan server.. karena mas banjir kadang kurang sopan bila bertamu.. asal masuk tanpa permisi..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu tanggal 25 Feb 09 kemarin kantor-ku di Sumber kebagian giliran banjir, sungguh merupakan di luar kebiasaan.. seharusnya di luar jangkauan banjir, selain karena terletak di tempat tinggi juga seumur-umur belum pernah terpikir untuk kebanjiran.</p>
<p>Apa yang tak pernah terpikirkan biasa tidak pernah dipersiapkan, meski air cuma masuk 30 cm namun sempat merendam semua dinamo (yang terletak di bawah mesin), jadilah semua mesin harus masuk bengkel.. </p>
<p>Ketika kejadian, langsung terpikir markas SS yang relatif agak dekat dg t4ku, apakah juga dapat giliran kunjungan mas banjir, semoga tidak dech.. karena menurut Hai2 (nun jauh disana) buku-buku YLSA banyak yang terletak dibawah,&#8230; Nggak ngerti dech.. apakah maksudnya gudang buku terletak di gudang bawah (tanah) ???<br />
Sooo.. just mengingatkan aja.. eman-eman kalau banyak buku yang belum sempat dipinjamkan ke khalayak ramai sudah dipinjam mas banjir.. mungkin juga perlu dipertimbangkan letak komputer2 dan server.. karena mas banjir kadang kurang sopan bila bertamu.. asal masuk tanpa permisi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: setya</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/comment-page-1/#comment-50</link>
		<dc:creator>setya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 06:11:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=11#comment-50</guid>
		<description>Memang benar buku-buku yang ada di perpustakaan YLSA sangat bervariasi dan berbobot. Kami selaku staf YLSA sangat diberkati dengan buku-buku tersebut. Oleh karena keberadaan buku-buku di YLSA itulah kami semua menjadi terbantu dalam melakukan pelayanan di dunia maya ini. Bukan hanya staf publikasi yang terbantu karena memperoleh sebagian besar bahan dari buku-buku yang tersedia, tapi juga staf YLSA yang lain. Melalui buku-buku yang ada tersebut, setiap staf semakin bertumbuh dalam iman dan semakin berwawasan luas.
Sejak dahulu staf YLSA sudah dipupuk untuk giat membaca. Upaya membudayakan membaca semakin terpupuk dengan adanya jadwal bergilir untuk menginformasikan buku setiap hari Senin dan Jumat.

Mari kita saling berbagi berkat dengan memberi &lt;a href=&quot;http://www.gubuk.sabda.org&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;kesaksian tentang buku&lt;/a&gt; yang kita baca.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang benar buku-buku yang ada di perpustakaan YLSA sangat bervariasi dan berbobot. Kami selaku staf YLSA sangat diberkati dengan buku-buku tersebut. Oleh karena keberadaan buku-buku di YLSA itulah kami semua menjadi terbantu dalam melakukan pelayanan di dunia maya ini. Bukan hanya staf publikasi yang terbantu karena memperoleh sebagian besar bahan dari buku-buku yang tersedia, tapi juga staf YLSA yang lain. Melalui buku-buku yang ada tersebut, setiap staf semakin bertumbuh dalam iman dan semakin berwawasan luas.<br />
Sejak dahulu staf YLSA sudah dipupuk untuk giat membaca. Upaya membudayakan membaca semakin terpupuk dengan adanya jadwal bergilir untuk menginformasikan buku setiap hari Senin dan Jumat.</p>
<p>Mari kita saling berbagi berkat dengan memberi <a href="http://www.gubuk.sabda.org">kesaksian tentang buku</a> yang kita baca.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tatik</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/comment-page-1/#comment-46</link>
		<dc:creator>Tatik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 01:16:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=11#comment-46</guid>
		<description>@joli
Halo juga, Bu Joli. Sebelumnya, terima kasih untuk kue ranjangnya ya .... (waduh, maaf, ucapan terima kasihnya telat :))

Wah, ternyata Bu Joli selama ini mencari saya? Kangen, ya? hehehe....

Buku &quot;berat&quot; itu maksud saya buku yang dapat memberi pengaruh yang positif. Misalnya buku yang judulnya &lt;a href=&quot;http://gubuk.sabda.org/hamba_sejati&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Hamba yang Sejati&lt;/a&gt;. Buku itu memberi pengaruh pada saya untuk melayani lebih sungguh-sungguh lagi, baik di kantor, gereja, maupun di keluarga. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@joli<br />
Halo juga, Bu Joli. Sebelumnya, terima kasih untuk kue ranjangnya ya &#8230;. (waduh, maaf, ucapan terima kasihnya telat <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Wah, ternyata Bu Joli selama ini mencari saya? Kangen, ya? hehehe&#8230;.</p>
<p>Buku &#8220;berat&#8221; itu maksud saya buku yang dapat memberi pengaruh yang positif. Misalnya buku yang judulnya <a href="http://gubuk.sabda.org/hamba_sejati">Hamba yang Sejati</a>. Buku itu memberi pengaruh pada saya untuk melayani lebih sungguh-sungguh lagi, baik di kantor, gereja, maupun di keluarga. <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: setya</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/comment-page-1/#comment-41</link>
		<dc:creator>setya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 07:02:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=11#comment-41</guid>
		<description>@ joli, terima kasih pertanyaannya.
@ pendukung YLSA dan blowfly, terima kasih masukannya.
Seperti yang telah disampaikan Saudari Davida di atas, YLSA sangat rindu bisa segera membuka perpustakaan untuk umum. Kami masih dalam proses persiapan. Selain sistem katalog, kami juga masih bergumul dengan tempat yang bisa kami pakai untuk membuka perpustakaan itu sendiri. Kami membutuhkan sebuah lokasi strategis yang memudahkan publik maupun staf mengakses tempat tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ joli, terima kasih pertanyaannya.<br />
@ pendukung YLSA dan blowfly, terima kasih masukannya.<br />
Seperti yang telah disampaikan Saudari Davida di atas, YLSA sangat rindu bisa segera membuka perpustakaan untuk umum. Kami masih dalam proses persiapan. Selain sistem katalog, kami juga masih bergumul dengan tempat yang bisa kami pakai untuk membuka perpustakaan itu sendiri. Kami membutuhkan sebuah lokasi strategis yang memudahkan publik maupun staf mengakses tempat tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Davida</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/comment-page-1/#comment-31</link>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 02:08:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=11#comment-31</guid>
		<description>&lt;a href=&quot;#comment-23&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;@joli&lt;/a&gt; 
Halo cik Joli,

Btw, makasih kue keranjangnya, ya :)

Mengenai perpustakaan umum, itu memang sudah jadi salah satu mimpi YLSA sejak lama. Yang saya tahu, saat ini YLSA terus menambah jumlah buku. Memang untuk strategi belum dipikirkan dengan mendalam.

Joli dan Pendukung YLSA benar, sistem peminjaman buku memang salah satu hal yang harus dipikirkan matang-matang. Selain itu juga perlu dipikirkan sistem katalog bukunya. Nah, karena belum terlalu berpengalaman, apakah ada pengunjung Blog SABDA yang sudah punya pengalaman mengurus/mengadakan perpustakaan umum? YLSA pasti sangat membutuhkan saran-saran dari Pengunjung terkasih. Melalui blog ini, Anda dapat memberikan masukan-masukan yang tentunya akan sangat berharga. Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="#comment-23">@joli</a><br />
Halo cik Joli,</p>
<p>Btw, makasih kue keranjangnya, ya <img src='http://blog.sabda.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mengenai perpustakaan umum, itu memang sudah jadi salah satu mimpi YLSA sejak lama. Yang saya tahu, saat ini YLSA terus menambah jumlah buku. Memang untuk strategi belum dipikirkan dengan mendalam.</p>
<p>Joli dan Pendukung YLSA benar, sistem peminjaman buku memang salah satu hal yang harus dipikirkan matang-matang. Selain itu juga perlu dipikirkan sistem katalog bukunya. Nah, karena belum terlalu berpengalaman, apakah ada pengunjung Blog SABDA yang sudah punya pengalaman mengurus/mengadakan perpustakaan umum? YLSA pasti sangat membutuhkan saran-saran dari Pengunjung terkasih. Melalui blog ini, Anda dapat memberikan masukan-masukan yang tentunya akan sangat berharga. Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: blowfly</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/comment-page-1/#comment-28</link>
		<dc:creator>blowfly</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 18:55:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=11#comment-28</guid>
		<description>Kemarin lusa di sebuah pameran buku di waktu hujan, saya bertemu pimpinan YLSa yang sudah menjelang pulang dengan menenteng 3 kantong plastik besar penuh buku. Katanya juga itu adalah hari ketiga belanja dengan hasil yang sama banyaknya. Ternyata perpusnya sedang persiapan untuk go public toh.. 

Oya, di tempat yang sama saya ketemu 2 staf YLSa juga.. (penting ya?) hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin lusa di sebuah pameran buku di waktu hujan, saya bertemu pimpinan YLSa yang sudah menjelang pulang dengan menenteng 3 kantong plastik besar penuh buku. Katanya juga itu adalah hari ketiga belanja dengan hasil yang sama banyaknya. Ternyata perpusnya sedang persiapan untuk go public toh.. </p>
<p>Oya, di tempat yang sama saya ketemu 2 staf YLSa juga.. (penting ya?) hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pendukung YLSA</title>
		<link>http://blog.sabda.org/2009/01/12/bukan-sembarang-gudang/comment-page-1/#comment-26</link>
		<dc:creator>Pendukung YLSA</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 14:34:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabda.org/?p=11#comment-26</guid>
		<description>wah benar nih, kalau mau buka perpustakaan umum memang perlu pemikiran mendalam ... harus direncanakan dengan strategi2 tertentu. 

Usul saya sih, perlakukan sistem member. Jadi hanya member yang dapat meminjam buku, dan beberapa buku yang sangat penting hanya boleh dibaca di tempat. Namun untuk lebih aman, sebagai langkah awal, mungkin bisa dibuat dulu seperti pondok membaca saja dulu. Jadi, setiap orang boleh datang, tapi buku tidak boleh dipinjam, hanya boleh dibaca di tempat saja.

itu dulu usulan saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah benar nih, kalau mau buka perpustakaan umum memang perlu pemikiran mendalam &#8230; harus direncanakan dengan strategi2 tertentu. </p>
<p>Usul saya sih, perlakukan sistem member. Jadi hanya member yang dapat meminjam buku, dan beberapa buku yang sangat penting hanya boleh dibaca di tempat. Namun untuk lebih aman, sebagai langkah awal, mungkin bisa dibuat dulu seperti pondok membaca saja dulu. Jadi, setiap orang boleh datang, tapi buku tidak boleh dipinjam, hanya boleh dibaca di tempat saja.</p>
<p>itu dulu usulan saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

